
Ling Tian sudah cukup lama tidak menggunakan jurus tertinggi dari Teknik Pedang Awan yang telah diajarkan gurunya itu. Saat sebelum Ling Tian mengayunkan tangannya, dia mengalirkan 3% Kaisar Qi dalam dantiannya ke pedang samudera kegelapan.
Hasilnya, sebuah energi pedang yang sangat besar dengan aura yang tidak terbayang lagi menakutkannya yang disertai dengan hawa dingin yang menusuk tulang melesat ke arah orang-orang yang diangkat oleh Mao An menggunakan kekuatan jiwanya.
Booommmmm...
Sebuah ledakan maha dahsyat mengguncang disertai dengan kabut berwarna merah karena hancurnya tubuh seluruh orang yang diangkat oleh Mao An. Sapuan energi pedang yang mengenai ribuan kultivator yang berada di bawahnya juga langsung membunuh mereka seketika itu juga.
Sungguh tidak terbayangkan betapa mengerikannya jurus tertinggi dari teknik pedang tersebut. Pantas saja dulu sewaktu dirinya masih berlatih bersama dengan gurunya, Ling Tian mendapatkan marah dari sang guru ketika dia iseng-iseng menggunakan teknik tersebut setelah berhasil menambah pedang samudera kegelapan.
Akan tetapi tiba-tiba wajah Ling Tian berubah menjadi masam setelah sapuan energi pedang tersebut menghilang sehingga membuat saudaranya keheranan.
"Ada apa Tuan Muda?" tanya Mao An sambil mengerutkan keningnya.
"Ada satu orang yang selamat dari jurus pedangku!" jawab Ling Tian.
"Selamat? Siapa?" tanya Mao An lagi sambil mengangkat satu alisnya.
"Aku tidak menyangka bahwa dia memiliki jimat teleportasi kuno!" ucap Ling Tian dengan nada yang sedikit kesal.
"Dia adalah pangeran Song Yunlei!" katanya lagi.
"Apaa! Tapi bagaimana mungkin cuma teleportasi bisa berfungsi di dalam array kurungan?" Mao An sangat terkejut.
"Itu adalah jimat teleportasi kuno! Sebelumnya aku hanya membuat array kurungan tingkat rendah saja! Aku sungguh tidak menduga bahwa di Benua Langit ini masih ada jimat itu!" ucap Ling Tian.
"Baiklah! Lupakan saja! Suatu saat nanti pasti akan bertemu lagi, nanti pada waktu itu aku akan menyuruhmu untuk membunuhnya! Oiya, kamu kan sedang menggunakan mode transformasi, kamu makanlah satu persatu para kultivator penjajah itu yang berada di ranah Pendekar Emas hingga Jenderal Besar Luoyan datang!" ucap Ling Tian lagi lalu pergi begitu saja meninggalkan Mao An.
Sudut bibir Mao An segera memancarkan seringai tipis. Dia benar-benar sangatlah senang saat Ling Tian memberikan ratusan ribu manusia dari aliran hitam menjadi makanannya.
__ADS_1
Saat orang-orang yang sebelumnya selamat dari hempasan energi pedang dari jurus pedang Ling Tian mendengar ucapan itu, tubuh mereka seketika menggigil ketakutan setengah mati. Mereka tidak menyangka bahwa mereka akan menjadi layaknya tikus yang sengaja disediakan untuk makan malam sang kucing raksasa.
Satu persatu mereka mulai lari terbirit-birit ke segala arah di Kota Humeng karena tidak ingin menjadi makanan dari harimau malam yang sangat menakutkan itu. Bahkan hampir 70% diantara mereka sudah ngompol di celana karena saking takutnya.
Mao An sengaja tidak mengeluarkan aura penekanannya karena dia ingin melihat raut wajah putus asa dari orang-orang aliansi aliran hitam. Hal itu dia lakukan sebagai balasan atas apa yang dilakukan oleh mereka kepada manusia-manusia tidak berdosa di seluruh daratan di Benua Langit.
Ling Tian hanya menggeleng-gelengkan kepala saat melihat saudaranya benar-benar mempermainkan nyawa ratusan ribu manusia. Dia kemudian melihat seseorang yang dikenalinya yang tidak lain adalah Si Ceng atau saudara dari Si Long, tawanannya.
Zheep!
Ling Tian menghilang dari atas langit dan muncul kembali dapat dibelakang Si Ceng yang sedang berlari tunggang langgang menyelamatkan diri dari kejaran Mao An. Ling Tian menangkap kerah baju bagian belakang milik Si Ceng kemudian dia membawanya terbang keatas langit.
Si Ceng yang sangat terkejut dengan kerah baju bagian belakangnya yang tiba-tiba diraih oleh seseorang langsung berusaha untuk memberontak. Namun saat melihat siapa yang sedang memeganginya itu, tubuh Si Ceng seketika itu juga langsung menjadi lemas tidak berdaya.
Menurutnya, pemuda yang telah menggunakan jurus pedang mengerikan sehingga membuat ratusan orang dari para jenderal dan komandan serta dua pimpinan mereka hancur menjadi kabut darah lebih mengerikan daripada sosok harimau malam itu sendiri.
Si Ceng hanya bisa pasrah saat dirinya diangkat oleh pemuda bertopeng itu menuju ke atas langit. Dia hanya mampu atau lebih tepatnya tidak berani melakukan apapun kecuali hanya menundukkan kepalanya.
"B-benar T-tuan M-muda! Maaf! M-maksudku Penguasa!" ucap Si Ceng dengan tergagap-gagap. Celananya juga langsung basah karena tanpa terkontrol darinya air seni itu keluar dengan sendirinya.
Ling Tian hanya tertawa terkekeh mendengar jawaban dan ekspresi dari Si Ceng.
"Tidak perlu memanggilku dengan sebutan seperti itu! Panggil saja aku tuan muda, agar sama seperti yang lainnya!" ujar Ling Tian ramah.
"B-baik Pengu-.. Maksudku Tuan Muda!" ucap Si Ceng.
"Si Ceng! Kamu adalah kakak yang baik bagi adikmu Si Long! Aku sangat menghormati orang yang dengan tulus menyayangi keluarganya!" tutur Ling Tian.
Si Ceng membelalakkan matanya saat mendengar pemuda bertopeng dihadapannya itu ternyata mengenali sosok adiknya yang telah menghilang. Dia ingin bertanya dimanakah saat ini adiknya berada. Namun dia segera mengurungkannya karena takut akan dibunuh oleh pemuda monster didepannya.
__ADS_1
"Terima kasih Tuan Muda!" kata Si Ceng pelan.
"Tidak perlu berterima kasih! Oiya, bagaimana jika kamu menjadi pelayanku saja?" tanya Ling Tian sambil tersenyum lebar.
Bagai tersambar petir di siang bolong, Si Ceng terperanjat mendengarkannya. Dia tidak yakin apakah suara yang didengarkan oleh telinganya sebelumnya adalah nyata.
"T-tuan Muda?" ucap Si Ceng memastikan.
Ling Tian memahami kebingungan dari Si Ceng. Dia kemudian membuat sebuah lantai yang juga tercipta dari es menyambung dari kursi es milik Ling Tian dan milik Si Ceng, lalu setelahnya dia membuka portal dunia jiwa dan mengeluarkan Si Long dari sana.
Swush...
Si Long muncul di hadapan Ling Tian lalu dengan cepat dia membungkukkan badannya untuk memberikan penghormatan.
"Salam Tuan Muda!" ucap Si Long sembari menangkupkan kedua tangannya.
"Ya! Coba lihatlah dibelakangmu!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.
Si Long melihat kearah belakang dan mendapati saudara atau lebih tepatnya kakaknya sedang duduk kebingungan memandanginya.
"Kakak! Ternyata Tuan Muda Tian telah menyelamatkan kakak!" ucap Si Long kemudian menghampiri Si Ceng lalu memeluknya.
Sebelumnya, saat dirinya berada di dunia jiwa atau lebih tepatnya berada di dalam penjara, dia didatangi oleh beberapa orang yang mengaku sebagai pelayan sekaligus murid-murid dari saudara Ling Tian.
Si Long diberikan tawaran oleh mereka apakah dia mau menjadi pelayan dari Ling Tian atau tidak. Jika mau maka Ling Tian akan memberikan satu kebebasan untuk hidup di dunia ini. Namun jika dirinya menolak maka siksaan yang tiada henti akan menantinya.
Akhirnya Si Long lebih memilih untuk menjadi pelayan dari Ling Tian dengan mengucapkan sumpah atas nama langit dan bumi daripada harus disiksa setiap hari tanpa henti. Dia juga merasakan kekaguman yang luar biasa saat melihat kebun-kebun dari buah-buahan abadi berada tidak jauh dari tempatnya di penjara.
Namun ada satu hal yang masih mengganjal di dalam pikirannya setelah dia menjadi pelayan dari Ling Tian. Sesuatu itu tidak lain adalah kakaknya Si Ceng. Jika memang benar Ling Tian dan saudaranya memiliki kekuatan yang tidak bisa dilawan oleh orang-orang dari aliran hitam maka kakaknya pastilah juga akan terbantai habis.
__ADS_1
Namun sekarang Ling Tian justru memberikan sebuah kejutan akan keselamatan dari kakaknya. Dia dengan cepat mengatakan kepada kakaknya itu untuk menyetujui tawaran dari pemuda bertopeng di depannya yang tidak lain ada Ling Tian itu sendiri.