
Ling Tian masih melihat kearah segerombolan monster dan hewan siluman dengan tatapan sedikit tidak percaya. Kekuatan mereka sungguh diluar nalar. Dia juga memikirkan beberapa hal yang mengganjal dalam dalam benaknya. Khususnya tentang alasan apa para monster beast dan hewan siluman ini menyerang Kota Xudong.
Meskipun begitu, raut wajah Ling Tian tampak masih begitu tenang dan tidak ada jejak kekhawatiran sedikit pun. Dia justru tampak begitu senang karena bisa saja gerombolan monster dan hewan siluman itu adalah harta karunnya yang begitu berharga.
Didalam tubuh monster beast dan hewan siluman terdapat sebongkah kristal yang menjadi item yang berharga bagi kultivator dan cukup mahal jika dijual. Dengan gerombolan monster dan hewan siluman sebanyak ini, maka jika dia berikan kepada Klan Ling, sudah dipastikan Klan Ling akan menjadi klan kaya raya akan sumber daya dan harta.
Ling Tian turun satu kilometer dari jarak para monster yang masih terus berlari mendekati Kota Xudong dan menapakkan kaki dengan mantap.
Tap!
Dia berdiri sambil menatap lekat kearah depan. Tanah yang dipijaki Ling Tian sedikit bergetar karena hentakan puluhan atau bahkan ratusan ribu monster beast dan hewan siluman didepannya.
Swoosshh...
Ling Tian membuka gerbang dunia jiwa dan mengeluarkan semua penghuninya dengan mendadak. Mao An, Zhuge Ruxu, Ling Lianhua, Yi Shu, Xuan Ji, Hong Lie dan Gu Mei tampak kebingungan karena mereka tiba-tiba dikeluarkan dari dunia jiwa dan muncul di hutan yang tanahnya seperti sedang ada gempa. Untung saja salah satu dari mereka tidak ada yang sedang mandi atau sejenisnya didalam dunia jiwa. Jika sampai ada, betapa konyolnya jika mereka dikeluarkan masih dalam keadaan telanjang.
Melihat wajah kebingungan semua orang, Ling Tian tampak tersenyum.
"Maaf karena aku mengeluarkan kalian secara tiba-tiba. Aku butuh sedikit bantuan kalian untuk menghadapi gelombang monster dan hewan siluman yang ada dihadapan kita itu!" ucap Ling Tian sambil menunjuk suatu arah didepannya.
"Didepan sana ada sekitar seratus ribu gerombolan monster dan hewan siluman dari berbagai tingakatan yang sedang datang mengarah kesini! Aku ingin kalian semua menggunakan kesempatan ini untuk mempraktekkan hasil latihan kalian!" lanjut Ling Tian lalu melemparkan masing-masing satu cincin penyimpanan yang berisi ratusan pil pemulihan tingkat 1-9. Dia membuat pil-pil roh tersebut pada saat dirinya berada didalam kediaman Tetua Zhong En di Kota Obat selama dua hari penuh setelah mendapatkan gelar Dewa Alkimia pada turnamen alkemis.
Mereka semua akhirnya menyadari mengapa tanah yang mereka pijaki terus bergetar seperti sedang terjadi sebuah gempa. Zhuge Ruxu dan Mao An menajamkan indra spiritualnya untuk melihat kearah depan.
__ADS_1
Tiba-tiba tatapan dan wajah mereka menjadi serius karena telah berhasil memindai sesuatu yang ingin mereka ketahui.
"Ratusan beast dan hewan siluman tingkat 6 dan puluhan diantaranya di tingkat 7!" ucap Mao An dengan serius.
"Benar sekali! Oiya, aku harap kalian tidak gentar atau pun takut dengan jumlah yang mereka miliki!" ujar Ling Tian sambil melihat kearah lima murid dari saudara-saudaranya.
"Baik Tuan Muda!" jawab mereka serentak.
Mereka semua lalu mengeluarkan senjata masing-masing karena telah memahami maksud Ling Tian.
"Dan untuk kalian berdua, bantu aku untuk membunuh mereka atau menawannya yang berada pada tingkat 6 dan 7!" ujar Ling Tian mengarahkan pandangannya kepada Zhuge Ruxu dan Mao An.
"Baik Tuan Muda!" ucap keduanya mengerti.
"Baiklah.. Jangan terbunuh dalam pertarungan ini! Majulah!" ucap Ling Tian memberikan aba-aba.
Mereka semua langsung melesat dengan cepat menuju para gerombolan monster beast dan hewan siluman. Tanpa rasa takut sedikit pun mereka langsung menghabisi para monster dan hewan siluman dengan semangat tingkat tinggi.
Kekuatan kelima murid saudara-saudara Ling Tian kini telah merata pada ranah Pendekar Emas Akhir Bintang 9 dan sewaktu-waktu mereka bisa saja naik ranah menjadi kultivator ranah Pendekar Platinum. Namun Zhuge Ruxu dan Mao An melarang mereka untuk terburu-buru dan terlebih dahulu mengedepankan untuk memperkokoh lagi pondasi kultivasinya agar lebih kuat lagi dan lagi.
Ling Lianhua dan keempat murid lainnya menyerang dengan ganas para gerombolan monster dan hewan siluman tersebut. Ling Lianhua menggunakan jurus pedang petir yang secepat kilat membabati semua lawan-lawannya.
Para monster beast dan hewan siluman yang mendapati serangan mendadak dari lima orang yang tiba-tiba muncul tentu sangatlah terkejut dan kelabakan. Mereka yang berada dibarisan depan adalah para monster dan hewan siluman tingkat rendah. Mereka hanya bisa menerima kematian dengan tidak berdaya.
__ADS_1
Slash... Slash...
Boommm... Boommm...
Ling Lianhua melayangkan dua serangan secara beruntun. Ledakan yang cukup memekakkan telinga terdengar bersamaan dengan tewasnya sepuluh monster dan siluman yang menerima serangannya.
Dengan sigap Ling Lianhua kembali mengayunkan pedang pusakanya. Setiap satu serangan yang dilancarkan maka satu sampai dua monster atau siluman terbunuh ditangan gadis cantik tersebut. Sungguh dirinya bagaikan dewi kematian yang sangat mengerikan.
Ditempat lain, seperti biasa Xuan Ji dan Hong Lie atau yang biasa dikenal dengan dua pentol korek sedang menghajar musuh-musuhnya dengan ganas. Tidak lupa mereka juga melakukan kesepakatan dalam berkompetisi.
"Adikku Xuan Ji yang manis, kali ini kamu pastilah akan kalah lagi dariku!" ucap Hong Lie mengejek Xuan Ji disela-sela dirinya menyerang.
"Kampret! Jika aku yang menang, kau harus berjanji jangan memanggilku dengan sebutan ambigu itu!" sahut Xuan Ji dengan sengit. Raut ekspresi kesal terpampang jelas pada wajah Xuan Ji. Bagaimana tidak? Dirinya selalu kalah satu langkah dari Hong Lie sehingga sampai saat ini dia diejeknya dan dipanggil dengan sebutan adik manis. Harga dirinya benar-benar marasa diinjak-injak. Namun begitu, tidak ada dendam atau apapun antara dirinya dan Hong Lie. Hal seperti itu mutlak karena kompetisi dan justru malah menambah kedekatan serta mempererat tali persaudaraan keduanya.
Xuan Ji menggunakan palu pusakanya untuk menghantami kepala para beast dan siluman yang dia hadapi. Sekali terkena pukulannya, maka kepala itu akan langsung hancur menjadi kabut darah.
"Hahaha.. Kita lihat saja nanti hasilnya!" ujar Hong Lie dengan tertawa terkekeh.
Mereka berdua terus menghabisi musuh yang ada dan seperti tiada habisnya. Mereka berkompetisi mencari kemenangan siapa kiranya yang bertahan lebih lama dan membunuh paling banyak.
Barang siapa yang kalah maka dia harus menjadi pelayan yang menang selama satu pekan penuh. Namun Xuan Ji meminta hal lain jika dirinya yang menang. Dia tidak ingin dilayani Hong Lie. Dia hanya ingin Hong Lie mencabut sebutan adik dalam setiap panggilannya.
'Kali ini aku tidak boleh kalah lagi dari Hong Lie sialan itu!' batin Xuan Ji dengan penuh tekat.
__ADS_1