
Ling Tian dan Zhuge Ruxu beranjak dati tempat itu. Mereka berdua pergi ke gazebo taman tempat biasa mereka duduk-duduk santai sambil berbincang-bincang.
Tidak lupa Ling Tian membuatkan teh terlebih dahulu untuk Zhuge Ruxu dan untuk dirinya sendiri. Zhuge Ruxu yang lupa akan tidak membuatkan teh Tuan Mudanya merasa sedikit malu dan tidak enak. Namun Ling Tian tidak mempermasalahkannya sedikitpun.
Setelah duduk, mereka berbincang-bincang santai membicarakan pengalaman masing-masing atau sekedar tentang kultivasi.
"Tuan Muda! Di Benua Langit bukannya hanya ranah Pendekar Berlian Puncak yang bisa tinggal kecuali di Hutan Tanpa Batas yang saat ini kita tempati! Lalu bagaimana jika kita sudah keluar hutan? Bukankah itu berarti kita akan diseret keluar dari Benua Langit oleh aturan dimensi?" tanya Zhuge Ruxu yang tentu tidak mau jika harus terkurung seperti para monster beast di Hutan Tanpa Batas.
"Saudari Zhuge Ruxu tenanglah! Aku mempunyai sebuah teknik yang mampu menyamarkan dan menekan aura serta kultivasi kita sehingga kita bisa dengan santai keluar dari Hutan Tanpa Batas tanpa takut dikeluarkan dari Benua Langit! Nanti setelah Saudara Mao An keluar dari kultivasi tertutupnya, aku akan mengajarkan kepada kalian berdua teknik itu!" ucap Ling Tian menjelaskan sambil tersenyum santai.
"Oh.. Benarkah?" tanya Zhuge Ruxu bersemangat.
"Tentu saja! Teknik itu diajarkan langsung dari guru tuaku! Kamu tahu bukan siapa dia?" ujar Ling Tian.
Seketikan wajah Zhuge Ruxu yang awalnya bersemangat tiba-tiba meredup saat Ling Tian selalu menyebut kata 'tua' untuk pemanggilannya terhadap sang guru.
"Tuan Muda!" ucap Zhuge Ruxu muram.
"Iya?" ucap Ling Tian heran dengan perubahan wajah saudarinya yang satu itu.
"Ada apa?" lanjutnya bertanya dengan mengedutkan kening.
"Bisakah Tuan Muda jangan menyertakan kata tua untuk Sang Maha Dewa!" ujar Zhuge Ruxu dengan nada kesal.
"Eh? Ahahaha.."
Tiba-tiba Ling Tian menyadari sebab perubahan wajah Zhuge Ruxu. Dia justru tertawa terbahak-bahak karena hal tersebut.
"Hahaha.. Saudariku maaf! Ahaha.. Tapi aku sudah kebiasaan dengan panggilan itu! Biasanya malah kutambahi kata bangka dibelakangnya! Hahaha.." ujar Ling Tian dengan terus tertawa lepas.
__ADS_1
"Cih!" Zhuge Ruxu hanya membalasnya dengan berdecak kesal.
Mereka berdua terus birbincang-bincang santai beberapa lamanya. Kadang Ling Lianhua atau salah satu dari kelima murid saudara Ling Tian ikut dan bergabung dengan mereka berdua. Hingga tiba-tiba sebuah aura yang sangat kuat muncul mengejutkan seluruh penghuni dunia jiwa.
Zheep!
Mao An mucul dari kekosongan dan langsung duduk dimeja yang sama dengan Ling Tian dan Zhuge Ruxu. Dia tersenyum dengan bangga dengan kekuatan yang dimilikinya saat ini.
"Salam Tuan Muda!" ucap Mao An sambil terus tersenyum.
"Ohoo.. Salam saudaraku Mao An! Sepertinya kamu telah menjadi yang terkuat diantara kita ini sekarang!" ujar Ling Tian yang membuat kucing hitam itu semakin besar kepala.
"Tentu saja! Siapa dulu.. Aku!" ucap Mao An dengan bangga sambil menepuk-nepuk dadanya.
"Cih! Sombong amat!" decak Zhuge Ruxu.
"Eh? Kakak ketiga! Kenapa denganmu? Kenapa begitu sensi? Aku memang yang baling hebat sekarang!" ucap Mao An keheranan.
Saat ini Mao An memang telah berhasil menembus Ranah Kaisar Puncak. Sesuatu kekuatan yang bisa dikatakan telah menjadi orang terkuat di Benua Langit dan Hutan Tanpa Batas.
Namun dihadapan kakak ketiganya dia tidak bisa terlalu bertindak macam-macam atau dia akan berakhir menderita. Memang benar dia bisa saja melawan, tapi itu tidaklah mungkin bagi dia yang posisinya adalah saudara sekaligus adik dari Zhuge Ruxu. Saat ini Mao An hanya bisa diam sambil memendam penasarannya dengan sikap kakak ketiganya yang begitu sensi.
"Baiklah.. Berhubung Mao An sudah datang aku akan menjelaskan sesuatu!" ucap Ling Tian.
Ling Tian lalu menjelaskan perihal mereka jika keluar daei Hutan Tanpa Batas maka akan langsung ditarik oleh hukum ruang dan aturan dimensi yang berlaku di Benua Langit.
Dia menjelaskan itu adalah aturan yang tidak mutlak. Ada banyak teknik yang bisa digunakan untuk dapat menekan kuktivasinya hingga bisa hidup di Benua Langit meski kuktivasinya sudah berada diatas ranah Pendekar Berlian.
Namun biasanya teknik itu memerlukan suatu pengorbanan yang tidak murah. Contohnya adalah mengorbankan satu atau dua ranah penuh kultivasi seseorang. Maka dari itu sangat jarang orang yang mau melakukan hal bodoh itu setelah tahu betapa susahnya menaikkan kultivasi.
__ADS_1
"Namun aku memiliki satu teknik diajarkan langsung oleh guruku yang dapat digunakan agar kita bisa hidup bebas tanpa takut aturan ruang dimensi Benua Langit menarik kita ke alam yang lebih tinggi!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.
"Teknik apakah itu?" tanya Mao An penasaran.
"Teknik Penyamaran Langit!" jawab Ling Tian.
"Teknik Penyamaran Langit? Bukankah itu teknik yang Tuan Muda gunakan untuk menyamar agar aura dan wajah tidak dikenali siapapun?" tanya Mao An.
"Benar! Tapi teknik ini dinamakan Teknik Penyamaran Langit karena benar-benar bukan teknik penyamaran biasa! Ada bagian dan kegunaan lain dalam teknik tersebut selain untuk sesuatu yang kamu sebutkan sebelumnya! Kita bahkan bisa menggunakan teknik tersebut untuk menyamar dari aturan dimensi suatu dunia! Sungguh hebat bukan?" tutur Ling Tian menjelaskan.
"Ohoo.. Ini bukan lagi hebat Tuan Muda! Tapi terlalu joss! Haha.." ucap Mao An sambil tertawa bahagia.
"Lalu kapan Tuan Muda akan mengajarkan kepada kami?" tanya Zhuge Ruxu tiba-tiba yang membuat Mao An terkejut.
"Eh? Kakak ketiga! Sepertinya kamu sangat bersemangat!" ujar Mao An.
"Diam kau kucing hitam jelek buluk! Apa kau mau ditendang oleh aturan dimensi jika kau keluar Hutan Tanpa Batas ini sementara kau belum mempelajari teknik itu hah?" tanya Zhuge Ruxu dengan nada tinggi. Entah kenapa rasa kesalnya kembali muncul saat mendengar Mao An berbicara.
"Eh.. Iy-iya kakak ketiga! Aku salah!" cepat-cepat Mao An mengucapkan maaf kepada Zhuge Ruxu.
"Cih! Dasar adik tidak tahu diri!" decak Zhuge Ruxu.
Ling Tian yang melihat keduanya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka seolah tidak bisa akur seperti kucing dan anjing. Namun meski begitu, terkadang dengan cara seperti seperti itu ikatan batin keduanya menjadi semakin erat.
Itu terbukti jika salah satu dari keduanya misal ada yang dilukai oleh seseorang, maka saudara satunya yang lain tidak akan ragu mengulurkan bantuan bahkan membunuh siapapun yang berani menyentuh saudaranya.
"Baiklah.. Aku akan memberikannya sekarang! Pelajari dengan benar! Dan kamu saudara Mao An, kabari aku jika kamu sudah menguasai seluruhnya! Aku ingin kamu menemaniku berpetualang!" ujar Ling Tian.
"Baik Tuan Muda! Siap!" ucap Mao An.
__ADS_1
Ling Tian lalu menembakkan seberkas cahaya kehijauan yang keluar dari ujung jarinya kepada dua saudaranya itu. Setelah itu dia keluar dari dunia jiwa kembali ke dunia nyata atau di kamar penginapan yang bernama aneh yaitu penginapan bunga manis.