Ling Tian

Ling Tian
Permintaan Ling Lianhua


__ADS_3

Sementara Ling Lianhua tidak langsung menjawab pertanyaan Ling Tian. Saat ini dia sangat terharu dengan apa yang Ling Tian rencanakan untuknya. Dia mengira selama beberapa hari yang lalu dengan Ling Tian tidak memperhatikannya menganggap Ling Tian mungkin sudah lupa akan dirinya. Ternyata dugaannya itu semuanya salah! Ling Tian tidak pernah seperti itu. Mata Ling Lian berkaca-kaca dan bisa pecah kapan saja.


Dengan cepat dia memeluk Ling Tian dengan sangat erat seolah tidak ingin ditinggalkan walau hanya satu detikpun dan tumpahlah air matanya yang tidak lagi bisa terbendung.


"Kakak.. Aku.. Hiks.. Hiks.."


Ling Tian yang mendapati dirinya dipeluk dan melihat tangisan Ling Lianhua tentu sangatlah terkejut. Dengan sigap dia membalas pelukannya dan mengelus lembut ujung kepala dan punggung Ling Lianhua.


"Heii.. Kenapa Hua'erku menangis? Cup-cup.. Sudah-sudah! Jangan bersedih lagi! Kakak ada disini temanimu! Kakak tidak akan pernah melupakan Hua'er. Kakak akam ada untuk Hua'er!" kata Ling Tian dengan lembut dan penuh kasih sayang.


Ling Lianhua tidak menanggapi ucapan Ling Tian, dia hanya terus memeluk Ling Tian dengan sangat erat dan terus menangis menumpahkan segala rasa yang bergejolak dalam dadanya. Rasa lelah, khawatir, ingin memiliki, sakit, rindu, tak berdaya dan cinta Ling Lianhua keluarkan semua dalam bentuk tangisannya ini.


Ling Tian hanya membiarkan Ling Lianhua menangis dipelukannya. Hingga perlahan tangis itu semakin pelan, pelan dan semakin lirih, dan akhirnya berhenti sepenuhnya. Ling Lianhua sampai tertidur dipelukan Ling Tian karena saking lelahnya menahan beban berat yang selama ini dia tanggung.


Sementara Ling Tian tetap tidak bergerak dan tidak melakukan apapun kecuali terus mengelus lembut pucuk kepala Ling Lianhua. Ling Tian sebenarnya tahu dengan apa yang sedang Ling Lianhua rasakan. Hanya saja Ling Tian harus menjadi lebih kuat dahulu kemudian menjalankan tugas dari gurunya.


Perasaan cinta dan sayang Lianhua tentu tidak akan Ling Tian biarkan begitu saja. Dia akan membalasnya namun suatu saat nanti saat tugasnya untuk menumpas aliansi aliran hitam di Benua Langit telah terselesaikan. Bukan ingin menggantung perasaan, tapi ini semua demi kebaikan. Akan sangat merepotkan dan menjadi suatu halangan jika Ling Tian menerima saat ini.


Setelah hampir dua jam berlalu dan hari sudah mulai gelap, Ling Lianhua akhirnya terbangun dengan gelagapan. Dia merasa sangat malu dan buru-buru ingin melepaskan pelukannya.


"Jangan dilepaskan! Biarkan kakak terus memelukmu! Kakak menyayangimu Hua'er!" ucap Ling Tian ditelinga Ling Lianhua.


Ling Lianhua tertegun dan diam membeku untuk beberapa waktu setelah mendengar penuturan Ling Tian. Dia sangat malu namun hatinya juga sangat senang. Ling Lianhua kembali memeluk Ling Tian dengan penuh cinta dan membenamkan wajahnya yang memerah didada Ling Tian.


"Jadi, hadiah apa yang ingin Hua'er minta dari kakak?" tanya Ling Tian.


Ling Lianhua tidak langsung menjawab, dia mendongakkan kepala dan menatap sayu wajah orang yang dikasihinya selama ini.


"Hua'er hanya meminta kakak jangan pernah pergi tinggalkan Hua'er sendirian! Hua'er inginbselalu bersama kakak Tian!" jawab Ling Lianhua dengan pelan.


Dengan menggelengkan kepala, Ling Tian mengusap pucuk kepala Ling Lianhua dan menjawab,

__ADS_1


"Tidak, kakak tidak akan meninggalkan Hua'er sendirian! Kakak akan selalu ada untuk Hua'er! Itu janji kakak!" ujar Ling Tian.


"Yasudah.. Mari kita ke dunia jiwa kakak! Hua'er bisa istirahat dengan tenang disana!" lanjut Ling Tian.


"En.." Ling Lianhua hanya menganggukkan kepala saja sebagai jawaban.


Ling Tian membuat sedikit gerakan pada tangan dan melambaikannya.


Swuuusshhh...


Pintu gerbang dunia jiwa segera terbentuk dan mereka berdua dengan bersamaan memasukinya.


Zheepp!


Setelah beberapa saat Ling Tian dan Ling Lianhua masuk kedalam dunia jiwa, muncul empat sosok dan satu harimau kecil ditempat Ling Tian dan Ling Lianhua berada.


"Sepertinya saudara Tian telah memasuki dunia jiwa! Kita sama sekali tidak bisa menghubunginya!" kata seorang pemuda berjubah biru yang tidak lain adalah Long Yuan.


"Kalau begitu kita kembali saja kekediaman Tuan Jun dan Nyonya Si saja!" ujar pria baya berjubah merah gelap, Wei Hun.


"Iya. Kakak pertama benar! Kita kembali saja!" giliran seorang wanita berpenutup wajah yang memberikan pendapatnya. Dia adalah Zhuge Ruxu.


"Roar!" Ling Hu ikut serta pula dan seolah menyatakan persetujuannya.


"Yasudah.. Mari!" ajak Wei Hun.


"Iya!"


***


Dunia jiwa Ling Tian.

__ADS_1


Didalam dunia jiwa, muncul riak spasial yang semakin lama semakin melebar dan membentuk pusaran angin berwarna putih kekuningan didepan istana Ling. Dari dalam pusaran angin itu muncullah dua sosok pemuda dan pemudi yang sedang berpelukan. Mereka tidak lain dan tidak bukan adalah Ling Tian dan Ling Lianhua.


Zheepp!


Tap!


Mereka berdua mendarat dengan mantap. Ling Lianhua pun melepaskan pelukannya dan menghirup udara yang sangat segar.


"Hua'er ingin langsung istirahat atau ingin bermalas-malasan dengan kakak?" tanya Ling Tian yang terdengar cukup aneh bagi Ling Lianhua.


"Kakak?" Ling Lianhuan mengangkat alisnya dan melihat Ling Tian.


"Hahaha.. " Ling Tian hanya bisa tertawa canggung menanggapi ekspresi aneh Lianhua.


"Bagaimana kalau kita membuat sate daging beast atau yang lainnya? Hua'er bisa memasak bukan?" tanya Ling Tian.


"En.. Tentu saja Hua'er bisa! Kalau begitu mari kita sama-sama masak!" ajak Ling Lianhua dengan senyuman terbaiknya.


"Ayo!" semangat Ling Tian.


Mereka berdua akhirnya saling bercanda ria dan memasak bersama didalam dunia jiwa. Tidak lupa pula Ling Tian mengingatkan Ling Lianhua untuk menyetabilkan kekuatan jiwa yang baru saja diperoleh dengan tubuhnya setelah makan nanti.


***


Klan Ling, kediaman sederhana Ling Jun.


Didalam sebuah kamar yang sederhana, seorang gadis muda yang cantik dan imut sedang memasang wajah buruk. Dia sedetikpun tidak mau tersenyum. Dari waktu kewaktu gadis muda itu hanyalah merengut dan merengut seperti pantat ayam. Aiih.. Penggambaran yang tepat sekali bagi wanita yang sedang merajuk!


Gadis muda itu adalah Wei Ziin. Dia sangat kesal kepada Ling Tian yang pergi tanpa pamit kepadanya. Dan lagi, yang membuat hatinya sangat geram adalah kenyataannya Ling Tian membawa seorang gadis dan memeluknya dihadapan semua orang. Dia sangat kesal, kesal dan sangat kesal.


Tentu saja Wei Ziin sangat iri dengan gadis itu. Dia memang tidak mempermasalahkan jika orang sekuat Ling Tian memiliki lebih dari satu wanita disisinya karena hal itu sangat wajar bagi semua orang. Namun hati kecilnya masih tidak terima jika Ling Tian memeluk gadis itu didepan puluhan ribu manusia seolah sedang mengumumkan bahwa gadis itu adalah wanitanya yang paling Ling Tian banggakan.

__ADS_1


"Aahhh.. Awas saja kamu kakak Tian! Aku tidak akan lagi mau berbicara denganmu!"


__ADS_2