
Para budak Ling Tian itu pun mengangguk paham dengan rencana yang akan dilakukan oleh tuannya. Sementara Ling Tian, dia segera memberikan masing-masing dari para budaknya itu sebuah cincin penyimpanan yang berisikan batu-batu atau kristal roh.
"Selama tiga hari, kalian semua harus sudah selesai memasangkan batu-batu dan kristal roh pada titik-titik yang telah kita tandai ini. Setelah itu kalian cepat-cepatlah pergi meninggalkan kota. Apa kalian semua mengerti?" tanya Ling Tian.
"Kami mengerti Tuan Muda!" jawab mereka dengan serentak.
"Baiklah.. Sekarang kalian semua boleh pergi atau menikmati makanan atau minuman apapun yang ada di restoran penginapan ini. Nanti saudaraku lah yang akan membayar!" ujar Ling Tian dengan santai dan melambaikan tangannya.
"Terima kasih Tuan Muda!" kata mereka dengan serentak lalu mulai berdiri dari tempatnya dan pergi meninggalkan kamar Ling Tian dan Mao An.
Mao An yang dari awal hanya menyimak dan tidak terlalu berurusan dengan para budak Ling Tian itu segera mengerutkan keningnya saat mendengarkan penuturan terakhir dari Ling Tian.
"Apaa! Apa yang kamu katakan Tuan Mudaa!" seru Mao An yang baru sadar dari loadingnya.
Mao An baru sadar bahwa dirinya lah yang akan kembali disuruh untuk membayar makanan dari para budak Ling Tian. Tentu saja dia tidak akan pernah terima dengan keputusan sepihak ini dengan meneriaki Ling Tian.
"Ayolah saudaraku.. Apa kamu tidak ingin aku beri jatah tiga bulanan lagi?" tanya Ling Tian yang langsung membuat Mao An membuka tutup mulutnya.
"I-iya-iya.. Baiklah! Aku yang akan membayarnya nanti semuanya!" ujar Mao An dengan cepat karena takut dia tidak akan mendapatkan gajinya setiap 3 bulan sekali saat mengikuti mengikuti Ling Tian berpetualang yang berupa 1 kristal roh tingkat rendah, 10 batu roh tinggal tinggi, 10 batu roh tingkat menengah, 100 batu roh tingkat rendah, 100 koin platinum, 1000 koin emas, 1000 koin perak dan 10 pil penyembuh tingkat jiwa.
Sedangkan untuk buah-buahan abadi, Ling Tian sama sekali tidak memberikannya kepada Mao An karena dia takut saudaranya itu akan langsung naik tingkat ketika mengkonsumsinya dan membuatnya terlempar dari Benua Langit menuju ke alam menengah karena kultivasinya yang telah melebihi batas Ranah Kaisar. Sedangkan dia masih membutuhkan saudaranya itu untuk membantunya berperang melawan orang-orang dari aliansi aliran hitam.
__ADS_1
Gaji itu benar-benar gaji di atas UMR untuk Mao An yang sangat menggiurkan sekali. Sementara untuk membayar makanan dari para budak Ling Tian itu mungkin hanya butuh satu atau dua koin platinum saja untuk mencukupinya, mana mungkin dia mau kehilangan sebegitu banyak harta yang terus mengalir kepadanya setiap 3 bulan sekali hanya karena tidak ingin membayarkan makanan mereka.
Mao An segera bergegas meninggalkan kamar itu dan menuju ke lantai dasar untuk melihat apa saja yang dimakan atau diminum oleh para budak Ling Tian dan dengan siapa kan langsung membayarnya secara kontan.
Ling Tian hanya menggelengkan kepalanya sembari menghela nafas panjangnya saat melihat saudaranya yang begitu sayang dengan hartanya. Namun dia tetap membiarkannya karena hal itu tidaklah masalah sama sekali.
***
Tiga hari kemudian.
Ling Tian telah bersiap untuk memasuki istana kekaisaran Song untuk menantang pangeran Song Yunlei duel mati dengan menggunakan tampilan pangeran mahkota Song En. Sedangkan untuk Mao An, dia telah berada di titik di mana ia akan mengaktifkan formasi array yang akan mengurung semua orang dan membuat mereka semua tertekan sehingga tidak dapat bergerak.
Ling Tian melangkahkan kakinya dengan mantap menuju ke arah pintu gerbang istana kekaisaran. Penampilannya yang menggunakan penampilan pangeran Song En spontan langsung menarik banyak perhatian orang-orang di sekitar.
"Benar! Apa pangeran mahkota sudah gila sehingga mendatangi istana yang sama saja dengan mencari kematiannya sendiri?" ujar temannya.
"Aku rasa begitu. Pangeran mahkota sudah terlalu frustasi dan bosan berada di tempat persembunyian sehingga dia akhirnya menyerahkan diri kepada Kaisar Yunlei," tutur orang itu memberikan spekulasinya.
"Itu sangatlah masuk akal sekali. Selama ini pangeran mahkota pastilah merasa sangat tertekan karena seharusnya dialah yang menjadi kaisar namun malah justru diambil oleh adiknya sendiri!" sahut temannya yang setuju.
Orang-orang itu terus membisikkan sesuatu mengenai kedatangan dari pangeran mahkota yang menurut mereka adalah sebagai tindakan bunuh diri. Ling Tian yang dalam tampilan pangeran mahkota kekaisaran Song hanya mengacuhkan perkataan mereka itu dan terus berjalan mendekati pintu gerbang sehingga dia dihadang oleh dua prajurit penjaga.
__ADS_1
Ling Tian langsung berpura-pura mengerutkan keningnya dan memasang ekspresi wajah marah kepada dua prajurit penjaga pintu gerbang yang menghalanginya masuk istana itu.
"Apa yang kalian lakukan kepada pangeran mahkota ini? Apa kalian berdua ingin aku hukum mati?" tanya Ling Tian dengan nada yang membentak. Aura kultivasi karena Pendekar Berlian Menengah Bintang 5 yang disertai dengan niat membunuh yang cukup pekat juga meledak dari dalam tubuhnya sehingga membuat kedua penjaga pintu gerbang istana kekaisaran yang hanya memiliki kultivasi ranah Pendekar Emas Awal itu tertekan namun berusaha untuk tidak berlutut.
Dua prajurit itu langsung bergetar seluruh tubuhnya melihat wajah pangeran mahkota yang begitu berwibawa sedang memarahi mereka. Padahal selama ini pangeran mahkota selalu terkenal dengan sikapnya yang tenang dan lemah lembut atau berbanding balik dengan saat ini yang sedang terjadi.
"P-pangeran En! B-bukan maksud kami menghalangi pangeran untuk masuk istana, namun ini adalah perintah langsung dari Kaisar Yunlei agar tidak membiarkan siapapun memasuki istana," ujar salah satu prajurit dengan tubuhnya yang bergetar hebat.
Ling Tian menarik kembali aura kultivasi serta niat membunuhnya sehingga membuat kedua prajurit itu kembali bernafas dengan lega.
"Katakan kepada adik durhaka itu, aku pangeran mahkota kekaisaran Song, Song En, menantangnya berduel hingga mati di luar Kota Renqun!" teriak Ling Tian kepada kedua prajurit penjaga pintu gerbang itu dengan menggunakan energi Qi sehingga membuat teriakannya begitu lantang dan menggema.
Kedua prajurit itu tidak berani membantah ucapan dari Ling Tian yang dalam tampilan sang pangeran mahkota, salah satu di antara keduanya ada yang hendak pergi meninggalkan tempat itu untuk menyampaikan pesan dari Ling Tian kepada Kaisar Yunlei mereka.
Zheep!
Namun langkah dari prajurit itu segera terhenti saat tiba-tiba sesosok pemuda muncul dengan aura ranah kultivasi Pendekar Berlian Puncak dengan menggunakan jubah emas dan lengkap dengan mahkotanya. Pemuda itu langsung bertepuk tangan sembari tersenyum lebar menatap ke arah Ling Tian.
"Hanya ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 5 ingin mengajakku bertarung? Apa kamu sudah tidak sayang lagi dengan nyawamu kakak pertama?" tanya pemuda itu yang tidak lain adalah adik dari pangeran mahkota atau pangeran Song Yunlei dengan senyuman mengejek.
"Cuih! Anak durhaka! Bahkan jika aku mati pun pasti akan membalaskan dendam atas kematian ayah dengan para pemberontak yang telah aku dirikan!" teriak Ling Tian dengan aktingnya yang luar biasa.
__ADS_1
"Hahaha.. Jika memang itu yang kakak pertama inginkan, maka ayo! Dimana kita harus bertarung? Aku pastikan jika kakak pertama akan mendapatkan kematian secara perlahan!" ujar pangeran atau Kaisar Song Yunlei sambil tersenyum lebar.