Ling Tian

Ling Tian
Di Istana Kekaisaran Bing


__ADS_3

Mao An menatap ke arah semua orang yang sedang berlutut kepadanya. Dengan suaranya yang menggema, dia menyuruh semua orang untuk kembali berdiri.


"Kalian semua berdirilah! Apa tidak capek lama berlutut seperti itu? Awas saja asam urat atau encok kalian kumat!" ucap Mao An yang membuat Ling Tian hampir muntah darah.


'Kucing bodoh! Sebelumnya aku masih menahan diri untuk tidak bertingkah supaya kehormatan yang terjaga, sekarang dia malah membuat ulah lihat justru akan menghilangkan dan martabat serta kewibawaannya menjadi seorang penguasa!' batin Ling Tian yang sedikit menyesali skenario bodoh ini.


Akan tetapi hal yang ditangkap oleh semua orang berbeda dengan Ling Tian. Semua orang menurut dan berdiri kembali seperti apa yang diinginkan oleh Mao An. Mereka semua justru menganggap bahwa Penguasa Agung mereka tidaklah arogan atau sembrono.


"Namaku adalah Mao An! Kalian bisa memanggilku apa saja sesuka kalian!" ucap Mao An memperkenalkan diri.


"Salam Penguasa Agung Mao An! Semoga kejayaan dan kesehatan selalu menyertai Penguasa Agung Mao An!" seru semua orang memberikan salam dan mendoakan Mao An.


"Baik! Terima kasih atas sambutan dan doa kalian! Aku sungguh sangat merasa terhormat dapat berjumpa dengan kalian semua! Oiya, aku memiliki satu pesan untuk kalian! Jangan pernah lagi berlutut di hadapanku ataupun orang lain! Cukup kalian angkupkan kedua tangan kalian ketika ingin memberikan rasa hormat, karena memberikan hormat dengan cara berlutut atau bersujud hanya kedua orang tua atau seorang guru lah yang berhak mendapatkannya!" ucap Mao An dengan nadanya yang saat ini terdengar sangat berwibawa.


"Kami mematuhi perintah Penguasa Agung!" ucap semua orang dengan serentak.


Setelah itu, tiba-tiba sebuah sinar yang sangat terang sekali muncul dari tubuh raksasa Mao An yang membuat semua orang memejamkan matanya karena merasa silau. Setelah itu keberadaannya yang sangat besar telah menghilang dan digantikan dengan seekor kucing hitam kecil yang terlihat sangat imut sekali yang sudah berada di atas pundak kanan Ling Tian.


Ling Tian dan Chang Ming'er kemudian melacak menuju ke arah dimana Jenderal Besar Bing Luoyan dan Kaisar Bing Xuanzhi berada. Mereka lalu menangkupkan kedua tangannya untuk memberikan rasa hormat.


"Salam Yang Mulia Kaisar!" ucap Ling Tian dan Chang Ming'er bersamaan.


"S-salam!" ucap Kaisar Bing Xuanzhi dengan sedikit gugup karena sang Penguasa Agung saat ini berada di atas pundak pemuda bertopeng separuh wajah di depannya.

__ADS_1


Tiba-tiba sebuah suara telepati yang berasal dari adiknya atau Jenderal Besar Bing Luoyan terdengar di dalam pikiran Kaisar Bing Xuanzhi.


"Jika kakak ingin memberikan sebuah kehormatan yang sesungguhnya, maka seharusnya kakak memberi hormat kepada pemuda bertopeng separuh wajah ini!"


"Eh? Mengapa demikian?" tanya Kaisar Bing.


"Karena dia adalah Tuan Muda dari Penguasa Agung kita!" jawab Jenderal Besar Bing Luoyan.


"A-apaaa! Adik Luoyan! Kau jangan bercanda! Mana mungkin hal seperti ini terjadi?" ucap Kaisar Bing Xuanzhi bertanya karena tidak percaya.


"Itu sih terserah kakak saja mau percaya atau tidak! Tapi yang jelas aku berkata sejujur-jujurnya!" kata Jenderal Besar Bing Luoyan.


Wajah Kaisar Bing Xuanzhi kembali menjadi pucat pasi saat mengetahui kebenaran dari pemuda bertopeng separuh wajah yang baru saja menyapanya. Dia sebagai seorang kaisar merasa bahwa kedudukannya saat ini benar-benar berada di titik yang paling rendah.


Jenderal Besar Bing Luoyan kemudian meminta izin kepada Ling Tian untuk menyapa masyarakat yang sebelumnya menyambut kedatangan mereka. Sementara dirinya dan Mao An juga Chang Ming'er, dia serahkan kepada kakaknya atau Kaisar Bing Xuanzhi.


Ling Tian hanya menganggukkan kepala mempersilahkan Jenderal Besar Bing Luoyan pergi meninggalkan mereka. Sementara Kaisar Bing Xuanzhi menjadi sangat gugup dan tidak tahu arah tentang bagaimana caranya bersikap kepada pemuda bertopeng separuh wajah dihadapannya.


"Lama tidak bertemu Kaisar Bing!" ucap Ling Tian tiba-tiba sehingga membuat Kaisar Bing Xuanzhi terkejut.


"M-maksud Yang Mulia? Apakah sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya Kaisar Bing Xuanzhi dengan berhati-hati.


"Kaisar tidak perlu memanggilku dengan sebutan seperti itu! Cukup panggil saja aku Tuan Muda atau namaku saja!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.

__ADS_1


"Kamu belum berkenalan dengan Kaisar Bing Tuan Muda!" ucap Mao An yang berada di atas pundak kanannya sembari memutar bola matanya malas.


"Oiya! Aku lupa! Hahaha.. Perkenalkan! Aku adalah Ling Tian!" ucap Ling Tian sambil tertawa terkekeh-kekeh.


Bola mata Kaisar Bing Xuanzhi langsung membulat sempurna saat mengetahui identitas asli dari pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya. Dia ingin sekali menjatuhkan diri untuk bersujud dihadapan Ling Tian namun dia kembali teringat dengan ucapan Mao An yang tidak boleh memberikan penghormatan dengan cara seperti itu.


Sebelumnya dia telah mendapati pesan dari Kaisar Sujin atau Kaisar Kekaisaran Xiao daratan tengah saat ini yang mengatakan bahwa jika ada seorang yang mengaku sebagai Ling Tian, maka dia diharuskan untuk tunduk kepada pemuda itu atau pihak Kekaisaran Xiao yang dibantu oleh dua leluhur tua Kekaisaran Song dan Xiao akan meratakan Kekaisaran Bing jika dirinya menolak.


Dan saat ini orang yang dimaksud oleh Kaisar Sujin sedang berdiri tepat di hadapannya dengan identitas yang tidak mungkin bisa dia singgung sama sekali. Dia memutuskan dalam hatinya akan tunduk kepada pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya jika memang dia menginginkan daratan utara tunduk dibawahnya kekuasaannya.


"Kita memang belum pernah bertatap muka seperti ini secara langsung sebelumnya. Namun apakah Yang Mulia Kaisar masih ingat saat pelelangan agung dahulu yang diadakan di Kota Awan daratan timur? Ingatkah juga Yang Mulia dengan seseorang yang memiliki kekuatan di ranah Pendekar Berlian Puncak? Hehehe.." ucap Ling Tian sambil tertawa cekikikan.


"Jadi, itu.." Kaisar Bing Xuanzhi tidak bisa melanjutkan kata-katanya.


"Itu bukanlah aku, tapi saudaraku Long Yuan! Atau lebih tepatnya kakak kedua dari kucing hitam buluk, bodoh plus pemalas yang ada dipundakku ini!" kata Ling Tian dengan santai namun hampir membuat Kaisar Kekaisaran Bing daratan utara itu terjatuh dari tempat berdirinya.


Setelah sedikit berbincang-bincang, Kaisar Bing Xuanzhi lalu meminta kepada Ling Tian untuk berkenan memasuki Istana Kekaisaran Bing. Ling Tian menganggukkan kepala tanda setuju dengan saran dari Kaisar Bing Xuanzhi.


Dia bersama dengan Chang Ming'er diiringi oleh Kaisar Bing dan seluruh keluarga serta para menterinya untuk memasuki Istana Kekaisaran Bing.


"Selamat datang di istana kami yang sangat sederhana ini Tuan Muda Ling Tian!" ucap Kaisar Bing Xuanzhi dengan nada merendah.


Dia tentu sudah mengetahui dan mendengar mengenai Klan Ling yang memiliki bangunan-bangunan super megah dan mewah berada di dalamnya. Maka Kaisar Bing Xuanzhi mengatakan demikian supaya Ling Tian tetap berkenan memasuki istananya.

__ADS_1


"Kaisar terlalu merendah!" ucap Ling Tian sambil tersenyum ramah.


__ADS_2