Ling Tian

Ling Tian
Menyerang Sekte Hasrat 2


__ADS_3

Mao An dengan menggunakan tubuh harimau malam raksasanya tersenyum menyeringai melihat hampir dari 1.500.000 orang sedang terkapar atau berlutut dihadapannya. Dia juga tidak segan-segan untuk menghancurkan mereka menjadi berkeping-keping saat ada yang berani berusaha untuk berdiri.


Sebenarnya jumlah murid dari Sekte Hasrat tidaklah sebanyak itu. Jumlah 1.500.000 jiwa itu ketambahan dari orang-orang aliran hitam yang kabur dari kota-kota yang sebelumnya mereka kuasai.


Sebelumnya mereka semua menganggap bahwa tidak ada tempat yang lebih aman di daratan utara kecuali di Sekte Hasrat. Namun melihat Sekte Hasrat saat ini juga diserang oleh sesuatu yang bahkan lebih mengerikan daripada 15.000 pasukan tak terkalahkan milik daratan utara, mereka menjadi menyesal karena telah berlari ke Sekte Hasrat.


"Sial! Sebenarnya makhluk apakah itu? Mengapa bisa sebesar dan sekuat itu?" ucap Penatua Pertama Sekte Hasrat dengan nada lemah tidak berdaya. Dia adalah seorang wanita cantik yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 7 dan termasuk orang terkuat di sekte tersebut.


"Tetua Pertama! Bagaimana ini? Kita hanya berdiam seperti ini menunggu kematian!" keluh Tetua Kedua Sekte Hasrat yang sama tidak berdayanya.


"Apa yang saat ini bisa kita lakukan Tetua Kedua? Jika kita sampai berusaha untuk berdiri sedikit saja, maka tubuh kita akan langsung dihancurkan oleh kekuatan jiwa makhluk itu seperti halnya yang terjadi kepada Tetua Agung dan Tetua Kelima!" ungkap Tetua Pertama dengan lemah.


"Sial! Mengapa nasib kita begitu sial seperti ini?" ucap Tetua Ketiga yang mengeluarkan keluh kesah serta penyesalannya.


"Tidak perlu menyesal seperti itu Tetua Ketiga! Kita telah memilih menjadi orang-orang beraliran hitam sebelumnya! Jadi sudah sebuah resiko kita akan di bantai seperti ini!" ucap Tetua Pertama memberikan penjelasan.


Tetua Ketiga seketika itu menjadi diam setelah mendengarkan penjelasan dari Tetua Pertama. Memang benar sekali apa yang dikatakan olehnya. Aliran hitam merupakan aliran yang sangat kejam dan penuh akan resiko. Selama ini aliran hitam selalu saja mendapatkan angin segar karena berbagai macam aksinya belum ada yang gagal.

__ADS_1


Akan tetapi belum pernah gagal bukan berarti tidak akan pernah gagal. Roda kehidupan selalu saja berputar. Jika mungkin sebelumnya mereka berada di atas, maka saat ini mereka sedang berada di bawah dan harus merasakan betapa susahnya orang yang sudah ditekan.


"Kita semua masihlah hidup! Kita serahkan semua kepada takdir yang akan membawa kita! Jika memang kita harus dibunuh maka kita harus menerima kematian. Namun jika kita diampuni dengan dijadikan budak, maka aku sarankan lebih baik kita memilih kematian saja! Mati itu lebih baik daripada harga diri kita diinjak-injak dengan menjadi budak!" ucap Tetua Pertama lagi.


Zheep!


Saat Tetua Ketiga ingin menanggapi lagi ucapan dari Tetua Pertama, dia segera menghentikannya karena tiba-tiba sosok pemuda bertopeng separuh wajah dengan berjubah hitam muncul tepat di dekat mereka atau lebih tepatnya didepan Tetua Pertama Sekte Hasrat.


Pemuda bertopeng separuh wajah itu langsung mencekik leher Tetua Pertama Sekte Hasrat kemudian mengangkatnya hingga dapat berdiri. Pemuda itu menotok beberapa bagian tubuh dari Tetua Pertama Sekte Hasrat yang tepat mengenai saraf-sarafnya sehingga Tetua Pertama Sekte Hasrat hanya bisa berdiri sambil terdiam mematung.


Matanya yang tajam menatap ke arah pemuda bertopeng separuh wajah yang tidak lain adalah Ling Tian. Namun tatapan tajam itu langsung menghilang seketika saat melihat senyuman menyeringai terpancar dari sudut bibir pemuda bertopeng separuh wajah itu.


"Kamu cukup cantik juga! Maka jadilah budakku seumur hidupmu!" ucap Ling Tian sambil tersenyum menyeringai.


Bagai tersambar petir di siang bolong, Tubuh Tetua pertama langsung lemas tidak berdaya bahwa ternyata dirinya kini sudah menjadi seorang budak. Padahal sebelumnya dia mengatakan kepada para tetua yang lainnya agar lebih memilih kematian saja daripada menjadi budak.


Namun hal yang paling dihindari itu kini terjadi kepada dirinya, sementara dirinya tidak berdaya untuk menolaknya karena segel budak telah terlanjur dipasangkan di dalam tubuhnya.

__ADS_1


Ya, sebenarnya Ling Dian juga melakukan hal itu karena dia mendengar apa yang dikatakan oleh Tetua Pertama Sekte Hasrat. Dia ingin menguji sekaligus mempermainkan hati dari orang-orang aliran hitam itu dengan cara melakukan sesuatu yang tidak mungkin bisa dilawan oleh mereka semua.


Terlihat cukup jahat, memang! Tetapi kejahatan yang dilakukan oleh Ling Tian itu belumlah sama sekali sepadan dengan kejahatan yang dilakukan oleh orang-orang aliran hitam, khususnya oleh Tetua Pertama Sekte Hasrat itu sendiri.


Ling Tian sangat yakin bahwa kekuatan ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 7 yang dimiliki oleh Tetua Pertama ini dia dapatkan dengan cara yang tidak manusiawi alias dengan cara menyerap seluruh vitalitas kehidupan yang dimiliki oleh manusia lain.


Setelah sedikit menggoda Tetua Pertama Sekte Hasrat, Ling Tian kemudian mencengkram kerah baju wanita itu lalu menghilanglah dari tempatnya berdiri dan muncul kembali di atas array kurungan yang mengurung seluruh penghuni sekte.


Seperti yang Ling Tian lakukan kepada Si Ceng atau saudara dari Si Long, saat ini dia juga membuat sebuah kursi es yang melayang diatas udara tepat didepannya. Dia juga sudah melepaskan totokan sebelumnya sehingga wanita cantik atau Tetua Pertama Sekte Hasrat itu dapat bergerak dengan sedikit leluasa.


Kemudian dengan wajah tanpa dosa, dirinya melemparkan Tetua Pertama Sekte Hasrat pada kursi es itu sehingga bunyi gedebuk terdengar di telinganya.


"Ugh.. Maafkan aku nona cantik! Aku tidak sengaja!" ucapnya dengan santai.


Tetua Pertama Sekte Hasrat hanya bisa menggertakkan giginya kuat-kuat karena menahan amarah. Dia tidak bisa memberontak sedikitpun ataupun menggunakan energi Qi miliknya karena dengan sengaja pemuda bertopeng separuh wajah itu menyegel dantiannya.


"Kau.." ucap Tetua Pertama Sekte Hasrat dengan marah namun dia segera menghentikan ucapannya karena tiba-tiba dia merasakan sakit yang luar biasa pada bagian dantian serta jantungnya.

__ADS_1


"Ehehehe.. Sebagai seekor budak, kau dilarang keras berkata buruk kepada tuanmu! Jika kamu masih keras kepala dan tidak menurut, maka silakan rasakan kenikmatan luar biasa pada bagian dantian serta jantungmu!" kata Ling Tian sambil tertawa terkekeh-kekeh. Sementara gadis itu atau Tetua Pertama Sekte Hasrat hanya bisa diam dan menggertakkan giginya.


"Oiya! Aku sengaja membuatmu menjadi budak lalu membawamu ke sini untuk tujuan agar kau bisa melihat bagaimana orang-orang dekat serta para muridmu nanti akan disembelih habis oleh pasukan 15.000 tak terkalahkan milik daratan utara! Hahaha.." ucap Ling Tian lagi sambil tertawa terbahak-bahak.


__ADS_2