
Boomm... Boommm...
Ledakan demi ledakan terus bergema dari banyak arah. Dengan datangnya ratusan anggota Fraksi Naga Emas dari Kota Xudong nyatanya tidak terlalu membantu kelima para murid dari saudara-saudara Ling Tian.
Hal itu sangat wajar karena yang mereka hadapi adalah ratusan ribu monster beast dan hewan siluman. Setelah mereka berhasil membunuh satu monster beast atau hewan siluman, maka satu teman monster beast atau hewan siluman yang lainnya yang masih hidup akan datang lagi dan mereka harus membunuhnya lagi. Setelah itu akan datang lagi yang lain dan terus begitu seolah para monster beast dan hewan siluman tidak ada habisnya.
"Tetua Liong! Mereka seolah tidak ada habisnya!" ucap Liong Zi mengeluh. Dia sudah cukup kelelahan dengan situasi yang sudah dia hadapi.
"Zi'er! Jika memang dirimu sudah kelelahan, maka mundurlah dan pulihkan tenagamu!" sahut Tetua Liong menanggapi keluhan dari Liong Zi.
"Tapi Tetua! Aku sangat malu dengan kelima pemuda dan pemudi itu! Mereka datang menghadang dari awal namun tenaganya seolah tanpa batas!" ujar Liong Zi.
"Zi'er! Jangan hiraukan mereka! Aku beberapa kali melihat mereka seperti menelan sebuah pil dan setelahnya tenaganya seperti kembali pada puncaknya!" kata Tetua Liong.
"Apaa! Apa itu mungkin? Kira-kira dari kelompok mana mereka itu?" tanya Liong Zi.
"Aku juga tidak tahu! Tapi yang jelas mereka kelompok yang luar biasa!" jawab Tetua Liong dengan jujur.
Boomm...
Boommmm...
Mereka berdua terus menggempur para monster beast dan hewan siluman dengan ganas. Namun karena keterbatasannya, akhirnya Liong Zi yang sudah kelelahan mundur sejenak untuk memulihkan diri.
Begitu juga dengan yang lainnya. Mereka melakukan hal serupa secara bergantian supaya bisa saling menjaga satu sama yang lain. Dan metode ini cukuplah efektif untuk sebuah strategi.
"Terus lakukan secara bergilir! Kita gempur mereka yang hendak membahayakan kota kita! Dan buktikan bahwa Fraksi Naga Emas bukanlah fraksi lemah!" teriak Tetua Liong memberikan komandonya.
"Baik Tetua!" ucap semua anggota fraksi dengan semangat yang berkobar.
***
"K-kauu! Siapa kau?" ucap Raja Beast Kong Ki dan Ratu Siluman Huli Hei dengan sedikit terbata karena keterkejutannya.
Kehadiran Ling Tian dari ruang kosong dengan tanpa jejak aura sedikit pun tentu membuat Raja Beast dan Ratu Siluman menjadi sangat waspada. Ling Tian hanya tersenyum ramah melihat ekspresi wajah kedua pimpinan gerombolan monster beast dan hewan siluman tersebut.
"Aku adalah bagian dari kelompok mereka!" jawab Ling Tian dengan santai.
__ADS_1
Mendengar jawaban dan ekspresi tenang Ling Tian membuat keduanya semakin meningkatkan kewaspadaannya.
"Kalian! Mengapa kalian menghadang jalan kami dan membantai prajurit kami?" tanya Ratu Huli Hei dengan nada marah yang tertahan.
"Kamu masih bertanya? Tentu saja jawabannya adalah untuk menghadang kalian yang hendak menyerang Kota Xudong yang ditempati ras kami para manusia! Dan harusnya aku yang bertanya mengapa kalian hendak menyerang Kota Xudong?" ucap Ling Tian balik bertanya.
"Kau tidak perlu tahu alasan kami menyerang Kota Xudong! Aku kira kau pasti juga bukan penduduk kota itu! Mengapa kau ikut campur urusan kami?" ujar Raja Kong Ki.
"Sebelumnya telah aku katakan alasannya. Apakah Sang Raja dari para beast ini adalah orang yang sangat bodoh?" kata Ling Tian mencibir keras.
"Keparat! Beraninya kau mengatakanku bodoh!" teriak Raja Kong Ki dengan marah.
"Jika bukan bodoh, gelar apa lagi yang cocok untuk raja sepertimu?" Ling Tian menjawabnya dengan pertanyaan.
Wajah Raja Beast Kong Ki berubah memerah karena begitu murka. Aura dari Qi monster yang setara dengan ranah Pendekar Berlian Puncak sudah meledak dari tubuhnya. Sementara Ratu Huli Hei dari sebelumnya hanya diam tanpa kata dan terus mengamati Ling Tian dengan lekat.
Kewaspadaan Ratu Huli Hei semakin meningkat saat Ling Tian masih sangat tenang disaat Raja Beast Kong Ki sudah meledakkan aura untuk menekan dirinya.
Tekanan dari Raja Beast Kong Ki seolah tidak ada sama sekali dan tidak berefek apapun pada Ling Tian.
"Jangan menekanku dengan aura raja bodoh! Itu akan percuma saja!" ucap Ling Tian memperingati dan menasehati.
"Jangan gegabah! Meski terlihat dirinya masih sangat muda dari tampilan luarnya, aku yakin dia sangat kuat dan sudah melebihi kekuatanmu!" ucap Ratu Huli Hei kepada Raja Kong Ki melalui telepati.
"Jika kalian tidak ingin pasukan kalian dihabisi oleh saudara-saudaraku itu, silakan beri mereka komando untuk menarik diri dan lupakan penyerangan kalian terhadap Kota Xudong!" ucap Ling Tian.
"Apa kau bilang? Menarik diri setelah kelompokmu membantai ribuan saudara dan saudara ras kami? Itu mustahil!" jawab Kong Ki.
"Kamu dari ras kera raksasa! Mengapa kau begitu keras kepala?" tanya Ling Tian sambil menunjuk hidung Raja Beast Kong Ki dengan jari tengahnya.
"Bajing*n! Apa maksudmu menunjuk dengan jari tengah?" geram Kong Ki.
"Eh.. Iya.. Maaf lupa!" ucap Ling Tian sambil mengganti dengan jari telunjuk.
"Aku terlalu sabar dan menahan diri sebelumnya! Namun saat ini aku tidak akan melepaskanmu!" teriak Raja Kong Ki yang sudah kehilangan kesabarannya.
"Ratu Huli Hei! Kau terlalu takut dan waspada! Ayo serang bocah tengik itu bersamaan agar beres dengan cepat!" lanjutnya berkata sambil melihat Ratu Siluman Huli Hei.
__ADS_1
"Baik!" jawab singkat Ratu Huli Hei.
Keduanya langsung bergerak mendekati Ling Tian dengan aura ranah monster dan siluman tingkat 7 puncak yang meledak-ledak dan terlihat sangat mendominasi.
"Ohh.. Menarik! Aku ingin merasakan seberapa kuat Raja Beast dan Ratu Siluman yang berkuasa itu!" ujar Ling Tian tersenyum.
Ling Tian juga memasang kuda-kuda kuat pada kakinya. Meskipun dia kuat, namun dia juga tidak cukup bodoh untuk meremehkan dua eksistensi kuat dihadapannya itu.
"Matilah!" ucap tiba-tiba Raja Kong Ki yang sudah berada dibelakang Ling Tian dan melancarkan pukulan kuat.
Dengan sigap Ling Tian membalik badan dan menerima pukulan tersebut dengan pukulannya atau lebih tepatnya beradu tinju.
Bamm... Bamm...
Bamm... Bamm...
Bammmmm...
Keduanya terdorong beberapa langkah setelah beradu tinju sebanyak lima kali lalu mengembalikan keseimbangannya secepat mungkin.
'Sangat kuat!' gumam Ling Tian.
Meskipun tubuh Ling Tian adalah tubuh abadi atau tubuh terkutuk yang tidak bisa terluka, namun dengan beradu pukulan seperti itu dia tetap akan merasakan sedikit rasa linu pada tulangnya jika memang kualitas tulang atau kekuatan lawannya setara atau berada diatasnya.
Ekspresi wajah Raja Kong Ki menjadi muram saat merasakan rasa sakit pada tulang tangannya yang sedikit retak karena adu jotos sebelumnya.
'Fisik dan tulang yang mengerikan!' gumamnya.
Belum lagi Ling Tian mengokohkan kuda-kuda dan kesiapannya, tiba-tiba kabut berwarna hijau dengan kandungan racun yang sangat tinggi dan menakutkan bagi yang menghirupnya menyelimuti area sekitarnya.
"Kabut racun dan serangan ilusi? Hmm.. Tidak heran untuk seorang siluman ras ular sepertimu!" ucap Ling Tian sambil melihat kesuatu arah yang mana dia tahu Ratu Siluman Huli Hei ada disana. Dia juga menahan nafasnya. Bukan masalah baginya menahan nafas selama satu sampai dua jam sekalipun.
'Mustahil! Dia mengetahui keberadaanku! Dan dia tidak bernafas serta tidak terkena ikusiku!' ucap Ratu Siluman dalam hatinya sangat terkejut. Dia lalu menyerang Ling Tian dari balik bayangan dengan semburan racun berwarna hijau kehitaman yang dia miliki.
Swoossh...
Swooshh...
__ADS_1
Ling Tian menghindari serangan racun kesana kemari dengan gerakannya yang gesit.
"Serangan seperti itu tidaklah akan berguna bagiku!" ucap Ling Tian mengejek.