KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Nasehat Para Kakak Untuk Adrian Dan Mathew


__ADS_3

Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah berada di lokasi yang dijanjikan. Mereka saat ini berada di perusahaan FLOWER GROUPS.


Perusahaan Flower Groups merupakan perusahaan terbesar di dunia dimana perusahaan itu tidak bekerja sendirian melainkan ada sekitar 50 perusahaan besar, ternama dan terkenal bergabung di dalamnya. Semua perusahaan tersebut memiliki peran penting untuk perusahaan Flower Groups tersebut.


Dari 30 perusahaan besar, ternama dan terkenal itu. Delapan perusahaan tersebut adalah milik Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya. Mereka juga tergabung di perusahaan Flower Groups dengan saham terbesar yang mereka miliki di perusahaan tersebut.


"Bagaimana? Masuk sekarang?" tanya Qenan dengan menatap satu persatu wajah sahabat-sahabatnya.


"Ayo!" ajak Darren.


Setelah mengatakan itu, Darren langsung melangkahkan kakinya memasuki perusahaan FLOWER GROUPS dan diikuti oleh ketujuh sahabat-sahabatnya di belakang.


^^^


Di ruang rapat sudah berkumpul semua pengusaha terkenal dan ternama dari berbagai negara dan kota untuk mengadakan rapat saham. Hanya delapan pengusaha atau delapan perusahaan yang belum hadir dalam rapat tersebut.


Rapat seharusnya sudah dilakukan sejak pukul 8 pagi tadi. Seluruh pengusaha atau pemilik perusahaan sudah duduk rapi di kursi masing-masing, namun ada satu hal yang kurang yaitu delapan perusahaan ternama dan terkenal di dunia dan di Jerman. Delapan perusahaan yang mana pimpinan yang begitu solid dan bijaksana kepada semua karyawan dan karyawatinya belum hadir dalam rapat tersebut.


Sudah hampir dua puluh menit semua penguasa menunggu kedatangan kedelapan perusahaan tersebut. Tidak seperti biasanya. Setiap mengadakan rapat, kedelapan perusahaan itu selalu datang tepat waktu.


Ketika semua orang yang ada di dalam ruangan rapat tersebut tengah menunggu kedatangan kedelapan perusahaan itu, tiba-tiba terdengar suara pintu ruang rapat dibuka. Setelah pintu terbuka, terlihat sosok delapan pemuda tampan yang ditunggu-tunggu oleh semua pengusaha yang ada di dalam ruangan tersebut.


Mereka adalah Darrendra Smith, Yonathan Axel Immanuel, Qenan Syver William, Willy Anse Dominic, Darelano Dustine, Azel Rehan Zordi, Aron Jerry Antonius dan Dylan Alfred Carlo.


"Maaf kami datang terlambat," Willy mewakili sahabat-sahabatnya.


"Tidak masalah tuan Willy. Kami semua mengerti!" jawab sang pemilik perusahaan FLOWER GROUPS.


"Baiklah. Dikarenakan tuan Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya sudah datang. Kita mulai saja rapat tahunannya ini," ucap salah satu pengusaha.


"Ya, mari!" seru semuanya bersamaan.


***


Erica saat ini sedang bersama dengan Carissa di ruang tengah. Lebih tepatnya Carissa sedang menemani Erica belajar.


Ketika Erica sedang serius mengerjakan setiap soal ada satu yang tidak dimengerti oleh Erica. Kemudian Erica meminta bantuan kepada sang nenek.


"Oma."


Mendengar panggilan dari cucunya, Carissa pun langsung menghentikan aktifitas mengirim beberapa produk kosmetik miliknya ke aku penjualan miliknya. Tatapan matanya langsung melihat kearah Erica yang tengah menatap dirinya.


"Ada apa sayang?"


"Oma ini Erica Nggak ngerti," jawab Erica sembari menunjuk soal dengan menggunakan pensilnya.


Carissa melihat kearah tunjuk Erica. Carissa membaca soal ibu secara seksama. Setelah beberapa detik membaca soal itu, Carissa pun memberitahu caranya kepada Erica.


"Begini sayang. Lihat Oma contohkan."


Carissa kemudian mencontohkan dengan sebuah soal Carissa mencontohkannya juga dengan sebutan jawaban.

__ADS_1


Sementara Erica menatap serius kertas putih itu. Erica menyimak dan mendengar setiap Carissa ucapkan dan Carissa tulis di kertas tersebut.


Detik kemudian, terukir senyuman manis di bibir Erica.


"Oma sekarang Erica sudah mengerti."


"Baguslah kalau begitu. Oma senang mendengarnya."


Setelah itu, Erica kembali melanjutkan mengerjakan tugas sekolahnya dengan tersenyum manis.


Ketika Erica sibuk mengerjakan tugas sekolah dengan ditemani oleh Carissa, tiba-tiba Agneta, ER'Land dan putra-putranya datang menghampiri keduanya.


"Erica sedang apa sayang?" tanya Agneta sembari menduduki pantatnya di kursi.


"Ini Oma. Carissa sedang mengerjakan tugas sekolah," jawab Erica.


"Bisa ngerjain soalnya?" tanya Andra.


"Bisa Paman Andra, walau tadi ada satu soal yang tidak Erica mengerti. Berkat bantuan Oma Carissa akhirnya Erica bisa mengerjakannya."


Mendengar jawaban panjang yang diberikan oleh Erica membuat Andra tersenyum. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.


Erland menatap jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Sudah pukul 4 sore," gumam Erland.


"Ini sudah pukul 4 sore. Kenapa Darren belum pulang juga?" tanya Erland tiba-tiba.


Mendengar ucapan sekaligus pertanyaan dari Erland membuat Agneta dan yang lainnya seketika sadar bahwa Darren belum kembali pulang ke rumah. Seingat mereka bahwa Darren pergi meninggalkan rumah sekitar pukul 8 pagi.


"Jangan lupa loundspeaker panggilannya Davin."


"Baik, Pa!"


Setelah mengatakan itu, Davin mengambil ponselnya di saku celananya. kemudian Davin menekan nomor adiknya itu.


Beberapa detik kemudian...


"Hallo, kak!"


"Hah!" seketika mereka semua menghela nafas leganya ketika mendengar suara Darren di seberang telepon.


"Kamu dimana? Dan kenapa belum pulang?"


"Ach, maaf kak Davin. Aku bersama ketujuh sahabat-sahabat aku sekarang berada di cafe. Kita makan dulu disana setelah selesai dari perusahaan Flower Groups."


Mendengar jawaban dari Darren yang mengatakan bahwa adiknya itu baru selesai dari perusahaan Flower Groups membuat Davin tersenyum. Begitu juga dengan Erland dan anggota keluarga lainnya.


Baik Erland maupun anggota keluarga lainnya tahu tentang perusahaan Flower Groups. Perusahaan tersebut adalah perusahaan besar dimana perusahaan tersebut bekerja sama dengan 30 perusahaan terkenal di dunia dan di Jerman.


"Kamu pulang ke rumah kan?"


"Lah, terus aku pulang kemana kalau bukan pulang ke rumah kakak Davin!"

__ADS_1


Davin seketika tersenyum ketika mendengar ucapan dari adiknya. Begitu juga dengan Erland dan anggota keluarga lainnya.


"Maksud kakak itu kamu pulang ke rumah kediaman Smith atau pulang ke rumah kamu?" tanya Davin menjelaskan maksud perkataannya barusan.


"Aku pulang ke rumah Papa. Tapi aku pulang sekitar pukul 6 sore. Pukul 6 sore sudah di rumah."


"Baiklah. Hati-hati bawa mobilnya. Jangan ngebut."


"Siap Kapten Davin!"


Davin kembali tersenyum. Namun kali ini senyuman Davin makin mengembang karena mendengar ucapan dari adiknya itu.


Setelah itu, baik Darren maupun Davin sama-sama mematikan panggilannya.


Erland menatap kearah kedua putranya dari Agneta yaitu Adrian dan Mathew. Dia ingin menasehati dan memberikan saran agar kedua putranya itu segera meminta maaf kepada Darren.


"Adrian, Mathew!" panggil Erland.


"Iya, Papa!"


"Papa minta kepada kalian nanti ketika kakak kalian pulang. Jangan buat kakak kalian itu marah."


"Tapi Papa. Aku dan kakak Adrian sepakat untuk meminta maaf sama kakak Darren," ucap Mathew.


"Iya, Papa tahu itu. Tapi tidak ketika kakak kalian baru pulang ke rumah. Biarkan kakak kalian istirahat dulu. Dan biarkan kakak kalian menghilang rasa marahnya, rasa kesalnya dan rasa kecewanya terhadap kalian. Setelah itu, barulah kalian meminta maaf kepada kakak kalian itu."


"Apa yang dikatakan oleh Papa kalian itu benar. Tunggu amarah dan kekecewaan kakak kalian itu mereda dan hilang dulu. Setelah itu, barulah kalian temui kakak kalian. Jika kalian berhasil, bicaralah baik-baik dengan kakak kalian itu." Agneta juga ikut menasehati kedua putranya.


"Baik Papa, baik Mama!" seru Adrian dan Mathew bersamaan.


"Jika nanti kakak kesayangan kalian itu memberikan maaf. Berubahlah! Jangan bersikap kekanak-kanakan lagi. Tidak semua keinginan kalian itu akan selalu dipenuhi dan dikabulkan. Ada saat keinginan kita itu terhalang akan sesuatu. Contohnya seperti tadi pagi dimana kakak kesayangan kalian itu benar-benar tidak bisa mengabulkan keinginan kalian. Dan kalian dengar barusankan bahwa kakak kesayangan kalian bersama ketujuh sahabat-sahabatnya baru selesai dari perusahaan Flower Groups? Itu tandanya kakak kesayangan kalian itu benar-benar sibuk dengan pekerjaannya." Davin berucap sembari memberikan penjelasan kepada Adrian dan Mathew.


"Dan mungkin saja kakak kesayangan kalian itu sudah terlebih membuat janji atau jadwal untuk beberapa hari, maka dari itulah kenapa kakak kesayangan kalian itu tidak bisa memenuhi keinginan kalian tadi pagi," sahut Andra.


"Iya, kak. Maafkan kami. Kami mengaku salah," ucap Adrian.


"Kami janji tidak akan bersikap kekanak-kanakan lagi. Dan kami akan memahami kesibukan kakak Davin, kakak Andra, kakak Dzaky, kakak Adnan, kakak Gilang, kakak Darka dan terutama kakak Darren." Mathew berucap dengan kesungguhan hatinya.


Davin serta yang lainnya tersenyum mendengar ucapan sekaligus janji dari Adrian dan Mathew.


"Ingat! Kalian memiliki tujuh orang kakak. Jika salah satunya tidak bisa datang di acara sekolah kalian, maka ada kakak-kakak kalian yang lainnya," ucap Dzaky.


"Iya, kak!" Adrian dan Mathew berucap bersamaan.


"Dan jangan lupakan kita!" seru Daffa, Tristan dan Davian bersamaan.


"Iya, kak!" jawab Adrian dan Mathew lagi.


"Ya, sudah kalau begitu. Mama akan membuat cemilan untuk kalian dan juga untuk Darren. Jadi nanti jika Darren pulang, Darren bisa mencoba cemilan buatan Mama."


Setelah mengatakan itu, Agneta langsung berdiri dari duduknya lalu melangkahkan kakinya menuju dapur. Dan diikuti oleh Carissa.

__ADS_1


__ADS_2