KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Pencarian Dalang Sebenarnya


__ADS_3

Keesokkan paginya Erland, Agneta dan putra-putranya telah berkumpul di meja makan. Mereka akan melaksanakan sarapan pagi bersama.


Sementara untuk Evan, Carissa, ketiga putranya yaitu Daffa, Tristan dan Davian kini berada di Amerika tengah mengunjungi kerabat Evan yang sedang sakit.


Erica yang melihat Carissa pergi menangis untuk minta ikut. Dan dengan senang hati Evan dan Carissa membawanya. Begitu juga dengan Daffa, Tristan dan Davian. Mereka lah yang paling senang ketika melihat Erica yang minta ikut.


Evan memiliki dua saudara. Yang pertama adalah kakak laki-laki dan yang kedua adalah kakak perempuan. Sementara Evan nomor tiga alias sibontot.


Di Amerika, Erica bisa bermain dengan cucu dari kakak perempuan dan kakak laki-laki Evan.


Keluarga dari kakak perempuan dan kakak laki-laki Evan juga dekat dengan keluarga Smith.


Ketika mereka semua tengah menikmati sarapan paginya dengan hikmah dan penuh kebahagiaan, tiba-tiba ponsel milik Darren berbunyi.


Darren yang mendengar bunyi ponselnya langsung mengambilnya di saku celananya.


Setelah ponselnya sudah ada di tangannya, Darren melihat nama 'Fito' di layar ponselnya. Darren pun langsung menjawab panggilan dari Fito tersebut.


"Hallo, Fito."


"Hallo, Bos. Maaf mengganggu."


"Tidak apa-apa, Fito. Ada apa?"


"Si pengkhianat di perusahaan ER itu akan beraksi hari ini, Bos!"


"Apa yang akan dilakukan oleh brengsek itu?"


"Seperti yang sudah direncanakannya selama ini bahwa dia ingin mengambil alih kepemimpinan perusahaan ER. Bahkan pria itu sudah menyuruh beberapa anak buahnya bersiap-siap di sekitaran perusahaan ER. Pria itu juga membawa dua orang polisi dan satu pengacara."


"Baiklah kalau begitu. Kita akan ikut dalam permainan bajingan sialan itu. Kau kerahkan beberapa orang-orang hebat kita untuk datang kesana. Pasti anggota kita lebih banyak dibandingkan anak buah bajingan itu."


"Lalu bagaimana dengan dua polisi dan pengacara itu, Bos? Apa kita tidak minta bantuan dari Bos Ziggy?"


"Tidak perlu. Aku masih bisa menghandle nya. Kau tidak perlu khawatir. Aku sangat yakin dua polisi itu tidak akan berkutik jika melihatku ada disana."


"Baiklah, Bos!"


"Oh iya, Bos! Bagaimana dengan keluarga Charly dan keluarga Ladoza. Kapan kita akan hancurkan mereka?"


Mendengar Fito menyebut dua keluarga itu. Seketika terukir senyuman di sudut bibirnya.


Erland, Agneta, keenam kakaknya dan kelima adiknya langsung paham arti dari senyuman itu.


"Menurutmu enaknya kapan kita mulai menghancurkan dua keluarga itu dan merebut kembali apa yang sudah mereka ambil dari perusahaan ER?"


Seketika Erland, Davin dan Andra langsung paham maksud dari perkataan Darren barusan.

__ADS_1


"Ini pasti keluarga Charly dan keluarga Ladoza," batin mereka.


"Bagaimana hari ini saja, Bos! Aku tahu Bos lagi banyak masalah. Jadi kita menulai menyelesaikan masalah Bos dari pria itu dan dua keluarganya!"


Mendengar mendengar perkataan dari Fito. Darren berpikir sejenak. Setelah itu, Darren kembali tersenyum.


"Baiklah. Kita akhiri kecurangan bajingan itu di perusahaan ER dan kebahagiaan dua keluarga itu. Kau kerahkan masing-masing sekitar 30 orang untuk menuju kediaman keluarga Charly, keluarga Ladoza dan dua perusahaan milik kedua keluarga itu."


"Baik, Bos."


"Jangan melakukan apa-apa sebelum kedatanganku. Cukup awasi saja pergerakan disana."


"Baik, Bos."


"Aku akan ikut bersama ayahku dan kedua kakakku ke perusahaan ER. Selesai dari perusahaan ER aku akan menghubungimu. Yang harus kau kerjakan buat semua milik mereka berpindah menjadi atas namaku. Dan sebarkan semua buktikan kecurangan dan kejahatan dari dua keluarga itu di internet."


"Baik, Bos."


Setelah selesai berbicara dengan Fito. Darren langsung mematikan panggilannya tersebut.


Darren menatap wajah ayahnya dan juga wajah kedua kakaknya yaitu Davin dan Andra.


"Bersiaplah. Kita akan memberikan hukuman kepada si pengkhianat itu hari ini," ucap Darren.


"Apa yang akan dilakukan bajingan itu, Ren?" tanya Andra.


"Dia membawa dua polisi dan satu pengacara ke perusahaan ER. Dia akan mengakhiri permainannya selama ini dengan merebut kepemimpinan perusahaan ER."


"Aku akan ikut bersama kalian ke perusahaan ER," ucap Darren.


"Baiklah, sayang!"


"Baik, Ren!"


***


"Bagaimana? Apa kalian sudah mendapatkan dalang pelaku yang sudah mengeroyok Rehan?" tanya Enzo.


"Belum, King. Kami sudah berusaha menelusuri semuanya. Tapi kami selalu gagal."


"Sepertinya musuh Darren dan ketujuh sahabatnya kali ini benar-benar hebat dalam menyembunyikan identitasnya," sahut Noe.


"Iya. Kau benar, Noe! Musuh dari kedelapan adik kita yang satu itu benar-benar sangat pintar. Cara bermainnya juga licik," sela Devian.


"Sepintar apapun dia. Lambat laun kita akan berhasil menemukan keberadaannya," pungkas Ziggy.


Mendengar perkataan dari Ziggy membuat Enzo, Noe, Devian dan Chico mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


Enzo bersama dengan keempat sahabatnya saat ini berada di ruangan komputer yang ada di markas miliknya.


"Aku jadi makin penasaran dengan orang itu," ujar Chico.


Ketika kelima ketua mafia ini tengah memikirkan orang atau kelompok yang sudah mengeroyok Rehan, tiba-tiba salah satu anggota dari Tommy bersuara.


"King."


Enzo langsung melihat kearah anggota dari tangan kanannya itu.


"Ada apa?"


"Saya mendapatkan sebuah kabar baru, King."


"Apa itu? Katakan."


"Ini mengenai geng motor VAGOS dan geng motor BRUISER yang dipimpin oleh salah satu adik anda, King!"


"Kabar apa yang kau dapatkan?"


"Begini, King! Awalnya ada perseteruan antara geng motor Bruiser dengan geng motor Vagos adalah faktor kecemburuan. Dulu masih diketuai oleh ketua yang lama. Geng motor Vagos tidak terima dengan ketenaran dari geng motor Bruiser. Mereka marah karena geng motor Bruiser selalu dipuji oleh semua orang."


"Jadi masalah tersebut membuat geng motor Vagos selalu mencari masalah dengan geng motor Bruiser, begitu?" ucap dan tanya Devian.


"Benar, King!"


"Saya mendapatkan berita ini samar-samar dan informasi yang saya dapat pun kurang mendatail. Tapi kesimpulannya adalah baik pemimpin geng motor Bruiser dan pemimpin geng motor Vagos terdahulu sudah berdamai. Dan keduanya memutuskan untuk kerja sama dalam menjaga dan melindungi orang-orang yang tertindas, terutama untuk para pengendara motor."


"Meninggalnya pemimpin dari geng motor Vagos terdengar di telinga seseorang. Dan orang itu adalah pemimpin geng motor yang sekarang. Pemimpin geng motor Vagos yang terdahulu adalah kakak angkat laki-laki dari pemimpin yang sekarang."


Mendengar cerita dari anggotanya. Baik Enzo maupun yang lainnya terkejut.


"Pemimpin yang sekarang ini ingin membalaskan kematian kakak angkatnya terhadap geng motor Bruiser. Pemuda itu mendapatkan informasi dari seseorang yang mengatakan bahwa kakaknya dibunuh oleh pemimpin baru dari geng motor Bruiser."


Mendengar ucapan dari anggotanya tersebut membuat Enzo, Chico, Noe, Devian dan Ziggy terkejut. Mereka tidak menyangka jika masalah yang dihadapi kedelapan adiknya serumit ini.


"Jadi maksud kamu orang itu telah mengarang cerita kepada pemimpin geng motor Vagos dengan mengatakan bahwa Darren yang telah membunuh kakaknya?" tanya Chico.


"Benar, King!"


"Brengsek," umpat Ziggy marah.


"Taktik yang sangat bagus," ucap Ziggy.


"Membunuh tanpa harus mengotori tangan," ucap Noe.


"Dan tanpa mengeluarkan tenaga," ucap Devian menambahkan.

__ADS_1


"Cari terus orang itu. Bagaimana pun caranya," perintah Enzo kepada anggotanya.


"Baik, King!" seru mereka.


__ADS_2