KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kedatangan Orang Tua Dari Teman Sekolah Adrian Dan Mathew


__ADS_3

Plak!


Plak!


Tamparan keras yang diberikan oleh Darren kepada kedua anak yang orang tuanya sudah membuat kematian palsu dan membuat laporan ke kantor polisi untuk segera menangkap kedua adik laki-lakinya yaitu Adrian dan Mathew.


Tamparan yang diberikan oleh Darren tidak main-main. Tamparan tersebut berhasil membuat sudut bibir dari kedua anak tersebut sobek dan mengeluarkan cairan kental merah.


Sejam yang lalu Ibran sang tangan kanan Erland datang membawa kedua remaja yang berstatus sebagai teman sekolahnya Adrian dan Mathew. Setiba mereka di kediaman keluarga Smith, Erland meminta Ibran untuk membawa keduanya ke Paviliun belakang rumahnya.


Di Paviliun itu ada sebuah gudang yang tak terpakai. Kedua remaja itu dikurung disana.


Baik Darren maupun anggota keluarganya menatap penuh amarah. Keadaan Darren saat ini benar-benar diluar kendali. Tubuhnya saat ini tengah dipegang oleh Davin, Andra dan Dzaky karena Darren hendak menghabisi kedua remaja itu.


Bagi Erland, Agneta dan anggota keluarga Smith lainnya kedua teman sekolahnya Adrian dan Mathew tidak salah dalam kematian palsu tersebut. Ini murni kesalahan kedua orang tuanya yang memang berniat ingin membalas dendam.


Tapi berbeda dengan pandangan Darren. Semua masalah ini muncul bermula dari kedua teman sekolahnya Adrian dan Mathew. Jika kedua teman sekolahnya Adrian dan Mathew tidak menghina kedua orang tuanya, maka Adrian dan Mathew tidak akan menyakiti mereka sehingga masalah kematian palsu tersebut tidak akan terjadi.


"Kalian berdua benar-benar menjijikkan! Aku pastikan untuk kali ini kalian dan semua anggota keluarga kalian tidak akan selamat. Kalian semua akan mendekam dalam penjara seumur hidup!" teriak Darren dengan menatap penuh amarah keduanya.


"Ren."


Davin, Andra dan Dzaky mengusap-usap lembut punggung dan kedua bahu adik laki-lakinya agar adik laki-lakinya tenang.


"Kita pergi dari sini," ucap Erland.


Davin, Andra dan Dzaky langsung membawa tubuh adik laki-lakinya keluar meninggalkan gudang.


"Kalian jaga kedua anak itu. Jangan sampai mereka kabur," ucap Ibran kepada anak buahnya.


"Baik, Bos."


^^^

__ADS_1


Erland, Davin, Andra, Dzaky dan Darren sudah berada di kediaman utama berkumpul dengan yang lainnya. Begitu juga dengan Ibran.


"Kamu duduk disini. Dan tenangkan diri kamu, oke!"


Davin menuntun Darren untuk duduk di sofa. Dirinya benar-benar mengkhawatirkan adik laki-lakinya itu. Begitu juga dengan Andra, Dzaky dan Erland. Mereka sangat yakin jika emosi Darren belum reda sama sekali. Tapi mereka masih bersyukur karena sosok itu tidak keluar.


Agneta dan anggota keluarga Smith lainnya, Brenda beserta ketujuh sahabatnya, Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan, Darel dan anggota keluarga Mendez menatap lekat kearah Darren. Mereka semua meyakini jika terjadi sesuatu di gudang belakang rumah.


"Kakak Dzaky, ada apa? Kenapa dengan Darren?" tanya Darel.


"Darren marah besar terhadap kedua teman sekolahnya Adrian dan Mathew. Bahkan Darren hampir saja kelepasan ingin membunuh keduanya," jawab Dzaky.


Mendengar jawaban dari Dzaky membuat Darel terkejut. Begitu juga dengan Qenan, Willy, Axel, Dylan, Jerry dan Rehan. Yang paling terkejut disini adalah anggota keluarga Mendez.


"Apa sosok itu keluar, kakak Dzaky?" tanya Axel.


"Untung tidak. Kami berhasil menenangkan emosi Darren. Jadi Darren hanya memberikan dua tamparan terhadap kedua teman sekolahnya Adrian dan Mathew," jawab Dzaky.


Anggota keluarga Mendez yang mendengar pertanyaan dari Axel yang mengatakan sosok itu seketika dibuat penasaran sehingga membuat Mehdy memberanikan diri untuk bertanya.


Axel langsung melihat kearah Mehdy. Begitu juga dengan Qenan, Willy, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel.


"Iya, Mehdy. Ada apa?"


"Tadi kamu bilang sosok itu keluar. Apa aku boleh tahu maksud dari perkataan kamu barusan?"


Axel melirik kearah Qenan, Willy, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel. Setelah itu, mereka dengan kompak melirik kearah Darren.


Axel, Dylan, Jerry, Rehan, Darel, Qenan dan Willy kembali menatap kearah Mehdy. Namun ketika mulut Axel hendak mengatakan tentang sosok yang dimaksud oleh dirinya, tiba-tiba terdengar terdengar beberapa orang yang memasuki ruang tengah tanpa permisi. Bahkan dia diantaranya langsung berteriak kencang.


"Cari kedua manusia menjijikkan yang bernama Adrian dan Mathew!" teriak Ibu dari Torry.


"Seret mereka berdua dan lempar mereka ke dalam penjara!" teriak Ibu dari Norris.

__ADS_1


Kedua teman sekolahnya Adrian dan Mathew itu bernama Norris Richter dan Torry Schiffer.


Kedua orang tua dari Norris dan Torry datang dengan membawa empat polisi. Mereka masuk ke dalam rumah keluarga Smith dengan menerobos penjaga begitu saja.


Melihat kedatangan keluarga Schiffer dan keluarga Richter tak diundang serta mendengar teriakkan dan perkataan dari kedua perempuan paruh baya tersebut membuat Erland dan Agneta menatap penuh amarah. Begitu juga dengan anggota keluarga lainnya.


"Apa tujuan kalian datang ke rumah saya?" tanya Erland lembut.


"Masih berani anda bertanya tujuan kami datang kesini, hah?! Apa anda tidak punya otak sehingga anda tidak bisa berpikir maksud kedatangan kami kemari?!" bentak ayah dari Torry.


Mendengar bentakan dan perkataan kasar dari pria paruh baya tersebut membuat anggota keluarga Smith dan juga yang lainnya mengepal kuat tangannya dengan tatapan mata yang tajam.


"Yang sopan kalau bicara. Paman saya bertanya dengan nada lembut. Anda malah bersikap kasar terhadap Paman saya," sahut Daffa.


"Diam kau. Jangan ikut campur!" bentak ayah dari Norris.


"Kalian jaga Darren. Sebisa mungkin tahan Darren. Masalah ini biar kakak Davin, Papa dan yang lainnya mengurusnya."


"Baik, kakak Davin!" Dzaky, Adnan, Gilang dan Darka menjawab secara bersamaan.


Andra menatap kearah ketujuh sahabatnya Darren dan juga Brenda. "Kalian juga. Jaga Darren."


"Baik!" seru mereka bersamaan.


"Kalian tidak ada sopan santunnya sama sekali. Datang ke rumah orang tanpa permisi. Masuk dan berteriak seenaknya," ucap Davin yang kini sudah berdiri di samping ayahnya. Begitu juga dengan Andra.


Kedua orang tua dari Norris dan Torry tersenyum disudut bibirnya seolah-olah semua yang diucapkan oleh Erland dan keluarga tak ada artinya sama sekali.


"Kalian pikir kami peduli? Jawaban tentu saja tidak," ucap ibunya Norris.


"Kedatangan kami ingin membawa kedua anak menjijikkan itu ke kantor polisi," ucap ibunya Torry.


"Jadi kami sarankan kepada kalian untuk tidak menghalangi tugas polisi untuk membawa kedua anak sialan itu," ucap ayahnya Norris.

__ADS_1


Kedatangan kedua orang tua dari teman sekolahnya Adrian dan Mathew bersama beberapa polisi ke rumah keluarga Smith itu memang rencana Darren.


Rencana awalnya Farraz, kakak laki-lakinya Ziggy sudah mendapatkan banyak bukti tentang kasus yang menimpa Adrian dan Mathew. Bahkan Farraz dan beberapa anggotanya akan mendatangi kediaman Schiffer dan keluarga Richter untuk membawa pasangan suami istri itu ke kantor polisi. Namun rencana itu ditahan oleh sang ayah yaitu Zeroun.


__ADS_2