KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kabar Dari Elzaro


__ADS_3

Di kediaman keluarga Radmilo tampak ramai dimana semua anggota berkumpul.


Awalnya mereka ingin berangkat ke tempat kerja masing-masing, namun ditahan oleh Elzaro.


Elzaro mengatakan bahwa ada sesuatu yang ingin dibicarakan olehnya kepada anggota keluarganya.


Mendengar perkataan dan permohonan dari Elzaro, semua anggota keluarganya pun menganggukkan kepalanya masing-masing.


"Ada apa, sayang?" tanya Mita.


"Iya, Lino. Ada apa?" tanya Atalaric.


"Ini masalah Nenek Belinda," sahut Elzaro.


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat mereka semua terkejut dan juga penasaran. Mereka semua menatap kearah Elzaro.


"Aku sudah mengetahui kebenaran tentang keluarga Smith dan keluarga Garcia yang nama keluarganya sama dengan nama keluarga Darka dan Darren!" ucap Elzaro.


"Be-benarkah sayang?" tanya Robert dengan suara bergetarnya.


"Benar, kakek!"


"Katakan pada kakek, Lino! Apa itu mereka atau keluarga orang lain yang memang kebetulan namanya sama?" tanya Robert.


Elzaro tersenyum menatap wajah kakeknya yang terlihat begitu bahagia dan semangat.


"Darka, Darren dan kelima saudaranya adalah cucu kandung nenek Belinda."


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat mereka kembali terkejut. Bahkan keterkejutan mereka kali ini adalah keterkejutan yang disertai kebahagiaan.


"Lino, kamu sedang tidak bercandakan? Apa yang barusan kamu katakan kalau Darka, Darren dan kelima saudaranya adalah cucu-cucunya Belinda?" tanya Robert dengan berlinang air mata.


"Papi." Damian langsung memeluk tubuh ayahnya.


Kebetulan Damian duduk di samping ayahnya itu.

__ADS_1


"Tidak, Kakek! Aku serius. Darka, Darren dan kelima saudaranya benar-benar cucu kandung dari nenek Belinda.


"Terima kasih, Tuhan! Akhirnya kau mempertemukanku dengan adik perempuanku dan juga cucu-cucuku," ucap Robert dengan air mata yang masih mengalir.


"Tapi maaf, kakek!" seru Elzaro.


"Ada apa, sayang?" tanya Robert.


"Seperti yang sudah dikatakan oleh Alin empat hari yang lalu bahwa Nenek, dan kakeknya sudah lama meninggal. Begitu juga dengan ibu kandung dari Darka, Darren dan kelima saudaranya. Jadi kakek belum berhasil bertemu dengan Nenek Belinda karena disaat semuanya terbongkar, orang yang kakek cari sudah tidak ada lagi di dunia ini."


"Jadi aku minta kepada Kakek agar Kakek tetap kuat dan sabar. Walaupun Kakek tidak bisa bertemu lagi dengan Nenek Belinda dan Kakek Darwin. Tapi Tuhan masih memberikan kesempatan Kakek untuk bisa bertemu dengan dua anaknya dan cucu-cucunya."


"Bibi Belva memiliki tujuh orang putra. Sementara Bibi Agneta memiliki lima orang putra dengan suami yang sama yaitu Paman Erland Faith Smith. Untuk cerita lengkapnya kalian sudah tahu dari Alin. Sementara Alin tahu dari Darka.


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat Robert mengerti. Di dalam hati Robert membenarkan apa yang dikatakan oleh Elzaro. Tuhan telah mempertemukan dirinya dengan anak-anaknya dan cucu-cucunya dari adik perempuannya, walau Tuhan tidak mempertemukan dirinya dengan adik perempuannya itu.


"Kakek mengerti sayang," ucap Robert.


Elzaro tersenyum mendengar jawaban dari kakeknya. Jawaban tersebut keluar langsung dari hati kakeknya itu. Bukan paksaan. Begitu juga dengan ketiga putranya yaitu Damian, Gerald dan Atalaric.


"Apa itu, sayang? Katakan pada Kakek," ucap dan tanya Robert.


"Aku diberitahu oleh Darren bahwa Nenek Belinda begitu menyayangi Kakek dan Nenek Della. Nenek Belinda sama sekali tidak membenci Kakek buyut, sekali pun Kakek buyut telah menyakitinya. Darren juga mengatakan bahwa Nenek Belinda berniat untuk pulang bersama Kakek Darwin, ketiga anak-anaknya dan juga cucu-cucunya. Pada saat itu Gilang, Darka dan Darren belum ada. Bibi Agneta dan Paman Brian belum menikah. Tapi...." Elzaro menghentikan perkataannya sejenak.


"Tapi apa, Nak?" tanya Damian.


"Nenek Belinda takut jika Kakek buyut berulah lagi dengan menghina Kakek Darwin kembali. Apalagi Nenek Belinda membawa ketiga anak-anaknya dan keempat cucunya. Nenek Belinda tidak ingin ketiga anak-anaknya dan keempat cucunya mengetahui tabiat buruk dari Kakek dan Kakek buyutnya."


"Maka dari itulah kenapa Nenek Belinda membatalkan niatnya untuk pulang. Dengan menahan sesak di dada, setiap kali Nenek Belinda merindukan Kakek buyut, kakek dan Nenek Della. Nenek Belinda hanya bisa menangis di dalam kamar sembari memegang bingkai foto keluarga Radmilo."


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat Robert, Damian, Gerald, Atalaric dan anggota keluarga lainnya menangis. Mereka semua terkejut mendengar ucapan dari Elzaro. Mereka berpikir hanya mereka saja yang sedih dan menderita akan perpisahan ini. Ternyata orang yang mereka rindukan ternyata lebih menderita. Menderita karena menahan kerinduan.


"Darka, Darren dan keluarganya sudah mengetahui masalah ini. Darren memintaku untuk membawa kalian mengunjungi keluarga Smith. Jika nanti kita semua kesana. Kalian hanya bertemu dengan Bibi Agneta, Paman Erland, putra-putranya, adik perempuan Paman Erland beserta suami dan ketiga putranya. Sementara untuk Paman Brian berada di Amerika. Mereka menetap disana."


Mereka semua tersenyum mendengar ucapan dari Elzaro.

__ADS_1


"Tidak apa-apa, sayang. Bertemu dengan salah satu anaknya Belinda, kakek sudah sangat senang. Siapa tahu nanti sampai disana, tiba-tiba salah satu dari mereka berencana menghubungi Brian dan meminta Brian untuk pulang. Kan kita tidak ada yang tahu."


Robert berbicara dengan menatap satu persatu wajah anak, menantu dan cucu-cucunya sembari menghibur dirinya sendiri.


"Iya. Kakek benar. Kita tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi ke depannya. Kita sebagai manusia hanya menjalankannya saja," ucap Elzaro.


"Kapan kita akan mengunjungi keluarga Smith?!" tanya Deliana yang sudah tak sabaran untuk melihat keponakan dan cucu-cucunya.


"Kalau kalian sudah siap. Nanti siang kita akan kesana," jawab Elzaro.


"Apa mereka semua ada di rumah jika kita datangnya siang, Nak?" tanya Carol.


"Sesibuk apapun mereka. Jika sudah pukul 12 siang. Mereka semua sudah berada di rumah. Setidaknya paling lambat pukul 2 siang mereka semua sudan berada di rumah dan tidak ada yang di kantor lagi. Mereka melakukan itu untuk menghabiskan waktu bersama orang-orang yang mereka sayangi."


"Dan di rumah itu ada seorang gadis kecil yang cantik. Namanya adalah Erica. Gadis kecil itu putri angkatnya Darren dan ketujuh sahabatnya," ucap Elzaro.


"Jadi maksud kamu Darren dan ketujuh sahabatnya mengadopsi Erica menjadi anak mereka, begitu?" tanya Chandra.


"Iya, kakak Chandra.


"Memangnya apa yang terjadi? Kenapa Darren dan ketujuh sahabatnya mengadopsi Erica? Kemana orang tuanya?" tanya Deliana.


"Erica itu yatim piatu, Nenek!"


Mendengar jawaban dari Elzaro membuat Deliana terkejut. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.


"Darren mengatakan kepadaku bahwa kedua orang tuanya dibunuh. Ada beberapa kelompok yang menyerang keluarga Mondella, keluarga dari Erica. Kelompok itu membantai habis semua penghuninya."


"Saat kejadian itu, hanya Erica dan pengasuhnya yang selamat. Itu pun berkat ibunya yang berhasil menyuruh pengasuhnya untuk membawa Erica pergi melalui pintu rahasia. Bahkan ibunya meminta pengasuhnya itu untuk menemui Darren, karena keluarga Mondella pernah menolong Darren ketika kecelakaan. Darren mengatakan kepada kedua orang tuanya Erica untuk mencarinya jika butuh bantuannya. Darren bahkan memberikan kartu mahasiswa kepada kedua orang tuanya Erica sebagai bukti kalau mereka kenal dengan Darren"


"Astaga! Kasihan sekali nasib gadis kecil itu," ucap Mita.


"Dan gadis kecil itu mendapatkan kado terindah dari Tuhan. Dia dipertemukan dengan delapan pemuda berhati baik seperti Darren dan ketujuh sahabatnya. Dan mereka langsung mengadopsinya," ucap Danira.


"Kau benar, sayang! Aku makin tidak sabar untuk bertemu dengan keponakan-keponakanku dan juga cucuku Erica!" seru Gerald.

__ADS_1


"Kami juga!" seru anggota keluarga Radmilo secara bersamaan.


__ADS_2