KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kekesalan Qenan


__ADS_3

[Di Kediaman William]


Qenan berada di kamar. Dirinya saat ini sedang tidur-tiduran di kasur kesayangannya.


Setelah terjadinya insiden dimana dirinya menjadi korban amukan yang dilakukan oleh salah satu sahabatnya Brenda yaitu Elsa. Qenan memutuskan pulang ke rumah tanpa memberi kabar ketujuh sahabatnya. Bahkan Qenan membolos dua materi kuliahnya.


Ketika Qenan tengah tidur-tiduran di kasur kesayangannya, tiba-tiba Qenan dikejutkan dengan suara ponselnya yang menandakan sebuah notifikasi masuk.


TING!


TING!


Mendengar ponselnya berbunyi, Qenan bangun dari acara tidur-tidurnya. Dia meraih ponselnya yang ada di meja di samping tempat tidurnya.


Ketikan ponselnya sudah ada di tangannya. Qenan melihat tujuh pesan chat dari ketujuh sahabatnya. Dia kemudian membuka dan membacanya.


From : Darel


Woi, kampret! Lo dimana?


From : Rehan


Udah deh. Jangan kayak anak cewek lo hitam. Balik nggak lo


From : Jerry


Dimana lo Tam?


From : Axel


Woi, Hitam!


From : Dylan


Gue kasih saran ama lo, Tam! Jika kekesalan lo terhadap Elsa belum hilang. Mending lo mandi. Jangan lupa airnya lo campur dengan es batu. Jika kepala lo disiram dengan air dingin, maka panas di kepala lo bakal hilang.


From : Willy


Tam... Tam. Mending lo balik deh ke kelas. Jangan kelamaan kesalnya. Gue kasihan ama lo. Kalau lo terlalu lama kesalnya. Bisa-bisa wajah lo yang jelek itu makin jelek.


From : Darren


Balik nggak lo hitam, kedelai hitam, kampret, dodol, bodoh, monyet, sialan. Mau berapa jam lo buat nenangin otak bodoh lo tuh, hah! Lo udah pergi sekitar tiga jam yang lalu. Jangan sampai gue nyeret lo hitam.


Membaca pesan chat dari ketujuh sahabatnya membuat Qenan mendengus dan juga mengumpat. Di dalam hatinya mengatakan 'begini banget punya sahabat. Nggak ada yang benar satu pun'.


Setelah itu, Qenan membalas pesan chat dari ketujuh sahabatnya itu dengan sekali kirim.


TO : Darel, Rehan, Axel, Jerry, Dylan, Darren, Willy


Bacot kalian semua. Pesan dari kalian nggak ada yang benar. Gue lagi tidur-tiduran di kamar gue.


Setelah mengirim pesan balasan untuk ketujuh sahabatnya. Qenan meletakkan kembali ponselnya di atas meja.


***


[Kampus]


Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel saat ini berada di kelas. Setelah selesai urusannya di ruang komputer, mereka semua memutuskan kembali ke kelas.


Baik Darren, Willy, Rehan, Darel maupun Jerry, Dylan dan Axel berharap Qenan sudah kembali ke kelas. Namun harapan mereka pupus karena mereka tidak melihat keberadaan Qenan di kelas.


Saat ini Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel sedang menatap kearah layar ponsel masing-masing. Mereka semua menunggu balasan dari Qenan.


TING!


Terdengar suara notifikasi dari tujuh ponsel di dalam kelas. Ponsel itu adalah milik Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel.


Baik Darren, Willy, Rehan, Darel maupun Jerry, Dylan dan Axel secara bersamaan membuka dan membaca isi pesan dari Qenan.


Dan detik kemudian...


"Hitam sialan!"


Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel berteriak kesal ketika membaca pesan dari Qenan. Yang membuat mereka semua kesal adalah pesan terakhir Qenan yang mengatakan bahwa dirinya sedang tidur-tiduran di kamarnya.


Sementara teman-teman sekelasnya langsung menutup telinga masing-masing ketika mendengar teriakan dari Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel. Dan jangan lupa tatapan horor semua teman-teman sekelasnya.


"Wah, benar-benar nih si hitam. Niat banget ngebolos," sahut Willy.

__ADS_1


"Kita udah nyari dia kemana-mana. Eh, tahunya dia sedang tidur-tiduran di kamarnya. Memang sialan tuh anak," ucap Rehan.


"Wah, parah-parah!" ujar Darel.


"Woi, bagaimana kalau kita bales aja?" tanya Dylan sembari menatap satu persatu wajah sahabatnya.


Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry dan Axel saling memberikan lirikan melalui tatapan matanya.


"Aku tahu hukuman yang cocok untuk sikedelai hitam itu," sahut Darren dengan memperlihatkan senyuman manisnya.


Setelah mengatakan itu, Darren langsung menghubungi asistennya fi perusahaan Accenture.


"Hallo, Bos."


"Apa saja pekerjaan di kantor yang belum aku periksa?"


"Mengaudit data, penghitungan dana, menyusun laporan keuangan kemarin sama bulan ini. Masing-masing dari yang saya sebutkan tadi membutuhkan sekita 10 berkas, Bos!"


"Dengarkan aku baik-baik. Sekarang kamu pergi ke rumahnya Qenan, Bos kamu itu. Bawa semua pekerjaan yang kamu sebutkan tadi kesaya. Setelah kamu bertemu dengan Qenan. Katakan padanya bahwa saya menyuruh dia untuk menyelesaikan semua pekerjaan itu dalam waktu satu hari penuh. Paling lambat besok pukul 9 pagi sudah harus selesai."


"Baik, Bos."


Sementara Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel tersenyum bahagia ketika mendengar ucapan dari Darren.


"Baiklah."


Setelah itu, Darren mematikan panggilannya. Darren tersenyum evil saat membayangkan wajah kesal Qenan yang tengah mengerjakan semua tugas-tugasnya.


***


[Kediaman William]


Qenan saat ini berada di ruang tengah. Beberapa menit yang lalu Qenan habis mengisi perutnya dengan nasi goreng kesukaannya.


Qenan duduk santai di ruang tengah sembari menonton acara kegemaran di televisi.


Ketika Qenan tengah menikmati harinya di rumah plus dengan acara tv yang menghibur, Qenan dikejutkan dengan suara bell rumahnya.


Mendengar suara bell rumah, seorang pelayan berlari menuju ruang tamu untuk membukakan pintu.


Ketika pintu sudah dibuka, pelayan itu melihat seorang pemuda berdiri di depan pintu.


"Saya dari perusahaan Accenture. Saya mau bertemu dengan Bos Qenan."


"Oh pegawainya tuan muda Qenan ya. Sebentar ya tuan. Saya panggilkan tuan muda Qenan dulu."


"Baik."


Pelayan itu pun melangkah menuju ruang tengah untuk menemui Qenan.


Dan tak butuh lama, Qenan pun datang menemui asistennya.


"Arka, ayo masuk!"


"Baik, Bos."


Kini Arka dan Qenan sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Ada apa?" tanya Qenan.


"Saya kesini karena diutus oleh Bos Darren," jawab Arka.


Mendengar nama Darren membuat Qenan langsung berpikir bahwa sahabat kelincinya itu sedang melakukan sesuatu kepadanya.


"Urusan apa?" tanya Qenan.


"Ini Bos." Arka langsung memberikan map warna merah ke hadapan Qenan.


Qenan melihat map merah yang disodorkan oleh Arka kepadanya. Qenan mengambil map itu. Membukanya dan juga membaca setiap isi yang tertulis di dalam map itu.


"Inikan semuanya tugas-tugasnya Darren. Kenapa diberikan kepada saya," sahut Qenan.


"Maaf, Bos. Saya hanya menjalankan perintah dari Bos Darren. Bos Darren ingin Bos yang mengerjakan semuanya."


"Sialan lo, Ren!" umpat Qenan di dalam hatinya.


"Apalagi yang diperintahkan oleh Bos kamu itu?" tanya Qenan dengan wajah kesalnya.


"Bos Darren mau semua tugas-tugas itu selesai besok. Sekitar pukul 9 pagi, tugas-tugas itu sudah di hadapan Bos Darren."

__ADS_1


"Baiklah," jawab Qenan kesal.


"Kalau begitu saya pamit Bos."


Setelah itu, Arka pun pergi meninggalkan rumah Qenan.


Qenan yang sudah kesal akan ulah Darren mengambil ponselnya. Qenan mencari nama kontak Darren.


Setelah mendapatkan nama Darren. Qenan pun langsung meredialnya.


***


[Kampus]


Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel masih di kelas. Sejam yang lalu, kelasnya sudah selesai mengikuti materi kuliah bahasa inggris.


"Gimana Ren?" tanya Jerry.


"Kita tunggu saja. Aku yakin sebentar lagi si hitam itu bakal menghubungiku," jawab Darren.


"Jadi lo beneran menyuruh Arka ke rumah Qenan dan membawa semua tugas-tugas lo kesana?" tanya Willy.


"Iya," jawab Darren.


"Wah! Parah lo, Ren. Itu semua kan tugas-tugas lo. Bukan tugasnya Qenan. Tapi justru lo nyuruh Qenan ngerjain semuanya," sahut Axel.


"Gak ada salahnya kan sekali-kali kita buat Qenan menderita. Bukannya kalian sepakat tadi buat ngasih hukuman untuk Qenan yang nggak ngasih kabar ke kita," jawab Darren dengan tersenyum manis.


Mendengar jawaban dari Darren, mereka semua langsung mengangguk setuju.


Mereka semua kesal terhadap Qenan. Bagaimana tidak kesal. Mereka seperti orang gila mencari keberadaan Qenan. Sementara orang yang dicari malah asyik-asyikan tiduran di kasur kesayangannya.


Terdengar suara dering ponsel milik Darren. Mendengar suara dering ponsel milik Darren. Baik Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel langsung melihat kearah layar ponselnya Darren.


Mereka semua tersenyum penuh arti ketika melihat nama Qenan di layar ponselnya Darren.


"Loundspeaker panggilannya, Ren!" seru Axel.


"Hm." Darren menganggukkan kepalanya.


Setelah itu, Darren menjawab panggilan dari Qenan.


Ketika Darren ingin menyapa Qenan terlebih dahulu. Namun dihentikan ketika mendengar teriakan dari Qenan di seberang telepon.


"Dasar siluman kelinci sialan! Ngapain lo ngasih tugas-tugas lo ke gue, hah?!"


Mendengar teriakan Qenan dan juga perkataan kejam dari Qenan membuat Darren seketika membelalakkan matanya. Sedangkan ketujuh sahabatnya dan juga teman-teman sekelas yang mendengar teriakan dan juga perkataan kejam dari Qenan langsung tertawa.


"Hahahahahaha."


Darren menatap tajam kearah ketujuh sahabatnya dan juga teman-teman sekelasnya.


Melihat tatapan tajam Darren. Seketika teman-teman sekelas langsung kicep. Sementara ketujuh sahabatnya langsung mengatup bibir masing-masing.


"Nggak usah protes Hitam dekil. Anggap saja semua tugas-tugas gue itu hukuman buat lo," jawab Darren tanpa rasa bersalah sama sekali.


"Yak! Emangnya gue salah apa sehingga harus dihukum, hah!" tanya Qenan sembari berteriak.


"Masih nggak sadar kesalahan lo apa Hitam sialan?!" tanya Dylan.


"Lo udah buat kita semua disini kayak orang gila nyariin lo. Dan tahunya lo enak-enakkan di rumah!" teriak Darel.


"Dan lo nggak kabari kita-kita sama sekali!" teriak Rehan.


"Itu baru hukuman dari Darren. Belum lagi dari hukuman kami," sahut Axel.


"Selesai hukum dari Darren. Bakal lanjut hukuman dari kita," ucap Jerry.


Mendengar ucapan demi ucapan dari ketujuh sahabatnya membuat Qenan kesal.


"Sialan kalian semua!" teriak Qenan.


TUTT!


TUTT!


Qenan langsung mematikan panggilannya secara sepihak.


"Hahahahaha."

__ADS_1


Darren, Willy, Rehan, Darel, Jerry, Dylan dan Axel tertawa keras ketika mendengar perkataan dan nada kesal dari Qenan. Mereka berhasil membuat kekesalan Qenan bertambah.


__ADS_2