
***
Ditempat lain, Ling Tian dan Mao An yang melihat bahwa seluruh pasukan dari aliansi aliran hitam telah berkumpul di depan bekas istana Kota Humeng segera memancarkan seringai tipis dari bibir mereka berdua.
Ling Tian kemudian melayang di atas udara dengan masih menggunakan elementas bayangannya sehingga tidak terdeteksi oleh siapapun di tempat itu. Dia lalu membuat sebuah segel di tangannya untuk mengaktifkan array kurungan diseluruh Kota Humeng.
Perlahan, dari jari-jari Ling Tian muncul seberkas cahaya berwarna biru transparan yang kemudian menyebar ke segala arah setelah dia mengangkat kedua tangannya tinggi-tinggi di atas langit.
Jenis array yang digunakan oleh Ling Tian adalah array kurungan yang tidak mungkin bisa ditembus oleh mereka yang memiliki kekuatan di bawahnya. Array ini dapat dimasuki dari arah luar namun tidak bisa keluar jika sudah terlanjur masuk sebelum Array itu dinonaktifkan kembali.
Bisa dikatakan bahwa orang-orang dari aliansi aliran hitam yang saat ini sedang terkurung telah menjadi domba yang siap disembelih oleh Ling Tian dan juga saudaranya, Mao An.
Zhuuung!
Array kurungan yang berbentuk seperti setengah bola atau kubah segera terbentuk yang membuat semua orang yang berada di halaman bekas istana Kota Humeng itu terkejut bukan main.
Ling Tian kemudian menyalakan sebuah kembang api untuk memberikan kode kepada Jenderal Besar Bing Luoyan beserta pasukannya untuk segera datang ke Kota Humeng untuk memulai aksi bantai-bantainya.
Kepanikan segera melanda pada semua pasukan aliansi aliran hitam yang membuat suasana di halaman bekas istana Kota Humeng begitu riuh dan kacau. Tidak terkecuali untuk kedua pemimpin pasukan aliansi aliran hitam, pangeran Song Yunlei dan Matriark Chang Roulan.
Keduanya langsung memerintahkan kepada seluruh anak buahnya untuk menghancurkan kubah array yang mengurung mereka semua. Seluruh pasukannya dengan tanpa ragu dan tanpa menolak langsung mengikuti suruhan dari kedua pemimpin tersebut. Sehingga ledakan demi ledakan akibat serangan dari para kultivator aliansi aliran hitam yang mencoba untuk menghancurkan kubah array terdengar bersahut-sahutan.
__ADS_1
Boommm... Boommm... Boommm...
Tidak ada satupun dari serangan serangan mematikan itu yang dapat menghancurkan array yang mengurung mereka. Jangankan untuk menghancurkannya, bahkan susunan array kurungan itu sama sekali tidak bergeming ataupun bergetar sedikitpun sehingga membuat orang-orang menjadi sangatlah putus asa.
Pangeran Song Yunlei yang sudah berada di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 8segera terbang untuk ikut serta dalam upaya penghancuran array kurungan. Namun hasil yang didapatkan tetaplah sama. Array kurungan itu tetap tidak bergeming sama sekali dan masih kokoh seperti tidak pernah diserang sedikitpun.
"Matriark Roulan! Sampai kapan kau akan terus berdiam diri seperti itu? Cepat bantu kami untuk menghancurkan array kurungan ini!" teriak pangeran Song Yunlei dengan kesal.
Matriark Sekte Hasrat Chang Roulan segera tersadar dari lamunannya dan terperanjat dengan apa yang dikatakan oleh pangeran Song Yunlei. Dia sangat tidak menduga bahwa pemuda itu benar-benar berani membentaknya saat ini.
Namun dia segera menurunkan egonya dan ikut serta dalam menghancurkan array kurungan yang mengurung mereka semua. Batin Matriark Chang Roulan menjadi sangat gelisah saat mendapati serangan darinya tidaklah membuahkan hasil sama sekali alias sama dengan semua orang yang berusaha menghancurkan array tersebut.
Padahal kekuatannya saat ini sudahlah berada di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 9 atau berada di ranah puncak kultivasi di Benua Langit ini. Dia terdiam mematung setelah melakukan serangan puncaknya yang tetap tidak berhasil alias gagal.
"Hahaha.. Kau benar sekali wanita lacur!"
Tiba-tiba sebuah suara jawaban yang diiringi dengan tawa mengerikan terdengar dari arah belakangnya. Matriark Sekte Hasrat Chang Roulan dan beberapa orang yang mendengarkan suara tersebut segera menoleh ke arah belakang.
Mereka semua mendapati seekor kucing kecil berwarna hitam yang terlihat sangat imut sedang melayang di atas udara. Aura kultivasi yang dikeluarkan oleh kucing hitam kecil yang imut itu sangatlah mengerikan sekali. Bahkan lebih mengerikan dari pemimpin tertinggi aliansi aliran hitam sekalipun.
"K-kau.. S-siapa kau?" tanya Matriark Chang Roulan dengan terbata-bata.
__ADS_1
"Aku? Aku adalah penguasa asli dari daratan utara ini! Mengapa? Apakah ada yang salah dengan itu?" ucap Mao An dengan aura yang mendominasi.
"T-tuan Kucing! M-mohon ampuni kami! B-bisakah Tuan Kucing mengampuni kami? K-kami akan pergi meninggalkan daratan utara milik Tuan ini!" ucap Matriark Chang Roulan mencoba untuk bernegosiasi guna menyelamatkan nyawanya. Dia juga langsung menjatuhkan diri untuk berlutut di depan kucing kecil berwarna hitam yang imut itu.
"Hahaha.. Kalian sudah datang ke tempat ini, membuat keributan dimana-mana serta membunuh ribuan nyawa dari orang-orang daratan utaraku lalu kalian ingin meminta pengampunan kepadaku? Apakah kalian pikir aku ini bodoh? Jika kalian bisa mengembalikan nyawa mereka semua, maka mungkin aku dapat memikirkannya lagi untuk tidak menghabisi kalian semua!" ucap Mao An dengan nada kesal.
Mendengar jawaban dari kucing hitam imut itu, Matriark Chang Roulan, pangeran Song Yunlei dan semua orang dari aliansi aliran hitam yang ditugaskan untuk menguasai daratan utara kini wajahnya menjadi sangat pucat seperti kertas. Kini tidak akan ada lagi tempat untuk kembali. Mereka yakin bahwa hidup mereka sudahlah habis hari ini.
Mao An kemudian mengubah tubuhnya yang sebelumnya hanyalah berupa kucing berwarna hitam yang terlihat sangat imut menjadi sosok harimau hitam yang sangat besar seperti sebuah gunung dengan ledakan aura beast yang sangat menakutkan dari tubuhnya.
Sosoknya terlihat sangatlah agung sekaligus mengerikan. Semua orang langsung dipaksa untuk berlutut karena tidak kuasa untuk menahan beban dari tekanan yang dikeluarkan oleh sosok Mao An yang telah berubah menjadi harimau malam raksasa.
"Kalian semua telah menanam sebuah kebencian di daratan tempatku berkuasa, maka sekarang panen lah apa yang telah kalian tanam ini!" ucap Mao An sambil menambahkan aura penekanan kepada semua orang sehingga membuat mereka semua terjatuh seperti orang yang sedang berlutut dan memuntahkan beberapa teguk darah dari mulut mereka.
Setelah itu, Mao An menggunakan kekuatan jiwanya untuk menarik semua kultivator yang berada di ranah Pendekar Platinum hingga Pendekar Berlian untuk berdiri di depannya secara langsung. Tidak ada satupun di antara mereka yang dapat melawan tarikan kekuatan jiwa dari Mao An. Mereka semua termasuk kedua pemimpin pasukan hanya bisa pasrah menerima keadaan.
Zheep!
Sosok lain yang mengenakan topeng separuh wajah dengan berjubahkan jubah hitam muncul di samping harimau hitam raksasa itu dengan sebilah pedang pusaka tingkat merah yang sudah terhunus di tangannya. Aura dingin yang dikeluarkan dari tubuh sosok berjubah hitam bertopengkan separuh wajah itu juga tidak kalah dengan aura milik harimau hitam atau harimau malam raksasa.
Sosok itu tentu saja adalah Ling Tian. Kemunculannya membuat 500 pasukan yang sebelumnya selamat dari insiden pembekuan massal di area pertempuran langsung bertambah ketakutan dibuatnya. Mereka semua tidak menyangka bahwa sosok pemuda bertopeng separuh wajah itu adalah salah satu dari penguasa asli daratan utara ini.
__ADS_1
"Sudahlah.. Langsung saja! Gerakan Keempat Teknik Pedang Awan! Penebus Dosa!" teriak Ling Tian sambil mengayunkan pedang pusaka samudra kegelapannya.