
"Ya! Mari pergi sekarang! Aku sudah terlalu muak menunggu kalian selesai makan!" ujar pengawal satu.
Akhirnya mereka berlima pergi dari restoran mewah untuk menuju istana kota dengan Tuan Muda Chi San dipapah kedua pengawalnya. Ketika mereka sudah sampai di pintu gerbang istana, banyak para prajurit yang bertanya-tanya ada apa dengan Tuan Muda mereka.
"Sebenarnya apa yang terjadi kepada Tuan Muda San? Mengapa aku tidak merasakan aliran Qi dari tubuhnya?" tanya salah satu prajurit kepada teman disebelahnya dengan berbisik.
"Aku tidak tahu! Jika kau bertanya kepadaku, lalu aku bertanya kepada siapa?"
"Sangat disayangkan sekali jika benar Tuan Muda telah menjadi sampah. Padahal dia cukup berbakat diumur yang begitu muda!"
"Itu tepat sekali! Diusianya yang belum mencapai dua puluh lima tahun, Tuan Muda sudah mencapai ranah Pendekar Perunggu Awal!"
"Tapi semua telah sirna sekarang!"
"Sayang sungguh sayang!"
"Mungkinkah Tuan Muda telah dihajar oleh kedua orang itu?"
"Tidak mungkin! Mereka berdua hanyalah ranah Pendekar Besi Awal. Mustahil mengalahkan Tuan Muda San! Tampaknya kali ini Tuan Muda San telah salah menyinggung orang!
"Benar! Sifatnya yang arogan itu mungkin telah menjadi petaka baginya!"
Bisik-bisik para prajurit bisa dengan jelas Ling Tian dengar. Namun sekali lagi dia mengacuhkannya begitu saja karena itu tidaklah penting.
Sesampainya di istana kota, Ling Tian dan Wei Ziin langsung disambut dengan kemarahan Sang Tuan Kota, Chi Fan. Bagaimana tidak marah? Putra kesayangan sekaligus calon penerusnya kini menjadi sampah yang tidak berguna dan dua pemuda pemudi didepannya adalah dugaan terkuat biangnya.
"Kalian berdua.. Katakan dengan sebenarnya, apa yang terjadi dengan putraku yang tiba-tiba kehilangan kultivasinya saat berbicara dengan kalian?" tanya Chi Fan dengan dingin melihat Ling Tian dan Wei Ziin.
Ling Tian dan Wei Ziin hanya diam tidak menjawab. Setelah beberapa detik lamanya, Wei Ziin melemparkan sebuah lencana yang kemudian dengan sigap ditangkap oleh Tuan Kota Zhongjian, Chi Fan.
Saat Chi Fan melihat dengan teliti lencana ditangannya, tiba-tiba tubuhnya bergetar dengan hebat. Amarahnya yang sebelumnya meluap-luap langsung runtuh seketika. Keringat dingin juga membanjiri sekujur tubuh Tuan Kota Zhongjian, Chi Fan. Tanpa menunggu waktu Chi Fan langsung menjatuhkan diri dan berlutut dihadapan Wei Ziin.
"Y-yang Mulia, T-tuan Putri! Chi Fan yang rendah ini memberi hormat kepada Tuan Putri!" ucap Chi Fan dengan bergetar ketakutan. Bagaimanapun sebelumnya dia telah marah-marah tidak jelas dengan orang yang tidak seharusnya Chi Fan melakukan itu.
Para prajurit termasuk dua pengawal Chi San yang menyaksikan Tuan Kota Zhongjian berlutut dihadapan kedua pemuda pemudi juga ikut berlutut. Mereka sungguh tidak menyangka bahwa Tuan Putri Kekaisaran Wei Wei Ziin yang digadang-gadang sangat lembut dan baik hati namun juga jenius beladiri datang mengunjungi Kota Zhongjian. Tentu mereka semua sangatlah senang dan bangga.
Namun lain halnya dengan kedua pengawal Chi San sebelumnya. Mereka berdua merasakan hidupnya tidak akan lama lagi. Kesalahan mereka terlalu besar dan tidak mungkin diampuni! Menuduh Tuan Putri Kekaisaran Wei yang terkenal akan kebaikannya sebagai pelaku kejahatan? Sungguh tidak berdasar dan cari mati!
__ADS_1
"Tuan Kota Chi Fan! Menurutmu jika ada orang yang berani mengganggu, memaksa dan bahkan mengancam Tuan Putri Kekaisaran Wei, hukuman apa yang cocok untuknya?" tanya Ling Tian dengan nada tenang.
Tubuh Chi Fan membatu. Dia tentu sangat faham apa yang dimaksudkan pemuda didepannya. Sial! Putranya ini benar-benar ceroboh!
"Hanya hukuman mati yang pantas untuk pelakunya!" jawab Chi Fan dengan tegas.
Chi San yang mendengar jawaban sang ayah sangat tidak mempercayainya. Hukuman mati? Chi San memelototkan matanya bahwa sebentar lagi dia akan mati. Ucapan ayahnya adalah hukum mutlak di Kota Zhongjian! Chi San sudah tamat!
"T-tuan Putri tolong maafkan kesalahan saya sebelumnya! Tolong mintalah ayahku supaya menarik ucapannya tadi! Aku belum ingin mati! Aku akan menjadi orang baik dan tidak sembrono! Aku juga akan menerima nasipku yang telah menjadi sampah ini! Tolong ampuni saya Tuan Putri!" ucap Chi San dengan bersujud didepan kaki Wei Ziin dan menangis tersedu-sedu.
"Ziin'er.. Maafkan saja dia! Terkadang kita juga harus memberikan kesempatan kedua untuk orang-orang bisa merubah sifatnya menjadi baik!" kata Ling Tian melalui telepati.
"Baik kakak!" jawab Wei Ziin menurut.
Wei Ziin menatap dua orang laki-laki yang sedang bersimpuh didepannya. Dia hanya bisa menghela nafas panjang dan menggelengkan kepala.
"Baiklah..Kalian berdirilah! Aku sudah memaafkanmu! Dan Tuan Kota, tolong tarik lagi ucapanmu untuk mengeksekusi putramu ini. Itu perintah dariku!" kata Wei Ziin tegas.
"T-tuan Putri.." ujar ayah dan anak itu bersamaan dan hendak mengatakan sesuatu namun terpotong oleh ucapan Ling Tian.
"T-tuan Putri.." ucap Chi Fan menengadahkan kepalanya dengan tatapan memohon.
"Ada apa?" tanya Wei Ziin.
"Jika Tuan Putri dan Tuan Muda berkenan, maka menginaplah di gubukku yang kecil ini! Tidak perlu Tuan Putri dan Tuan Muda mencari-cari penginapan untuk bermalam!" ujar Chi Fan.
"B-benar Tuan Putri, Tuan Muda! Suatu kehormatan bagi kami jika kami bisa menyuguhi dan melayani Tuan Putri Wei Ziin dan Tuan Muda," sahut Chi San.
"Namaku Ling Tian!" imbuh Ling Tian.
"Iya.. Tuan Muda Ling-.. Eh.." Chi San terputus saat mengetahui identitas asli dari pemuda dihadapannya itu. Klan Ling? Tunggu !Bukankan Klan Ling itu hanyalah klan kecil di kota pinggiran?
"Ya.. Kakak Tian memang berasal dari Klan kecil! Namun beliau adalah saudara dari Leluhur Pendiri Kekaisaran Wei kami!" ungkap Wei Ziin dengan tegas.
"Maafkan ketidak tahuan kami Tuan Muda Ling Tian!" ujar Chi Fas dan Chi San bersamaan dan inhin bertekuk lutut. Namun tiba-tiba energi aneh mengekang tubuh mereka untuk berlutut.
"Kalian tidak perlu berlutut didepanku. Aku tidak menyukainya!" kata Ling Tian.
__ADS_1
"Baik! Terima kasih Tuan Muda!" jawab mereka berdua.
"Jadi, bagaimana Ziin'er? Apakah kamu mau bermalam disini atau dipenginapan?" tanya Ling Tian kepada Wei Ziin.
"Emm.. Disini saja kakak! Aku tidak ingin mengecewakan tawaran Tuan Kota!" jawab Wei Ziin memberikan keputusan.
"Baiklah Tuan Kota! Kami memutuskan akan bermalam disini nanti. Tapi sebelum itu, kami ingin berjalan-jalan dulu di Kota. Mungkin kami akan kembali di tengah malam. Ada satu hal juga yang harus kami lakukan!" kata Ling Tian.
"Itu Tidak Masalah Tuan Muda Ling! Pintu rumahku akan selalu terbuka kapanpun untuk Tuan Muda Ling dan Putri Wei!" tutur Chi Fan.
"Baiklah.. Kalau begitu kami pergi dulu!" kata Ling Tian.
"Silakan Tuan Muda! Tuan Putri, ini lencana anda!" jawab Chi Fan dan mengembalikan lencana kekaisaran kepada Wei Ziin.
"Iya, terima kasih!"
______________________________________
Assalamu'alaikum wr. wb.
Hai para readers Ling Tian semuanya. Semoga kalian sehat-sehat dan baik-baik selalu. Mohon maaf jika Author banyak salah dan kurang sopan dalam penuturan kata.
Disini Author hanya ingin menyapa dan mengucapkan ribuan terima kasih kepada kalian yang selalu setia menemani perjalanan Ling Tian sampai detik ini. Terlebih untuk kang 'Azazil' yang lagi-lagi menjadi buronan minggu ini 😁 sebagai pembaca teraktif dan 'Jusrin J,r17' sebagai pembaca terbanyak.
Sekali lagi Author hanya bisa mengucapkan terima kasih untuk kalian berdua dan semua readers. Author doakan semoga kalian dapat sukses dan selamat di dunia akhirat.. Amiin
Mungkin itu saja dari Author, jangan lupa like, komen, vote, follow dan dukungannya untuk Ling Tian.
Pesanku...
"janganlah lupa bernafas!" 😁
Sekian.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
__ADS_1