KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Tatapan Tak Suka Darren


__ADS_3

Di sebuah hotel mewah, besar dan luas milik Agneta Laurinda Smith tempat dimana diadakan acara ulang tahun perusahaan Accenture telah hadir banyak tamu undangan. Rata-rata tamu undangan yang hadir adalah para kolega dan pebisnis yang menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan Accenture. Baik yang lama, yang baru maupun yang baru akan menjalin hubungan kerja sama.


Darren dan ketujuh sahabatnya sudah hadir disana. Begitu juga dengan para anggota keluarga mereka masing-masing. Dan tak lupa pula Brenda, ketujuh sahabatnya beserta anggota keluarganya.


Di dalam ruangan hotel itu telah terpasang banyak kamera. Bahkan ada juga beberapa stasiun tv yang diundang untuk meliput acara tersebut. Yang melakukan semua itu adalah para sahabat-sahabat Darren. Tujuan mereka adalah untuk membungkam mulut orang-orang yang tidak menyukai mereka.


"Selamat siang para tuan-tuan dan nyonya-nyonya," sapa seorang pembawa acara.


Mendengar ucapan sambutan dari pembawa acara, para tamu undangan pun memfokuskan perhatiannya ke depan.


"Diacara ulang tahun perusahaan Accenture yang ke 8 tahun ini dimana acara kali ini akan hadir langsung Presiden Direktur perusahaan Accenture."


Mendengar ucapan dari pembawa acara yang mengatakan bahwa Presiden Direktur dari perusahaan Accenture akan hadir membuat para pebisnis yang hadir menjadi makin penasaran akan wajah dari Presiden Direktur tersebut.


Bagi yang belum pernah bertemu berharap bertemu dan bertatap muka dengan CEO perusahaan Accenture.


Namun bagi yang sudah bertemu, mereka ikut senang dan juga bahagia bisa bertemu kembali dengan sang CEO yang sukses diusia muda.


Para pebisnis yang sudah mengenal wajah asli dari pemilik perusahaan Accenture tidak sabaran melihat reaksi dari orang-orang yang selama ini selalu merendahkan dan menghina sang CEO perusahaan Accenture.


"Pasti tuan-tuan dan nyonya-nyonya penasaran dengan Presiden Direktur perusahaan Accenture, kecuali bagi yang sudah pernah bertemu dengannya."


[Iya. Kami benar-benar penasaran dengan CEO perusahaan Accenture itu!]


[Kami juga tidak sabaran untuk melihat langsung!]


Darren dan ketujuh sahabatnya saat ini sedang berbaur dengan para tamu undangan. Mereka tidak berada di tempat yang istimewa. Bahkan saat ini mereka duduk berdekatan dengan anggota keluarga mereka masing-masing. Hanya jarak meja dan tempat duduk saja yang hanya beberapa meter.


"Sebelum saya memperkenalkan CEO dari perusahaan Accenture kepada tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Bagaimana kalau kita bertanya kepada beberapa orang yang sudah bertemu dengan CEO tersebut?"


"Coba angkat tangan kalian yang sudah pernah bertemu dengan CEO perusahaan Accenture?" pinta pembawa acara itu


Mendapatkan pertanyaan tersebut, para tamu undangan yang sudah pernah bertemu dan berbicara dengan CEO perusahaan Accenture langsung mengangkat tangannya keatas.


Ada sekitar 50 orang yang mengangkat tangannya keatas. Melihat hal itu membuat para tamu undangan yang lainnya makin dibuat penasaran akan sosok CEO perusahaan Accenture itu.


"Tolong jelaskan secara singkat seperti apa karakter dari CEO perusahaan Accenture itu?" tanya pembawa acara itu.


"Yang jelas karakter dari CEO perusahaan Accenture itu adalah beliau sangat baik, sopan, jika berbicara dengan lawannya selalu lembut, memiliki wajah tampan, berkharisma, tegas, bijaksana, beliau seorang mahasiswa, usianya sekita 20an." seorang pria paruh baya menjelaskan tentang CEO perusahaan Accenture.


"Intinya beliau itu sebelas dua belas dengan dua Direkturnya yaitu tuan Qenan dan tuan Willy yang tak lain adalah sahabat beliau," sahut seorang pemuda yang berstatus rekan kerja Darren dari perusahaan LX'Axa.

__ADS_1


"Siapa pun yang menjalin hubungan kerja sama dengan perusahaan Accenture tidak akan rugi, karena CEO nya begitu baik dan ramah. Tapi..." perkataan pemuda itu terhenti sejenak.


"Tapi apa tuan?" tanya pembawa acara itu.


Semuanya melihat kearah pemuda itu. Termasuk Darren, ketujuh sahabatnya dan anggota keluarga masing-masing. Mereka semua penasaran.


"CEO perusahaan Accenture tidak suka jika ada yang mengkhianatinya," jawab pemuda itu.


"Bukankah kita semua disini juga seperti itu, tidak ingin dikhianati?" tanya pembawa acara itu.


"Iya, anda benar. Tapi tidak dengan CEO perusahaan Accenture itu. Jika kita yang dikhianati oleh pegawai kita, maka kita akan memecatnya dan mencebloskan sipengkhiaat itu ke penjara. Namun jika belian yang dikhianati, maka beliau sendiri yang akan memberikan hukumannya tanpa melibatkan polisi. Dengan kata lain yaitu nyawa."


Semua yang hadir di hotel itu terkejut ketika mendengar ucapan dari pemuda tersebut.


Sementara Darren yang mendengar ucapan pemuda itu seketika wajahnya berubah tak mengenakkan.


Erland, Agneta dan yang lainnya melihat perubahan wajah Darren sedikit cemas. Begitu juga dengan ketujuh sahabatnya dan anggota keluarga dari ketujuh sahabatnya itu. Termasuk Brenda.


"Sial. Kenapa juga tuan Adolf berbicara seperti itu?" batin Qenan.


Ketika pembawa acara itu ingin kembali memberikan pertanyaan, Willy langsung berdiri.


"Maaf tuan!" seru Willy.


"Iya, tuan Willy. Ada apa?" tanya pembawa acara itu.


"Apa acaranya bisa langsung dimulai? Anda sudah melenceng kemana-mana," ucap dan tanya Willy dengan wajah dinginnya.


Qenan juga ikut berdiri dan menatap tak suka pembawa acara itu. "Anda dibayar untuk membacakan susunan acara bukan menanyakan hal-hal yang lainnya. Apalagi menanyakan soal identitas pribadi dari CEO kami. Bukankah acara ini memang bertujuan untuk memperkenalkan CEO perusahaan Accenture kepada semua tamu undangan? Biarkan berjalan sesuai dengan apa yang sudah direncanakan. Anda jangan merusaknya."


Qenan tak kalah dinginnya menatap kearah pembawa acara itu. Baik Qenan, Willy dan sahabat-sahabatnya yang lainnya tidak ingin acara ini gagal hanya karena kesalahan yang diperbuat oleh pembawa acara itu


Melihat tatapan dingin dari Willy dan Qenan seketika membuat pembawa acara itu seketika merinding. Begitu juga dengan para tamu undangan. Mereka sedikit takut menatap wajah Willy dan Qenan.


"Baik tuan Qenan, tuan Willy. Maafkan saya," ucap pembawa acara itu.


Setelah itu, Qenan dan Willy kembali menduduki pantatnya di kursi.


Puk!


Axel menepuk pelan bahu Darren bermaksud untuk membuat Darren sedikit rilex.

__ADS_1


Mendapatkan tepukan di bahunya membuat Darren seketika merubah ekspresi wajahnya.


Sementara di tempat lain beberapa rekan kerja perusahaan Accenture melihat kearah dimana Darren dan ketujuh sahabatnya duduk.


Mereka menatap tepat kearah Darren. Mereka dapat melihat wajah dan tatapan tak mengenakkan dari Darren.


Mereka bisa menangkap dari tatapan mata Darren ada aura gelap dalam tatapan mata Darren.


"Baiklah tuan-tuan dan nyonya-nyonya. Kita langsung saja ke inti acaranya."


Setelah mengatakan itu, pembawa acara itu pun memulai acaranya. Pembaca acara itu meminta Qenan dan Willy untuk naik ke atas panggung untuk memberikan sepatah dua kata kepada para tamu undangan.


Qenan dan Willy berjalan menuju panggung. Setelah berada di atas panggung, keduanya secara bergantian menyampaikan kata-katanya kepada para tamu undangan.


Setelah Qenan dan Willy menyampaikan sepatah dua katanya di depan semua para tamu undangan. Tiba waktunya Qenan dan Willy memperkenalkan sosok CEO perusahaan Accenture.


"Baiklah. Saya Willy Anse Dominic dan sahabat saya yaitu Qenan Syver William akan mempersilakan CEO perusahaan Accenture untuk naik ke atas panggung," ucap Willy.


Qenan dan Willy menatap kearah dimana Darren berada.


"Untuk tuan Darrendra Smith, mohon untuk berkenan naik ke panggung!" seru Qenan.


Mendengar seruan dari Qenan membuat Darren sedikit gugup. Ini adalah pertama kalinya Darren harus berdiri di depan para pebisnis.


Melihat kegugupan Darren. Axel, Jerry, Dylan, Rehan dan Darel memberikan semangat kepadanya. Mereka mengerti akan kegugupan Darren. Selama ini hanya Qenan dan Willy yang selalu berada di depan.


Setiap ada acara besar perusahaan, Qenan dan Willy juga yang datang menghadiri acara tersebut. Sementara Darren hanya berada di belakang panggung.


Sekali pun Darren ikut ke acara-acara besar itu, Darren hanya berada di belakang panggung. Berperan sebagai teman dari Qenan dan Willy, bukan sebagai CEO.


"Ayo, Ren! Kamu bisa. Bukankah ini rencana kamu buat membungkam orang-orang yang sudah menuduh dan memfitnah kita," tutur Rehan.


"Sudah waktunya kita menunjukkan jati diri kita yang sebenarnya," ucap Jerry.


"Kamu bisa!" seru Darel, Axel dan Dylan.


Mendengar ucapan demi ucapan dan juga dukungan dari kelima sahabatnya seketika Darren menarik nafas dalam-dalam.


Darren mengalihkan perhatiannya melihat kearah dimana kedua orang tuanya berada.


Erland dan Agneta yang melihat Darren menatapnya langsung menganggukkan kepalanya bersamaan sembari mengepalkan tinju ke udara sebagai bentuk dukungannya untuk Darren.

__ADS_1


Darren seketika tersenyum melihat balasan dari kedua orang tuanya itu. Setelah itu, Darren langsung berdiri dari duduknya dan melangkah menuju panggung.


Semua tamu undangan melihat Darren yang melangkah menuju panggung. Ada sebagian dari tamu undangan menatap penuh penasaran akan Darren. Tapi tidak dengan para tamu undangan yang sudah tahu siapa Darren.


__ADS_2