KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Sosok Rendra


__ADS_3

Darren saat ini berada di perusahaan Micro Sinopec. Lebih tepatnya, Darren berada di ruang sistem keamanan. Darren saat ini tengah memeriksa setiap detil ruangan sistem keamanan tersebut dengan teliti. Tatapan matanya menunjukkan tatapan penuh amarah dengan warna bola matanya berwarna abu-abu.


Saat ini sosok Rendra telah menguasai tubuh Darren. Rendra mengambil alih tubuh Darren untuk memuluskan rencana balas dendam Darren terhadap orang yang sudah berani mengusik perusahaan Micro Sinopec.


Sementara Steven yang menemaninya sejak tadi hanya berdiri di sisi meja kerja Darren dengan tatapan matanya terus menatap kearah Darren. Bahkan sesekali Steven menatap kearah manik Darren. Di dalam hati Steven mengatakan sejak kapan bosnya itu menyukai lensa mata.


Steven melihat warna bola mata Darren berwarna abu-abu bukan coklat. Steven tidak tahu bahwa saat ini dirinya bersama dengan altar ego Darren.


Ketika sosok Rendra sedang fokus menyisir setiap apa yang ada di ruangan sistem keamanan itu dengan Steven yang setia menemani dan memperhatikan sosok Rendra. Detik kemudian, Steven mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Steven memutuskan untuk menghubungi salah satu sahabat Bos nya itu.


Alasan Steven memutuskan untuk menghubungi salah satu sahabat Bos nya karena Steven merasakan aura yang tak mengenakkan di ruangan yang dia pijak.


"Bos, saya permisi keluar sebentar. Ponsel saya bergetar menandakan ada sebuah panggilan masuk," ucap Steven bohong.


Rendra menjawab dengan melayangkan tangannya ke udara dengan maksud mengizinkan Steven keluar tanpa melihat kearah lawan bicaranya.


"Terima kasih Bos."


Setelah mengatakan itu, Steven pun langsung pergi meninggalkan Rendra sendirian di ruang sistem keamanan.


***


Di kediaman milik Darren terlihat beberapa orang berkumpul di ruang tengah. Mereka adalah anggota keluarga Darren, ketujuh sahabat-sahabatnya Darren serta Elzaro bersama sahabat-sahabatnya.


Mereka saat ini tengah membahas Darren yang tiba-tiba menghilang. Anggota keluarga Smith tidak mengetahui keberadaan Darren dimana. Mereka mengetahui Darren tidak ada di kamarnya dari Gilang dimana Gilang berniat untuk memanggil adiknya itu untuk makan siang karena adiknya itu belum mengisi perutnya sejak pagi.


Baik anggota keluarga Smith maupun ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, Elzaro dan sahabat-sahabatnya saat ini benar-benar khawatir akan Darren.


"Ach, sial! Ponsel Darren tidak aktif!" Qenan berucap dengan wajah kesal bercampur khawatir.


"Apa Paman Erland dan Bibi Agneta tidak tahu kemana Darren pergi?" tanya Elzaro dengan menatap Paman dan Bibinya secara bergantian.


"Tidak, nak! Yang Paman tahu kalau Darren ada di kamarnya. Dan Darren tidak ada keluar kamar sejak kita membujuknya untuk sarapan," jawab Erland.


"Iya, sayang. Yang dikatakan Pamanmu benar. Ketika sarapan pagi, kakak kamu Adnan pergi ke kamar Darren untuk membujuknya sarapan. Namun usaha kakak kamu tidak membuahkan hasil. Justru Darren mengatakan kepada Adnan kalau dia tidak nafus makan. Darren akan makan jika dia benar-benar lapar," ucap Agneta menambahkan. Wajah Agneta benar-benar khawatir akan putranya itu.


"Kita semua tidak mengetahui kepergian Darren. Kita juga tidak melihat Darren keluar dari dalam kamarnya," sahut Andra.


Mendengar jawaban sekaligus penjelasan dari kedua orang tua dan kakak kedua Darren membuat ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, Elzaro dan sahabat-sahabatnya merasakan kesedihan di hati masing-masing.


"Ren, lo dimana?" Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan berucap di dalam hatinya masing-masing.

__ADS_1


Ketika anggota keluarga Smith, ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, Elzaro dan sahabat-sahabatnya tengah memikirkan Darren yang tidak tahu keberadaannya, tiba-tiba ponsel milik Dylan berbunyi menandakan sebuah panggilan masuk.


Dylan yang mendengar ponselnya berbunyi langsung mengambil ponselnya itu di saku celananya.


Setelah ponselnya di tangannya, tatapan matanya melihat nama 'Steven' di layar ponselnya.


"Siapa, Lan?" tanya Jerry.


"Steven," jawab Dylan.


"Jawab, Lan! Siapa tahu penting," ucap Willy.


"Ini mau aku angkat," jawab Dylan.


"Loundspeaker panggilannya, nak Dylan!" mohon Erland.


"Baik, Paman!"


Setelah itu, Dylan pun langsung menjawab panggilan masuk dari Steven orang kepercayaannya dan orang yang diandalkan untuk memimpin perusahaan Micro Sinopec selama tidak ada Darren di perusahaan tersebut.


"Hallo, Steven. Ada apa?"


"Hallo, Bos Dylan. Maaf jika saya mengganggu Bos."


"Saya ingin mengatakan bahwa Bos Darren ada di di perusahaan Micro Sinopec, Bos!"


Mendengar penuturan dari Steven yang mengatakan bahwa Darren berada di perusahaan Micro Sinopec membuat mereka semua terkejut.


Dan detik kemudian, rasa terkejut mereka berganti dengan rasa kelegaan panjang setelah mengetahui keberadaan Darren.


"Bos."


"Iya, ada apa?"


"Bos Darren berada di ruangan sistem keamanan. Bos sedang menyelidiki penyebab kerusakan sistem keamanan tersebut. Satu bukti sudah Bos dapatkan ketika berada di ruang penyimpanan data. Tinggal bukti di ruang sistem keamanan."


Mendengar penuturan dari Steven membuat Dylan serta yang lainnya tersenyum. Namun senyuman mereka menunjukkan arti bahwa akan ada mala petaka besar terjadi yang menjadi pelakunya adalah Darren. Sedangkan yang menjadi korbannya adalah orang yang sudah mengusik milik Darren.


"Apa kau melihat tanda-tanda yang aneh dalam diri Bos kamu itu?" tanya Dylan.


"Eeemmm... Bos!"

__ADS_1


"Ada apa? Katakan!"


"Saya memperhatikan bola matanya Bos yang berbeda dari biasanya."


"Apa kau akan mengatakan bahwa warna bola mata Bos kamu itu berwarna abu-abu?"


"Be-benar Bos. Bola matanya Bos Darren berwarna abu-abu."


Mendengar jawaban dari Steven membuat anggota keluarga Smith, ketujuh sahabat-sahabatnya Darren, Elzaro dan sahabat-sahabatnya terkejut. Mereka semua tampak ketakutan jika sosok Rendra yang menguasai tubuh Darren.


"Sejak kapan bola mata Bos Darren berubah warna?"


"Saya tidak tahu sejak kapan warna bola matanya Bos Darren berubah warna. Saya menyadarinya ketika berada di ruangan sistem keamanan."


"Baiklah. Dengarkan aku baik-baik. Kamu cukup melakukan apa yang diminta oleh Bos kamu itu. Jangan membantah sama sekali. Pokoknya intinya, jangan buat Bos kamu itu marah. Mengerti!"


"Baik, Bos. Saya mengerti."


"Saya dan sahabat-sahabat saya akan kesana."


"Baik, Bos."


Pip..


Setelah mengatakan itu, Dylan langsung mematikan panggilannya secara sepihak. Kemudian Dylan menatap kearah anggota keluarga Smith, sahabat-sahabatnya, Elzaro dan sahabat-sahabatnya Elzaro.


"Lebih baik kita susul Darren ke perusahaan Micro Sinopec. Sekarang ini Darren sudah dikuasai oleh Rendra. Jangan sampai sosok Rendra membunuh para pengkhianat itu," sahut Dylan.


"Kita masih membutuhkan para pengkhianat itu untuk menggali informasi mengenai dalang yang sebenarnya," sahut Rehan.


"Jika para pengkhianat itu mati dengan mudah ditangan Darren atau Rendra, kita semua akan kesulitan mencari tahu dalang tersebut. Musuh kita kali ini benar-benar licik dan pintar menyembunyikan identitasnya," ucap Darel.


"Hm." semuanya menganggukkan kepalanya tanda setuju akan ucapan dari Rehan dan Darel.


Qenan melihat kearah Elzaro sembari berucap, "Elzaro. Kau dan sahabat-sahabatmu tetap disini. Tenaga kalian dibutuhkan disini."


"Baiklah!" Elzaro langsung mengiyakan perkataan dari Qenan.


"Baik!" Allan, Diego, Melky, Derry dan Glen menjawab bersamaan sembari menganggukkan kepalanya.


"Ayo pergi!" seru Willy bersamaan dirinya beranjak dari duduknya.

__ADS_1


Qenan, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan seketika langsung berdiri dari duduknya ketika mendengar seruan dan ajakan dari Willy.


Setelah mengatakan itu. Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan langsung pergi meninggalkan kediaman pribadi Darren untuk menuju perusahaan Micro Sinopec.


__ADS_2