Ling Tian

Ling Tian
Tidak Bisa Akur


__ADS_3

"Aku mendapat kabar dari Yang Agung Sang Maha Dewa untuk segera berangkat ke Alam Menengah bersama saudara Long Yuan dan si kecil Hu!" jawab Wei Hun melalui telepati.


"Baiklah.. Kalian keluarlah dulu!" ujar Ling Tian ingin keluarkan semua orang agar lebih enak berbicara.


Ling Tian lalu melambaikan tangannya dan celah spasial atau pusaran angin berwarna putih keemasan segera terbentuk dan mengagetkan Tuan Muda Li Shin sehingga dirinya berdiri dari tempat duduk dan memasang sikap siaga.


"Saudara Shin bisa tenang! Itu bukanlah sesuatu hal yang akan membahayakan! Silakan duduk saja kembali!" buru-buru Ling Tian menenangkan Tuan Muda Li Shin.


"Oh.. Aku kira apa! Ternyata Tuan Muda Ling yang melakukannya!" lega Li Shin.


Ling Tian hanya menanggapinya dengan tersenyum. Tidak lama empat sosok dengan satu kucing putih imut yang memiliki aura mengerikan keluar dari pusaran angin dan langsung menekan Tuan Muda dari Sekte Neraka, Li Shin.


Swush... Swush...


Swush... Swush...


Wei Hun, Long Yuan, Zhuge Ruxu, Mao An dan si kecil Ling Hu berdiri tepat dihadapan Ling Tian dan Tuan Muda Li Shin.


"Ohoo.. Sepertinya sedang santai bukan bocah bau?" ucap Long Yuan membuka kata dengan pertanyaan.


"Seperti yang kamu lihat cacing sialan!" jawab Ling Tian dengan tenang dan masih melipat kaki kanan layaknya bos.


"Lalu siapa bocah kecil ini?" Mao An bertanya.


"Dia adalah pemilik tempat ini! Namanya Li Shin!" jawab Ling Tian memperkenalkan Li Shin kepada saudara-saudaranya.


"Dan Saudara Shin, mereka semua adalah saudara-saudaraku!" imbuh Ling Tian mengenalkan balik.


"S-salam s-senior se-sekalian!" kata Tuan Muda Li Shin sambil berdiri dari tempatnya duduk dan membungkuk menangkupkan kedua tangan. Bicaranya terbata-bata karena masih belum bisa mempertahankan ketenangannya sebab pancaran aura mengerikan yang keluar dari keempatnya.


"Ya! Salam!" Mao An mewakili semua saudara Ling Tian.

__ADS_1


"Saudara Li Shin ini adalah Putra dari Patriark Sekte Neraka daratan tengah!" tutur Ling Tian.


"Sekte Neraka daratan tengah? Sekte Yang cukup sering aku dengar dengan kehebatannya dalam membuat formasi dan array! Jadi sekarang aku sedang di sekte itu!" ujar Mao An sambil memegang dagunya sendiri mengangguk-anggukkan kepala.


"S-senior t-terlalu memuji!" kata Tuan Muda Li Shin merendah.


"Ngomong-ngomong Tuan Muda berdua, apakah kami ini hanya disuruh berdiri dan tidak dipersilahkan untuk duduk?" giliran Zhuge Ruxu yang memakai penutup wajah yang membuka suara bertanya dan sambil terus menggendong Hu kecil.


"E-.. Anu.. Silakan duduk semua para senior sekalian! Silakan!" ujar Tuan Muda Li Shin tergugup-gugup.


"Terima kasih!" jawab Zhuge Ruxu lalu dia mengawali untuk duduk di kursi yang telah disediakan. Semua saudara Ling Tian yang lain juga mengikutinya.


"Ngomong-ngomong senior sekalian! Aku mohon pamit sebentar untuk membuatkan kalian teh terlebih dahulu!" kata Tuan Muda Li Shin.


"Oh? Tuan Muda Sekte Neraka rupanya sangat pengertian! Terima kasih banyak Tuan Muda!" ujar Zhuge Ruqu dengan suara lembut dan menawan.


Itu jika Tuan Muda Li Shin atau orang lain yang belum tahu siapa sebenarnya Zhuge Ruxu, namun bagi para saudara Ling Tian yang lain khususnya Long Yuan, tentu dia merasakan perutnya tiba-tiba berubah menjadi sedikit sakit dan mual ingin muntah mendengar suara saudarinya yang biasanya suram dan dingin kini menjadi sok lembut.


"Baiklah kalau begitu!" ucap Zhuge Ruxu.


Perlu diketahui juga bahwa wajah Zhuge Ruxu yang sebelumnya hancur separuh kini sudah kembali pulih seperti sedia kala dan terlihat sangatlah menawan dan cantik. Oleh sebab itulah dirinya saat ini memakai sebuah cadar hitam guna menutupinya. Itu karena Ling Tian telah memberikan kepada Zhuge Ruxu pil penyembuh tingkat jiwa.


"Cih!"


Tiba-tiba suara decakan keras keluar dari mulut Long Yuan. Membuat semua saudaranya melihat kearahnya.


"Ada apa kakak kedua?" tanya Mao An mewakili semua orang.


"Tidak apa-apa! Aku hanya tidak tahan saja dan perutku sedikit mual!" jawab Long Yuan sambil terus mengalihkan pandangannya kearah entah kemana.


"Tidak tahan apa cacing sialan?" Zhuge Ruxu tiba-tiba menatap Long Yuan dengan tajam. Nada bicaranya sangatlah dingin dan berubah drastis dari sebelumnya karena menyadari akan suatu hal. Zhuge Ruxu juga mengarahkan niat membunuh yang sangat pekat kepada Long Yuan.

__ADS_1


"Apa-apaan kamu nenek tua! Aku tidak ada maksud apapun menyindirmu!" ucap Long Yuan yang merasa risih dengan tatapan Zhuge Ruxu.


"Kalian berdua ingin aku hukum lagi?" tiba-tiba suara yang tidak kalah dingin dari milik suara Zhuge Ruxu keluar dari mulut Wei Hun yang sejak tadi hanya diam.


"Eeeeh..?" Long Yuan dan Zhuge Ruxu langsung melihat kearah Wei Hun yang sedang memasang wajah suram.


"Ayolah saudara Wei! Jangan lagi!" Zhuge Ruxu memelas.


"Huh! Benar saudara Wei! Jangan gunakan cara itu lagi padaku!" Long Yuan juga ikut-ikutan.


Meskipun ketiganya berada pada ranah yang sama alias Puncak Pendekar Berlian, namun Wei Hun memiliki kelebihan tersendiri yaitu dapat melahap serangan dan membalikkannya dua kali lipat kepada lawannya.


Hal itu juga pernah dia lakukan kepada Long Yuan dan Zhuge Ruxu saat keduanya ribut hanya karena masalah satu biji kacang terakhir yang kedahuluan dimakan oleh Zhuge Ruxu. Wei Hun sebagai yang tertua maka harus menengahi dan tidak segan-segan memberikan hukuman kepada keduanya yang lebih junior sampai terkapar karena jurusnya.


"Bagus! Jika kalian masih mengingatnya dengan baik!" ujar Wei Hun.


"Ahaa.. Sepertinya senior Wei terlihat lebih tua saja setelah terakhir aku melihatnya?" Ling Tian membuat candaan kepada Wei Hun.


"Bagaimana aku tidak begitu! Setiap hari kepalaku terus saja dibuat hampir pecah karena pertengkaran duo ini!" keluh Wei Hun.


"Sabar senior Wei! Sebelum membahas pesan dari guru, lebih baik senior minum terlebih dahulu ini!" ujar Ling Tian sambil melambaikan tangannya.


Satu botol anggur melayang menuju kearah Wei Hun. Dengan sigap Wei Hun menangkapnya.


"Anggur? Aku selalu minum anggur setiap hari dengan saudara Long!" kata Wei Hun merasa aneh.


"Sudahlah senior Wei! Coba cicipi saja dan rasakan perbedaannya!" ujar Ling Tian yang menambah rasa penasaran dan ingin mencicipi bagi Wei Hun.


"Anggur ap-?.." Long Yuan yang hendak mengucapkan sesuatu terputus karena mencium bau sedap yang sangat dia dambakan. Dia sampai memejamkan mata dan menghirup nafasnya dalam-dalam secara perlahan.


"Ini bau anggur yang sudah berumur dua ribu seratus lima tahun!" ucap Long Yuan sambil terus menghisap bau anggur Wei Hun yang telah dibuka tutupnya.

__ADS_1


__ADS_2