KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kemarahan Jerry Dan Axel


__ADS_3

Lino saat ini bersama dengan anggota Vagos di markas. Dirinya meminta anggotanya untuk berkumpul karena ada sesuatu yang ingin disampaikannya.


"Ada apa, Lino?" tanya salah satu anggota sekaligus sahabatnya Lino yang bernama Diego


"Aku mendapatkan telepon dari ketua geng motor Bruiser. Dia memintaku untuk menemuinya di cafe yang terkenal di Jerman."


"Terus keputusan lo apa?" tanya Melky, sahabat Lino juga.


"Aku akan kesana," jawab Lino.


"Gue ikut sama lo," sahut Derry.


"Gue juga ikut," sahut Melky dan Diego bersamaan.


"Iya, udah! Yang ikut dengan gue adalah Melky, Diego, Derry, Allan dan Glen.


"Baik," ucap mereka kompak.


Ketika Lino dan anggotanya tengah membahas rencana untuk pergi ke cafe, tiba-tiba ponsel milik Lino berbunyi. Lino yang mende bunyi ponselnya langsung mengambil ponselnya di saku celananya.


Tanpa membuang waktu lagi, Lino langsung menjawab panggilan tersebut, karena Lino sudah tahu apa yang akan disampaikan oleh si penelpon tersebut.


"Hallo."


"Hallo, Bos. Aku sudah mendapatkan titik terang keberadaan saudari kembarmu, Bos! Hanya saja aku belum bisa mengetahui seperti apa wajahnya."


"Tidak apa-apa. Tak masalah. Sekarang katakan padaku dimana dia sekarang?"


"Dari hasil penyelidikan saya satu bulan ini. Saya mencurigai satu orang gadis. Gadis itu bekerja sebagai Manager Keuangan di perusahaan ER'Land. Gadis itu baru dua bulan bekerja disana."


"Bos tahu tidak siapa pemilik dari perusahaan ER'Land itu?"


"Siapa?"


"Keluarga Smith."


"Keluarga Smith?" tanya Lino.


"Iya, Bos. Keluarga Smith itu keluarga terkaya nomor 2 di dunia dan di Jerman. Dan posisi ke 3 sampai posisi ke 9 itu dipegang oleh ketujuh sahabat dari pemilik perusahaan ER'Land."


"Apa alasan kecurigaanmu terhadap gadis itu?"


"Alasanku adalah karena namanya juga sama dengan nama dari adik perempuan Bos yaitu nona Kathleen."


"Apa? Ja-jadi nama gadis itu adalah Kathleen?"


"Iya, Bos. Tapi saya belum bisa mendapatkan latar belakang gadis itu. Dan saya juga belum bisa memastikan. Apakah gadis itu adalah nona Kathleen, saudari kembarnya Bos. Atau hanya kebetulan saja namanya sama."

__ADS_1


"Baiklah, saya mengerti! Terima kasih atas informasinya. Setidaknya dengan begini aku sudah mendapatkan sedikit petunjuk mengenai adik perempuanku."


"Sama-sama, Bos! Bos tidak perlu khawatir. Aku akan terus mengawasi gadis itu dan membuktikan kebenarannya."


"Baiklah."


Setelah mengatakan itu, baik Lino maupun orang suruhannya sama-sama mematikan panggilannya.


"Semoga saja itu kau, sayang!" Lino berucap di dalam hatinya.


***


Darren saat ini berada di rumah pribadinya. Pulang dari kampus, Darren memutuskan pulang ke rumahnya.


Tujuan Darren pulang ke rumahnya adalah untuk mengganti mobil ke motornya. Jadi Darren akan menggunakan motornya untuk pergi menemui ketua geng motor Vagos di cafe terkenal di Jerman.


Saat ini Darren tengah berada di kamarnya sedang bersiap-siap. Begitu juga dengan ketujuh sahabatnya. Mereka akan bertemu di persimpangan. Dan dari sanalah nanti mereka akan menuju cafe yang terkenal di Jerman.


Sebelum Darren meninggalkan kampus. Darren sudah memberitahu kedua kakaknya yaitu Darka dan Gilang bahwa dirinya akan pulang ke rumahnya untuk mengambil motor. Setelah itu, dirinya dan ketujuh sahabatnya akan pergi ke suatu tempat.


Mendengar penjelasan dari Darren. Gilang dan Darka pun mengerti dan memberikan izin padanya.


Ketika Darren telah dalam rapi. Darren pun segera meninggalkan kamar untuk segera pergi menuju cafe yang telah ditentukan.


***


Kini Darren dan ketujuh sahabatnya sudah berada di parkiran cafe. Lima menit yang lalu mereka baru saja sampai di cafe.


Sesampainya mereka di cafe, mereka tidak langsung masuk ke dalam. Justru mereka mempersiapkan sesuatu jika terjadi yang tidak diinginkan ketika bersama dengan geng motor Vagos.


"Apa kalian siap bertemu dan membahas masalah ini dengan geng motor Vagos?" tanya Darren.


"Kami selalu siap, Ren!" Qenan, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel menjawab secara bersamaan.


"Baiklah. Kalau begitu, ayo kita masuk!" seru Darren.


Setelah itu, mereka pun melangkahkan kakinya untuk memasuki cafe.


Ketika Darren dan ketujuh sahabatnya hendak memasuki cafe. Mereka mendengar deru mesin motor memasuki parkiran cafe.


Baik Darren maupun ketujuh sahabatnya langsung menolehkan wajahnya untuk melihat ke asal suara. Dan dapat Darren dan ketujuh sahabatnya lihat. Anak-anak Vagos telah datang.


Darren dan ketujuh sahabatnya melihat sekitar 6 orang termasuk sang ketua yang datang.


Setelah memarkirkan motornya. Lino dan kelima sahabatnya pergi meninggalkan parkiran dan menuju cafe.


Seketika langkah mereka terhenti ketika melihat keberadaan geng motor Bruiser di depannya.

__ADS_1


Baik geng motor Bruiser maupun geng motor Vagos saling memberikan tatapannya.


"Kenapa kau menyuruhku kemari? Buang-buang waktuku saja," ucap ketus Lino dengan menatap tajam Darren.


"Jika aku boleh jujur padamu. Aku juga tidak sudi untuk bertemu denganmu. Masih banyak pekerjaan lain yang lebih penting yang harus aku selesaikan. Tapi karena aku ingin segera menyelesaikan masalah ini padamu dan juga geng motormu. Aku pun terpaksa meninggalkan semua tugas-tugasku hanya untuk bertemu denganmu." Darren berbicara lebih ketus dari pada Lino.


Darren dan Lino saling memberikan tatapan mematikan mereka masing-masing. Seakan-akan tatapan keduanya itu adalah tatapan peperangan.


"Lebih baik tahan emosimu. Kita bicarakan masalah ini di dalam. Aku sudah memesan tempat khusu untuk kita semua. Jadi tidak akan ada yang mendengar pembicaraan kita."


Setelah mengatakan itu, Darren pun langsung melangkah memasuki cafe. Dan diikuti ketujuh sahabatnya di belakang.


"Bagaimana, Lino? Apa kita tetap masuk ke dalam?" tanya Melky.


"Kita akan tetap masuk. Aku juga penasaran, apa yang akan dibicarakan oleh ketua geng motor Bruiser itu," jawab Lino.


"Lino benar. Lagi pula kita sudah terlanjur datang kesini. Jika kita pergi dari sini, sayangkan? Pertama, waktu kita sudah terbuang untuk datang kesini. Kedua, kita tidak tahu apa yang akan dibicarakan oleh ketua geng motor Bruiser itu kepada kita." Allan berucap.


Mendengar penjelasan dari Allan membuat Lino, Diego, Melky, Derry dan Glen menganggukkan kepalanya. Mereka membenarkan perkataan Allan.


"Ya, sudah kalau begitu. Ayo, kita masuk!" seru Lino.


Setelah mengatakan itu, Lino dan kelima sahabatnya melangkah memasuki cafe tersebut.


^^^


Kini semuanya sudah berada di satu ruangan yang ada di cafe. Mereka duduk di sofa panjang yang ada di ruangan itu.


"Sekarang, katakan padaku. Apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Lino langsung.


"Baiklah. Aku akan langsung ke poinnya. Kau kembali membentuk geng motor Vagos dimana geng tersebut sudah resmi bubar. Tujuanmu hanya satu. Kau ingin membalas kematian kakak angkatmu. Kau menuduhku dan juga geng motorku yang telah membunuh kakak angkatmu." Darren berbicara dengan wajah dinginnya. Namun nada bicara masih terdengar lembut.


"Itu bukan tuduhan. Tapi memang kau dan geng motormu yang telah membunuh kakak laki-lakiku!" bentak Lino sambil menunjuk wajah Darren.


Brak!


Jerry dan Axel secara bersamaan menggebrak meja dengan kuat. Mereka marah akan sikap Lino yang tidak bisa menahan emosinya. Padahal Darren, sahabatnya berusaha bersikap tenang dan sabar.


"Tolong tahan emosimu!" bentak Jerry.


"Kita datang kesini baik-baik. Tapi lo tidak menghargainya sama sekali!" bentak Axel.


"Jer, Xel!" tegur Darren.


"Maaf, Ren!" jawab Jerry dan Axel bersamaan.


Darren menatap wajah Lino intens. Dirinya mengerti dan juga paham akan tindakan Lino. Mungkin jika Darren berada diposisi Lino. Darren akan melakukan hal yang sama. Tapi bedanya, Darren akan mencari bukti terlebih dahulu.

__ADS_1


__ADS_2