Ling Tian

Ling Tian
Memasuki Dunia Rahasia


__ADS_3

Ketiganya berdiri didepan gunung yang menjulang cukup tinggi. Mereka dapat melihat diatas puncak gunung ada sebuah pusaran angin berwarna hitam keemasan yang tidak lain adalah pintu gerbang dimensi yang menghubungkan Hutan Tanpa Batas dengan dunia rahasia.


Pusaran angin itu terlihat tenang dipermukaannya, membuat Ling Tian tidaklah khawatir. Beberapa orang di Ranah Raja Tahap Awal, Tahap Menengah, hingga Puncak tampak sedang menjaga pusaran angin itu.


Ling Tian yakin mereka adalah para murid elite dan Tetua Klan Xun yang bertugas memeriksa orang yang akan masuk apakah orang itu memiliki token atau tidak. Jika punya, maka pasti dipersilahkan masuk, namun jika tidak maka mereka akan meringkus orang tersebut dan menahannya.


"Apakah kalian sudah siap?" tanya Ling Tian.


"Tentu!" jawab Zhuge Ruxu dan Mao An bersamaan.


"Baik! Ayo berangkat!" ujar Ling Tian lalu melesat mendekati gerbang dimensi dunia rahasia. Zhuge Ruxu dan Mao An yang sudah menyegel kultivasinya hingga di Ranah Raja Tahap Menengah mengikuti Ling Tian dari belakang.


Kemunculan ketiganya dihadapan para murid elite dan Tetua Klan Xun mengejutkan orang-orang itu. Pasalnya mereka tidak merasakan aura dari ketiga orang yang baru tiba ini sama sekali.


Saat salah satu dari mereka hendak menghentikan Ling Tian dan kedua saudaranya, salah satu Tetua yang mengenali wajah Ling Tian langsung menghalangi murid tersebut.


"Biarkan ketiga orang itu masuk!" ucap Tetua kepada murid elite tersebut melalui telepati.


"Tetua! Mengapa?" tanya murid itu keheranan.


"Dia pemuda yang dari Klan She itu!" jawab Tetua itu dengan singkat namun seketika sukses membuat wajah sang murid elite itu memutih seperti kertas.


Ling Tian, Zhuge Ruxu dan Mao An melewati orang-orang itu dengan tenang tanpa menghiraukan atau menyapa mereka sedikit pun. Menurut Ling Tian, mereka pasti sudah mengetahui tentangnya dan apa yang telah dia ucapkan kepada Patriark dan Tetua Agung Klan Xun. Dan dia sebagai pihak yang seolah sedang tersinggung tentu harus sedikit jaga image dengan bertingkah acuh kepada mereka.


Zhuge Ruxu dan Mao An sedikit bingung dengan tingkah Ling Tian itu. Namun mereka berdua tidak terlalu memikirkannya dan dengan cepat mereka melupakan hal itu. Ketiganya lalu masuk kedalam pusaran angin hitam keemasan atau celah dimensi yang terhubung dengan dunia rahasia.


Mereka tersedot oleh aliran ruang dengan sangat cepat. Ling Tian mengerutkan keningnya saat merasakan aliran ruang yang begitu tenang namun memiliki daya hisap yang luar biasa.

__ADS_1


'Luar biasa! Seseorang yang menciptakan dunia ini pastilah sosok yang sangat hebat dalam mengendalikan hukum ruang dan waktu! Apakah ini buatan guru tua juga atau yang lainnya?' gumam Ling Tian dalam hatinya.


Ling Tian tahu bahwa dia dan kedua saudaranya itu sedang dikirim disuatu dunia buatan yang letaknya sangat jauh dari Benua Langit atau Alam Tingkat Rendah.


Setelah dua jam berada didalam aliran ruang atau lorong dimensi yang begitu dahsyat itu, mereka akhirnya dapat melihat titik putih yang semakin lama semakin membesar. Titik putih itu tidak lain adalah ujung lorong yang berarti sebentar lagi mereka akan dikirim keluar lorong dan memasuki dunia rahasia.


Swuushh... Swuushh... Swuushh...


Bamm! Bamm! Bamm!


Ketiganya terlempar dengan sangat cepat seperti sebuah meteor yang jatuh dan mendarat menghantam tanah dengan sangat keras.


"Ugh! Sial!" gerutu Mao An.


Ling Tian dan Zhuge Ruxu juga ingin mengucapkan hal yang sama dengan Mao An. Tapi mereka mendadak terdiam saat merasakan beban tubuh mereka menjadi sangat berat atau daya tarik gravitasi dunia rahasia ini sangatlah ekstrem.


"Dunia rahasia ini pastilah sangat berbahaya! Aku yakin penghuni asli dunia ini tidak terikat dengan aturan ruang seperti kita yang dari luar ini!" ujar Ling Tian menjelaskan kepada kedua saudaranya.


"Aturan ruang dimensi dunia ini sangatlah ketat! Bahkan aku yang sudah berada dipuncak Ranah Kaisar dibuat tidak berdaya!" ucap Mao An.


"Tapi dari aura langit dan bumi yang aku rasakan disini, tingkat tertinggi kultivasi penghuni asli dunia ini pastilah hanya berada di ranah Pendekar Berlian! Tapi tetap saja, ranah Pendekar Emas dihadapan ranah Pendekar Berlian hanyalah seperti semut yang bisa dibunuh kapan saja hanya dengan sentilan jari!" ucap Zhuge Ruxu dengan serius.


"Benar! Pantas saja dunia rahasia ini dikatakan sangatlah berbahaya!" tambah Ling Tian.


Pembicaraan mereka bertiga yang membahas tentang dunia yang baru saja mereka pijaki harus terhenti karena Ling Tian dengan indra spiritualnya yang sangat tajam merasakan kehadiran beberapa sosok yang kuat dan akan cukup merepotkan bagi ketiganya yang kultivasinya tersegel.


"Lima sosok mendekat!" ucap Ling Tian dengan serius.

__ADS_1


"Dua di ranah Pendekar Platinum Awal, dua di ranah Pendekar Platinum Menengah dan satu lainnya di ranah Pendekar Platinun Akhir!" imbuh Mao An.


Zhuge Ruxu hanya mengangguk untuk membenarkan ucapan kedua saudaranya itu. Mereka bertiga langsung mengeluarkan senjata masing-masing. Ling Tian dan Zhuge Ruxu menggunakan pedang, sementara Mao An menggunakan belati.


Swosh... Swosh... Swosh..


Swosh... Swosh...


Lima sosok itu muncul didepan Ling Tian dan dua saudaranya.


"Hewan iblis?" ucap ketiganya serentak.


Mereka bertiga melihat hewan iblis yang menyerupai seekor kelinci namun gigi dan cakar mereka sangat tajam seperti pisau. Perbedaan antara hewan iblis dengan monster beast adalah dari Qi yang mereka serap. Monster Beast menyerap Qi murni layaknya manusia. Sementara Hewan Iblis menyerap Qi hitam atau Qi iblis untuk menjadi kekuatan mereka.


Selain itu, Monster Beast baru akan bisa berbicara layaknya manusia saat mereka telah awakening yang berada di tingkat 7 atau setingkat dengan ranah Pendekar Berlian. Sedangkan Hewan Iblis sudah bisa berbicara layaknya manusia sejak mereka dilahirkan.


Lalu untuk hewan siluman, mereka sebenarnya dukunya adalah kumpulan hewan buas biasa yang sudah berumur sangat lama atau tua. Mereka juga menyerap Qi murni dari alam yang akhirnya berevolusi menjadi hewan siluman.


Anak-anak dari hewan buas yang sudah berevolusi menjadi hewan siluman itu bukan lagi tergolong menjadi hewan buas biasa karena mereka sudah mampu menyerap Qi saat sedari kecil karena faktor keturunan. Berbeda dengan hewan buas biasa yang memerlukan waktu dan menua terlebih dahulu.


"Hahaha.. Mangsa telah datang lagi! Ayo kita tangkap dan serahkan lagi kepada tuan untuk menjadi sesembahan!" ucap hewan iblis yang memiliki kekuatan paling tinggi.


"Benar! Tuan pasti akan sangat senang dengan tiga tangkapan kita ini!" sahut yang lainnya lalu semuanya bergerak mengelilingi Ling Tian dan kedua saudaranya.


"Cih! Ini pasti akan merepotkan!" ucap Mao An berdecak kesal.


Tanpa aba-aba Mao An langsung bergerak menyerang pemimpin hewan iblis. Di dunia ini, meskipun mereka bertiga ditekan tingkat kultivasinya, tapi mereka masih bisa terbang seperti diluar formasi array Hutan Tanpa Batas atau Benua Langit umumnya.

__ADS_1


Boommm...


__ADS_2