Ling Tian

Ling Tian
Permintaan Kaisar Wei


__ADS_3

***


Klan Ling.


Di Klan Ling, Ling Tian saat ini sedang kedatangan beberapa tamu penting dari kekaisaran Wei. Ya, Tentu saja tamu itu adalah Kaisar Wei dan juga seluruh anggota keluarganya termasuk Wei Ziin yang nyatanya masih belum bisa move on dari Ling Tian.


Kedatangan Kaisar Wei Heian sendiri bukan tanpa alasan. Yang pertama tentu saja karena ingin bertemu dengan Ling Tian dan yang selanjutnya adalah meminta orang-orang dari Klan Ling untuk menjadikan mereka sebagai para komandan pasukan istana kekaisaran sekaligus melatih kepiawaian mereka dalam bertarung.


Kaisar Wei Heian berharap Ling Tian dapat memilih beberapa orang yang dia percayai dapat melatih para prajurit kekaisaran. Karena jika yang menunjuk adalah Ling Tian, tentu saja semua orang akan langsung percaya bahwa orang yang ditunjuk itu sangatlah mampu.


Hal itu terjadi karena mereka semua sudah mengetahui bagaimana sudut pandang Ling Tian selama ini yang selalu berpikir lebih jauh atau satu langkah lebih depan daripada mereka semua.


Ling Tian beserta dengan ayah dan ibu serta Patriark Ling Bo Teng sekaligus beberapa tetua menyambut kedatangan keluarga kekaisaran di aula istana Klan Ling. Mereka saling sapa satu sama lain dengan canda dan tawa sebab mereka sudah sangat akrab layaknya sebuah keluarga.


Hanya Wei Ziin saja yang tidak bersemangat saat memberi sapaan kepada Ling Tian. Dia hanya menundukkan kepalanya sembari menangkupkan kedua tangan untuk memperlihatkan rasa hormat secara formalitas.


Ling Tian sebenarnya tidak ingin melakukan hal seperti itu alias menjaga jarak dengan Wei Ziin. Namun karena dia juga harus menjaga hati seseorang yang telah dia pilih yang tidak lain adalah Ling Lianhua maka dengan terpaksa dia melakukannya.


"Baiklah-baiklah! Tidak baik berbicara sembari berdiri seperti ini! Mari masuklah terlebih dahulu!" ujar Patriark Ling Bo Teng mengajak rombongan keluarga kekaisaran itu untuk memasuki aula istana Klan Ling.


"Baik!" ucap Kaisar Wei Heian mengangguk setuju. Begitu pula dengan keluarganya yang lain.

__ADS_1


Semua orang termasuk Ling Tian ikut memasuki aula istana Klan Ling dan duduk tidak jauh dari ayah dan ibunya. Sementara untuk Kaisar Heian dan semua keluarganya, mereka diminta oleh Patriark Klan Ling untuk duduk di atas kursi kehormatan.


Mereka semua tidak menolak, bagi mereka di manapun mereka duduk entah itu di atas kursi kehormatan ataupun bahkan jika duduk di lantai, jika mereka sedang bersama dengan orang yang berasal dari Klan Ling, maka mereka tidak akan pernah keberatan sama sekali karena letak penghormatan yang sebenarnya itu berada pada sikap yang diperlihatkan oleh orang lain kepada mereka.


Setelah berbasa-basi selama beberapa waktu, Kaisar Heian akhirnya mulai membuka suaranya mengenai kedatangan mereka di Klan Ling.


"Mohon maaf Patriark Ling, Tetua Agung, Tuan Muda Ling Tian dan para tetua sekalian! Sebenarnya kedatangan kami ini selain karena memang kami ingin berkunjung, kami juga ingin meminta kepada Klan Ling untuk sekiranya sudi mengirimkan beberapa orang untuk melatih para prajurit istana kekaisaran agar mereka menjadi lebih kuat karena kemungkinan perang antara pihak aliran putih dan pihak aliansi aliran hitam dapat pecah dalam waktu yang tidak lama lagi."


Semua orang dari Patriark Ling Bo Teng, Tetua Agung Ling Jun dan para tetua terdiam untuk beberapa saat dan tampak mereka sedang berpikir dan berdiskusi melalui telepati. Hanya Ling Tian seorang yang tetap terlihat santai sembari memakan buah-buahan yang tersedia di hadapannya.


"Bagaimana menurutmu nak?" tanya Patriark Ling Bo Teng kepada Ling Tian tiba-tiba.


"Eh? Kok aku paman?" ujar Ling Tian sembari menunjuk dirinya sendiri.


"Oh.. Pendapatku? Jika Paman bertanya mengenai pendapatku maka lebih baik kirimkan saja beberapa tetua termasuk kakak Jian, kakak Yun dan juga saudara We untuk melatih para prajurit istana kekaisaran! Aku yakin mereka dapat membuat para prajurit istana kekaisaran menjadi lebih kuat dan kuat!" kata Ling Tian dengan santai.


Ling Jian, Ling Yun dan Ling We yang juga ada di tempat itu seketika langsung terbatuk-batuk tidak jelas bahkan Ling We yang sedang menikmati sajian teh hangat miliknya tanpa sengaja menyemburkan teh itu kepada salah satu ketua yang berada di sisinya.


"Uhuk! Uhuk! Saudara Tian! Kamu ini sedang bercanda bukan?" tanya Ling Jian kepada Ling Tian untuk memastikan apa yang dikatakan oleh dirinya sebelumnya. Ling Yun dan Ling We juga menatap Ling Tian dengan intens.


"Tidak kakak Jian! Aku sedang tidak bercanda! Aku merasa kalian memang sangatlah cocok untuk dijadikan sebagai pelatih dari prajurit istana kekaisaran, sementara nanti saudari Nian akan mengajari tata cara pengobatan dan juga alkemis di istana kekaisaran, mengingat kultivator medis juga sangat dibutuhkan di dalam peperangan nanti." jawab Ling Tian sembari menjelaskan alasan mereka ditunjuk olehnya.

__ADS_1


Ketiganya terdiam seribu bahasa karena tidak dapat membuat ucapan yang tepat untuk menolak usulan dari Ling Tian. Sementara untuk Kaisar Heian dan seluruh anggota keluarganya, wajah mereka kini tampak begitu sumringah karena tidak menyangka bahwa orang yang akan ditunjuk oleh Ling Tian adalah orang-orang yang sangat penting di dalam Klan Ling. Andai bukan Ling Tian yang meminta kepada mereka maka mustahil bahkan bagi kaisar untuk mereka mau menjadi pelatih atau guru pembimbing dari prajurit istana kekaisaran Wei.


"Tapi saudara Tian, aku ini benar-benar nol besar jika mengenai babakan guru menggurui!" ucap Ling We dengan jujur sekaligus memasang wajah yang tidak berdaya.


"Justru karena itulah nanti kamu akan mendapatkan pelajaran tentang bagaimana cara bersikap dan menjadi pembimbing yang baik! Bagaimana saudara We? Kamu tidak menolaknya bukan?" sahut Ling Tian bertanya dengan senyuman khasnya yang terpampang dengan jelas.


Setelah diam beberapa saat dan menghela nafas panjangnya beberapa kali, akhirnya Ling We pun menganggukkan kepala tanda setuju akan menjadi pembimbing dari prajurit istana kekaisaran. Ling Jian dan Ling Yun mau tidak mau juga ikut menganggukkan kepala karena Ling We bisa aja yang terkenal sebagai seorang pembuat onar mau, lalu bagaimana mungkin mereka berdua tidak?


Ling Tian juga mengatakan kepada Ling We agar menyampaikannya kepada Zhong Nian mengenai perkara ini. Ling We tentu saja langsung setuju dan mengatakan pasti akan menyampaikan pesan ini kepada istrinya nanti setelah dia pulang ke rumahnya.


"Baiklah.. Mengenai permintaan saudara Heian untuk kami mengirimkan beberapa orang untuk melatih para prajurit istana sudah selesai. Lalu apakah ada yang lainnya saudaraku?" ucap Patriark Lung Bo Teng bertanya.


"Tidak ada saudara Bo!" jawab Kaisar Heian sembari menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat dan ungkapan terima kasihnya.


Setelah pembahasan mengenai permintaan dari keluarga kekaisaran telah selesai, mereka pun akhirnya kembali berbincang-bincang santai lagi sembari canda dan tawa menghiasi obrolan tersebut hingga beberapa waktu lamanya.


"Baiklah paman-paman dan saudaraku sekalian, karena mungkin besok aku akan kembali melakukan perjalanan jauh lagi, aku mohon undur diri dulu karena ingin bersiap-siap dan beristirahat!" ujar Ling Tian yang berniat pergi meninggalkan aula istana Klan Ling.


"Oh.. Begitukah? Silakan keponakanku!" kata Patriark Ling Bo Teng lalu diangguki oleh yang lainnya tanda mereka juga mempersilahkannya.


"Baik! Aku pergi sekar-.." belum selesai Ling Tian mengucapkan kata-katanya, Wei Ziin tiba-tiba memotongnya.

__ADS_1


"Bolehkan aku ikut?"


__ADS_2