Zona Berondong

Zona Berondong
S 2 Gosip dan Kontroversi


__ADS_3

HAPPY READING


Setelah melewati banyak sekali rangkaian acara, kini tibalah di saat yang begitu mendebarkan bagi Hana. Puncak acara memang di panggung tadi dengan beberapa permainan interaktif baik secara langsung maupun virtual. Hana melakukan dengan baik karena semua dibawah control pembawa acara. Namun sekarang beda. Ia harus muncul di depan media yang pastinya akan ada singgungan tentang siapa dia dan kenapa Andre selalu berada di dekatnya.


“Ini skip aja nggak bisa apa ya, kan ada Rista,” ujar Hana yang tak dapat menyembunyikan kecemasannya.


“Kenapa aku?” protes Rista karena merasa namanya disebut oleh Hana.


“Ya kamu kan artis, jadi akan lebih menarik jika kamu yang mereka wawancarai.” Hana berkilah agar ia punya cara untuk membebaskan diri.


“Ya nggak ada cerita. Orang aku tadidenger sendiri yang di luar pada heboh ngomongin Kak Hana. Gimana ceritanya ada wanita cantik yang muncul di iklan es krim padahal seharusnya Kak Hana muncul di layar lebar,” timpal Rista.


“Ya jelas banget itu karena power make up yang ditemplokin ditambah filter yang yang bikin orang biasa aja glow up di depan kamera.”


“Kak Hana jangan banyak alasan deh. Ayo sono, biar aku bisa makan sepuasnya sementara semua berkumpul di aula,” usir Rista.


“Kata Rista ada benarnya. Sekarang memang sudah lewat waktunya. Jangan sampai karena masalah sepele ini usaha keras kamu mewujudkan keinginan Rina jadi sia-sia.”


Ucapan Dika ini berhasil membuat Hana tak lagi mendebat . Terjun dalam proyek ini memang bukan uang yang menjadi alasan utama Hana, yaitu untuk sedikit berterimakasih pada Rina yang dengan ihlas memaafkannya meski besar sekali kesalahan yang pernah dibuat Hana.


Sempat beberapa saat diam, Hana nampak beberapa kali menghela nafas untuk menyiapkan mentalnya.


“Ayo…”


Dan ini lagi. Andre yang tadi sempat menghilang kini tiba-tiba muncul dan mengajak Hana untuk keluar bersamanya.


“Ayooo…” ajak Andre sekali lagi saat Hana belum juga bergeming dari tempatnya.


Dika yakin Andre dan Hana adalah orang yang bertanggung jawab. Ia tak lagi bergerak untuk membujuk kekasih sekertarisnya ini dan memilih berjalan perlahan bersama sang istri. Rina memang mungil saat berjalan di samping Dika, terlebih saat dia beralaskan kaki tanpa high geels seperti ini. Namun itu lah yang membuat pasangan ini terlihat bersinar, karena mereka saling mengasihi dan mencintai dengan mendobrak standar serasi yang ada selama ini.


Sambutan begitu meriah saat muncul pasangan muda pemilik kerajaan bisnis berlabel Surya. Namun semua masih nampak menantikan kemunculan sepasang lagi yang sejak awal acara begitu menyita perhatian. Dan benar saja, tak lama setelah Dika dan Rina duduk di tempat yang telah disiapkan, muncul Andre dan Hana dengan tangan saling bertautan.

__ADS_1


“Selamat malam rekan-rekan semua, terimakasih atas kesediaan rekan-rekan media untuk datang dalam acara launching produk terbaru kami…” ujar Dika menyapa semua yang ada di sana.


Di aula ini tak ada pembawa acara. Jadi semua dilakukan langsung antara perwakilan perusahaan dan awak media.


“Pak Restu, apa kami sudah diperkenankan memulai sesi?” tanya seorang wartawan yang nampak sekali tak sabar untuk menghimpun berita.


Dika menatap sekilas Andre dan Hana yang duduk di meja panjang yang sama dengannya. Setelah keduanya mengangguk singkat, siap barulah Dika siap bersuara.


Dika bukan tak tahu jika di sana sasaran para awak media sebenarnya bukanlah dia dan Rina, melainkan Andre dan Hana dengan segala gossip dan kontroversi mereka. Itulah mengapa ia meminta pendapat pada keduanya sebelum memutuskan memulai acara. Hal ini tak sepenuhnya buruk, karena jika dapat dimanfaatkan dengan baik justru akan membantu meningkatkan penjualan produk yang baru mereka luncurkan.


“Apa benar es krim ini merupakan gagasan Nona Rina?”


“Benar,” jawab Rina lugas. “Awalnya saya tak sepenuhnya sengaja, namun saat itu semua merespon baik keinginan saya.” Rina tertawa kecil dengan kalimatnya.


“Jadi bisa dibilang es krim ini Nona dedikasikan untuk anak dalam kandungan anda?”


“Kurang lebih seperti itu.”


“Ehmm…” Rina berdehem untuk mencari jeda.


Secepat ini? Awak media ini benar-benar tak bisa sabar jika sudah menyangkut kontroversi. Batin Rina dalam hati.


“Kalau boleh sedikit cerita, sebenarnya bukan hanya ambassador yang berubah tapi partner saya dalam menggarap project ini juga berubah.”


Semua langsung diam dan menyimak.


“Di masa awal kehamilan saya, saya memang punya impian untuk bisa menghasilkan sendiri produk yang saya persembahkan untuk anak saya saat lahir nanti. Dan Rista sebagai adik ipar yang memang sangat dekat dengan saya bersedia membantu kala itu.”


“Lantas kenapa nona Rista harus diganti dengan nona Hana?”


“Karena saat semua mulai berjalan, ternyata Rista sangat sibuk dengan urusan pribadinya. Selain menyanyi, Rista juga sedang kuliah dan R fashion juga dia desainer utamanya, jadi tentu terlalu egois jika sebagai kakak ipar saya juga membebankan project ini kepadanya juga.”

__ADS_1


“Sebelum menjadi partner anda, nona Hana bekerja di bagian apa?”


Rina merasa waktunya tiba. Dia menatap Dika berharap suaminya ini punya jawaban yang tak memicu kontroversi semakin berkembang saat ini.


“Apa benar nona Hana bisa masuk karena mendekati pak Andre sebagai sekertaris utama dalam perusahaan?”


Belum juga pertanyaan sebelumnya terjawab sudah ada pertanyaan kedua. Memang ya, awak media ini luar biasa. Dan jika tidak tidak ditanggapi dengan bijak, bisa ramai ini nanti.


“Kami juga dengar katanya Nona ini anak Galih Rahardja. Kenapa justru memilih bekerja untuk Surya, apa kondisi keuangan Rahardja sedang tak stabil sekarang?”


“Apa jangan-jangan kemunduran nona Rista karena ada sabotase dari Nona Hana…”


Hana membulatkan mata. Ia sendiri terkejut dengan kemunculan pertanyaan semacam ini, namun ia masih berusaha menenangkan Andre yang nampak mulai tersulut emosi.


Dan tepat saat Andre bersiap membuka suara, Dika lebih cepat menahannya.


“Melihat antusiasme rekan-rekan, mungkin sebaiknya seluruh pertanyaan disampaikan saja dulu agar kami bisa menjawabnya dengan runtut dan tak berputar-putar. Sekalian agar kami tahu juga sejauh mana imajinasi kalian tentang kami yang ada di sini.”


Benar-benar ya Dika ini. Dia memang pandai sekali mencari peluang meski suasana sedang seperti ini. Hana masih diam sembari terus menjaga emosi kekasihnya. Sebelum keluar tadi Rina memang sudah bilang jika Dika kali ini akan mengambil peran. Sehingga Andre dan Hana diminta sedikit menahan diri.


Memang bukan menjadi yang utama yang Dika ambil pula tak ada skenario yang sengaja disiapkan. Namun ia akan menjadi pengatur jalannya permainan malam ini.


"Dan satu lagi, harap tertib dan jangan memotong jika ada yang belum selesai menyampaikan pertanyaan."


Awak media yang semula nampak ganas langsung jinak seketika saat ditantang seperti ini oleh Dika. Terlebih Dika yang bisara dengan lugas tanpa basa-basi sebagai pemanis membuat damagenya makin terasa.


Rista yang sedang asik makan tiba-tiba dibuat kesal karena ada yang menarik gelas minuman yang ia bawa.


"Jangan minum itu, minum ini saja..."


Rista membulatkan mata. Ia benar-benar ingin melempar kepala pria yang seenaknya saja pergi setelah menganggunya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2