Ling Tian

Ling Tian
Perang Takdir 14


__ADS_3

Han Tianba langsung pucat saat melihat bola energi yang sangat besar dan mengerikan akan dilontarkan oleh sang naga Ling Tian kepadanya. Dengan segenap kekuatan yang dimilikinya, Han Tianba mengalirkan seluruh energi Qi ke dalam pedang pusaka tingkat item yang ada di genggaman tangannya.


Han Tianba berniat untuk menghadang serangan yang akan datang itu dan mengadukan nasibnya. Jika memang dirinya masih ditakdirkan untuk selamat, maka dia akan lari dan pergi meninggalkan daratan selatan atau Benua Langit guna menghindari Ling Tian yang mengamuk seperti yang dilakukan oleh pangeran kedua kekaisaran Song.


"Tianba! Jangan lakukan itu, kamu akan mati!" seru Leluhur Hanzhen Yan dari kejauhan karena menyadari apa yang akan dilakukan oleh keturunannya itu hanyalah sia-sia saja.


Han Tianba menggertakkan giginya kuat-kuat saat mendengar seruan dari leluhurnya itu, jika yang dikatakannya adalah benar, maka dia akan benar-benar langsung mati dan kesempatannya untuk berlari sudah tidak ada lagi.


Ling Tian Dian telah selesai mengumpulkan bola energi pada mulutnya langsung melontarkannya kepada Han Tianba yang sedang panik. Leluhur Hanzhen Yan dan Leluhur Hanzhen Lee langsung melesat dengan cepat untuk menghadang serangan yang akan mengenai keturunan mereka yang paling jenius itu.


Booooommmmmm...


Namun, mereka berdua tetap terlambat dan bola energi yang memiliki aura sangat mengerikan itu telah menghantam tubuh Han Tianba yang langsung menghasilkan ledakan supernova yang sangat mengerikan dan menghempaskan apapun yang ada di tempat itu.


Grroooaaaaarrr...


Ling Tian yang dalam bentuk naga langsung mengaum dengan sangat keras saat merasa telah berhasil menghancurkan tubuh dari orang yang telah membuatnya bersedih. Dia kemudian menatap dua sosok pria tua yang sebelumnya ingin membantu orang yang ingin dia hancurkan namun terhempaskan oleh efek ledakan mengerikan sebelumnya dan memumtahkan banyak sekali darah dari dalam mulut mereka.


"Bunuh!"


"Bunuh!"


"Bunuh semuanya!" ucapnya dalam ketidaksadaran namun aura penekanan serta niat membunuh yang sangat mengerikan meledak dari dalam tubuh naganya.


Grrooooaaaarrrr...


Dia kembali mengaum dan melesat menggunakan tubuh besarnya itu dengan kecepatan tinggi menuju ke arah dua pria paruh baya.


Bhuusshh...


Tekanan yang maha dahsyat tiba-tiba meledak dari dalam tubuh Ling Tian yang membuat kedua leluhur dari Klan Hanzhen itu harus dipaksa untuk berlutut, padahal sebelumnya keduanya ingin menyambut serangan dari Ling Tian yang dalam bentuk naga itu.


"Sial! Tekanan apa ini?" keluh Leluhur Hanzhen Yan dengan wajahnya yang mulai gelisah.

__ADS_1


"Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sama sekali!" ujar Leluhur Hanzhen Lee menyahuti.


Ling Tian terus melesat dengan tubuh besarnya dan membuka mulut saat sudah dekat dengan kedua pria paruh baya itu.


"Oh, tidak!" seru Leluhur Hanzhen Yan yang mengetahui apa yang akan dilakukan oleh sosok naga Ling Tian itu.


Kedua Leluhur Tua dari Klan Hanzhen itu mencoba untuk berdiri dan mengerahkan seluruh kekuatan yang mereka miliki untuk menghindar dari caplokan naga Ling Tian. Namun, keduanya hanya bisa mengerjakan gigi saja dan tidak berhasil melakukan apa yang mereka inginkan sehingga mata mereka terbelalak saat mulut yang sangat besar dan lebar itu sudah tinggal sedikit lagi mendekati mereka.


Grepppp!


Mulut naga Ling Tian menutup saat sudah memastikan kedua pria tua itu masuk. Dan setelahnya aura keberadaan dari keduanya pun langsung menghilang dan Ling Tian kembali mengaum sangat keras.


Grroooaaaaarrrr...


.


.


Di sisi lain, Zhuge Ruxu dan Mao An yang sebelumnya terlambat karena efek ledakan Supernova yang dibuat oleh naga Ling Tian saat melontarkan bola energi dari mulutnya kepada Han Tianba kembali melesat menuju Feng Lanse'er.


"Ada apa saudari Feng?" tanya Mao An keheranan sekaligus khawatir dengan kondisi Ling Tian.


"Aku.. Aku seperti mengenal apa yang terjadi kepada nona Lian Hua," jawab Feng Lanse'er sembari mengingat-ngingat ingatan yang telah lama ia lupakan.


"Lupakan dulu masalah nona Lianhua! Kita harus menyadarkan Tuan Muda terlebih dahulu atau bencana akan benar-benar menghancurkan Benua Langit ini!" seru Zhuge Ruxu.


Leluhur kera raksasa berbulu putih atau Xueren Chong juga bergerak mendekati mereka bertiga.


"Apa yang harus kita lakukan untuk menyadarkan Tuan Muda?" tanyanya dengan cemas.


Grroooaaaarrrr...


Sebelum Leluhur Xueren Chong mendapatkan jawaban dari ketiga saudaranya, Ling Tian kembali mengaung dengan keras dan mulai menyerang dan memakan satu persatu dari kelompok yang memiliki kekuatan darah yang sama dengan kedua leluhur Hanzhen.

__ADS_1


Meski kesadarannya telah menghilang, namun untungnya dia masih mengenali yang mana yang harus dia bunuh terlebih dahulu. Akan tetapi, banyak sekali serangan yang dia lontarkan kepada para anggota yang berasal dari orang-orang aliran hitam mengenai orang-orang aliran putih termasuk orang-orang yang berasal dari Klan Ling.


"Aku menemukannnya!" seru Feng Lanse'er san telah mengingat kembali sesuatu yang terjadi kepada Ling Lianhua.


"Mari sadarkan terlebih dahulu Tuan Muda kita!" serunya lagi sembari melesat ke arah sosok Ling Tian yang dalam bentuk naga.


Feng Lanse'er kemudian membuat gerakan segel yang tidak lama setelah itu sebuah cahaya muncul dari tangannya yang langsung membentuk empat rantai cahaya berwarna biru yang memiliki aura dingin sekaligus aura panas secara bersamaan.


Rantai-rantai cahaya itu langsung melilit tubuh naga Ling Tian sehingga membuatnya bergerak-gerak untuk memberontak.


Zheep! Zheep! Zheep!


Mao An, Zhuge Ruxu dan Leluhur Xueren Chong muncul di dekat Feng Lanse'er.


"Cepat menyebar ke empat arah yang berbeda!" seru Feng Lanse'er sembari melempar satu persatu rantai cahaya kepada ketiganya.


"Baik!" angguk ketiganya langsung menerima rantai cahaya itu dan menyebar keempat sisi yang berbeda.


Grrooooaaaarrrr...


Naga Ling Tian langsung mengaum dengan sangat keras dan mencoba untuk melepaskan diri dari ikatan rantai cahaya milik Feng Lanse'er. Kekuatan yang luar biasa mengerikan juga keluar dari dalam tubuhnya yang membuat keempat saudaranya itu kesusahan untuk mempertahankan rantai cahaya itu.


"Alirkan lebih banyak energi Qi kalian!" seru Feng Lanse'er kepada ketiga saudaranya kemudian dia berubah menjadi sosok burung phoenix berwarna biru yang sangat cantik dan indah untuk dipandang.


"Baik!" ujar mereka bertiga dengan serentak lalu Mao An dan Xueren Chong juga berubah dalam mode transformasinya menjadi harimau malam dan kera raksasa berbulu putih.


Grroooaaarrrr...


Ling Tian terus memberontak untuk melepaskan diri dari rantai-rantai cahaya yang melilitnya itu. Kekuatan yang dikeluarkan dari dalam tubuhnya juga semakin lama semakin mengerikan sehingga membuat keempat saudaranya semakin kewalahan meskipun tiga dari mereka sudah menggunakan mode transformasi.


"Sadarlah Tuan Muda Tian!" teriak Zhuge Ruxu dengan cemas sembari terus mengalirkan Kaisar Qi miliknya ke dalam rantai cahaya.


Grroooaaaarrrr...

__ADS_1


Auman Ling Tian benar-benar keras dan mengandung kesedihan yang luar biasa mendalam.


__ADS_2