
"Baiklah.. Mari kita jalan-jalan dulu dan nikmati keindahan serta makanan dikota ini!" kata Ling Tian kembali dengan senyumannya.
"Iya kakak! Ayo!" semangat Wei Ziin.
"Tapi sebelum itu, apakah Ziin'er membawa cadar atau semacamnya? Aku tidak mau karena orang-orang melihat kecantikanmu dan ujung-ujungnya membuat masalah yang tidak perlu!" ujar Ling Tian.
"Tentu saja aku membawanya kakak! Hihihi.." jawab Wei Ziin dengan tertawa kecil dan menutupi bibirnya yang mungil. Dia tentu tahu akan ada banyak masalah yang datang jika tidak menutupi wajahnya. Dan Ling Tian pula lah akhirnya yang harus meladeni semuanya.
Wei Ziin mengeluarkan dan memakai sebuah cadar tipis berwarna putih yang elegan. Sangat kontras dengan pakaiannya yang saat ini dia pakai.
"Sudah kak Tian. Ayo!" ajak Wei Ziin.
"Mari.."
Ling Tian dan Wei Ziin berjalan beriringan menuju pusat kota untuk bersenang-senang. Sebelumnya Ling Tian juga meminta Wei Ziin untuk menyegel ranah kultivasinya hingga di tahap Pendekar Besi Awal, sama sepertinya. Banyak sorot mata yang memandangi dengan tatapan takjub. Mereka berjalan layaknya sepasang kekasih yang sempurna. Ling Tian dengan ketampanannya dan Wei Ziin dengan kecantikannya. Meski dia memakai cadar, akan tetapi aura kecantikan serta kebangsawanannya terpancar dengan jelas. Ingin rasanya bagi Wei Ziin menggandeng tangan Ling Tian. Namun dirinya terlalu malu dan tidak berani.
Mereka berdua berjalan sambil mengobrol ria. Kadang kala gelagat tawa menghiasi obrolan kosong tersebut. Mereka berdua banyak mampir di kedai-kedai sederhana untuk sekedar membeli makanan ringan atau minuman penyegar.
Seperti saat ini, berhubung hari sudah mulai sore, Ling Tian mengajak Wei Ziin untuk makan di restoran yang cukup mewah di pusat Kota Zhongjian.
"Sepertinya restoran ini cukup nyaman. Ayo masuk Ziin'er!" ajak Ling Tian.
"Mari kakak! Cacing di perutku juga sudah mulai memberontak sejak tadi!" jawab Wei Ziin.
"Hahaha.. Ada-ada saja kamu dik!" tawa Ling Tian.
__ADS_1
Sungguh alasan yang sangat klasik yang dilontarkan Wei Ziin. Padahal semua orang tahu bahwa kultivator akan sanggup menahan untuk tidak makan selama berhari-hari atau berminggu-minggu. Semakin tinggi ranah kultivasi seseorang maka semakin lama pula seseorang bisa menahan lapar ataupun dahaga. Bahkan untuk ranah Pendekar Emas sepertinya akan sanggup tidak makan, tidak minum dan tidak tidur selama beberapa bulan lamanya. Lagi-lagi sungguh alasan yang sangat klasik bagi Wei Ziin yang sedang kasmaran!
Setelah memasuki restoran, Ling Tian dan Wei Ziin segera memesan makanan dan minuman terbaik yang dimiliki restoran. Banyak sorot mata pelanggan lain yang melihat Ling Tian dan Wei Ziin dengan tatapan yang tidak biasa. Terlebih bagi Wei Ziin yang aura kecantikannya tidak bisa disembunyikan lagi.
Salah satu pemuda dengan pakaian mewah yang memiliki dua pengawal menatap Wei Ziin tanpa berkedip. Matanya terus menjelajahi sudut persudut tubuh Wei Ziin yang menawan. Hasratnya segera terbangkitkan seketika melihat keindahan yang tak terbantahkan didepannya.
Pemuda itu bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Wei Ziin dan Ling Tian.
"Halo nona cantik! Perkenalkan namaku Chi San. Tuan Muda dari Kota Zhongjian ini. Ayahku adalah Tuan Kota. Maukah nona cantik menemani makan dan bersenang-senang denganku? Aku akan memuaskan apapun yang nona inginkan!" ucap pemuda itu yang ternyata adalah anak dari Tuan Kota Zhongjian. Sial! Apanya yang dibanggakan dari seorang anak Tuan Kota dibandingkan dengan Tuan Putri Penguasa daratan timur? Benar-benar pemuda bodoh!
Wei Ziin hanya melirik sekilas pemuda tidak tahu diri itu kemudian kembali mengacuhkannya. Dia lebih senang memandangi wajah tampan Ling Tian meski mereka saling diam.
Seketika garis-garis hitam tercetak diwajah Chi San. Baru kali ini dia diacuhkan oleh seorang wanita. Biasanya dengan menyebut nama besar ayahnya yang sebagai penguasa kota semua gadis atau bahkan istri orang akan bertekuk lutut dihadapannya. Dan gadis didepannya justru mengacuhkan dirinya? Benar-benar cari kematian!
"Sebaiknya kau segera pergi dari sini atau nasip buruk akan menimpamu tidak lama lagi!" sebelum Tuan Muda Chi San melontarkan amarahnya, Ling Tian sudah dulu mematahkannya dengan ucapan peringatan.
"Apakah kau mengancam Tuan Muda ini?" tanya Chi San dengan geram.
"Aku tidak mengancam. Aku hanya memberi peringatan saja. Segera menjauhlah dari kami. Kami ingin makan dengan tenang!" ucap Ling Tian acuh tak acuh.
"Sialan! Beraninya kau memerintah Tua-"
Sheep!
"Aaaakhhh.."
__ADS_1
Bruk!
Belum tuntas Chi San meneriaki Ling Tian, dia sudah berteriak akan hal lain. Benar! Chi San terjatuh kelantai berguling-guling dan berteriak kesakitan serta memegangi bagian bawah dari perutnya.
"Aaaaakkkhhh.. Tidaaak! Kultivasiku.."
Kedua pengawal Chi San dengan panik segara menghampiri Tuan Mudanya.
"Tuan Muda! Apa yang terjadi?" tanya pengawal satu kepada Chi San namun tentu tidak akan mendapat balasan.
"Gawat! Kultivasi Tuan Muda pudar secara perlahan! Dia akan menjadi sampah!" ungkap pengawal dua.
"Sial! Bagaimana ini bisa terjadi? Sebelumnya kulihat Tuan Muda baik-baik saja. Kalian berdua! Apa yang kalian lakukan terhadap Tuan Muda kami?" tanya pengawal satu dengan berteriak kepada Ling Tian dan Wei Ziin.
"Aku tidak tahu! Bukankah kalian sendiri juga melihat kami tidak bergerak sedikitpun?" ungkap Wei Ziin yang sebenarnya bingung dengan Tuan Muda Chi San yang tiba-tiba roboh danberguling-guling kesakitan. Namun dirinya yakin bahwa Ling Tian lah dalang dibalik semuanya.
Itu memang sangat benar alias tidak salah. Sebelumnya Ling Tian telah memberi peringatan kepada Tuan Muda Kota Zhongjian Chi San itu untuk jangan mengganggunya. Namun Chi San tetap ngotot dan malah tidak menghiraukan peringatan Ling Tian. Maka dengan kecepatan tidak terlihat mata, Ling Tian membuat jarum sangat kecil namun kuat dari energi Qi dan melempar kearah titik dantian Tuan Muda Chi San yang sembrono itu hingga terjatuhlah dirinya seperti sekarang ini dan menjadi sampah.
Kedua pengawal Chi San tidak memberi tanggapan lagi. Mereka berdua tentu melihat kedua orang muda mudi didepannya ini hanya diam tak bergerak saat Tuan Muda mereka mendekati mereka. Sial! Apa yang harus mereka berdua jelaskan nanti kepada Tuan Kota? Mereka pasti akan mendapat hukuman berat karena putra satu-satunya Tuan Kota berakhir menjadi sampah.
Tuan Muda Chi San terus berteriak dan berguling-guling hingga tiba-tiba dia memuntahkan seteguk darah dan pingsan.
"Tuan Muda! Bangun Tuan Muda!" kata pengawal satu sambil menggoyangkan tubuh Chi San.
"Sial! Kalian berdua adalah orang yang terakhir berhadapan dan berbicara dengan Tuan Muda Chi San! Kalian harus bertanggung jawab!" ucap pengawal dua dengan keras.
__ADS_1
"Eh.. Mana bisa seperti itu? Kami tidak melakukan apapun kepadanya! Jangan menarik seseorang dalam masalah tanpa mempunyai bukti apapun!" tutur Wei Ziin dengan dingin.