Ling Tian

Ling Tian
Kehancuran Klan Lian


__ADS_3

***


Klan Lian.


Boommm... Boommm... Boommm...


Ledakan demi ledakan terjadi di Klan Lian yang di rumorkan menjadi klan terkuat di seluruh daratan Benua Langit karena memiliki banyak sekali kultivator kuat yang berada di ranah Pendekar Berlian.


Akan tetapi saat ini Klan Lian yang terkenal kuat itu sedang di bombardir oleh dua pria sepuh yang sangat dikenal sekali sebagai dua orang yang sangat loyal kepada leluhur tua klan mereka.


Semua murid dan para tetua berusaha untuk menghentikan kedua pria sepuh itu, namun pada akhirnya mereka harus meregang nyawa karena kekuatan keduanya terlalu tinggi untuk mereka semua.


Boommm...


Sosok pria paruh baya terlempar karena satu serangan kuat yang dilancarkan oleh salah satu dari kedua pria sepuh dengan serangan tebasan pedang pusaka tingkat merah yang ada di tangannya.


Pria paruh baya itu pun terhempas dan menghantam tanah dengan sangat keras karena tidak mampu menghalau serangan dari salah satu dari kedua pria sepuh itu yang kekuatannya sudah jauh melampaui dirinya.


Dia kemudian dengan segenap tenaga yang tersisa mencoba untuk berdiri dengan bertumpukan pedang pusaka tingkat hijau namun dia harus terjatuh dan dalam keadaan berlutut.


"Leluhur Xiao Chen! Leluhur Song Mu! Apa yang kalian lakukan? Mengapa kalian berdua melakukan ini kepada kami?" tanya Patriark Lian Chan dengan lemah. Tubuh dari Patriark Lian Chan juga sudah penuh dengan luka-luka yang mustahil untuk disembuhkan.


Patriark Klan Lian itu benar-benar tidak mengetahui mengapa bisa-bisanya kedua leluhur tua dari Kekaisaran Xiao dan Kekaisaran Song yang sangat akrab dengan leluhur mereka tiba-tiba mengamuk dan menghancurkan serta membunuh semua anggota Klan Lian.

__ADS_1


Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu tidak bisa menjawab pertanyaan dari Patriark Klan Lian itu karena sebenarnya mereka berdua juga tidak ingin melakukan pembantaian seperti ini. Akan tetapi apalah daya, sekarang mereka hanyalah budak dari Mao An dan harus melakukan apapun perintah tuannya.


"Maaf Chan'er! Aku tidak bisa mengungkapkan alasan kami melakukan ini! Akan tetapi kami harus melakukannya supaya bencana yang lebih besar daripada ini tidak terjadi di daratan tengah kita ini!" jawab Leluhur Xiao Chen dengan memasang raut wajah sedih memandangi pria paruh baya di depannya yang sudah tidak berdaya dengan posisi berlutut dan bertumpu kepada pedangnya agar tidak terjatuh.


Bagaimana tidak sedih? Leluhur Xiao Chen sudah menganggap pria baru baya didepannya itu yang tidak lain adalah Patriark Lian Chan seperti anaknya sendiri. Namun sekali lagi karena dirinya saat ini hanyalah seorang budak yang wajib melakukan perintah mutlak dari tuannya, maka dia benar-benar dibuat tidak berdaya.


"Baiklah.. Jika Leluhur Xiao tidak mau memberikan alasan kepadaku! Aku tidak akan memintanya lagi! Uhuk! Uhuk!" ucap Patriark Lian Chan kemudian dirinya terbatuk batuk darah lalu setelahnya terjatuh dan meregang nyawa.


Dengan matinya Patriark dari Klan Lian maka sudah ditetapkan bahwa hegemoni dari klan terkuat dan terkenal di seluruh daratan saat ini telah lenyap dari daratan tengah. Terlebih dengan Leluhur Lian Qin yang sekarang bisa dikatakan sudah menjadi tawanan dari Ling Tian, maka tidak akan ada lagi harapan.


Dua Leluhur dari kedua kekaisaran itu pun saling pandang dan bingung harus melakukan apalagi karena tugas yang diberikan oleh tuan barunya telah terselesaikan.


"Apalagi yang harus kita lakukan saudara Chen?" tanya Leluhur Song Mu yang seperti seseorang kehilangan arah dan tujuan.


"Selain itu aku juga akan membuat pengumuman untuk memburu orang-orang dari Klan Lian yang tidak ada di dalam klan dengan bounty tinggi agar kita bisa selamat dari kemarahan tuan!" ucap Leluhur Xiao Chen sambil menghela nafas panjang.


Kedua pria sepuh itu akhirnya pergi meninggalkan istana Klan Lian yang kini telah hancur porak-poranda menjadi puing-puing bangunan tanpa ada satupun manusia yang hidup di dalamnya. Tidak lupa mereka berdua juga telah mengambil semua sumberdaya, senjata pusaka, dan semua harta yang berada di gudang harta Klan Lian dan semua cincin penyimpanan semua orang.


***


Benua Langit, Wilayah Terlarang.


Swosh...

__ADS_1


Sebuah celah dimensi yang berbentuk lubang hitam terbentuk di atas langit wilayah terlarang. Tidak lama kemudian, dari lubang hitam itu kemudian memuntahkan seseorang yang memakai jubah hitam dan memegang pedang dengan aura kuat menyelimuti dirinya. Ternyata orang yang memasuki dunia kecil yang memiliki harta langit dan bumi tidak keluar dari celah dimensi raksasa yang berada diatas Sang Naga Hijau.


Orang itu tidak lain adalah Han Tianba yang telah berhasil menyelesaikan rencananya bersama dengan ketiga jenderal kepercayaannya untuk mengambil pedang dewa yang dipegang oleh Pimpinan Tertinggi manusia primitif.


Tap!


Han Tianba mendarat dengan mantap di atas permukaan tanah sambil tersenyum dengan lebar. Dia sebenarnya juga sangat tidak menyangka bahwa rencananya akan berhasil dan mengambil pedang dewa yang membuat dirinya lebih kuat satu ranah penuh dari ranah kultivasinya yang sebenarnya.


'Hehehe.. Dengan pedang dewa ini aku akan menjadi yang terkuat di Benua Langit dan akan menjadi penguasa satu-satunya!' batin Han Tianba sambil tertawa terkekeh-kekeh.


'Untuk sekarang ini lebih baik aku segera pergi. Aku merasa pemuda bertopeng yang telah menjadikan anak dari pimpinan manusia sialan itu bukanlah pemuda sembarangan! Dia seperti memiliki kekuatan khusus yang mungkin akan dapat mengimbangi kekuatanku saat ini! Aku harus bertambah lebih kuat lagi sebelum menjalankan rencana besar untuk menguasai seluruh daratan!' batinnya lagi kemudian melesat meninggalkan wilayah terlarang dengan kecepatan tinggi.


Han Tianba juga memberikan pesan telepati kepada semua orang dari anggota gedung pembunuh daratan selatan untuk segera pergi meninggalkan wilayah terlarang daratan tengah setelah semua rekan anggota gedung pembunuh telah keluar dari dunia kecil tanpa harus menunggunya kembali.


Tidak lama setelah Han Tianba menghilang dari tempat itu, ratusan celah dimensi yang berbentuk pusaran angin hitam juga terbentuk di atas langit wilayah terlarang dan memuntahkan ratusan anggota aliansi aliran hitam yang langsung dijemput oleh rekan-rekan mereka kemudian pergi meninggalkan daratan tengah dengan tergesa-gesa.


Hal itu membuat beberapa orang dari anggota aliran putih terheran-heran. Mereka bertanya-tanya apakah sebenarnya yang terjadi di dalam dunia di balik portal itu? Mungkinkah kelompok kalian sih aliran hitam telah menjadi buronan dari aliansi aliran putih atau karena hal lainnya?


Pertanyaan-pertanyaan itu tidak pernah terjawab sampai beberapa orang dari aliran putih juga keluar dari dunia dibalik portal dimensi dan mengatakan bahwa harta langit dan bumi yang ternyata berupa pedang dewa telah diambil dan dimiliki oleh pemimpin tertinggi gedung pembunuh dari aliansi aliran hitam, Han Tianba.


Mengetahui hal itu, mimik wajah dari semua orang aliran putih langsung menjadi tidak enak dipandang dan beberapa diantara yang lainnya menjadi pucat karena mungkin sebentar lagi akan terjadi kekacauan yang diakibatkan oleh kelompok aliansi aliran hitam yang merasa sudah memiliki kekuatan tertinggi di Benua Langit.


Kabar akan diambilnya harta langit dan bumi oleh pemimpin gedung pembunuh dari aliansi aliran hitam langsung tersebar ke segala penjuru seperti air bah saja. Orang-orang dari aliran putih sangat menyayangkan akan hal tersebut. Namun apalah daya, mungkin saat ini keberuntungan mereka telah menghilang dan kekuasaan yang sudah ribuan tahun lamanya miliki oleh aliran putih akan segera tergeserkan.

__ADS_1


***


__ADS_2