Ling Tian

Ling Tian
Ling We Vs Ling Jian Dan Tiga Tetua


__ADS_3

Sebuah suara teriakan terdengar menggema di area pertarungan Ling We dan kedua penjaga pintu gerbang Klan Ling. Sesosok pemuda dengan aura ranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 5 tiba-tiba muncul dari dalam formasi yang melingkupi wilayah Klan Ling dan melayang diatas udara.


Wajah pemuda itu terlihat sangat marah saat melihat kedua penjaga pintu gerbang Klan Lingnya terluka karena dihajar pria bertopeng yang tidak dikenal.


"Salam Tuan Muda!" ucap kedua penjaga gerbang memberikan hormat kepada pemuda itu.


"Ya!" jawab singkat pemuda itu sambil mengangguk. Matanya terus menatap kearah Ling We dengan tajam.


"Siapa kau? Mengapa membuat keributan dan melukai pejaga gerbang kami?" tanya pemuda itu yang tidak lain adalah Ling Jian. Putra dari Patriark Klan Ling, Ling Bo Teng.


"Ohoo.. Sepertinya kamu adalah Tuan Muda dari Klan Ling! Ayo majulah! Aku juga ingin melihat sendiri apakah Tuan Muda dari Klan Ling yang terkenal itu kuat atau tidak!" ucap Ling We dari balik topengnya tanpa menanggapi pertanyaan dari Ling Jian.


Hal itu sontak membuat Ling Jian sedikit marah dan kehilangan ketenangannya untuk beberapa saat, namun setelahnya kembali menjadi tenang layaknya air.


"Kamu bahkan sangat sombong di tempat kami! Siapa kau sebenarnya?" ujar Ling Jian tidak menyerah untuk bertanya.


"Hehehe.. Mengapa tidak? Bukankah kekuatan adalah yang nomor satu? Jika kau ingin jawabanmu, maka kalahkan dulu aku!" ucap Ling We sambil mengacungkan pedangnya serta mengisyaratkan Ling Jian untuk maju.


Wajah Ling Jian menjadi kurang sedap dipandang seketika. Dia sudah cukup sabar dengan pria yang membuat kekacauan di Klan Lingnya. Namun kesabarannya tidak berbuah apapun kecuali hanya ejekan dari pria bertopeng didepannya.


Ling Jian langsung mengeluarkan pedangnya dari cincin penyimpanan. Dia membuat kuda-kuda kuat pada kakinya serta bersiap untuk menyerang.


"Apa kau mulai marah? Hahaha.. Itulah yang aku inginkan!" ucap Ling We sambil tertawa terbahak-bahak.


"Dasar pengacau!" teriak Ling Jun lalu melesat dengan sangat cepat menyerang Ling We.


Swush...


Traaankkk!


Bhusshh...


Benturan kedua pedang yang diikuti dengan ledakan energi dari keduanya menyebar kesegala arah. Ling Jian termundur sepuluh meter sementara Ling We tetap diam ditempatnya.


"Cukup lumayan untuk ranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 5!" ucap Ling We berkomentar.


"Sial!" ucap Ling Jian yang tidak menyangka bahwa pria dihadapannya ini lebih kuat daripadanya.


Ling Jian lalu kembali menyerang Ling We dengan segenap kemampuan miliknya. Menurutnya, pria bertopeng itu tidak bisa dianggap remeh sama sekali.


Trank! Trank! Trank!


"Ayo lebih cepat lagi! Gerakanmu sangat lambat seperti keong Tuan Muda yang terhormat!" ujar Ling We disela-sela pertarungannya.


Trank! Tring! Tring!


Mendengar komentar yang kembali dilontartarkan bahkan disaat sedang bertarung membuat Ling Jian semakin panas. Dia menyuntikkan Qi kedalam pedang pusaka putihnya dalam jumlah besar kemudian pengayunkannya membabat Ling We.


"Hyaaaattt!" teriak Ling Jian.


Traankkk!


Bhuusshh...


Tebasan kuat dari Ling Jian masih sanggup ditepis oleh Ling We dengan santai yang membuat Tuan Muda dari Klan Ling itu sedikit merasa frustasi. Padahal serangan itu serangan terkuatnya. Padahal teknik pedang petir yang dikuasainya telah dia kerahkan. Tapi bahkan dirinya masih tidak bisa menggores sedikitpun pakaian yang dimiliki oleh lawan bertarungnya.

__ADS_1


"Hehehe.. Lagi Tuan Muda!" ucap Ling We senang.


"Aaakkkhh.."


Ling Jian berteriak karena marah. Dia langsung membuat gerakan rumit dari jurus tertinggi teknik pedang petir yang belum sepenuhnya dikuasainya.


"Ohoo.. Kau sangat naif Tuan Muda yang terhormat! Menggunakan jurus yang belum sepenuhnya belum kau kuasai sangatlah beresiko!" ucap Ling We lalu bergerak dengan sangat cepat hampir menyamai kecepatan cahaya.


Bamm!


Ling We bergerak memberikan serangan tapak kearah dada Ling Jian. Alhasil, Ling Jian terpental jauh dan teknik yang akan dia gunakan terpaksa batal. Ya! Memang itulah tujuan Ling We menyerang Limg Jian seperti itu. Dia tidak ingin tubuh dari Ling Jian akan menerima evek samping karena terbebani jurus yang belum dia sempurnakan.


"Uhuk!" Ling Jian batuk darah.


"Kamu masih sangat naif!" cerca Ling We.


Swooshh... Swoosshh...


Swoosshh...


Tiga Tetua dari Klan Ling yang tentu saja Ling We kenal muncul tiba-tiba didekat Ling Jian.


"Tuan Muda! Apakah anda tidak apa-apa?" tanya salah satu tetua.


"Sialan! Apa kalian bodoh! Jelas-jelas Tuan Muda kalian sedang terluka! Tapi kalian masih menanyakannya? Sungguh aneh!" ucap Ling We yang menjawab dengan berani.


"Kau!" salah satu dari ketiga tetua menjadi sangat geram.


"Kau apa? Kalian pastilah para Tetua dari Klan Ling bukan? Sini! Majulah kalian semua! Aku ingin tahu seberapa kuat kalian! Jika kalian lemah, jangan salahkan aku jika kalian juga akan babak belur! Sama dengan kedua penjaga gerbang dan Tuan Muda naif itu!" ujar Ling We sambil mengacungkan pedangnya.


"Sialan orang itu! Mulutnya sungguh berbisa!" ujar salah satu penonton.


"Benar! Aku sungguh tidak terima dengan semua ini!" ujar temannya.


"Iya! Bagamanapun Klan Ling adalah penguasa kita! Berani menghina Klan Ling maka berarti sama saja dengan menghina kita!" ucap yang lainnya.


"Apa kita akan ikut menghajar pria bertopeng sialan itu?"


"Nanti! Jika para Tetua Klan Ling ternyata dapat dikalahkan, barulah kita bergerak!"


"Baik! Aku sudah tidak sabar untuk memukul orang sialan dan pembuat keributan itu!"


"Sama! Aku pun begitu!"


Komentar-komentar terus terdengar dari para penonton yang menyaksikan pertarungan orang-orang dari Klan Ling dengan pria bertopeng. Sementara ketiga Tetua yang mendengar ucapan Ling We wajah mereka langsung memerah karena marah.


Bhussshh...


Aura ranah Pendekar Platinum Akhir meledak dengan gila dari tubuh ketiganya. Membuat atmosfer yang berada disekitarnya menjadi sangat berat dan fluktuasi udara tidak stabil.


"Ohoo.. Ranah Pendekar Platinum Akhir? Lumayan! Kalian majulah semua!" ujar Ling We santai.


"Kau tidak akan selamat!" teriak salah satu Tetua sambil melesat menyerang Ling We dengan pedangnya.


Swooosshhh...

__ADS_1


Trankk!


Bhush...


Trank! Tring! Tring!


Suara dentingan pedang dan ledakan energi langsung tercipta dari pertarungan itu. Melihat satu Tetua sudah menyerang, kedua Tetua lainnya juga langsung melesat dan masuk juga dalam pertarungan.


Tring! Tring! Tring!


Bamm! Bamm!


Trank! Tring! Trank!


Pertarungan sangat sengit kembali terjadi. Pria bertopeng atau Ling We itu nyatanya masih saja dapat mengimbangi lawannya meski dia dikeroyok tiga Tetua sekaligus.


"Cih! Apa hanya seperti ini kakuatan kalian? Sungguh mengecewakan!" ucap Ling We disela pertarungannya.


Trank! Trank!


Adu teknik pedang antara keempat orang itu terus berjalan hingga beberapa menit. Tuan Muda Klan Ling atau Ling Jian yang sudah menstabilkan kekacauan pada tubuhnya juga langsung ikut dalam pertarungan. Itu artinya satu orang kini melawan empat orang sekaligus.


Swosh...


Traaankkk!


Bhusshh...


"Ahahaha.. Semakin menarik saja! Ayo! Perlihatkan kemampuan kalian! Jika tidak, aku akan menendang bokong kalian dan membuat wajah kalian tidak dikenali!" seru Ling We dengan gila.


Ling We lalu menambah sedikit kecepatan serangnya sehingga membuat keempatnya langsung terdesak olehnya. Semua orang benar-benar terkejut melihatnya. Satu orang bahkan bisa membuat empat orang kewalahan? Seberapa kuat pria bertopeng itu sebenarnya? Fikir semua orang.


Bam!


Bam!


Bam!


Bam!


Ling We berhasil mendupak bokong keempatnya hingga mereka meluncur dengan sangat cepat seperti roket dan menghantam tanah dengan cukup keras.


"Hahaha.. Bagaimana? Nikmat bukan rasa tendangan superku?" seru Ling We dengan bahagia.


"Nak! Sampai kapan kamu akan membully keluagamu sendiri hah?"


Tiba-tiba suara agung terdengar dari dalam kediaman Klan Ling yang membuat Ling We yang sebelumnya tertawa langsung berhenti.


Zheepp!


Sosok pria paruh baya dengan aura ranah Pendekar Berlian Menengah Bintang 1 muncul didepan Ling We dan menatapnya dengan lekat.


Sementara Ling We langsung gugup saat sosok itu datang. Dia bingung dengan apa yang harus dilakukannya sekarang.


"Buka topengmu! Atau aku akan menghajarmu sungguh-sungguh!" ucap sosok pria paruh baya itu yang mana dia adalah Tetua Agung Klan Ling, Ling Jun atau ayah dari Ling Tian.

__ADS_1


"Ehehehe.. Paman Jun! Tolong jangan hukum aku ya! Aku hanya sedikit bermain saja tadi!" ucap Ling We sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal sebelum kemudian membuka topengnya dan memperlihatkan wajahnya yang langsung membuat semua orang terkejut.


__ADS_2