
Ling Tian membuka matanya. Tenaga yang dia miliki sudah sepenuhnya kembali. Dia segera keluar dari sungai dan memakai pakaiannya. Dia menggerak-gerakkan tubuhnya yang terasa lebih ringan dari sebelumnya.
'Hm.. Cukup lumayan. Dengan begini, mungkin saja aku bisa menghajar kultivator tingkat Perunggu atau monster beast tingkat 4 dengan tinjuku ini' Gumam Ling Tian sambil menggenggan tangannya.
Selesai mempersiapkan segala sesuatu untuk perburuan serta latihannya disisi dalam Hutan Gelap, Ling Tian berlari dengan cepat. Dia menjajal kecepatan baru.
Swuussh...
Hanya butuh waktu satu menit saja dia sudah mencapai jarak lima mil jauhnya.
'Hoo.. Lumayan!' katanya didalam hati.
Ling Tian mengabaikan monster-monster beast yang dia temui, mereka juga tidak mampu mengejar Ling Tian dengan kecepatannya. Selagi bukan beast tingkat 4 atau diatasnya, Ling Tian sama sekali tidak berniat menggubris.
*****
Sementara itu ditengah-tengah dalamnya Hutan Gelap, sosok pria tua yang duduk bersemedi hikmat diatas kepala seekor naga yang sangat besar tiba-tiba membuka matanya.
"Hm.. Naga kecil bangunlah!" Ucap pria tua.
"Ggrrrr! Hoaaahhm.. Jarang sekali kamu terbangun. Ada apa saudara Wei?" Tanya sang naga dengan malas.
"Bocah yang dikatakan Sang Maha Dewa telah tiba! Kita harus menyambutnya!" kata pria tua itu yang bernama Wei Hun.
__ADS_1
"Hoo.. Benarkah? Akhirnya! Setelah hampir dua ribu tahun lamanya, aku akan mempunyai saudara lagi!" Ujar sang Naga dengan senang.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanyanya.
"Seperti yang diperintahkan Sang Maha Dewa! Kita harus menguji dan melatihnya. Tapi ingat! Kau jangan terlalu bar-bar!" Jawab Wei Hun sembari memperingati agar sang naga tidak bar-bar.
"Hahaha.. Kau tenang saja saudaraku! Aku pasti akan menahannya," Ujar sang naga terkekeh sebab juga mengakui sifatnya itu.
"Bagus. Kau suruh para kroco-krocomu itu menghadangnya sebelum dia sampai disini!" Kata Wei Hun.
"Okey, Dengan senang hati aku akan menyuruh beast-beast tingkat 5 dan 6 untuk memberinya peregangan otot! Hahaha! Sekarang kau turunlah! Aku akan berangkat sekarang!"
Setelah berucap, Wei Hun pun turun dari kepala sang naga, dia kembali duduk bersila diatas batu dan menutup matanya. Sang naga segera terbang dan mengaum,
Grooooaaaarrrr...
*****
Grooooaaaarrrr...
Ling Tian yang sedang berlari seketika menghentikan langkahnya. Dia sangat terkejut mendengar auman yang sangat keras dan menggelegar itu.
'Hm.. Apakah itu suara naga? Si Raja Hutan Gelap ini' Gumam Ling Tian.
__ADS_1
'Baik. Mari kita lihat sendiri!' Lanjutnya.
Ling Tian melanjutkan perjalanannya menuju bagian dalam Hutan Gelap. Namun setelah beberapa jam berlalu, dia mengerutkan keningnya dan merasa heran.
'Pada kemana monster-monster beastnya? Kenapa tidak ada satupun yang aku temui?'
Pertanyaan itu terbesit jelas di benak Ling Tian. Pasalnya hal demikian itu benar-benar sangat aneh. Dibagian luar hutan saja sudah banyak monster beast, bahkan ada beberapa yang sudah ditingkat 3 dan 4. Harusnya jika semakin masuk kedalam akan lebih banyak beast-beast tingkat atas. Namun nyatanya zonk dan tidak ada sama sekali.
Ling Tian kembali menghentikan langkahnya. Dia memandang kekanan, kiri, depan, dan belakangnya.
"Haahh.." Hela nafas Ling Tian
"Ini benar-benar aneh! Ternyata rumor mengerikan Hutan Gelap hanya sebatas omong kosong! Para beast hanya seolah sengaja bertempat dibagian luar hutan. Makanya terlihat mengerikan!" Ucapnya sendiri.
Merasa jenuh dengan keadaan, Ling Tian duduk lalu membaringkan tubuhnya di akar-akar pohon besar. Dia sangat bosan dengan kondisi seperti ini. Niat ke Hutan Gelap untuk melatih keterampilan beladiri dan fisik, malah yang dia temui hanya seperti ini.
"Haaahh..."
Berkali-kali Ling Tian menghela nafas panjang sampai menguap. Sengaja dirinya melebar-lebarkan membuka mulutnya untuk mengekspresikan kegalauan hatinya.
"Sudahlah! Tidur saja!" Akhir kata Ling Tian.
Grrooooaaaaarrrrr...
__ADS_1
Belum sempat dia terhanyut tidur, suara auman mengerikan itu kembali terdengar dan itu lebih keras digendang telinga Ling Tian. Sepontan Ling Tian kaget dan membuka lebar-lebar matanya.
"Naga sialan! Aku akan menghajarmu!" Teriak marah Ling Tian.