
Waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore. Saat ini semua anggota keluarga Smith termasuk Darren tengah berkumpul di ruang tengah.
"Mama," panggil Darren.
Agneta yang mendengar panggilan dari putranya itu langsung melihatnya. Begitu juga dengan yang lainnya.
"Ada apa sayang?" tanya Agneta.
"Coba Mama lihat ini," ucap Darren dengan memberikan sebuah foto kepada Agneta.
Foto yang diberikan oleh Darren kepada Agneta adalah foto yang diperlihatkan oleh Elzaro padanya kemarin. Darren meminta foto itu kepada Elzaro untuk diperlihatkan kepada ibunya.
Agneta menerima foto yang diberikan oleh Darren kepadanya. Dan setelah itu, Agneta melihat foto tersebut.
Seketika air mata Agneta mengalir membasahi wajah cantiknya ketika melihat sosok perempuan yang begitu dia cintai dan juga dia rindukan.
"Mama," lirih Agneta.
Erland yang duduk di samping Agneta langsung mengusap lembut punggungnya. Erland juga ikut melihat foto itu.
"Papa, berikan foto itu padaku!" pinta Davin.
"Mama," panggil Darren lagi.
Agneta melihat kearah putranya. Setelah itu, Agneta kembali menatap wajah ibunya di foto itu.
"Sayang, aku pinjam ya!"
Erland mengambil foto itu, lalu memberikannya kepada Davin. Davin pun menerima foto itu.
Melihat hal itu, semua adik laki-lakinya langsung mengerubungi Davin untuk ikut melihat foto itu, kecuali Darren.
"Apa Mama kenal dengan dua orang yang berdiri di samping kiri dan kanan Nenek Belinda?" tanya Darren.
"Jika Mama kenal dengan mereka. Aku mohon sama Mama. Tolong ceritakan padaku dan kita semua. Jangan disembunyikan lagi. Kami semua berhak tahu." Darren menghentikan perkataannya sejenak dengan tatapan matanya menatap wajah ibunya.
"Itu pun jika Mama masih menyayangiku dan menganggapku putra Mama," ucap Darren melanjutkan perkataannya.
Mendengar perkataan dari Darren, seketika Agneta langsung melihat kearah Darren. Dan dapat Agneta lihat bahwa putranya itu benar-benar ingin mengetahui tentang dua orang yang ada di foto itu.
"Mama, Darren benar! Jika Mama mengetahui apa yang tidak kami ketahui selama ini, tolong ceritakan kepada kami!" Andra juga ikut meminta kepada ibunya agar menceritakan tentang dua orang yang berdiri di samping kiri dan kanan Neneknya.
"Secara detailnya Mama tidak tahu permasalahannya. Nenek kalian tidak pernah menceritakan apapun tentang keluarganya," sahut Agneta.
"Dan jujur, Mama tidak berbohong kepada kalian terutama kamu sayang." Agneta berbicara sembari melihat kearah Darren. "Mama benar-benar tidak kenal dengan kedua orang yang ada di dalam foto ini selain Nenek kalian!."
"Lalu bagaimana dengan kakek?" tanya Gilang
"Sama saja. Kakek kalian juga tidak jauh beda dengan Nenek kalian. Setiap Mama, Mama kalian dan Paman kalian menanyakan tentang keluarganya. Nenek kalian langsung marah-marah. Sejak itulah baik Mama, Mama kalian dan Paman kalian tidak pernah lagi menanyakan hal itu."
"Tapi..."
__ADS_1
"Tapi apa, Mama?" tanya Dzaky.
Mereka semua menatap wajah Agneta. Mereka berharap mendapatkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan mereka.
"Mama pernah tidak sengaja mendengar suara seseorang yang sedang menangis. Dengan rasa penasaran Mama. Mama mengikuti suara tangisan itu. Dan yang membuat Mama terkejut adalah suara tangisan itu adalah suara tangisan Nenek kalian. Nenek kalian bersama kakek kalian di dalam kamar."
"Apa yang terjadi Mama? Tidak mungkin Mama tidak mendengar apapun ketika Mama berada di depan kamarnya kakek dan nenek?" tanya Adnan.
Flashback On
"Sayang, sungguh aku sangat merindukan keluargaku. Aku merindukan Papi, kakak Robert dan Della, adik perempuanku." Belinda berucap sembari terisak di pelukan suaminya.
"Jika kamu merindukan mereka, kenapa kamu tidak pulang menemui mereka?" tanya Darwin dengan tangannya mengusap lembut lengan istrinya.
Darwin selama ini bungkam dikarenakan menuruti kemauan Belinda. Jika tidak, Darwin pasti akan menceritakannya kepada putra dan putrinya.
"Aku takut! Aku takut akan kemarahan Papi. Aku tidak masalah jika Papi memarahiku. Tapi aku tidak akan pernah menerima kalau Papi sampai memarahi kamu. Apalagi sampai membenci kamu."
"Kamu kan belum mencobanya. Kenapa kamu sudah berpikir seperti itu?"
"Aku mengenal Papiku, Darwin! Dia itu orang keras dan juga egois. Dia selalu memaksakan kehendaknya kepada anak-anaknya. Jika anak-anaknya membangkang, maka dia akan marah besar. Jika saja saat itu aku menuruti kemauannya, maka kita tidak akan pernah bersama sampai saat ini."
"Kamu tidak lupakan bagaimana sikap Papi terhadap kamu ketika kamu datang bersama kedua orang tua kamu untuk melamarku? Kamu tidak lupakan dengan perkataan Papi yang ditujukan kepada kedua orang tuamu?"
Darwin hanya diam mendengar pertanyaan dari Belinda, istrinya. Jika boleh jujur, Darwin marah akan sikap kasar dari ayahnya mertuanya saat itu. Tapi Darwin sama sekali tidak memiliki dendam terhadap mertuanya itu. Begitu juga dengan kedua orang tuanya.
"Yang paling aku takutkan saat ini adalah aku bukan lagi bagian keluarga Radmilo. Pada saat aku pergi meninggalkan rumah karena aku lebih memilih kamu dan menolak perjodohan itu. Papi dengan kejam mencabut marga Radmilo di belakang namaku. Papi juga tidak sudi menganggapku sebagai putrinya."
Agneta yang sedari tadi mendengar perkataan kedua orang tuanya seketika terkejut. Dia tidak menyangka jika ibunya tengah berperang dengan keluarganya
Flashback Off
"Itulah yang Mama dengar ketika Mama tidak sengaja mendengar tangisan Nenek kalian," ucap Agneta.
Mendengar cerita dari Agneta membuat mereka semua terkejut dan juga menangis ketika mendengar kehidupan pahit yang dialami oleh Belinda.
"Apa Mama Belva sudah mengetahui hal itu, Mama?" tanya Darka.
"Sudah, sayang! Setelah Mama tak sengaja mendengar keluh kesah dan kesedihan nenek kalian. Mama langsung menceritakannya kepada Mama kalian."
"Apa reaksi Mama Belva, Mama?" tanya Davin.
"Sama seperti Mama."
Agneta menatap wajah Darren. Yang juga tengah menatapnya.
"Sayang. Kamu mendapatkan foto ini dari mana?"
"Dari Elzaro," jawab Darren.
"Apa Elzaro yang kamu maksud itu, pemuda yang sudah nolongin kakak dan Kathleen saat di mall itu?" tanya Darka menatap wajah adik laki-lakinya.
__ADS_1
"Iya," jawab Darren.
"Lalu dari mana Elzaro mendapatkan foto itu? Dan kenapa ada pada dia?" tanya Gilang.
Darren tersenyum ketika mendengar pertanyaan dari Gilang. "Apa kalian ingin tahu siapa sosok yang ada di dalam foto itu? Dan kenapa mereka berfoto bersama dengan Nenek Belinda?" tanya Darren dengan menatap satu persatu wajah anggota keluarganya.
"Siapa mereka, Nak? Apa hubungan ketiganya?" tanya Erland.
"Mereka adalah kakak laki-laki dan adik perempuannya Nenek Belinda. Aku mendapatkan foto itu dari Elzaro. Nama panjang Elzaro adalah Elzaro Adelino Radmilo."
Deg..
Mereka semua terkejut ketika mendengar perkataan dari Darren.
"Jadi..." ucapan Agneta terhenti.
"Yang laki-laki bernama Robert Radmilo. Sedangkan yang perempuan bernama Della Radmilo. Sementara nama nenek adalah Belinda Radmilo. Elzaro adalah cucu dari Robert Radmilo."
"Dan kalian pasti terkejut jika aku kasih tahu hal ini, terutama kakak Darka."
"Apa itu, Ren?" tanya Darka penasaran.
"Elzaro Adelino dan Kathleen Adelia, mereka adalah kembar!"
"Maksud kamu Kathleen Johnson?" tanya Darka dengan wajah terkejutnya.
"Iya. Keluarga Johnson itu adalah keluarga yang telah merawat Kathleen selama ini. Sementara keluarga Radmilo adalah keluarga kandungnya," ucap Darren.
"Sejak kapan kamu tahu semua ini sayang?" tanya Agneta.
"Elzaro menceritakan semuanya padaku kemarin."
"Jadi itu alasan kamu minta izin untuk ke cafe kemarin?" tanya Andra.
"Hm." Darren bergumam sembari menganggukkan kepalanya.
"Jika keluarga Radmilo adalah keluarga kandungnya Nenek. Berarti mereka keluarga kita. Keluarga dari pihak nenek. Jadi aku dan Kathleen...."
Darka seketika menundukkan kepalanya ketika sadar akan hubungan asmaranya dengan Kathleen.
"Sayang," ucap Erland langsung berdiri dari duduknya dan berpindah duduk di samping putra keenamnya itu.
"Papa, Kathleen adalah saudari sepupuku. Berarti kami harus putus," ucap Darka.
Mendengar perkataan dari Darka membuat mereka semua sedih. Mereka menatap wajah Darka dengan tatapan iba.
"Kita memang sepupuan dengan keluarga Radmilo, tapi sepupu jauh. Jadi kakak Darka dan kak Kathleen masih tetap diperbolehkan untuk pacaran. Yang tidak boleh itu adalah jika anak laki-lakinya kakak Davin menikahi anak perempuannya kakak Andra, karena gen yang mereka miliki sangat dekat. Darah yang mengalir dalam tubuh mereka sama-sama darah gen keluarga Smith. Begitu juga dengan anak-anaknya kakak Daffa, kakak Tristan dan kakak Davian. Walaupun gen nya dari keluarga Odelia, karena Bibi Carissa adalah adik perempuannya Papa."
"Jika kita menikah dengan sepupu yang memiliki gen yang terlalu dekat seperti anaknya kakak Davin dengan anaknya kakak Andra, maka hasilnya anak akan lagi tidak sehat."
"Hubungan kakak Darka dan kak Kathleen tidak ada masalah. Disini yang berhubungan dekat dengan keluarga Radmilo adalah Nenek Belinda. Mama, Mama Agneta dan Paman Brian berasal dari keluarga Garcia. Sementara kita berasal dari keluarga Smith. Sangat jauh, bukan?!"
__ADS_1
Mendengar perkataan dan penjelasan dari Darren mengenai hubungan keluarga membuat mereka semua bisa bernafas lega, terutama Darka.
Dan mereka juga membenarkan apa yang dikatakan oleh Darren bahwa hubungan kekeluargaan mereka dengan keluarga Radmilo sangatlah jauh. Mereka berhubungan dengan keluarga Radmilo karena adanya Belinda, ibu dan nenek mereka.