
Ling Tian cukup terkejut dengan jumlah koin yang harus dibayarkan hanya untuk memasuki gedung Menara Hitam Xunpei. Seratus koin emas memang bukanlah jumlah yang banyak bagi Ling Tian. Tapi jika dikalikan seribu peserta yang menginginkan token itu ditambah yang seribu token lagi yang dijual di Menara Putih Xunpei, bukankah Klan Xun terlalu serakah? Padahal dunia rahasia itu bukanlah milik mereka! Hanya saja dunia rahasia itu terbuka berada di Gunung Huashu yang wilayahnya di hutan perbatasan Kota Xun.
Ling Tian dan Ju bersaudara hanya dengan pasrah membayar uang masuk dengan jumlah yang ditentukan itu lalu memasuki gedung Menara Hitam Xunpei dengan tenang. Namun dalam hati Ling Tian, dia sudah bertekat akan menguras harta benda perbendaharaan Klan Xun dengan caranya.
Ketiganya terus berjalan memasuki lorong-lorong yang ada di gedung tersebut hingga sampailah mereka di tempat luas yang mirip sebuah colloseum atau arena pertarungan yang sangat luas.
Tempat itu sangatlah ramai. Mungkin sudah diisi dengan tiga ribu orang lebih dan lagi-lagi Liang Tian membayangkan betapa untung serta liciknya Klan Xun yang membuat peraturan ini.
Gedung Menara Hitam Xunpei sebenarnya memang adalah arena tempat pertarungan hidup dan mati bagi siapapun yang mempunyai masalah namun tidak memiliki jalan keluar hingga akhirnya memutuskan untuk bertarung sampai mati.
Sementara gedung Menara Putih Xunpei adalah aula kehakiman Klan Xun. Jika orang yang bermasalah tidak bisa diselesaikan di gedung Menara Putih Xunpei, maka akan dilarikan di Menara Hitam Xunpei.
Ketiganya mencari tempat duduk sesuai keinginan dan menonton sejenak pertarungan sengit yang sedang dilakukan oleh kultivator bebas melawan generasi muda Klan Xun.
Tidak ada peraturan dalam pertarungan itu. Siapapun boleh mengeluarkan semua yang dimiliki termasuk racun dan senjata rahasia. Hanya satu yang tidak boleh dilakukan oleh para petarung yaitu saling membunuh. Karena tujuannya hanya untuk latih tanding untuk mendapatkan sebuah token masuk dunia rahasia di Gunung Huashu.
Tapi Ling Tian jelas tahu maksud sebenarnya dari orang-orang Klan Xun ini. Mereka sengaja melakukan atau membuat peraturan seperti ini supaya mendapatkan dua keuntungan. Yaitu kekayaan harta benda dan pengalaman bertarung bagi generasi muda mereka. Sungguh sekali dayung dua pulau terlewati sangat cocok sebagai peribahasa untuk hal yang dilakukan Klan Xun ini.
"Kalian berdua carilah tempat perjudian dan pasang taruhan itu atas namaku! Aku pasti tidak akan mengecewakan kalian!" ucap Ling Tian kepada Ju bersaudara.
"Baik!" jawab keduanya serentak lalu pergi meninggalkan tempat itu untuk mencari tempat perjudian dan memasang taruhan atas Ling Tian.
Ling Tian menganggukan kepala melihat mereka berdua pergi. Dia lalu kembali melihat pertarungan antar dua pemuda diatas arena yang memiliki kekuatan Ranah Raja Awal.
Dengan matanya yang jeli, Ling Tian mengamati pertarungan itu dengan detail. Ling Tian dapat melihat pertahanan pemuda dari Klan Xun itu sangatlah kuat dan kokoh. Memang seperti yang dikabarkan, ras beast kerbau bertanduk emas ini memang sangat unggul dalam hal pertahanan.
Beberapa saat kemudian, sebuah ledakan yang sangat keras terjadi saat pemuda dari Klan Xun melancarkan serangan kejutan yang membuat kultivator bebas itu terlempar keluar arena dan gagal mendapatkan token.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mengetahui peraturan dalam pertarungan itu dan arena sedang kosong, Ling Tian beranjak dari tempat duduk dan melesat dengan dangat cepat memasuki arena sebelum didahului oleh orang lain.
Cara Ling Tian masuk kedalam arena mengejutkan semua orang. Mereka tidak menduga bahwa akan ada pemuda bertopeng separuh wajah yang tidak memiliki aura kultivasi mendahului mereka untuk bertarung.
"Siapa pemuda bertopeng itu?" tanya salah satu orang yang hendak masuk namun kalah cepat dengan Ling Tian.
"Aku tidak tahu! Bahkan aku baru pertama kalinya aku melihat pemuda itu!" jawab temannya.
"Sial! Dia mendahuluiku!" ucap orang tersebut dengan kesal.
"Haha.. Sabarlah! Masih ada waktu lagi setelah pemuda kilat itu!" ucap temannya sambil tertawa ringan.
"Benar! Dia sangat cepat! Aku baru menyadarinya!" ujar orang tersebut lalu menatap Ling Tian dengan lekat untuk mengukur tingkat kekuatan Ling Tian.
"Jangan melakukan hal yang sia-sia! Aku sudsh melakukannya! Namun aku juga sama sekali tidak bisa mengukur kekuatannya!" ucap temannya yang melihat saudaranya itu sedang berusaha mengukur kekuatan Ling Tian.
"Benar! Aku hanya melihat kekosongan tanpa batas pada pemuda itu! Siapa dia sebenarnya?" tanya orang tersebut.
Diatas arena, Ling Tian menatap perwakilan dari Klan Xun yang telah berhasil mengalahkan pemuda sebelumnya.
"Apakah anda yang akan menjadi lawanku?" tanya Ling Tian sambil tersenyum.
"Tentu saja! Di pertarungan sebelumnya aku bahkan belumlah berkeringat sedikit pun! Tapi apakah kau yakin akan menjadi lawanku? Kau pasti hanya pemuda lemah yang malu dengan tingkat kultivasi yang dimiliki sehingga kau menyembunyikannya!" ucap pemuda dari Klan Xun dengan sombong.
"Oh.. Begitu.." Ling Tian hanya tersenyum mendengar kesombongan pemuda didepannya.
"Oiya wasit, apakah aku boleh melakukan penawaran?" lanjut Ling Tian bertanya kepada wasit pertarungan.
__ADS_1
Sang wasit mengerutkan kening saat Ling Tian menginginkan sebuah penawaran. Sementara orang-orang yang menonton sudah banyak yang mencemoohnya dengan kata-kata kotor.
"Penawaran apa yang ingin kau lakukan nak?" tanya wasit tersebut heran.
"Bisakah aku langsung melawan sepuluh orang? Karena aku menginginkan sepuluh token! Satu untukku, dua untuk saudaraku dan yang lainnya untuk kubagikan kepada orang-orang sebagai sedekah!" jawab Ling Tian dengan santai.
Perubahan ekspresi wajah segera terjadi pada semua orang saat mendengar jawaban dari Ling Tian. Terlebih pemuda yang akan menjadi lawan dari Ling Tian itu. Dia sangat murka mendengar kata-kata yang keluar dari mulut berbisa Ling Tian.
"Kurang ajar! Apa kau meremehkanku bocah sialan?" teriak pemuda itu sangat marah. Aura kuat dengan niat membunuh pekat meledak dari tubuhnya dan mengarah kepada Ling Tian.
Ling Tian melirik sejenak pemuda itu lalu melambaikan tangannya dengan malas.
Swooosshh...
Boommmm...
Sebuah angin energi sangat kuat bergerak sangat cepat menghantam tubuh pemuda itu membuatnya terlempar jauh hingga menghantam dinding perisai dan menghancurkannya.
Pemuda itu langsung tidak sadarkan diri dengan luka yang sangat parah.
"Kau tidak layak!" ucap Ling Tian santai lalu menatap wasit pertandingan yang sedang terdiam karena terkejut.
"Bagaimana?" tanya Ling Tian membuyarkan lamunan wasit dan semua orang.
Suasana di tempat itu menjadi sangat hening dan sepi untuk sesaat. Semantara sang wasit bingung untuk memutuskan penawaran Ling Tian. Itu karena dia tidak mengetahui dengan jelas kekuatan pemuda bertopeng separuh wajah itu.
"Nak! Sebelum aku memutuskan iya atau tidaknya keinginanmu, berada ditingkat apakah kekuatanmu sekarang? Jujur saja aku sendiri tidak dapat membaca tingkat kekuatanmu!" ujar sang wasit yang merupakan salah satu Tetua Tingkat Tinggi Klan Xun.
__ADS_1
Semua orang kembali terkejut mendengar ucapan sang wasit. Padahal mereka tahu bahwa wasit itu adalah Tetua Tingkat Tinggi Klan Xun yang memiliki kekuatan Ranah Raja Puncak, namun tetap tidak bisa melihat tingkatan kultivasi pemuda bertopeng separuh wajah itu? Lalu bagaimana dengan mereka yang hanya memiliki kekuatan dibawah sang wasit atau Tetua Tingkat Tinggi itu?
'Sungguh teknik penyamaran yang luar biasa!' batin semua orang takjub.