KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Keterkejutan Wanda Dan Teman-Temannya


__ADS_3

[Kampus]


Lenny menatap ponselnya sambil mengirim pesan kepada Axel. Lenny sedang dalam perjalanan menuju Kampusnya.


Ibunya yang melihatnya pergi ke kampus padahal dirinya memang tidak ada kelas pagi ini. Ibunya tahu bahwa Lenny masuk kampus pukul 1 siang nanti. Hanya saja ibunya itu berpura-pura tidak tahu sembari tersenyum melihat kelakuannya.


Lenny: "Kamu dimana, Axel?"


Axel : "Aku di rumah sekarang. Kenapa? Udah rindu ya?"


Lenny: "Kamu nggak ngampus?"


Axel : "Nggak. Izin nggak masuk. Badanku pegal-pegal semua. Lagian percuma aja aku ngampus jika hanya aku doang di kampus."


Lenny : "Lah, emangnya kenapa?"


Axel : "Darren, Qenan, Willy, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel. Mereka juga nggak masuk kuliah hari ini. Kalau aku kuliah. Berarti aku sendirian dong."


Membaca balasan dari Axel. Lenny membulatkan matanya. Dalam hatinya, udah pada kompak ternyata kekasihnya itu dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Lenny : "Terus aku ngapain di kampus kalau kamu nggak ada?"


Axel : "Lah. Bukannya kamu masuk jam 1 siang? Ngapain kamu ke kampus?"


Lenny : "Hehehe. Kan mau ketemu kamu."


Axel tersenyum ketika membaca balasan dari Lenny. Sampai segitunya kekasihnya itu hanya ingin bertemu dengannya.


Axel : "Kan aku dan yang lainnya udah bilang ketika di rumah Brenda kemarin jika kita nggak bakal kuliah beberapa hari. Kenapa kamu malah ke kampus sih?"


Lenny : "Namanya juga manusia yang tak lepas dari yang namanya lupa."


Axel : "Iya, iya! Aku ngerti. Sekarang kamu ngapain sekarang?"


Lenny : "Sedang chat sama kamu."


Lagi-lagi Axel hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala membaca balasan chat dari Lenny.


Axel : "Lenny Frankie.....!!"


Lenny : "Hehehe. Sorry! Sebenarnya aku ke kampus selain ingin bertemu kamu. Aku mau ke perpustakaan untuk minjam buku bahasa mandarin. Tugas mandarinku banyak banget. Dan waktunya hanya sampai besok. Kalau nunggu ntar siang. Boro-boro tugasku bakal selesai. Jadi dari pada waktu aku terbuang. Aku bisa menyelesaikan sebagian dulu sebelum pergi kuliah."


Axel : "Ya, sudah. Buruan kamu cari buku itu. Setelah selesai, tunggu aku di lobi kampus. Aku akan jemput kamu."

__ADS_1


Lenny : "Baiklah."


Baik Lenny maupun Axel menyudahi pesan chatnya. Setelah itu, Lenny memasukkan ponselnya ke dalam saku celana jeans nya.


^^^


Sesampainya Lenny di kampus. Lenny langsung keluar dari dalam mobilnya. Sementara mobil tersebut sudah pergi meninggalkan Lenny.


Lenny pergi ke kampus diantar oleh sopir. Ketika di dalam perjalanan, Lenny sudah meminta sopirnya untuk langsung pulang dan tidak usah menunggu, karena dirinya akan dijemput oleh Axel.


Lenny melangkahkan kakinya memasuki perkarangan kampus. Semua mata tertuju padanya. Ada yang menatapnya jijik dan ada yang menatapnya kagum.


Sementara Lenny yang menyadari bahwa dirinya tengah menjadi pusat perhatian hanya bersikap acuh dan tak mempedulikan hal itu. Lenny justru terus melangkahkan kakinya menuju perpustakaan.


Kini Lenny sudah tiba di perpustakaan. Dirinya langsung mencari buku yang dibutuhkan.


Ketika Lenny sedang fokus mencari buku itu, tiba-tiba kelompok minion datang mengganggunya.


Kelompok minion itu adalah Wanda dan keenam teman-temannya.


"Gue kasih kesempatan buat lo sekali lagi. Minta maaf sama gue dan teman-teman gue. Setelah itu, gue dan teman-teman gue bakalan maafin lo dan ngelupain apa yang telah lo dan teman-teman lo lakuin ke kita." Wanda berbicara sambil menatap tajam Lenny.


Mendengar ucapan dari Wanda membuat Lenny menatap dengan menarik turunkan kedua alisnya. Di dalam hatinya berkata, "Apa gue nggak salah dengar."


Lenny menatap satu persatu wajah para minion di hadapannya. Dan setelah itu, Lenny memberikan senyuman manisnya.


"Apa gue nggak salah dengar, hah?! Kalian menyuruh gue minta maaf ke kalian. Kalian pikir, kalian itu siapa? Lagian gue dan sahabat-sahabat gue nggak pernah mencari masalah dengan kalian. Kalian yang selalu mencari masalah sama gue dan sahabat-sahabat gue. Kenapa gue yang harus minta maaf ke kalian. Dasar aneh!"


"Yang seharusnya minta maaf itu adalah kalian. Kalian selalu mencari masalah di kampus ini. Kalian selalu membully mahasiswi-mahasiswi disini. Dan kalian juga sering gangguin gue dan sahabat-sahabat gue," ucap Lenny.


Mendengar jawaban dari Lenny membuat Wanda, Arianna, Kelly, Kathy, Pamela, Janet dan Lori marah. Mereka tidak terima jika keinginan dan perintahnya tidak dituruti.


"Jelaslah lo yang harus minta maaf sama kita-kita. Secara lo dan sahabat-sahabat lo tuh udah ngerebut Jerry dan sahabat-sahabatnya dari kita!" bentak Arianna.


Mendengar perkataan dari Arianna. Lenny pun langsung tertawa. Bagi Lenny apa yang dikatakan oleh Arianna hanya sebuah lelucon.


"Hah! Lo bilang kalau gue dan sahabat-sahabat gue ngerebut Axel dan sahabat-sahabatnya? Hey, sejak kapan kalian jadian sama sahabat-sahabatnya Darren? Jika kalian udah jadian sama sahabat-sahabatnya Darren. Kenapa gue dan sahabat-sahabat gue nggak pernah lihat sahabat-sahabatnya Darren jalan sama kalian. Justru sebaliknya, sahabat-sahabatnya Darren lebih dekat dengan gue dan sahabat-sahabat gue."


Lenny berbicara dengan penuh penekanan disetiap kata. Dan jangan lupa tatapan matanya menatap meremehkan Wanda dan teman-temannya.


Ketika Lenny tengah berperang mulut dengan para kacungnya Jessica. Tanpa disadari dan tanpa diketahui oleh Wanda dan teman-temannya, Axel melihat dan mendengar semuanya.


Setelah puas melihat dan menyaksikan perang mulut kekasihnya dengan para kacungnya Jessica. Axel berlahan melangkah mendekati Lenny.

__ADS_1


Lenny yang saat ini menatap jijik Wanda dan teman-temannya tak sengaja melihat sosok kekasihnya yang melangkah mendekatinya. Seketika terukir senyuman manis di bibirnya.


Lenny kemudian berjalan menghampiri kekasihnya itu dengan senyuman mengembang di bibirnya.


"Sayang, kamu datang!" seru Lenny.


Mendengar seruan Lenny. Wanda, Arianna, Kelly, Kathy, Pamela, Janet dan Lori melihat kearah Axel.


Mereka melihat Lenny yang saat ini sedang bergelayut manja di lengan kirinya Axel.


Wanda menatap marah Lenny yang saat ini tengah memegang tangannya Axel.


"Sayang. Mereka semua bilang kepadaku bahwa aku udah ngerebut kamu dari dia," ucap Lenny sambil menunjuk kearah Wanda.


Axel melihat kearah tunjuk Lenny. Setelah itu, Axel kembali menatap wajah cantik Lenny. Axel membelai lembut kepala Lenny dan tak lupa memberikan kecupan sayang di pucuk kepalanya itu.


"Kamu tidak merebutku dari dia. Bagaimana bisa dia menuduh kamu telah merebutku dari dia. Aku sama dia saja nggak ada hubungan apa-apa. Dekat nggak, pacaran nggak apalagi sampai jadian," sahut Axel.


Mendengar ucapan dari Axel membuat Lenny tersenyum bahagia. Lenny makin mengeratkan pegangannya di lengan Axel.


"Benarkah? Kamu nggak bohongkan?"


"Semua yang aku katakan barusan itu adalah benar. Dia itu bukan siapa-siapaku. Dia bukan pacarku. Dan aku bukan pacar dia. Kamulah yang pacar aku. Masa depan aku," ucap Axel.


Lenny kembali tersenyum mendengar jawaban tulus dari Axel. Hatinya benar-benar menghangat ketika Axel mengatakan kata-kata itu.


Sementara Wanda yang mendengar ucapan demi ucapan dari Axel merasakan sakit di hatinya. Wanda tidak menyangka jika Axel akan berkata seperti itu.


"Axel," panggil Wanda.


Axel melihat kearah Wanda. Begitu juga Lenny. Keduanya menatap wajah Wanda dan keenam teman-temannya.


"Kenapa kamu bicara seperti itu. Bukannya kamu tahu bagaimana perasaan aku kekamu selama ini. Tapi kenapa kamu pura-pura tidak tahu," sahut Wanda.


"Aku memang tahu perasaan kamu padaku. Tapi kamu juga tahu seperti apa sikapku dan perasaanku ke kamu. Aku sudah pernah mengatakan hal itu kekamu. Jadi jangan salahkan aku jika aku bersikap seperti ini kekamu."


"Apa alasan kamu menolakku, Axel? Apa ada yang kurang dalam diri aku sehingga kamu nggak bisa buka hati kamu untuk aku? Aku yang terlebih dahulu kenal kamu. Tapi kenapa dia yang mendapatkan kamu." Wanda berbicara sambil menunjuk kearah Lenny.


Lenny dan Axel saling memberikan tatapan. Setelah itu, Lenny dan Axel kembali menatap wajah Wanda dan teman-temannya.


"Kamu salah Wanda. Bukan kamu yang terlebih dahulu bertemu denganku. Tapi Lenny! Lenny adalah orang pertama yang bertemu denganku. Aku dan Lenny satu sekolah dulu. Kita teman satu SMP dan juga SMA."


Mendengar jawaban dari Axel membuat Wanda terkejut. Begitu juga dengan Arianna, Kelly, Kathy, Pamela, Janet dan Lori terkejut. Mereka tidak menyangka jika Lenny dan Axel adalah teman satu sekolah.

__ADS_1


__ADS_2