KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Penyesalan Samuel 2


__ADS_3

Wanita itu membelai pipi putranya. "Dan satu hal yang ingin Mama sampaikan padamu."


"Apa itu, Mama? Katakan padaku."


"Ini tentang Papamu."


"Papa? Kenapa dengan Papa?"


"Sudah waktunya kamu mengetahui dibalik meninggalnya Papamu. Mama tahu selama ini kamu mengira bahwa Papa kamu meninggal karena dibunuh. Dan Mama juga tahu bahwa kamu selama ini menuduh dan menjadikan  teman-teman satu sekolah Papa kamu dulu sebagai pelakunya. Karena itulah kenapa kamu begitu dendam dengan anak-anak mereka, salah satunya bernama Darren."


Wanita itu menatap teduh putranya. Sedangkan Samuel menangis ketika mendengar perkataan dan melihat tatapan teduh ibunya.


"Samuel. Dengarkan Mama, Nak! Papamu meninggal bukan karena dibunuh. Papamu kecelakaan setelah bertengkar dengan Pamanmu Gustavo. Papa dan Pamanmu bertengkar hebat saat itu dimana Pamanmu tidak setuju dengan niat Papamu yang ingin berhenti dari bisnis kotornya yang selama ini digelutinya. Papamu benar-benar ingin berhenti dan ingin memulai usaha yang baru. Itu semua dilakukan oleh Papamu demi kamu anak laki-laki satu-satunya. Ketika itu kamu masih berusia 10 tahun. Bahkan Papamu sudah mendirikan sebuah perusahaan. Perusahaan itu nantinya akan diwariskan ke kamu. Alhasilnya hanya butuh satu tahun, Perusahaan Papamu itu berkembang dengan pesat."


"Karena Papamu sudah yakin dengan keputusannya. Perusahaan pertama milik Papamu dihancurkan dan dihilangkan dari dunia bisnis. Dan diganti dengan Perusahaan baru milik Papamu yang mana akan menjadi milik kamu kelak. Itulah yang membuat Pamanmu marah kepada Papamu sehingga keduanya bertengkar."


Samuel menangis mendengar cerita dari ibunya mengenai ayahnya. Tangannya menggenggam erat tangan ibunya.


"Setelah bertengkar dengan Pamanmu. Papamu pergi meninggal Pamanmu sendirian di ruang kerjanya."


"Jadi maksud Mama. Papa mendatangi perusahaan Paman?" tanya Samuel.


"Iya. Sa-yang. Papamu mendatangi perusahaan Pamanmu dan mengatakan niatnya itu kepada Pamanmu. Bahkan Papamu juga meminta Pamanmu untuk berhenti dari bisnis kotornya selama ini."


Mendengar cerita dari ibunya membuat Samuel benar-benar terkejut dan juga syok. Dirinya pun seketika menyadari bahwa selama ini Pamannya telah memanfaatkan dirinya demi kepentingannya pribadi.


"Mama... Maafkan aku! Aku... Aku benar-benar tidak tahu kejadian yang sebenarnya. Paman... Paman..."


"Kamu tidak salah sayang. Disini Mama yang salah. Seharusnya Mama menceritakan semua ini dari awal agar masalah tidak menjadi separah ini. Dikarenakan ketakutan Mama sehingga membuat Mama memendam semuanya."


"Sebelum Papamu menghembuskan nafas terakhirnya. Papamu menyampaikan sesuatu pada Mama dan meminta Mama untuk menyampaikannya ke kamu."


"Apa? Papa ngomong apa sama Mama?"


"Papa meminta Mama untuk menjagamu, merawatmu, melindungimu dan juga mendidikmu dengan baik. Papamu juga mengatakan pada Mama bahwa Papamu ingin kamu menjadi anak yang kuat, pintar, hormat kepada orang tua dan anak yang sukses dalam segala hal. Papamu tidak ingin kamu salah dalam pergaulan. Papamu tidak ingin kamu mengikuti jejaknya yaitu melakukan bisnis kotor. Papamu ingin kamu menjadi pemuda yang baik dimana pun kamu berada."


Samuel menangis. Air matanya tak henti-hentinya mengalir setiap mendengar cerita dari ibunya. Apalagi ketika mendengar ibunya bercerita tentang ayahnya.


"Papa, maafkan aku. Aku janji sama Papa. Aku akan buat Papa bangga. Aku akan berhenti melakukan hal-hal buruk di dunia ini. Aku akan menjadi putra Papa yang baik di mata semua orang. Kali ini aku akan buktikan. Aku akan mewujudkan keinginan Papa itu," batin Samuel.


Baik Darren, ketujuh sahabatnya, para orang tua, para kakak-kakaknya maupun para ketua mafia dan para tangan kanannya semuanya tersenyum bahagia ketika mendengar cerita yang sebenarnya dari ibunya Samuel. Dan mereka juga bangga akan janji yang diucapkan oleh Samuel.


"Sebenarnya kau itu pemuda yang baik, Samuel! Kau selama ini dimanfaatkan oleh Pamanmu hanya demi ambisinya. Dan ditambah lagi rasa bersalah Pamanmu atas kematian ayahmu."


Ziggy berbicara di dalam hatinya dengan menatap iba Samuel.

__ADS_1


"Maafkan aku yang telah melibatkan ibumu. Aku terpaksa melakukannya, karena hanya cara inilah untuk bisa menghentikanmu."


"Caleb, Ruby." Ziggy memanggil dua tangan kanannya.


"Iya, King!"


"Bawa ibunya Samuel ke rumah sakit. Pastikan ibunya mendapatkan perawatan ketika sampai di rumah sakit."


"Baik, King!"


Setelah itu, Caleb dan Ruby membawa ibunya Samuel ke rumah sakit.


Darren menatap kearah Samuel dengan tangannya masih memegang dada kirinya.


Kini posisi Darren sudah dalam keadaan berdiri dengan dipapah oleh Brenda.


Ketika Brenda datang, Brenda berlari menghampiri Darren dan langsung membantu Darren untuk berdiri.


Keadaan sedikit tenang, namun mereka semua masih tetap waspada jika sewaktu-waktu ada yang menyerang.


Samuel berdiri dari posisinya yang duduk di lantai. Kemudian Samuel menatap ke arah Darren yang juga kini menatap dirinya. Dapat Samuel lihat wajah Darren yang pucat.


Di dalam hatinya, Samuel benar-benar menyesal telah berbuat jahat terhadap Darren dan ketujuh sahabatnya. Lebih parahnya kepada Darren. Samuel melakukan itu semata-mata hanya untuk membalaskan dendam atas kematian ayahnya. Pamannya mengatakan padanya bahwa ayahnya dibunuh oleh para ayah dari Darren dan ketujuh sahabatnya.


Jika waktu itu Pamannya tidak membohonginya. Jika waktu itu ibunya menceritakan semuanya dari awal. Maka hal ini tidak akan terjadi. Dan dirinya juga tidak akan kehilangan semuanya.


"Kenapa Paman membohongiku?! Kenapa Paman mengatakan bahwa Papa meninggal karena dibunuh?! Kenapa Paman tidak mengatakan padaku yang sebenarnya bahwa Papa meninggal karena kesalahan Paman sendiri?! Dan kenapa Paman menyalahkan orang lain atas kematian Papa?!" teriak Samuel.


Mendapatkan banyak pertanyaan dan mendengar teriakan dari Samuel. Gustavo hanya diam. Gustavo menatap penuh bersalah Samuel.


"Aku benar-benar kecewa akan sikap Paman selama ini. Selama ini Paman tidak benar-benar menyayangiku. Paman hanya memanfaatkanku demi ambisi Paman. Dan lihatlah semua hasilnya! Aku kehilangan semua yang aku punya. Itu semua gara-gara Paman!"


Gustavo menatap sendu Samuel. Seketika air matanya jatuh membasahi wajahnya.


"Maafkan Paman," ucap Gustavo lirih.


Samuel tidak membalas permintaan maaf dari Gustavo. Samuel kembali menatap kearah Darren dan berlahan melangkah menghampiri Darren.


Kini Samuel telah berdiri di hadapan Darren. Tatapan matanya menatap bersalah dan menyesal kearah Darren.


BRUUKK!


Samuel menjatuhkan dirinya di hadapan Darren dengan cara bersujud. Melihat apa yang dilakukan oleh Samuel membuat mereka semua terkejut.


"Maafkan aku Darren. Aku mengaku salah di hadapanmu. Dan aku siap jika harus masuk penjara." Samuel berbicara dengan tulus dan bersungguh-sungguh.

__ADS_1


Darren tersenyum ketika mendengar perkataan tulus dari Samuel. Di dalam hatinya, Darren benar-benar bersyukur melihat Samuel yang memilih berubah.


Darren mendekati Samuel, lalu tangannya menyentuh kedua lengan Samuel. Kemudian, Darren membawa Samuel untuk berdiri.


GREP!


Darren langsung memeluk tubuh Samuel. Mendapatkan pelukan tiba-tiba dari Darren membuat Samuel kembali menangis.


"Maafkan aku Darren."


"Aku sudah memaafkan kesalahanmu, Samuel. Tapi aku hanya memaafkan kesalahanmu sebesar lima puluh persen saja. Lima puluh persennya lagi jika kau sudah menepati janjimu terhadap kedua orang tuamu."


Mendengar penuturan dari Darren membuat Samuel tersenyum geli. Begitu juga dengan yang lainnya. Dalam hati mereka semua berkata "Apa ada memberikan maaf kepada orang lain dengan cara menyicil?"


Setelah mengatakan kata itu, Darren pun melepaskan pelukannya.


Qenan, Willy, Rehan, Darel, Axel, Dylan dan Jerry melangkah mendekati Darren dan Samuel.


"Kami juga setuju apa yang dikatakan oleh Darren. Kami juga memberikan maaf sebesar lima puluh persen saja. Lima puluh persennya lagi akan kau dapatkan setelah kau menempati janjimu terhadap kedua orang tuamu," sahut Qenan.


Mendengar penuturan dari Qenan. Samuel tersenyum. "Aku pasti akan menepati janjiku itu."


"Kami menunggu perubahanmu!" seru Darren, Qenan, Willy, Rehan, Darel, Axel, Dylan dan Jerry  bersamaan.


"Boleh tidak aku meminta satu hal darimu, Darren?"


"Apa itu?"


"Izinkan aku untuk merawat ibuku di rumah sakit sekalian aku menjaga kedua adik perempuanku. Setelah ibuku dinyatakan sembuh. Dan kedua adikku sudah ada yang menemaninya. Aku akan menyerahkan diri ke kantor polisi."


Mendengar permintaan dan permohonan dari Samuel membuat Darren dan ketujuh sahabatnya langsung menganggukkan kepalanya.


Mendapatkan anggukkan kepala dari Darren dan ketujuh sahabatnya membuat Samuel kembali meneteskan air matanya.


Dan detik kemudian...


Samuel memeluk tubuh Darren dan menangis disana. "Terima kasih, Darren! Terima kasih banyak. Aku berjanji padamu, ketujuh sahabatmu dan orang-orang terdekatmu. Tidak akan ada lagi Samuel yang jahat. Yang ada hanya Samuel yang baik."


"Aku percaya padamu, Samuel Frederick!" sahut Darren.


Setelah mengatakan itu, Samuel pun melepaskan pelukannya. Samuel menatap wajah pucat Darren.


"Semoga Tuhan memberikan kesembuhan pada jantungmu agar kau tidak lagi merasakan kesakitan," ucap Samuel tulus.


Mendengar ucapan dan doa tulus dari Samuel membuat Darren dan yang lain secara bersamaan mengamiinkannya.

__ADS_1


Setelah itu, Samuel pergi meninggalkan kediaman keluarga Smith dan diikuti oleh beberapa anggotanya yang tersisa sekitar lima puluh. Samuel memutuskan untuk ke rumah sakit menemui ibunya.


Sedangkan Gustavo langsung dibawa secara paksa oleh anggota mafia Devian dan Noe untuk dibawa ke kantor polisi.


__ADS_2