
"Kalian benar-benar keparat!" teriak Mao An dengan marah.
"Kau yang keparat penyusup sialan!" ucap satu sosok bermata biru yang tiba-tiba sudah muncul didepan Mao An lalu dengan gerakan yang sangat cepat memukul wajah Mao An.
Mao An yang terkejut langsung bergerak untuk menangkis serangan tinju itu namun dia terlihat begitu lambat dan akhirnya tetap harus menerima pukulan itu.
Boomm...
Mao An terlempar jauh puluhan meter yang membuat Ling Tian, Zhuge Ruxu dan Bai Si'er menjadi sangat murka. Setelah itu, sosok bermata biru langsung menyusul ditempat dimana Mao An terlempar dan menghajarnya dengan tanpa ampun.
"Aaakkhh.."
Bomm... Bomm...
"Aakhh.."
Teriakan kesakitan dari Mao An membuat hati Ling Tian dan Zhuge Ruxu serta Bai Si'er menjadi sangat sakit. Mereka menggertakkan gigi kuat-kuat dan sangat marah akan hal itu.
"Bai Wutian! Aku tidak akan memaafkanmu!" ucap Zhuge Ruxu yang juga tidak kalah kalapnya dengan Mao An dan Ling Tian. Dia ingin segera membantu Mao An yang tidak berdaya namun segera menghentikannya karena ada sosok lain menghadangnya.
"Kau wanita penyusup juga pantas mendapatkan hal yang sama dengannya!" ujar sosok bermata biru yang lainnya yang juga tiba-tiba sudah ada dihadapan Zhuge Ruxu dan langsung memberikan tendangan pada bagian perut.
Boommm...
Zhuge Ruxu dikirim terbang hingga menabrak pohon berwarna emas hingga merobohkannya dengan luka dalam yang sangat parah. Dia juga terus dihajar habis-habisan oleh sosok bermata biru itu dengan sangat ganas dan tanpa menahan sedikitpun kekuatannya.
Sementara untuk Ling Tian, dia ingin membantu salah satu dari kedua saudaranya yang diserang. Namun karena kultivasinya yang tersegel hingga ranah Pendekar Perak Akhir membuatnya tidak bisa melakukan apa-apa saat kedua sosok bermata biru itu menyerang saudara dan saudarinya.
Swosh... Swosh... Swosh...
Tiga sosok muncul melayang diudara dengan aura Ranah Kaisar Tahap Puncak menyaksikan penyiksaan itu dengan mata sangat tenang namun tajam. Ketiganya mengarahkan aura mereka kepada Ling Tian dengan niat untuk menekan dan membuat Ling Tian berlutut.
Kedatangan mereka membuat Ling Tian merasa semakin terpojok dan tidak bisa berbuat apa-apa kecuali hanya melihat kearah mereka bertiga dan Bai Wutian dengan tatapan kebencian. Dia juga menggunakan segenap kekuatan fisiknya untuk tidak terjatuh dan berlutut oleh tekanan dari ketiga orang itu.
"Aaaakkhhh.."
Teriakan dari kedua saudaranya membuat tubuh Ling Tian bergetar karena marah. Dia ingin bergerak menghentikan kedua sosok bermata biru melukai saudaranya. Tapi tiba-tiba Bai Si'er yang sedang dipegangi oleh dua bawahan dari Bai Wutian melepaskan diri dan melesat menyerang sosok bermata biru.
__ADS_1
Bai Si'er tentu tidak bisa melihat orang yang dicintainya dilukai oleh orang-orang dari Klan Bai nya. Dia dengan sekuat tenaga memberontak dari kekangan dua pengawal kakaknya dan pergi menolong kekasihnya itu.
Swoosshh...
Boommm...
Bai Si'er terlempar saat Bai Wutian menghadang lajunya dengan serangan tapak yang sangat kuat. Dia memuntahkan seteguk darah karena serangan tiba-tiba itu dan melihat dengan tidak percaya bahwa orang yang menyerangnya adalah kakaknya sendiri, Bai Wutian.
"Kakak.. Mengapa?" tanya Bai Si'er dengan lemah dan memegangi dadanya yang terasa sangat sakit dan sesak.
"Cih! Bukan inginku untuk melukaimu adik! Tapi kamulah yang memaksaku!" jawab Bai Wutian dengan acuh.
"Kalian berdua! Bawa Putri Si'er kedalam istana dan kurung dia dikamar yang tersegel!" lanjut Bai Wutian memberikan perintah kepada kedua bawahannya.
"Baik Tuan Muda!" ucap keduanya lalu berjalan menuju Bai Si'er yang sedang terduduk terluka.
"Kalian semua benar-benar keterlaluan!" teriak Bai Si'er dengan marah.
Bai Si'er lalu mengeluarkan aura Ranah Kaisar Awal yang sangat kuat kemudian dia bertransformasi menjadi sesosok singa putih yang sangat besar.
"Dasar keras kepala!" teriak Bai Wutian lalu dia memberintahkan kedua pengawalnya juga untuk bertransformasi menjadi singa putih raksasa yang sama besarnya dengan Bai Si'er.
"Beri gadis tidak tahu diri dan pembangkang itu sedikit pelajaran!" teriak Bai Wutian dengan marah.
"Rooaaaarrrr.."
Kedua pengawalnya yang sudah bertransformasi menjadi singa putih raksasa mengaum dengan keras lalu bergerak mengeroyok Bai Si'er.
"Roooaaarrr.." Bai Si'er mengaum lalu menyambut serangan dari kedua pengawal Bai Wutian.
Bai Si'er menghadang serangan cakar dari kedua lawannya juga menggunakan cakar miliknya. Alhasil, ketiga serangan cakar beradu dan menimbulkan ledakan yang cukup keras.
Boommm...
Bai Si'er terpental karena kalah beradu. Mungkin dari segi kekuatan, Bai Si'er mampu bersaing dengan salah satu dari pengawal Bai Wutian itu yang sudah ada di Ranah Kaisar Menengah jika satu lawan satu.
Namun menghadapi dua lawan sekaligus, maka hal itu bukanlah porsinya sama sekali. Dia kembali mengaum dengan marah menatap kedua pengawal kakaknya itu dengan niat membunuh saat setelah dia bangkit.
__ADS_1
Lalu setelahnya, dia menyerang lagi dan lagi kedua musuhnya dengan tanpa lelah dan jeda. Membuktikan betapa khawatir dan tulusnya dia dengan Mao An.
"Roaaarrr.."
Boommmm...
Salah satu dari kedua pengawal Bai Wutian kembali berhasil menyarangkan serangannya kepada Bai Si'er yang membuatnya kembali terlempar dan jatuh dengan keras diatas tanah.
Darah segar juga menylimuti hampir seluruh badan Bai Si'er. Bulunya yang sebelumnya adalah berwarna putih kini menjadi merah karena darah.
Zhuung!
Bai Si'er kembali menjadi bentuk manusianya dengan luka parah menghiasi sekujur tubuhnya. Dia tergeletak tidak berdaya sambil terus menatap Mao An kekasihnya yang masih saja disiksa oleh sosok bermata biru.
Zhung! Zhung!
Kedua sosok yang menjadi lawan Bai Si'er atau lebih tepatnya adalah kedua pengawal Bai Wutian juga kembali dalam wujud manusianya.
Bai Wutian dengan santai berjalan mendekati adiknya itu lalu menotok bagian syarafnya yang membuat Bai Si'er melotot marah lalu dia tidak sadarkan diri.
.
.
Mao An dan Zhuge Ruxu kini telah benar-benar menjadi bulan-bulanan dari kedua sosok bermata biru. Mereka berdua terus dihajar oleh kedua sosok bermata biru itu meskipun keduanya telah terluka parah.
Hal itu dilihat semuanya oleh Ling Tian yang masih tertekan oleh aura ketiga orang yang masih melayang di udara.
"Kau pemuda yang cukup kuat dan menarik! Siapan kau sebenarnya? Dan apa tujuanmu datang ke Hutan Tanpa Batas dan sering membuat kehebohan disini?" tanya salah satu dari ketiga pria baya.
"Aaaakkkhh..."
Ling Tian hanya menanggapinya dengan teriakan marah sambil terus melihat kedua saudaranya yang disiksa dan Bai Si'er yang telah tergeletak tidak sadarkan diri.
"Hahaha.. Menarik! Kau memang sangat menarik! Hanya ranah Pendekar Perak tapi mampu menahan auraku hingga selama ini! Sungguh kekuatan fisik yang luar biasa!" ujar pria baya yang lainnya.
"Aaaaakkkhhh.."
__ADS_1