Ling Tian

Ling Tian
Keterkejutan Sang Phoenix


__ADS_3

"S-shen Zhu Danshuiyu! T-tidak! Mustahil! Shen Zhu Danshuiyu telah punah milyaran tahun yang lalu!" ucap Sang Phoenix biru karena tidak bisa menyembunyikan keterkejutan serta ketakutannya.


"Tidak! Hentikan! Aku menyerah!" teriak Phoenix biru pada akhirnya.


Sudut bibir Ling Tian memancarkan seringai tipis. Ya, memang itulah tujuannya berkultivasi dengan menggunakan manual kultivasi pelahap miliknya. Dia ingin menakut-nakuti Phoenix biru itu lalu kemudian dia dengan sendirinya akan menyerah seperti yang terjadi saat ini. Selain itu juga dirinya ingin mengetahui apakah Phoenix biru ini masih lawar atau tidak karena mengingat dia sudah dikerangkeng atau dipenjara di tempat ini dalam waktu yang sangatlah lama sekali.


Ling Tian segera menghentikan pekerjaannya lalu membuka kedua kelopak matanya.


"Dewi yang takut kepada manusia? Siapa yang rendahan saat ini wahai Phoenix biru yang agung?" ucapan Ling Tian dengan nada mengejek.


Phoenix biru itu hanya bisa terdiam dan tidak berani menanggapi ejekan dari Ling Tian. Atau jika dia berani berbicara dan menyinggung pemuda bertopeng separuh wajah itu maka sudah bisa dipastikan bahwa dia akan menjadi mayat dalam waktu yang tidak lama karena seluruh energinya disedot habis oleh pemuda itu.


"Katakan siapa namamu wahai Dewi Phoenix yang agung?" tanya Ling Tian sambil terus menggoda Phoenix biru itu.


"Feng Lanse'er!" jawab singkat soal Phoenix biru yang ternyata bernama Feng Lanse'er.


"Ohoo.. Nama yang sangat pas dengan penampilanmu yang biru itu!" kata Ling Tian sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dan memegang dagunya.


"Jadi katakan apa maumu mendatangi tempatku ini?" tanya Feng Lanse'er dengan nada yang acuh tak acuh.


"Aku ingin kamu juga menjadi bawahanku! Sama seperti Shen Zhu Xueren Chong ini!" kata Ling Tian menjawabnya dengan santai.


"Cih! Menjadi bawahan seorang manusia? Meskipun mungkin kamu adalah keturunan dari trah Shen Zhu Danshuiyu yang melegenda itu, namun untuk menjadikanku seorang bawahan maka kamu harus terlahir ulang kembali dan menjadi seorang Shen Zhu Ling!" ucap sang Phoenix biru itu dengan nada bangganya.


"Wow! Seperti yang diharapkan dari tempat binatang suci yang memiliki kebanggaan yang tersendiri! Lalu bagaimana jika ternyata aku juga berasal dari Shen Zhu Ling? Apakah kamu akan mau menjadi bawahanku?" tanya Ling Tian yang senang bermain-main dengan sang Phoenix biru yang angkuh itu.


"Jangan asal mengaku-ngaku berasal dari trah Shen Zhu Ling bocah sialan! Aku sebelumnya memang mohon ampun supaya kamu tidak membunuhku dengan manual kultivasi milik Shen Zhu Danshuiyu! Tapi berani asal bicara mengenai Shen Zhu Ling, maka matipun aku tidak akan pernah takut!" kata Feng Lanse'er dengan kemarahannya yang kembali berkobar.


"Hahaha.."


Ling Tian justru tertawa terbahak-bahak untuk menanggapi kemarahan dari sang Phoenix biru atau Feng Lanse'er. Dia sungguh tidak menyangka akan mendapatkan keberuntungan yang luar biasa di tempat ini dengan menemukan salah satu binatang suci yang tidak pernah diragukan lagi kesetiaannya.

__ADS_1


"Mengapa kau tertawa manusia sialan?" teriak Feng Lanse'er kepada Ling Tian.


"Hahaha.. Tidak apa-apa! Maaf-maaf karena aku telah mengerjaimu! Oiya, apa kau mengenal Wei Hun? Long Yuan? Bai Hu?" ucap Ling Tian sambil tersenyum lembut.


"Mereka! Mereka.. Kau mengenal mereka?" tanya Feng Lanse'er dengan mata yang melebar sempurna.


"Hahaha.. Tentu saja aku mengenali mereka! Bahkan lebih dari sekedar kenal!" jawab Ling Tian dengan santai dan tersenyum lebar.


"Apa maksudmu manusia? Katakan di mana mereka? Apa benar mereka itu masihlah hidup? Lalu apakah kamu juga mengetahui mengenai Gui kecil juga?" tanya Feng Lanse'er secara berturut-turut sehingga membuat Ling Tian yang sebelumnya tersenyum langsung berbalik 180 derajat.


"Oy! Phoenix cerewet! Bisakah kau itu kalau bertanya satu-satu?" teriak Ling Tian dengan kesal.


Feng Lanse'er tidak berekspresi sedikitpun melihat Ling Tian yang begitu kesal kepadanya. Dia justru masih menunggu jawaban mengenai tiga orang yang disebutkan oleh pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya itu.


"Haiiih.."


Melihat itu Ling Tian hanya bisa menghela nafas panjangnya karena rasa penasaran dari si Dewi Phoenix itu sangatlah besar mengenai ketiga saudaranya.


"Mereka adalah saudara-saudaraku!" ucap Ling Tian dengan datar.


"Itu karena tugas dari guruku!" jawab Ling Tian masih dengan wajah datar.


"Hanya karena gurumu mereka mau menjadi saudara dari seorang manusia? Mustahil!" ucap Feng Lanse'er tidak percaya.


"Ehem.. Dewi Phoenix Lanse'er! Ngomong-ngomong kamu itu belum mengen-.." ucapan Ling Tian dipotong oleh sang Phoenix biru itu


"Tidak perlu memberitahukan namamu manusia! Sampai kapanpun manusia dan dewa-dewi itu berbeda pangkat dan derajat!"


"Ohoo.. Benarkah? Bagaimana jika manusianya itu adalah aku?" ucap Ling Tian dengan nada yang sedikit meninggi sambil mengedarkan kekuatan petir tanpa warna dengan kekuatan terdahsyatnya.


Krtak! Krtak!

__ADS_1


Jdeeerrr!


Booommmm...


Petir tanpa warna itu menyambar mengenai rantai-rantai yang mengikat sang Phoenix biru atau Feng Lanse'er.


"Inii.." Feng Lanse'er tidak bisa melanjutkan kata-katanya karena saking terkejutnya.


"Bagaimana saudari Feng? Apakah gini kamu percaya jika mereka adalah saudara-saudaraku?" tanya Ling Tian sambil tersenyum lembut ke arah sang Phoenix biru Feng Lanse'er.


Air mata yang berubah lahar api sekaligus lelehan es keluar dari kelopak mata sang Phoenix biru itu secara bersamaan. Seluruh tubuh Feng Lanse'er bergetar dengan hebat kemudian bersinar dengan cahaya biru yang sangat menyenangkan mata lalu setelahnya dapat dilihat seorang gadis yang terlihat sangat cantik dengan rambut birunya yang terurai.


Ya, tentu saja dia adalah sang Dewi Phoenix Feng Lanse'er itu sendiri yang kini telah terbebas dari segel yang menguncinya dan dibuat terharu oleh seseorang yang telah membebaskannya. Air matanya masih saja terus mengalir sambil terus menatap ke arah di mana Ling Tian berdiri sambil tersenyum dengan lebar.


"P-petir tan-pa w-warna! Hanya Shen Zhu Ling yang dapat memilikinya!" ucap Feng Lanse'er dengan terbata-bata.


Ling Tian masih tersenyum lembut menatap gadis yang sangat cantik yang sedang beruraian air mata itu kemudian berkata,


"Selamat datang kembali di keluarga Ling saudari Feng!"


Feng Lanse'er langsung berlari dengan sangat kencang menuju ke arah Ling Tian. Ling Tian pun membuka tangannya sambil memejamkan mata dengan sudut bibir yang memancarkan senyuman tipis karena sudah dipastikan bahwa Feng Lanse'er akan memeluknya karena adegan pertemuan yang sangat mengharukan ini.


Namun senyuman Ling Tian tiba-tiba merosot saat mendapati dirinya menunggu gadis cantik itu sudah hampir 10 detik tidak kunjung mau sampai pada pelukannya. Dia pun membuka mata dan menemukan bahwa Feng Lanse'er malah berlutut di depannya.


'Cih! Adegan pelukan pertemuan yang saling haru biru itu ternyata tidak pernah terjadi!' batin Ling Tian yang sedikit kecewa.


"Saudari Feng! Apa yang kamu lakukan? Cepat berdirilah!" kata Ling Tian kepada Feng Lanse'er.


"Salam hormat Tuan Muda Shen Zhu Ling!" ucap Feng Lanse'er yang justru malah memberikan penghormatan kepada Ling Tian.


"Aiiss.. Sudahlah! Namaku Ling Tian! Cepat berdiri sekarang!" kata Ling Tian sambil memutar bola matanya dengan malas.

__ADS_1


_________________________________________


Yok.. VOTE yok😁📢


__ADS_2