
Darren bersama ketujuh sahabat-sahabatnya berada di ruang kerja milik Darren. Darren saat ini tengah bersandar di punggung sofa dengan menidurkan kepalanya di kepala sofa. Dan tak lupa kedua matanya yang terpejam.
Sementara Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan menatap khawatir kearah Darren. Bahkan mereka melihat wajah Darren yang sedikit pucat akibat terlalu banyak mengeluarkan energinya hari ini. Ditambah lagi Darren belum makan sejak pagi.
Beberapa detik kemudian..
Darren membuka kedua matanya bersamaan dengan mengangkat kepalanya.
Darren menatap lurus ke depan dengan pikiran yang tertuju terhadap orang-orang yang sudah mengusik miliknya.
Sementara Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan menatap khawatir kearah Darren. Mereka tidak ingin Darren kembali tumbang karena memikirkan permasalahan perusahaan.
Tiba-tiba Darren berdiri dari duduknya sehingga membuat Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan juga ikut berdiri.
"Ren!"
Tanpa mempedulikan ketujuh sahabat-sahabatnya, Darren langsung melangkahkan kakinya menuju pintu keluar. Darren membuka pintu ruang kerjanya lalu keluar meninggalkan ruangan kerjanya.
"Ren!"
Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan memutuskan untuk menyusul Darren. Mereka benar-benar mengkhawatirkan Darren. Mereka takut jika Darren dikuasai oleh Rendra sehingga melakukan apa yang tidak seharusnya dilakukan.
^^^
"Sial," umpat Qenan, Willy dan Axel karena tidak menemukan keberadaan Darren.
"Cepat banget tuh anak hilangnya," ucap Rehan.
"Aku takut sosok Rendra menguasai tubuh Darren dan menghabisi semua musuh-musuhnya dengan kejam," sahut Jerry.
Kini Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan berada di Lobi perusahaan Micro Sinopec. Mereka sudah mencari Darren di setiap ruangan, namun mereka tidak menemukan keberadaan Darren. Darren menghilang begitu saja.
"Bos."
Fito datang dengan beberapa anggotanya bersama dengan Steven dengan 10 karyawan handal perusahaan Micro Sinopec.
"Bagaimana? Apa kalian menemukan keberadaan Bos kalian?" tanya Darel.
"Tidak, Bos! Kami tidak berhasil menemukan keberadaan Bos Darren," jawab Steven dan diangguki oleh 10 karyawan handal perusahaan Micro Sinopec tersebut.
"Sama. Kami juga tidak menemukan keberadaan Bos Darren, Bos!" seru Fito mewakili anggotanya.
Mendengar jawaban dari Fito dan Steven membuat Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan mengusap wajahnya khawatir.
"Baiklah. Fito."
"Iya, Bos Dylan!"
"Tambah anggotamu, lalu suruh semua anggota-anggotamu untuk berjaga-jaga, baik di luar maupun di dalam."
"Baik, Bos!"
"Dan kau Steven! Kau perketat lagi keamanan dari dalam. Selidiki kembali para karyawan dan karyawati lainnya. Siapa tahu ada diantara mereka yang memiliki niat tak baik," perintah Axel.
"Baik, Bos!"
"Kami akan mencari keberadaan Daren. Masalah perusahaan kami serahkan kepada kalian," ucap Qenan.
"Baik, Bos!" Steven dan Fito menjawab perkataan dari Qenan secara bersamaan.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, mereka semua pergi meninggalkan perusahaan Micro Sinopec. Baik Qenan, Willy, Axel maupun Jerry, Dylan, Darel dan Rehan meyakini bahwa Darren sudah pergi meninggalkan perusahaan Micro Sinopec dengan menggunakan ruang rahasia yang ada di perusahaan Micro Sinopec.
Mereka berpikir seperti itu karena kepintaran dan kejeniusan yang dimiliki oleh Darren. Sahabatnya itu bisa melakukan apa saja dengan kepintaran yang dimilikinya. Mereka sudah melihat sendiri bukti-buktinya, salah satunya adalah tembakan tiba-tiba terdengar di kediaman keluarga Smith sehingga menewaskan tiga anggota polisi.
***
Di marka The Crips milik Ziggy tampak ramai dimana Ziggy berkumpul dengan keempat sahabatnya beserta para tangan kanannya. Mereka semua saat ini berada di Aula besar markas The Crips.
Sementara untuk tiga mata-mata yang dibawa oleh anggota Fito ke markas The Crips berada di dalam ruangan tahanan. Dengan kata lain ruangan penyiksaan.
"Bagaimana? Apa ketiga mata-mata itu ada yang membuka mulut dan mengatakan siapa yang menyuruhnya?" tanya Ziggy kepada para tangan kanannya.
"Belum King," jawab Caleb.
"Tida ada dari mereka yang mau mengaku," pungkas Rubi.
"Kalau begitu. Tambah penyiksaan dari yang kemarin. Buat mereka mengaku," perintah Ziggy.
"Baik, King!" Caleb, Rubi, Tory, Billy dan Mark menjawab secara bersamaan.
"Oh iya! Apa kalian sudah mendapatkan kabar keberadaan kedua adik perempuannya Samuel?" tanya Devian dengan menatap satu persatu wajah sahabat-sahabatnya.
"Belum," jawab Ziggy, Noe, Enzo dan Chico bersamaan.
"Bagaimana dengan kelompok Triad?" tanya Chico.
"Kelompok Triad?" ulang Noe.
"Siapa pemimpinnya" tanya Enzo.
Noe dan Enzo menatap kearah Chico. Keduanya melupakan kelompok tentang kelompok Triad dan sang pemimpinnya.
"Aish, kalian ini!" kesal Chico. "Apa kalian benar-benar melupakan pemimpin dari kelompok Triad itu?" tanya Chico.
"Tangan kanan kalian saja ingat nama pemimpin dari kelompok Triad. Kalian yang sebagai ketua mafia kejam justru amnesia," ejek Chico.
Mendengar ejekan dari Chico membuat Enzo dan Noe mendengus kesal. Sementara Ziggy dan Devian tersenyum sembari geleng-geleng kepala.
Ketika mereka sedang membahas masalah mata-mata di perusahaan Darren dan membahas mengenai dua adik perempuan Samuel, tiba-tiba ponsel milik Carly tangan kanannya Devian berbunyi.
Carly langsung mengambil ponselnya di saku celananya. Ketika ponselnya sudah di tangannya, tatapan matanya menatap nomor anggotanya di. layar ponselnya.
Tanpa membuang-buang waktu lagi, Carly langsung menjawab panggilan dari anggotanya itu.
"Hallo, Bos!"
"Iya, ada apa?"
"Saya ingin memberitahu bahwa tuan Darren tiba-tiba menghilang di perusahaan Micro Sinopec. Kenapa saya menyimpulkan seperti itu karena saya melihat tuan Qenan, tuan Willy, tuan Axel, tuan Jerry, tuan Dylan, tuan Rehan dan tuan Darel tengah mencari keberadaan tuan Darren. Begitu juga dengan orang kepercayaannya yaitu Fito."
"Kalau begitu kau bawa beberapa orang untuk mencari keberadaan Darren."
"Baik, Bos!"
Setelah mengatakan itu, Carly langsung mematikan panggilannya. Kemudian Carly melaporkan hal tersebut kepada ketuanya.
"Ada apa? Tadi kamu menyebut nama Daren," ucap dan tanya Devian.
"Begini King. Anggotaku mengatakan bahwa tuan Darren hilang ketika berada di perusahaan Micro Sinopec. Bahkan tuan Qenan, tuan Willy, tuan Axel, tuan Jerry, tuan Dylan, tuan Darel dan tuan Rehan tidak mengetahui keberadaan tuan Darren."
__ADS_1
Mendengar penuturan dari Carly tentang Darren membuat Devian seketika terkejut. Begitu juga dengan Chico, Enzo, Noe dan Ziggy.
Kemudian mereka memerintahkan masing-masing dua tangan kanannya untuk mencari keberadaan Darren. Saat ini yang mereka pikirkan bahwa Darren dalam keadaan tak baik-baik saja. Mereka takut jika sosok Rendra mengambil alih tubuh Darren dan menguasainya untuk beberapa hari ke depan. Jika itu terjadi, maka akan banyak nyawa yang melayang.
"Darren, kakak berharap kamu dalam kondisi baik-baik saja sehingga sosok Rendra tidak mengambil alih tubuh kamu," batin Ziggy, Noe, Enzo, Devian dan Chico.
***
Di kediaman Radmilo dimana terlihat semua anggota keluarga berkumpul di ruang tengah, kecuali Kathleen dan Elzaro.
Jika Kathleen berada di perusahaan ER'Land. Sementara Elzaro berada di kediaman pribadi Darren bersama kelima sahabatnya.
Anggota keluarga Radmilo berkumpul di ruang tengah hanya untuk sekedar melepaskan rasa lelah karena seharian berada di kantor dan juga ingin menghabiskan waktu bersama anggota keluarganya.
Mereka mengobrol kecil sembari sesekali melontarkan candaan sesamanya sehingga timbul tawa diantara mereka.
Ketika mereka tengah mengobrol sembari melontarkan candaan, tiba-tiba ponsel milik Atalarik berbunyi sehingga membuat Atalarik langsung mengambil ponselnya di saku celananya.
Setelah ponselnya di tangannya, Atalarik melihat nama salah satu tangan kanannya di layar ponselnya. Tanpa membuang-buang waktu lagi, Atalarik langsung menjawab panggilan dari tangan kanannya itu.
"Hallo, ada apa?"
"Hallo, tuan. Saya ingin memberitahu tuan tentang nyonya Donita Johnson dan nona Safira Johnson."
"Kenapa dengan mereka?"
"Mereka kembali mengganggu nona Kathleen. Dan lebih parahnya mereka mempermalukan nona di depan banyak orang ketika nona sedang bersama dengan teman perempuannya di sebuah cafe."
Mendengar penuturan dari tangan kanannya mengenai putri kembarnya membuat rahang Atalarik mengeras. Tersirat kemarahan di sorot matanya.
"Apa yang mereka lakukan terhadap putriku?"
"Intinya, mereka berdua mengatakan bahwa nona manusia serakah, manusia tidak tahu cara berterima kasih terhadap keluarga Johnson. Bahkan nyonya Donita mengatakan bahwa nona Kathleen sangat kejam karena sudah menjual rumah milik keluarga Johnson."
"Brengsek! Berani sekali mereka memfitnah putriku. Cari tahu dimana mereka tinggal."
"Baik, tuan!"
Pip..
Setelah mengatakan itu, Atalarik langsung mematikan panggilannya secara sepihak. Dirinya saat ini benar-benar marah akan sikap buruk dari dua perempuan itu.
"Ada apa, Papi?" tanya Danesh.
"Keluarga itu masih mengganggu Kathleen," jawab Atalarik.
Mendengar jawaban dari Atalarik seketika membuat Danesh langsung mengerti. Begitu juga dengan anggota keluarga Radmilo yang lainnya.
"Apa yang mereka lakukan terhadap cucu Papa, Atalarik?" tanya Robert.
"Perempuan yang bernama Donita bersama putrinya yang bernama Safira mempermalukan Kathleen di Cafe. Mereka menyebut Kathleen kejam karena sudah menjual rumah mereka."
"Yang benar saja! Bukankah rumah itu hak nya Kathleen. Kathleen berhak menjualnya," sahut Nuel marah.
"Ini juga salah mereka. Jika mereka bersikap baik terhadap Kathleen. Jika mereka tidak menipu Kathleen, maka Kathleen tidak akan menjual rumah itu. Kathleen melakukan hal itu guna ingin merebut kembali apa yang telah dia berikan kepada mereka selama ini. Selama ini Kathleen bekerja untuk memenuhi kebutuhan mereka," sahut Intan.
Anggota keluarga Radmilo sudah mengetahui tentang kehidupan Kathleen selama tinggal di keluarga Johnson. Mereka tahu dari Elzaro karena Elzaro menyuruh beberapa orang untuk mengawasi kehidupan Kathleen.
"Kita harus beri pelajaran untuk mereka agar mereka berhenti mengganggu Kathleen, Pih!" ucap Satya.
__ADS_1
"Tentu. Papi tidak akan membiarkan mereka terus-menerus mengganggu Kathleen," jawab Atalarik.
Setelah itu, Atalarik dan anggota keluarga Radmilo memikirkan ide untuk membalas Donita dan Safira.