
Di markas milik Chico telah berkumpul Devian, Ziggy, Enzo dan Noe. Bukan hanya mereka saja, melainkan para tangan kanannya juga bersama dengan mereka.
Saat ini kelima ketua mafia dan dua tangan kanannya tengah membahas hasil penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat yang ditumpangi oleh Erland.
Dua tangan kanan yang mereka utus untuk pergi ke hutan Hutewald Halloh telah menceritakan kronologis kejadian ketika mereka mengetahui tentang kondisi Erland dan para penumpang pesawat lainnya.
"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya?" tanya Devian.
"Secara kita sudah kalah satu langkah dari orang itu," ucap Noe.
"Aku takutkan orang yang menolong Paman Erland bukanlah orang baik. Dan yang aku takutkan juga adalah jika Paman Erland mengalami Amnesia dan orang itu memanfaatkan Amnesia nya Paman Erland!" Chico berucap sembari menatap kearah Ziggy, Enzo, Devian dan Noe.
Mendengar ucapan dari Chico membuat Ziggy, Noe, Devian dan Enzo membenarkan apa yang dikatakan oleh Chico.
"Rencana pertama kita adalah dengan mencari tahu siapa orang yang sudah menyelamatkan Paman Erland. Jika kita sudah tahu siapa orangnya. Itu akan mempermudah jalan kita membawa Paman Erland pulang," ucap Enzo.
Mereka semua menganggukkan kepalanya ketika mendengar perkataan dari Enzo. Mereka menyetujui usulan dari Enzo tersebut.
Ting..
Sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel milik Justin, tangan kanannya Enzo.
Justin yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya yang ada di saku celananya.
Ponselnya kini sudah di tangannya. Justin melihat 2 pesan video dari salah satu anggota mafiosonya. Bukan hanya video, Justin juga mendapatkan pesan tertulis dari anggotanya itu.
Justin membuka pesan video pertama. Setelah video itu berputar, seketika membuat Justin terkejut akan adegan di dalam video tersebut.
Di dalam video itu terlihat ada keributan di perusahaan Accenture milik Darren.
Setelah melihat video pertama. Justin beralih ke video kedua. Tangannya kemudian menekan tanda segitiga mengarah ke kanan warna putih yang terpampang jelas di layar ponselnya.
Seketika Justin membelalakkan matanya ketika melihat adegan demi adegan dalam video kedua itu.
Setelah selesai melihat video kedua, Justin membaca pesan tertulis yang dikirim oleh anggotanya.
Dalam pesan itu mengatakan bahwa Darren sempat dilarikan ke rumah sakit akibat jantungnya yang kambuh, tubuhnya yang lelah, pikiran yang tertekan berujung stres.
__ADS_1
Setelah Justin melihat ketiga kiriman dari anggotanya. Justin kemudian memperlihatkan kiriman tersebut kepada Enzo sang ketua.
"King! Aku mendapatkan tiga kiriman dari anggotaku!" seru Justin dengan memberikan ponselnya kepada Enzo.
Enzo yang kebetulan duduk tak jauh dari Justin langsung mengambil ponsel milik Justin.
Enzo melihat ada dua video dan satu pesan. Kemudian Enzo membuka video pertama.
Sama halnya dengan Justin. Enzo juga terkejut ketika melihat video itu. Dia marah atas apa yang dilakukan oleh orang-orang itu yang beraninya membuat keributan di perusahaan Accenture.
Enzo beralih ke video kedua. Detik kemudian, Enzo kembali terkejut ketika melihat adegan-adegan di dalam video tersebut.
Dan terakhir, Enzo membaca pesan tertulis dari anggotanya Justin. Dan pesan tersebut membuat Enzo dua kali lipat keterkejutannya. Bagaimana tidak. Di dalam pesan itu tertulis bahwa Darren kembali masuk rumah sakit.
Ziggy, Noe, Chico dan Devian yang melihat mimik wajah tak mengenakkan yang diperlihatkan oleh Enzo menjadi penasaran ketika melihat layar ponsel milik Justin.
"Enzo, berikan ponsel itu padaku!" seru Noe.
Mendengar ucapan dari Noe. Enzo langsung memberikan ponsel milik Justin kepada Noe.
Ziggy, Chico dan Devian mendekat kearah Noe untuk melihat ke layar ponsel itu. Dan keempatnya melihat adegan demi adegan di dalam dua video itu dan tak lupa dengan pesan tertulis itu.
"Dan untungnya Qenan dan Willy sudah menyelesaikan permasalahan tersebut dengan memberikan hukuman yang memang pantas mereka dapatkan," ucap Chico.
"Siapa pria yang memakai masker itu? Kenapa tatapan matanya begitu familiar sekali," ucap Ziggy.
Bukan hanya Ziggy saja yang mencurigai dengan sosok pria yang memakai masker yang ada di dalam video itu. Pria bermasker itu ikut dalam menyelamatkan para korban penumpang pesawat Air Berlin Boeing 737-780 itu. Noe juga mencurigai akan sosok pria itu dengan menatap kedua matanya.
"Apa dia?" ucap Noe pelan.
Ziggy, Chico, Enzo dan Devian langsung melihat kearah Noe. Begitu juga para tangan kanannya.
"Apa kau juga memikirkan hal yang sama sepertiku, Noe?" tanya Ziggy.
"Iya, Ziggy."
"Apa kau mencurigai orang yang bermasker itu?" tanya Ziggy.
__ADS_1
"Dari tatapan matanya aku pernah melihatnya. Tatapan matanya itu sangat familiar sekali. Tapi aku juga ragu kalau orang yang ada di dalam video ini adalah orang yang sama," ucap Noe.
"Menurut kata hati kamu. Kamu mencurigai siapa?" tanya Chico.
Noe masih menatap ke layar ponsel dengan video yang masih berputar. Dengan kata lain, Noe berulang kali memutar video itu dan berfokus kepada pria bertopeng itu, terutama matanya. Begitu juga Ziggy.
"Mantan sekutunya Samuel," jawab Noe.
"Rolando Santa!"
Enzo, Ziggy, Devian dan Chico langsung menyebut dengan lantang nama dari mantan sekutu dari Samuel.
"Jika benar pria itu adalah Rolando Santa. Maka bisa dipastikan akan ada perang lagi," sahut Devian.
"Jika beberapa bulan yang lalu Darren , Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel melawan Samuel. Sekarang mereka akan kembali melawan Rolando Santa!" seru Chico.
"Maaf, King!" seru Marco.
Mereka semua melihat kearah Marco. Dapat mereka lihat bahwa Marco ingin mengatakan sesuatu.
"Ada apa, Marco?" tanya Devian.
"Maafkan saya, King! Saya lupa memberitahu. Dan saya pun baru mengingatnya," ucap Marco.
"Tidak apa-apa. Itu hal yang wajar. Sekarang katakan padaku dan kami semua. Apa yang ingin kau sampaikan?" ucap dan tanya Devian.
"Saya mendapat informasi dari salah satu anggota saya yang memang bertugas memata-matai dan mengawasi Darren, Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel ketika berada diluar rumah. Anggota saya itu mengatakan bahwa kalau pria yang bernama Rolando Santa itu memang akan muncul untuk melawan Darren, Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan, dan Darel. Anggota saya itu juga mengatakan bahwa Samuel menghubungi Darren dan mengatakan jika mantan sekutunya itu akan muncul. Samuel meminta Darren dan yang lainnya waspada dan bersiap-siap jika sewaktu-waktu Roland Santa muncul."
Mendengar penuturan dari Marco membuat Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico terkejut. Mereka tidak menyangka jika pria itu akan muncul dan akan melawan para adik laki-lakinya.
"Jika apa yang dikatakan oleh Marco itu benar! Jika kecurigaan Noe tentang pria bermasker yang ada di dalam video itu juga benar. Berarti pria itu sudah satu langkah di depan kita. Dan pria itu sudah mentargetkan Paman Erland sebagai rencana pertamanya," sahut Devian.
"Dan jika Paman Erland benar-benar Amnesia. Maka itu akan menjadi kesempatan terbesar buat pria itu menghancurkan Darren," ucap Devian lagi.
"Kalau begitu kita harus bergerak cepat untuk menggagalkan rencana bajingan itu," ujar Enzo.
"Setidaknya kita harus mencari keberadaan Paman Erland. Kita harus cari tahu kemana pria itu membawa Paman Erland," ucap Chico.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari Chico membuat Enzo, Noe, Devian dan Ziggy langsung menganggukkan kepalanya.
Dan setelah itu, mereka pun memulai merencanakan untuk mencari keberadaan Erland.