
Kini Darren sudah berada di atas panggung bersama Qenan dan Willy. Darren menatap semua para tamu undangan yang ada di depannya.
"Baiklah tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Saya langsung saja memperkenalkan siapa pemuda yang berada di samping saya dan tuan Willy ini," ucap Qenan sembari merangkul Darren.
"Seperti yang sudah kalian ketahui selama ini bahwa saya dan tuan Willy berstatus sebagai Direktur di perusahaan Accenture. Kami berdua ditunjuk sebagai Direktur di perusahaan Accenture oleh sahabat kami!" seru Qenan.
"Ini adalah Darrendra Smith sahabat kami yang tak lain adalah CEO sekaligus pemilik perusahaan Accenture!" seru Willy.
Mendengar apa yang dikatakan oleh Willy membuat para tamu undangan yang belum pernah sekali pun bertemu dengan Darren seketika terkejut.
Di dalam hati para tamu undangan merasakan kebahagiaan karena mereka telah mengetahui wajah dari CEO perusahaan Accenture.
"Ayo, Ren! Berikan kata sambutan kamu," ucap Adnan.
"Saya Darrendra Smith pemilik perusahaan Accenture. Saya membangun perusahaan Accenture sejak saya duduk dibangku SMP."
Mendengar ucapan dari Darren membuat para tamu undangan terkejut. Mereka tidak menyangka jika Darren sudah mulai berbisnis diusia belianya.
"Maaf tuan Darren," seseorang menyela.
Darren, Qenan dan Willy melihat kearah orang itu. Begitu juga dengan semua orang yang ada di Aula itu.
"Iya, tuan! Apa ada yang ingin tuan tanyakan?" tanya Darren.
"Iya. Ada sedikit yang ingin saya tanyakan. Itupun jika tuan tidak keberatan."
"Silahkan," jawab Darren.
"Begini tuan. Barusan tuan mengatakan bahwa tuan memulai membangun perusahaan Accenture sejak duduk di bangku SMP. Bukankah masa itu adalah masa-masa dimana anak seusia anda bermain-main dengan teman-teman sebaya anda?"
Seketika Darren terdiam. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Darren menundukkan kepalanya. Dia benar-benar bingung untuk menjelaskan awal mula berdirinya perusahaan Accenture.
Dan detik kemudian, Darren mendongakkan kepalanya keatas dan menatap orang-orang yang ada di depannya.
"Awalnya aku iseng melukis untuk menyalurkan hobiku dan waktu senggangku. Selain hobi melukis, aku juga suka membaca buku. Buku-buku yang aku baca adalah kebanyakan mengenai bisnis. Aku mempelajari semuanya."
"Aku dan ketujuh sahabat-sahabatku memiliki hobi yang sama yaitu membaca buku tentang bisnis. Kita juga sering menghabiskan waktu untuk mempelajari semua tentang bisnis. Bahkan kita memiliki niat yang sama juga yaitu mendirikan sebuah perusahaan. Perusahaan yang kelak sukses ditangan kami."
"Diam-diam ketujuh sahabatku mengambil semua lukisan-lukisanku yang sengaja aku simpan di gudang. Mereka menjual semua lukisanku itu. Dan hasil lukisan itu di belikan ke sebuah gedung yang lumayan besar. Mereka mendekornya menjadi sebuah galeri. Dan sisa uangnya mereka berikan kepadaku."
"Maaf, tuan Darren!" seru seorang pria.
"Iya, tuan?" tanya Darren.
__ADS_1
"Apa Darren Galery Of Art itu milik anda? Setahu saya dulu namanya DR GALERY OF ART," ucap pria itu.
"Iya, tuan. Galery itu milik saya. Dua sahabat saya yaitu Rehan dan Darel yang bertanggung jawab disana.
Mendengar jawaban dari Darren membuat pria itu tersenyum bangga. Begitu juga dengan tamu undangan lainnya.
"Setelah satu tahun berdirinya Galeri lukisan. Saya berniat untuk membangun sebuah perusahaan. Dan hasilnya, saya berhasil. Semua itu tak lepas dari dukungan orang-orang terdekat saya. Mereka selalu ada untuk saya."
"Pokoknya semua yang saya punya adalah hasil usaha saya selama ini. Saya membangun semuanya sejak saya duduk di bangku SMP. Bukan hanya galeri, perusahaan Accenture. Ada usaha-usaha lain yang juga saya bangun!" ucap Darren.
"Dengan semua usaha-usaha yang saya bangun itu, saya bisa membeli apa saja yang saya mau."
"Termasuk Showroom BMWX, bukan begitu tuan Darren!" seru seorang pemilik perusahaan ACES.
Mendengar seruan dari CEO perusahaan ACES membuat semuanya melihat kearah pemuda itu. Termasuk Darren, Qenan dan Willy.
"Dia CEO perusahaan ACES," bisik Qenan.
"Dia juga salah satu pelanggan di Showroom BMWX," bisik Willy.
"Iya. Anda benar tuan Andrez Augusto," jawab Darren dengan menyebut nama lengkap pemuda itu.
Mendengar namanya disebut lengkap dengan marganya membuat pemuda itu tersenyum.
"Oh iya! Di acara ini juga saya ingin membuka satu rahasia lagi kepada kalian semua!" seru Darren.
"Apa itu tuan Darren?" tanya tamu laki-laki yang lain.
"Axel, Jerry, Dylan, Rehan, Darel. Kemarilah," panggil Darren.
Axel, Jerry, Dylan, Rehan, Darel langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju panggung.
Kini Axel, Jerry, Dylan, Rehan dan Darel sudah bergabung bersama Darren, Qenan dan Willy.
"Sebelum aku memperkenalkan siapa mereka yang sebenernya di hadapan kalian semua. Aku ingin bertanya kepada kalian semua. Apa kalian kenal dan tahu dengan perusahaan QNN CORP, WLY CORP, JRY CORP, AXL CORP, DLN CORP, RHN CORP, DRL CORP?"
Mendengar pertanyaan dari Darren membuat membuat para tamu undangan langsung menjawab dengan kompak. Mereka sangat kenal dengan ketujuh perusahaan itu.
"Iya. Kami kenal dengan ketujuh perusahaan itu!"
"Ketujuh perusahaan itu adalah perusahaan besar yang berada di urutan nomor satu di dunia dan di Jerman sama seperti perusahaan Accenture. Ada delapan perusahaan besar di urutan nomor satu itu!" seru tamu undangan yang lainnya.
Darren menatap satu persatu wajah ketujuh sahabatnya.
__ADS_1
"Mereka adalah pemilik dari ketujuh perusahaan yang barusan aku sebutkan! Jika kalian tidak percaya, aku akan panggilkan 4 orang tangan kanan mereka yang selama ini bertanggung jawab di perusahaan mereka."
"Suruh tangan kanan kalian naik ke atas panggung," suruh Darren.
Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Rehan dan Darel menganggukkan kepalanya.
"Kalian, naiklah ke atas panggung!" Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Rehan dan Darel bersamaan.
Setelah mengatakan itu, terlihat sekitar 28 pemuda berjalan menuju panggung. Setiba di atas panggung, ke 28 pemuda itu berdiri masing-masing di samping CEO mereka.
Sontak semua tamu undangan, terutama para pebisnis terkejut.
Bagaimana tidak terkejut. Ke 28 pemuda yang barusan naik ke atas panggung adalah orang yang selama ini menjalin kerja sama dengan mereka semua. Mereka selama ini berpikir bahwa ke 28 pemuda itu adalah CEO pemilik perusahaan, ternyata mereka hanya berstatus tangan kanan.
"Jadi...?" tanya tiga tamu undangan laki-laki.
"Kami hanya sebagai tangan kanan atau sebagai Direktur di perusahaan tempat kami bekerja!"
"Mereka adalah CEO kami!" seru ke 28 pemuda itu dengan menatap wajah Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Rehan, Darel.
"Kami sengaja merahasiakan identitas kami dari para pebisnis dan juga dari dunia luar, karena kami hanya ingin fokus pada kuliah kami!" seru Axel.
"Dan kenapa kami tidak memimpin perusahaan kami sendiri dan malah bekerja membantu sahabat kami yaitu Darrendra Smith? Itu memang tujuan kami sejak awal!" seru Dylan.
"Kami bersahabat sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga sekarang. Kami berdelapan bersahabat. Alasan kenapa kami memilih bekerja bersama Darren, itu hanya kami dan keluarga kami saja yang tahu. Kalian tidak perlu tahu hal itu, karena itu rahasia kehidupan pribadi dari sahabat kami!" seru Rehan.
Mendengar ucapan demi ucapan dari ketujuh CEO perusahaan besar membuat para tamu undangan hanya bisa diam. Mereka semua mengerti dan mereka juga tidak memaksa ketujuh CEO itu untuk menceritakan alasannya.
"Pesan untuk orang-orang yang berada di luar sana! Acara ini disiarkan secara langsung. Jadi siapa pun bisa menyaksikannya. Bagi kalian yang menyaksikan acara ini, tolong simak baik-baik dan dengarkan apa yang aku katakan."
"Aku Darrendra Smith seorang CEO perusahaan Accenture, perusahaan Micro Sinopec, perusahaan lokomotif, pemilik Shoowroom BMWX, DARREN GALERI OF ART. Dan ada beberapa perusahaan-perusahan lainnya yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu."
"Bukan hanya aku saja yang memiliki perusahaan lebih dari satu atau memiliki usaha lebih dari satu. Ketujuh sahabat-sahabatku juga memiliki lebih dari satu perusahaan. Jadi aku tegaskan sekali lagi, kami tidak mencuri atau pun mengambil hak orang lain. Kami juga tidak melakukan kecurangan seperti yang kalian tuduhkan selama ini."
"Aku dan ketujuh sahabatku bisa membeli apapun yang kami mau. Salah satunya adalah mobil dan motor sport mewah dan mahal. Kami membelinya murni dengan menggunakan uang kami sendiri. Seperti yang sudah kalian dengar barusan, bukan. Kami adalah seorang CEO."
"Sekali pun kami bukan seorang CEO, jika kami ingin membeli barang-barang mewah dan juga mahal. Kami akan langsung meminta kepada keluarga kami. Keluarga kami berasal dari keluarga kaya dan terpandang. Ayahku bernama Erland Faith Smith. Dia memiliki perusahaan yaitu perusahaan ER'Land. Perusahaan milik ayahku berada di urutan nomor dua. Begitu juga dengan perusahaan milik ayah dari ketujuh sahabat-sahabatku. Perusahaan mereka juga berada di urutan kedua. Dan urutan ketiga, keempat, kelima sampai urutan kesembilan adalah perusahaan milik para kakak-kakak kami dan orang-orang terdekat kami!"
"Dan aku beritahu kepada kalian semua. Bagi kalian yang sudah menghina kami. Bahkan membawa-bawa keluarga kami. Tunggu saja apa yang sedang menanti kalian. Kami selama ini sudah cukup sabar atas hinaan yang kalian berikan. Dan kali ini tidak ada kata maaf dari kami untuk kalian. Aku dan ketujuh sahabatku sudah mempersiapkan kejutan besar untuk kalian dan keluarga kalian. Bersiaplah kalian semua! Tunggu kehancuran kalian!"
Setelah mengatakan hal itu, Darren dan ketujuh sahabatnya turun dari panggung untuk memulai acara berikutnya.
Setelah satu jam acara perkenalan diri selesai. Acara dilanjutkan dengan berdoa dan potong kue.
__ADS_1
Waktu berjalan begitu cepat. Setelah acara inti selesai. Acara dilanjutkan dengan acara santai dimana para pebisnis saling mengobrol satu sama lainnya.