Ling Tian

Ling Tian
Petir Kekacauan


__ADS_3

Api Biru terus membakar dan menempa jiwa Ling Tian. Ekspresi senyum yang diperlihatkan membuat siapapun keheranan namun sangat memuaskan bagi Wei Hun, Long Yuan dan Elang Emas.


Tak terasa tiga jam berlalu. Hukuman yang diminta Ling Tian juga telah usai. Tiba-tiba terjadilah perubahan disekitarnya. Fluktuasi udara berubah-ubah dan berputar-putar yang berpusat pada Ling Tian. Langit yang awalnya cerah tiba-tiba mendung dan bergemuruh dengan aura mencekam. Petir-petir berwarna merah menyambar disana-sini.


Benar! Ling Tian akan menerobos!


Selama pelatihan Ling Tian selalu menahan untuk menerobos demi mengokohkan pondasi kultivasi miliknya. Namun setelah sekian kali berlatih fisik dan menerima hukuman tempa jiwa, Ling Tian tidak sanggup lagi menahan untuk tidak menerobos.


"I-ini.. Mustahil!" Ucap Long Yuan tergagap saat melihat petir diatas langit. Seluruh tubuhnya bergetar dengan hebat.


"Ada apa saudara Long?" Tanya Wei Hun yang penasaran dengan ekspresi saudaranya Long Yuan, begitu pula dengan Elang Emas.


"I-ini Petir Keseng-, Tidak! Ini Petir Kekacauan!" Jawab Long Yuan gugup.


"Petir Kekacauan? Petir macam apa itu saudaraku?" Tanya Wei Hun yang belum mengetahui perihal petir diatas langit.


"Aku pernah tidak sengaja membaca sebuah buku kuno yang ada diperpustakaan Klanku dulu yang menjelaskan macam-macam petir kesengsaraan spesial. Disana disebutkan bahwa ada macam-macam petir kesengsaraan dan aku yakin kau sudah mengetahuinya. Namun ada satu petir yang menduduki kesengsaraan tertinggi diatas segala petir bahkan kesengsaraan surgawi! Petir itu berwarna merah menyala dengan aura membunuh yang sangat mencekam. Satu-satunya orang yang mampu menahan petir itu adalah eksistensi yang berada dibawah Sang Maha Dewa secara langsung! Dan petir itu adalah Petir Kekacauan ini!" Jawab Long Yuan dengan tubuh terus bergetar.


Wei Hun dan Elang Emas yang mendengar penuturan Long Yuan seketika menjadi pucat pasi. Mereka menanyakan dan masih tidak percaya perihal Ling Tian yang mampu menarik Petir Kekacauan itu. Wei Hun segera berteriak sebelum menjauh dari lokasi dekat Ling Tian,

__ADS_1


"Berhati-hatilah Ling Tian! Tetap beratahan dan jangan mati dulu!"


Ling Tian yang mendengar teriakan Wei Hun mengerutkan keningnya dan merasa aneh sebab melihat ada jejak ketakutan dimata mereka bertiga. Dia hanya mengangguk kemudian menengadahkan kepala memandang petir merah menyala yang akan menjadi kesengsaraannya. Ling Tian sama sekali tidak tahu jika kesengsaraannya adalah kesengsaraan tertinggi.


"Hei petir merah! Aku sudah siap! Datanglah!" Teriak Ling Tian dengan lantang.


Swuuuussshh...


Duaaarrr!


Bluuuzzzzh...


"Aaaakkkhhh.."


Ling Tian berteriak sangat keras. Petir pertama berefek langsung kepadanya. Lebih tepatnya kepada tulang dan jiwanya yang kembali ditempa. Semua tulang Ling Tian hancur berkeping-keping namun kemudian disatukan lagi oleh bekas-bekas petir merah yang masih tersisa ditubuhnya. Begitu juga dengan jiwanya.


Belum selesai Ling Tian berhenti menahan rasa sakit, petir kedua sudah datang menyambarnya.


Swuuuusshh...

__ADS_1


Duaaarr!


Bluuuzzzh..


"Aaaaakkkhh..."


Hal itu kembali terulang saat Ling Tian menerima sambaran petir kedua. Bahkan sambaran kali ini terasa lebih kuat sepuluh kali lipat daripada sambaran kedua. Namun rasa sakit itu masih bisa dilewati oleh Ling Tian dan energi murni yang berada dipetir merah kembali terserap habis oleh Ling Tian. Kini tubuh fisik dan jiwa Ling Tian sudah sangat kuat. Bahkan tulang Ling Tian sudah ditingkat Tulang Naga Tua. Sungguh keberuntungan yang menantang surga!


Jika disuruh bertarung, Ling Tian sangat yakin akan sanggup bertarung imbang dengan kultivator ranah Pendekar Platinum Tahap Awal Bintang 5. Kini hanya tersisa satu Petir lagi yang harus Ling Tian hadapi. Ling Tian menengadahkan pandangan ke langit.


"Cuih! Aku masih baik-baik saja sampai saat ini! Bahkan aku bertambah kuat saat menyerapmu! Yang tadi masih sangat lemah! Ayo datanglah dengan kekuatan penuhmu!" Teriak Ling Tian.


Seperti mengetahui provokasi Ling Tian, Awan hitam di langit menyebar menjadi lebih luas lagi seluas seluruh Hutan Gelap dan dengan aura membunuh yang lebih pekat dan mengerikan. Wei Hun dan yang lain mendengar teriakan provokasi dari Ling Tian hanya menggelengkan kepala.


"Dasar bocah gila!" Ucap Wei Hun.


Grooooaaaaarrrrr...


________________

__ADS_1


Senin, jangan lupa votenya jika berkenan😊🙏


__ADS_2