
Melihat apa yang terjadi di depan mata membuat semua tamu undangan terkejut dan juga ketakutan. Begitu juga dengan anggota keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown.
Ketiga keluarga itu yang paling terkejut. Bahkan mereka semua syok ketika melihat dua anggota keluarganya meninggal dengan kepala yang dalam kondisi tak baik.
"Jangan coba-coba untuk menyakiti adik laki-laki kami!" seru beberapa orang yang melangkah masuk ke dalam gedung.
Mendengar seruan dari beberapa orang. Semua tamu undangan, termasuk keluarga Smith, anggota keluarga ketujuh sahabat Darren, Brenda, sahabat Brenda beserta keluarga menatap kearah beberapa orang yang melangkah masuk ke dalam gedung. Begitu juga dengan tiga anggota keluarga besar Valencia.
Seketika semua tamu undangan, keluarga besar Valencia terkejut ketika melihat kedatangan lima ketua mafia yang terkenal kejam dan tanpa ampun. Bahkan semua para tamu undangan sangat tahu siapa mereka dan bagaimana sepak terjang dari kelima ketua mafia itu.
Namun tidak dengan keluarga Smith, anggota keluarga ketujuh sahabat Darren, Brenda, sahabat Brenda beserta anggota keluarganya. Mereka semua bersikap biasa saja.
Kelima ketua mafia tersebut datang bersama dengan tujuh pemuda tampan. Ketujuh pemuda tampan itu tak lain adalah sahabat-sahabat Darren.
"Ren," panggil Devian.
Darren langsung melihat kearah salah satu dari kakak mafianya itu.
Ketika Darren telah melihat kearah kakak mafianya itu, Devian langsung melempar sesuatu kearahnya. Dan dengan gesitnya, Darren menangkapnya dengan sangat sempurna.
Benda yang dilempar oleh Devian adalah sebuah jarum suntik. Cairan yang ada di dalam jarum suntik itu sangat berbahaya jika di suntikkan ke tubuh manusia.
Darren tersenyum menyeringai ketika melihat jarum suntik yang ada di tangannya.
"Eem. Sepertinya menarik nih jika cairan ini aku suntikan ke tubuh perempuan murahan itu. Sementara ibunya, aku bisa langsung membunuhnya," batin Darren.
Darren menatap wajah Devian. "Terima kasih, kakak Devian!"
"Sama-sama. Siapa diantara keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown yang akan kau jadikan kelinci percobaan?" tanya Devian.
Seketika Darren menatap horor Devian ketika mendengar Devian menyebut kata kelinci, namun matanya menatap kearah dirinya.
"Jangan menatap kearahku juga ketika menyebut kata kelinci," sahut Darren.
Mendengar ucapan dari Darren. Devian hanya memperlihatkan cengiran khasnya.
Sementara orang-orang yang ada di dalam gedung tersebut tersenyum. Tapi tidak dengan keluarga besar Valencia.
"Eem. Kita lihat saja nanti. Siapa kira-kira dari keluarga busuk itu yang akan merasakan obat ini," sahut Darren sembari memain-mainkan jarum suntik itu di jemarinya.
Keluarga Carloz menatap marah kearah Gilang. Mereka tidak terima jika Gilang sudah mempermainkan dan juga menipu mereka semua.
"Brengsek kau Gilang! Berani sekali kau menipu kami dan mempermainkan Valencia, keponakan kami!" bentak adik laki-laki dari tuan Carlos.
Mendengar ucapan dan bentakkan dari Paman Valen membuat Gilang seketika tertawa keras.
"Hahahahaha."
"Hei, tuan. Apa saya tidak salah dengar, hah?! Anda barusan mengatakan bahwa saya telah menipu keluarga kalian. Anda mengatakan bahwa saya telah mempermainkan wanita murahan ini, hah!"
"Yang penipu disini adalah kalian. Kalianlah yang telah menipuku. Kalian menyuruh wanita murahan ini untuk mendekatiku dengan cara yang sangat menjijikkan. Perempuan murahan ini pura-pura tidak melihat kiri kanan ketika menyeberang jalan sehingga mobilku tak sengaja menabraknya. Padahal itu semua sudah kalian rencanakan."
"Dia," tunjuk Darren kearah pemuda yang berstatus suami dari Valencia.
Semua orang yang ada di dalam gedung itu melihat kearah tunjuk Darren.
"Laki-laki sialan itu adalah suami dari wanita murahan ini. Demi harta, demi uang dan demi kekayaan. Laki-laki itu rela istrinya menikah dengan laki-laki yang jauh lebih kaya darinya. Bahkan laki-laki itu berubah identitas menjadi kakak sepupu dari wanita murahan ini agar mereka bisa bertemu setiap hari. Dengan begitu orang-orang tidak akan tahu bahwa mereka adalah suami istri."
Lagi-lagi semua orang yang ada di dalam gedung itu terkejut ketika mendengar perkataan dari Gilang.
Sementara anggota keluarga dari Valencia terkejut jika semua rencananya telah diketahui oleh Gilang.
"Aku sudah mengetahui semua rencana licik kalian, salah satunya adalah bahwa kalian ingin menguasai kekayaan keluarga Smith melalui diriku. Jika kalian berhasil, maka kalian semua akan mengusir kami dari rumah kami. Seperti yang kalian lakukan kepada korban-korban kalian sebelumnya."
__ADS_1
"Dikarenakan aku telah mengetahui semua rencana licik kalian. Maka dari itulah kenapa aku menjalin hubungan dengan perempuan ini. Tujuanku adalah untuk menghancurkan kalian semua!" teriak Gilang.
Darren menatap semua para tamu undangan yang kini tengah menatap kearah dirinya, Gilang dan keluarga besarnya Valen.
"Untuk kalian semua!" teriak Darren dengan menatap semua para tamu undangan. "Pasang telinga kalian dan juga buka mata kalian lebar-lebar. Kalian sebentar lagi akan mengetahui siapa sebenarnya mereka!" Darren berbicara dengan suara keras sambil jari telunjuknya menunjuk kearah Valen dan tiga keluarga besarnya.
Gilang menatap nyalang wajah Valen. "Sekarang kamu sudah tahu, nona Valencia Carloz. Jadi menjauhlah dari kehidupanku. Sampai kapanpun aku tidak sudi menikah dengan perempuan murahan sepertimu."
Mendengar ucapan dan hinaan dari Gilang membuat Valen menatap marah Gilang.
Dan detik kemudian..
"Hahahahaha."
Seketika Valen tertawa keras ketika mendengar perkataan kejam dari Gilang.
"Tidak semudah itu kau lepas dari genggamanku, Gilang Aditya Smith! Kau pikir aku akan melepaskanmu begitu saja setelah apa yang kau lakukan kepadaku, hah?!" teriak Valen di hadapan Gilang.
Mendengar ucapan dari Valencia membuat Gilang menatap tajam Valencia.
"Memangnya aku sudah melakukan apa padamu, hah?!" bentak Gilang.
"Menatapmu saja aku tidak berselera. Apa lagi sampai menyentuhmu? Cuih!" Gilang berbicara dengan menatap jijik kearah Valen.
"Jangan pura-pura tidak mengingatnya, tuan Gilang. Kau pasti tahu apa yang terjadi jika seorang perempuan dan laki-laki berada di kamar hotel berdua saja," ucap Valen dengan menatap menyeringai kearah Gilang.
Mendengar ucapan dari Valencia seketika Gilang tertawa keras. Bagi Gilang apa yang diucapkan oleh Valen itu sangatlah lucu.
"Hei, nona. Apakah anda yakin jika saat di hotel itu hanya ada anda dan kakakku? Apa tidak ada laki-laki lain disana, hum?"
"Apa maksudmu, sialan?" bentak Valen.
"Maksudku adalah kau melakukan hal itu kepada orang lain. Tapi kau mengkambinghitamkan kakakku agar kakakku tidak akan pernah bisa lepas darimu," sahut Darren.
"Oh, begitu! Ayo, buktikan sekarang juga. Di depanku, di depan kakakku dan di depan semua para tamu undangan yang hadir disini," tantang Darren.
"Kau menantangku, hah!" bentak Valen.
"Menurutmu?"
"Baik, jika itu maumu."
Setelah itu, Valen memperlihatkan sebuah video dimana dirinya telah melakukan hubungan suami istri bersama dengan Gilang.
Beberapa detik kemudian..
Terlihat sebuah video di layar tv besar di hadapan semua para tamu undangan.
Seketika semua orang-orang yang ada di dalam gedung itu terkejut dan syok ketika melihat adegan demi adegan di dalam video itu. Begitu juga dengan anggota keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown.
[Dasar menjijikkan]
[Perempuan tidak tahu diri]
[Dasar perempuan murahan]
Itulah kata-kata yang dilontarkan oleh para tamu undangan yang hadir.
Valen terkejut dan syok ketika melihat video itu. Di dalam video dirinya digilir oleh tiga pria.
"Ini tidak mungkin. Seharusnya tidak seperti ini. Baik aku dengan Gilang maupun aku dengan tiga laki-laki itu," batin Valen menatap syok video itu.
Melihat wajah syok Valen membuat Gilang dan Darren tersenyum penuh kebahagiaan.
__ADS_1
"Bagaimana, nona? Sudah jelas bukan jika di dalam video itu kakakku Gilang Aditya Smith tidak pernah melakukan hal jijik itu padamu? Justru kaulah yang memiliki niat untuk menjebak kakakku agar seakan-akan kakakku telah menyentuhmu. Dengan begitu jika kakakku membatalkan pernikahannya, maka kau akan pergunakan video itu untuk mempermalukannya agar kakakku tetap menikahimu." Darren berbicara dengan wajah yang menatap remah Valen.
"Dan kau harus tahu hal ini, Valencia Carloz! Saat di hotel itu dimana kau yang berpura-pura menelpon sahabatmu, tapi sebenarnya kau tengah berbicara dengan beberapa orang-orang untuk menjebakku di dalam kamar hotel. Orang-orang yang sudah kau bayar itu adalah orang-orang yang juga bekerja untukku. Merekalah yang telah menggagalkan rencanamu dan menggantikan dengan rencanaku. Setelah tiga laki-laki itu menggilir tubuhmu, barulah aku yang mengambil tugas terakhir yaitu tidur di sampingmu."
Mendengar penjelasan dari Gilang membuat Valen terkejut dan juga syok. Begitu juga dengan tiga keluarga Valen. Mereka benar-benar tidak menyangka jika Gilang sudah merencanakan semua dengan sangat rapi.
Beberapa detik kemudian, mereka kembali dibuat terkejut, karena setelah adegan dimana tubuh Valen yang digilir oleh tiga pria di kamar hotel.
Kini terpampang jelas sebuah video tentang kejahatan, kelicikan dan kecurangan yang dilakukan oleh keluarga Jones, keluarga Brown dan keluarga Carloz selama ini.
Baik keluarga Carloz maupun keluarga Jones dan keluarga Brown melakukan segala cara untuk menjalin kerja sama dengan banyak perusahaan-perusahaan terkenal. Dan tak sedikit dari perusahaan-perusahaan tersebut menanamkan modal dengan jumlah yang fantastik.
Di dalam video itu juga terlihat bahwa keluarga Carloz, keluarga Jones dan keluarga Brown banyak membunuh rekan kerjanya jika mereka tidak membutuhkannya lagi dengan membayar sebuah kelompok.
Melihat semua video yang terpampang di layar tv besar di hadapan mereka semua. Semua para tamu undangan menatap marah kearah tiga keluarga tersebut.
"Kalian benar-benar keluarga menjijikkan!" teriak salah satu pria paruh baya.
"Jadi kalian yang telah membunuh adik laki-lakiku ketika pulang dalam perjalanan bisnisnya. Terakhir adik laki-lakiku baru selesai bertemu dengan kalian!" teriak seorang pria yang adik laki-lakinya menjadi korban.
"Keluarga rendahan dan tak bermoral!" teriak seorang perempuan.
"Pantas saja kelakuan putrinya seperti ******. Ternyata keluarganya tak jauh beda! Sama-sama menjijikkan dan sampah!" teriak seorang wanita lainnya.
Darren menatap satu persatu anggota keluarga dari Valencia. Dan jangan lupa senyuman manisnya.
"Aku beritahu kalian semua, termasuk kau Valencia Carloz! Kalian semua sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Semua kekayaan kalian sudah aku berikan kepada orang-orang yang kalian tipu. Aku mengembalikan hak mereka yang telah kalian curi."
Mendengar perkataan dari Darren membuat ketiga keluarga tersebut marah.
Kakak laki-laki Valen dan suaminya langsung menyerang Darren. Namun sebuah tembakkan menghentikan keduanya.
Dor! Dor!
Empat peluru panas masing-masing bersarang tepat di dada kiri kakak laki-laki dan suami dari Valencia Carloz sehingga dada kiri keduanya berlubang. Yang melakukan itu adalah Ziggy dan Noe.
"Tidak! Kakak Amar, Andez!" teriak Valen histeris.
"Amar! Andez!" teriak ketiga keluarga itu.
Sementara ibu dari Amar dan Valen hanya bisa menangis dan menggelengkan kepalanya ketika melihat putra sulungnya meninggal akibat tembakkan.
Mereka semua berteriak ketika melihat dua anggota keluarganya mati dengan dada kiri berlubang.
Valen menatap Gilang dan Darren bergantian.
"Kalian benar-benar kejam!" bentak Valen.
Srek!
Gilang menarik kuat rambut Valen sehingga membuat Valen berteriak kesakitan.
"Valen!" teriak tuan Carloz.
Tuan Carloz berlari untuk menolong putrinya.
Namun lagi-lagi terhalang oleh sebuah tembakkan. Dan kali ini bukan para ketua mafia yang melakukannya.
"Aakkhhh!"
Bruk!
"Papi!" teriak Valen ketika mendengar suara teriakan kesakitan ayahnya.
__ADS_1