
*Dear***, Hana kan lagi hamil nih, menurut kalian sebaiknya apa yang Andre lakukan sekarang?**
HAPPY READING
Andre menatap Hana dan meraih tangannya. Ia tahu kekasihnya ini sedang under pressure. Di tambah kondisi fisiknya tidak dalam keadaan baik, sehingga pasti sangat berat rasanya. “Say something Hana,” ujar Andre untuk menguatkan Hana.
Lili dan Rina pun perlahan ikut menatap Hana, menantikan apa yang hendak wanita ini ucapkan.
“Hana, aku ada sama kamu, jangan takut, ya…” Andre terus berusaha mensupport Hana.
Entah saking takutnya, atau dasarnya ia dalam kondisi tak baik, Hana kini terlihat pucat pasi. Ia menatap Andre dengan ragu, karena ia sendiri juga tak yakin dengan apa yang dialaminya.
“Aku nggak bisa cerita pastinya. Kan aku pingsan,” jelas Hana sambil menatap Andre.
“Inti ceritanya gimana? Ceritakan aja apa yang kamu alami dan rasakan,” desak Andre.
Hana menggeleng. “Yang jelas disampingku ada Ken saat aku sadar.” Hana menatap Andre sendu. Entah apa yang kalian pikirkan sekarang, yang jelas aku sudah mengatakan yang sejujurnya.
“Gila kamu ya?” jika saja Rina tak ingat jika dia sedang mengandung dan tadi sempat keram karena jatuh pasti kini ia sudah berdiri mencak-mencak dan berkacak pinggang di samping Hana.
“Gimana ceritanya kamu bisa sama Ken saat nggak ada Andre di samping kamu?” Rina geleng-geleng sampil menatap ke sembarang arah. Namun tak seberapa lama ia kembali menatap Hana dengan tatapan tak suka.
Gila pasutri ini. Damagenya ya Tuhaaaannn. Sama seremnya, batin Lili yang merasa ingin menghilang saja dari situasi tak enak ini.
“Jangan-jangan kamu lagi nargetin Ken karena ngerasa susah bersatu dengan Andre?” Rina menjeda ucapannya dengan menatap remeh Hana. “Gila kamu ya.” Sekali lagi ia mengumpati Hana.
Dika mengusap lengan Rina. Ia berharap emosi istrinya akan turun karena ini tak baik untuk janin di dalam kandungannya.
Jujur Andre tak terima dengan apa yang Rina ucapkan namun ia belum tahu juga faktanya. Ia hanya bisa percaya pada Hana. Kalau pun memang Hana seburuk itu, ia bertekat akan merubahnya karena sudah ada anaknya yang berada dalam kandungan Hana.
“Kenapa Dian kasihan sekali. Apa sebenarnya salah dia sama kamu Hana? Dulu Andre kamu ambil sekarang Ken juga kamu targetkan.” Ternyata Rina masih punya segudang umpatan untuk Hana.
“Rina, aku cuma mau menegaskan, bukan Hana yang datang padaku, tapi aku yang memaksanya bersamaku. Jadi tolong kamu jangan sembarangan kalau ngomong,” bela Andre.
“Aku nggak sembarangan Ndre. Aku yang ada di samping Dian melihat dia patah hati setelah tahu kamu dengan Hana.”
__ADS_1
“Tapi kamu nggak tahu apa yang terjadi dalam hubungan kami. Kami nggak bisa bersatu karena kami nggak cocok Rina, itu saja. Bukan karena Hana atau siapa pun orang lain yang akan menjadi pasangan kami,” ujar Andre yang masih berusaha bersabar menghadapi Rina.
“Itu karena kamu yang nggak serius Ndre, kamu…”
Dika mengusap lengan istrinya. Ia tak ingin istrinya berdebat lagi untuk kepentingan orang lain.
“Stop Rina. Meskipun kamu adalah istri dari Dika, tapi aku tak bisa janji untuk bisa terus bersikap baik jika kamu seenaknya seperti ini.” Nada bicara Andre meninggi kali ini.
Lili merasa ruangan ini makin mencekam. Dian itu siapa lagi? Ya Tuhan, untung aku tak jadi jatuh cinta dengan pak Andre. Lihat saja Hana kini begitu mengenaskan karena berani menjalin kasih dengan pria keren ini.
“Pak Restu dan Nona Rina bisa meninggalkan ruangan ini memang tak menghendaki masuk dalam masalah pribadi kami,” ujar Andre setelah sebuah helaan nafas. “Tapi mohon maaf, saya masih ada perlu dengan Lili jadi mohon anda berkenan meninggalkan dia di sini,” imbuh Andre.
“Tapi dia…”
“Silahkan. Kami permisi dulu,” potong Dika cepat sebelum Rina kembali melayangkan kembali protesnya.
Lili dengan ragu manatap Rina.
“Lili, selesaikan dulu urusan kamu di sini. Rina sudah aman bersama saya,” ujar Dika saat melihat kebingungan Lili.
Dika hanya menggerakkan tangan sebelum meninggalkan ruangan.
Saat tinggal mereka bertiga, Andre bangkit sejenak dari kursinya untuk mencium kening Hana. “Aku sayang sama kamu dan aku percaya sama kamu. Jadi sekarang kamu cerita ya…”
Dengan Andre mengenggam tangannya dan Lili tersenyum padanya, Hana mulai bercerita. Ia menceritakan bagaimana awalnya ia bertemu Dika hingga akhirnya ia sadar saat di rumah sakit dan Ken ada di sampingnya, semua Hana ceritakan. Namun ia tak memberitahukan perihal Ken yang hendak mengajaknya ke Beijing dan juga niatan pria ini yang ingin menikahinya. Ia tak siap dengan berbagai reaksi yang akan diterimanya. Meskipun ia bukan wanita baik-baik dengan
mengandung di luar nikah, tapi dia bukan wanita penggoda seperti yang biasa dialamatkan padanya.
“Jadi Lili nggak tahu kalau Hana sedang mendung?” tanya Andre memastikan.
“Bagaimana caranya saya tahu Bapak, sedangkan Hana saja tahunya barusan,” jawab Lili dengan takut-takut.
Andre mangangguk. “Sebenarnya bagaimana kalian bisa kenal?” ia menatap bergantian dua wanita yang ada di hadapannya ini. Seorang wanita yang terlihat lemah dan satunya lagi terlihat begitu kuat namun tampak tak cocok dengan outfit yang dikenanakannya.
“Sebenarnya kami tak saling kenal,” jawab Hana.
__ADS_1
“Lantas?” tanya Andre.
“Keluar dari rumah kamu aku hanya bisa terus berjalan tanpa tujuan,” ujar Hana.
“Maaf.” Andre mencium tangan Hana dan menatapnya lekat setelahnya.
Hana menggeleng dan tersenyum membalas tatapan Andre.
“Lalu kenapa kamu tak menghubungiku?” tanya Andre di tengah cemasnya.
Hana memutus kontak dengan Andre dan menatap ke sembarang arah. “Aku sebenarnya berniat membesarkan anak ini sendiri.”
“Kamu jangan egois Hana, I’m it’s daddy, and I’m still alive. Jadi jangan demi keegoisan kamu terus kamu mau mengorbankan masa depan anak kita,” kata Andre tak terima.
Hana menatap Andre sekilas dan kembali memutuskan kontaknya. “Aku pesimis dengan masa depan hubungan kita Ndre. Aku tak mau anak kita merasakan perihnya tertolak.”
“Maksud kamu ini ada hubungannya dengan datangnya Mama kemaren?” tanya Andre memastikan.
Hana mengangguk.
Andre melepas sebelah tanannya dan bergerak mengelus puncak kepala Hana dengan lembut. Keduanya saling menatap dan perlahan Andre mendekat.
“Ehm…”
Melihat sejoli ini mendadak salah tingkah membuat Lili ingin tertawa dan tak enak di waktu yang sama. Maaf ya kalian. kalau tadi ada adegan lanjutan bagaimana nasib aing yang jomblo menderita ini?
“Oh iya Lili, tolong ceritakan bagaiamana perkenalan kamu dengan Hana,” pinta Andre akhirnya. Jujur ia tadi sempat melupakan keberadaan Lili. Yang terus ditatapnya adalah Hana, yang dipikirkannya adalah Hana, dan baginya di sana
hanya ada Hana.
Akhirnya Lili menceritakan kejadian yang mempertemukannya dengan Hana. Ia yang baru pulang kerja menemukan Hana meringkuk di depan kiosnya. Karena ia yakin Hana bukan orang gila, makanya dibawa masuk saja dengan syarat Hana menceritakan bagaimana ceritanya ia sampai ngemper di teras kiosnya.
Andre memeluk erat tubuh lemah Hana. Ia tak peduli apa yang dipikirkan Lili dan Hana yang melihat orang segarang dan sekeras dia harus meneteskan air mata menangisi derita yang harus dirasakan Hana yang tengah mengandung anaknya padahal baru dua hari berpisah darinya.
Bersambung…
__ADS_1