KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kejutan Dari Dzaky Dan Adnan


__ADS_3

[KEDIAMAN SMITH]


Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam. Dan malam ini adalah dimana Dzaky dan Adnan akan pergi ke hotel yang sudah disewa oleh lima orang yang berstatus temannya.


Kini Dzaky dan Adnan sedang berada di kamarnya masing-masing. Mereka sedang bersiap-siap untuk pergi ke hotel tersebut.


Beberapa detik kemudian..


Cklek..


Terdengar suara pintu kamar dibuka secara bersamaan. Dan secara bersamaan pula keluarlah Dzaky dan Adnan dari dalam kamarnya.


"Siap untuk memberikan kejutan untuk para sampah itu?" tanya Dzaky kepada Adnan.


"Sudah siap sejak kita mengetahui kebusukan mereka," jawab Adnan.


Dzaky tersenyum mendengarnya.


"Kita akan buat mereka menyesal telah menipu kita selama ini. Dan kita akan buat mereka mengalami kerugian besar dikarenakan hasil produksi musik mereka yang mengalami kegagalan," ucap Dzaky.


"Hm!" Adnan berdehem sembari menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


Setelah itu, Dzaky dan Adnan langsung melangkahkan kakinya menuju lantai bawah untuk berpamitan dengan anggota keluarganya.


^^^


Dzaky dan Adnan sudah di ruang tengah bersama dengan semua anggota keluarganya. Dan keduanya sudah mengatakan bahwa malam ini adalah malam dimana mereka akan membuat lima perusahaan musik yang selama ini bernaung dengan perusahaan miliknya bangkrut.


"Sudah mau berangkat?" tanya Erland.


"Iya, Pa!" jawab Dzaky.


"Perlu orang nggak?" tanya Darren menatap wajah kedua kakaknya itu.


Mendengar pertanyaan dari Darren membuat Dzaky dan Adnan tersenyum.


"Kita sudah mengerahkan beberapa anak buah kakak untuk berjaga-jaga di sekitar Hotel. Baik di dalam maupun di luar," sahut Dzaky.


"Tapi kalau kamu ingin menambahkan anggota, boleh!" sela Adnan.


"Baiklah. Aku akan meminta beberapa anggotanya Fito untuk ke hotel membantu anak buahnya kakak."


"Terima kasih ya," ucap Dzaky dan Adnan bersamaan.


"Kalian hati-hati. Jangan sampai mereka menyakiti kalian," ucap Agneta.


"Iya, Ma!"


"Waspada akan sekitarnya. Siapa tahu mereka memasang jebakan," ucap Davin mengingat kedua adiknya itu.


"Baik, kak!"


Setelah itu, Dzaky dan Adnan pun pergi meninggalkan kediaman Smith untuk menuju hotel milik ibunya.


***


[HOTEL GRAND ELYSEE]

__ADS_1


Di sebuah hotel yang sudah disewa oleh lima pemuda tampann terlihat beberapa orang sudah berkumpul di ruang VVIP. Ada sekitar sepuluh orang, lima laki-laki dan lima perempuan yang sudah duduk cantik di kursi masing-masing.


Mereka saat ini tengah berbincang-bincang dan bersenda gurau membahas hal-hal yang lucu. Bahkan mereka juga membahas tentang kesibukan dan pekerjaan masing-masing.


"Aku tidak sabar melihat kedua kakak beradik itu mengeluarkan uang banyak untuk mentraktir kita semua," sahut pemuda pertama.


"Apalagi aku. Aku orang yang paling tidak sabar melihat kedua kakak adik itu untuk membayar semua makanan dan minuman yang akan kita pesan," ucap pemuda kedua.


"Aku akan memesan makanan dan minuman yang harganya dua kali lipat," sahut pemuda ketiga.


"Aku juga akan melakukannya!" seru pemuda keempat dan pemuda kelima.


"Kita akan buat kedua kakak adik itu mengeluarkan uang banyak malam ini," ucap pemuda pertama dan diangguki oleh pemuda kedua, pemuda ketiga, pemuda keempat dan pemuda kelima serta pasangannya masing-masing.


Ketika kelima pemuda itu dan kekasihnya masing-masing tengah membahas untuk membuat Dzaky dan Adnan mengeluarkan uang banyak malam ini, tiba-tiba mereka dikejutkan kedatangan keduanya.


"Maaf kami datang terlambat!" seru Adnan yang melangkahkan kakinya menghampiri kesepuluh pasangan manusia yang sudah duduk di kursi masing-masing dengan Dzaky di sampingnya.


Kesepuluh pasangan manusia itu langsung berdiri dari duduknya sembari memasang senyuman manisnya ketika melihat kedatangan Dzaky dan Adnan.


"Ach, tidak! Kalian berdua tidak terlambat sama sekali!"


"Silahkan duduk."


Pemuda pertama dan pemuda kedua berbicara Begitu lembut dan sopan. Sementara di dalam hatinya mengatakan hal buruk untuk Dzaky dan Adnan.


Kini Dzaky dan Adnan telah duduk di kursi yang memang sudah disediakan disana. Dan setelah itu, mereka semua menikmati makanan dan minuman yang sudah tersaji diatas meja. Begitu banyak menu makanan dan minuman yang terlihat diatas meja. Bahkan ada sekitar lima belas botol minum wine yang harganya luar biasa menurut Dzaky dan Adnan.


"Eemm... Ternyata kalian sudah menyiapkan semuanya ini. Baiklah!" batin Adnan.


"Kita lihat hasil akhirnya. Siapa diantara kita yang akan mengeluarkan uang banyak untuk membayar semua ini," batin Dzaky.


"Saya punya kejutan untuk kalian berlima!" seru Dzaky setelah selesai menikmati beberapa menu makanan dan minuman termasuk satu botol wine.


"Kejutan apa Dzaky?" tanya pemuda pertama.


"Kau lebih pantas dijuluki pria misterius, Dzaky karena kau selalu berhasil membuat kami terkejut akan kejutanmu itu," ucap pemuda kelima.


Dzaky tersenyum. Begitu juga dengan Adnan.


"Kamu bisa saja. Tapi kali ini kalian semua akan mengalami Keterkejutan luar biasa. Berbeda dengan yang sudah-sudah."


"Apa itu Dzaky?" tanya pemuda keempat penasaran.


Dzaky melihat kearah Adnan. Adnan yang mengerti langsung mengeluarkan sesuatu dalam tasnya. Lima berkas yang Adnan ambil dari dalam tasnya.


Setelah mendapatkan lima berkas tersebut, Adnan langsung memberikan kepada masing-masing kelima pemuda tersebut.


"Ini kalian buka dan kalian baca secara teliti." Adnan berucap dengan wajah dingin dan datar.


Kelima pemuda itu langsung mengambil berkas yang disodorkan kearahnya. Setelah itu, kelima pemuda itu langsung membuka dan membaca isinya.


Beberapa detik kemudian..


Deg..


"Apa-apaan ini Dzaky, Adnan! Kenapa kalian memutuskan kontrak kerjasama perusahaan musik kita?" tanya pemuda kedua.

__ADS_1


"Ada apa Dzaky, Adnan? Apa kesalahan kami?" tanya pemuda ketiga.


"Selama ini kerjasama kita baik-baik saja," ucap pemuda keempat.


"Kalian tidak bisa memutuskan kontrak kerjasama ini secara sepihak," ucap pemuda pertama.


"Kami butuh alasan kuat dari kalian sehingga kalian mengambil keputusan ini," ucap pemuda kelima.


Dzaky dan Adnan seketika tersenyum di sudut bibirnya ketika mendengar ucapan demi ucapan dari kelima temannya itu.


"Apa kalian yakin ingin mengetahui alasan aku dan Dzaky tiba-tiba memutuskan hubungan kerjasama ini?" tanya Adnan.


"Iya!" kelima pemuda itu langsung menjawab pertanyaan dari Adnan.


"Baiklah," jawab Dzaky dan Adnan bersamaan.


Dzaky mengeluarkan ponselnya. Kemudian Dzaky membuka galeri foto. Dia mencari sebuah video.


Setelah mendapatkan video itu, Dzaky memperlihatkan layar ponselnya itu ke hadapan lima pemuda tersebut.


"Lihatlah dan dengarkan!" seru Dzaky.


Beberapa detik kemudian..


Deg..


Kelima pemuda itu seketika mematung di tempat ketika selesai melihat adegan-adegan yang ada di dalam video tersebut. Mereka semua tak menyangka jika Dzaky dan Adnan telah mengetahui kebusukan, kecurangan dan kebohongan mereka selama ini.


Di dalam video yang diperlihatkan oleh Dzaky dan Adnan adalah video tentang apa yang dilakukan oleh kelima pemuda itu di belakang Dzaky dan Adnan. Di dalam video itu juga terlihat bahwa kelima pemuda itu tidak bersungguh-sungguh menjalin pertemanan dengan Dzaky dan Adnan. Mereka mendekati Dzaky dan Adnan dikarenakan kedua pintar dan jenius dalam berbisnis.


Kelima Pemuda itu memanfaatkan kepintaran dan kejeniusan Dzaky dan Adnan dengan cara menjalin kerjasama dengan perusahaan musik miliknya Dzaky dan Adnan.


Di dalam video itu juga terlihat bahwa kelima pemuda itu berencana membuat Dzaky dan Adnan mengeluarkan uang banyak untuk membayar semua makanan, minuman dan lima belas wine yang mana harga satu botol wine jual dengan harga fantastis. Ditambah lagi wine yang dipesan oleh kelima pemuda itu adalah wine favorit hotel Grand Elysee. Orang-orang yang datang ke hotel tersebut akan meminta Wine jenis tersebut.


"Bagaimana? Sudah tahukan alasan kami yang memutuskan untuk tidak lagi menjalin hubungan kerjasama dengan kalian?" tanya Dzaky dengan tersenyum mengejek.


"Jadi kami benarkan mengambil keputusan ini?" tanya Adnan.


Mendengar ucapan sekaligus pertanyaan dari Dzaky dan Adnan membuat kelima pemuda itu hanya diam.


"Kalian sudah menyia-nyiakan kebaikan kami selama ini. Jadi sekarang terimalah hukumannya," sahut Dzaky.


"Kalian akan mengalami kerugian besar-besaran setelah aku dan Dzaky tidak lagi menjadi rekan kerja kalian. Itu semua karena ulah kalian sendiri."


"Dan malam ini dimulainya penderitaan kalian!" seru Dzaky dan Adnan bersamaan.


"Terima kasih atas makan malamnya," ucap Dzaky.


"Makan malam yang begitu mengesankan," sela Adnan.


Setelah mengatakan itu, Dzaky dan Adnan langsung pergi meninggalkan ruang tersebut untuk kembali pulang ke kediaman Smith.


Melihat kepergian Dzaky dan Adnan membuat kelima pemuda itu dan kekasihnya hanya diam. Namun beberapa detik kemudian, datanglah dua orang pelayan hotel untuk menagih pembayaran.


"Total semua pesanan yang ada diatas meja ini adalah USD$200.000."


Mendengar ucapan dari pelayan kasir itu membuat kelima pemuda itu seketika syok.

__ADS_1


Dan pada akhirnya mereka mengeluarkan tiga kartu mereka masing-masing.


Namun seketika mereka terkejut karena semua kartu merah dinyatakan tidak ada limit saldo sama sekali sehingga membuat mereka semua terkejut dan syok.


__ADS_2