KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Hukuman Dan Ancaman


__ADS_3

Di lokasi yang berbeda dimana terlihat sebuah mansion milik keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor. Terlihat disana tampak ada keributan. Keributan tersebut terjadi disebabkan oleh 25 anggota kelompok mafia The Crips yang dipimpin masing-masing satu tangan kanan yaitu Tory, Billy dan Mark.


Ketiganya berada disana karena menjalankan perintah dari ketuanya yaitu Ziggy Chaim. Perintah yang diberikan oleh sang ketua adalah untuk memberikan hukuman kepada orang yang sudah menghina, memarahi dan membentak Erica.


"Setibanya kalian di dalam. Cari perempuan yang sudah mengusik Nona Erica!"


Di lokasi yang berbeda, baik Tory maupun Billy dan Mark sama-sama bersamaan memberikan perintah kepada anggotanya.


"Baik!"


Setelah itu, mereka pun memutuskan untuk masuk ke dalam rumah.


Braakk..


Di tempat yang berbeda. Tory, Billy dan Mark bersamaan menendang pintu utama kediaman keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor sehingga membuat pintu tersebut rusak.


Detik itu juga, ketiganya masuk ke dalam rumah dengan diikuti oleh anggotanya di belakang dengan mengarahkan senjatanya ke sekeliling ruangan di dalam rumah.


^^^


Sementara para penghuni yang ada di dalam rumah seketika terkejut ketika mendengar keributan di depan. Mereka semua keluarga dari dalam kamar, dari dalam ruangan kerja atau dari tempat-tempat pribadi mereka untuk melihat keributan tersebut.


Detik kemudian..


Deg..


Baik keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor terkejut dan syok ketika melihat beberapa orang berpakaian hitam plus topeng. Dan jangan lupa senjata yang ada di tangan masing-masing.


Yang membuat mereka lebih terkejut lagi adalah ketika melihat topeng yang dikenakan oleh para laki-laki di hadapannya itu. Mereka sangat mengenal topeng tersebut.


"The Crips!"


Secara bersamaan di dalam hati. Para anggota keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor menyebut nama kelompok mafia tersebut.


Enam anggota Tory, Billy dan Mark langsung menjalankan tugasnya dengan menarik kasar perempuan yang sudah mengusik Erica.


Bruukkk..


Masing-masing anggota dari Billy, Torry dan Mark mendorong kasar tubuh para istri dari keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor tepat di hadapan sang Bos sehingga membuat ketiga wanita itu meringis kesakitan bagian lutut, lengan dan kakinya.


"Mama!"


"Sayang!"


Para suami dan anak pertama dan kedua dari ketiga wanita itu berteriak dengan tatapan menatap khawatir kearah istrinya/ibunya dan menatap marah kearah Billy, Tory, Mark dan para anggotanya.


"Siapa kalian?!


"Apa mau kalian?!"

__ADS_1


"Kami tidak memiliki urusan dengan kelompok kalian!"


"Kami tidak pernah mengusik kalian!"


Di tempat yang berbeda. Sang kepala keluarga dari tiga keluarga tersebut berucap sembari berteriak marah kearah Tory, Billy dan Mark.


Billy berada di kediaman keluarga Visser, Tory berada di kediaman keluarga Hendriks dan Mark berada di kediaman keluarga Taylor. Mereka membawa masing-masing anggota sekitar 25 orang dengan keahlian jago menembak dan bela diri.


Tory, Mark dan Billy seketika tertawa ketika mendengar ucapan demi ucapan serta teriakan dari pria yang berdiri di hadapannya itu. Menurutnya pria itu sangat lucu.


"Hei, Tuan! Saya katakan pada anda. Apa yang anda katakan itu benar sekali jika anda tidak pernah mengusik saya dan kelompok saya," ucap Billy menatap tajam kearah pria itu.


"Anda dan keluarga anda memang tidak memiliki urusan dengan saya dan kelompok saya," ucap Mark.


"Anda bertanya apa kemauan saya datang kesini, hum? Baiklah! Saya akan katakan yang sebenarnya."


Tory menghentikan perkataannya sejenak. Tatapan matanya menatap tajam kearah wanita yang saat ini tengah kesakitan di bagian lutut dan kakinya di lantai.


"Wanita itu yang memiliki urusan denganku!"


Di tempat yang berbeda. Billy, Tory dan Mark mengatakan kata itu di hadapan semua anggota keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor.


Deg..


Baik keluarga Visser dan keluarga Hendriks dan keluarga Taylor terkejut. Begitu juga dengan tiga wanita tersebut.


"Hei, nyonya."


"Apa anda ingat kata-kata apa yang anda keluarkan untuk anak kecil itu?"


Billy, Tory dan Mark bertanya kepada wanita yang ada di bawahnya yang saat ini tengah kesakitan plus terkejut. Bahkan tersirat ketakutan.


"Anda sudah berani menghina anak kecil itu."


"Anda sudah berani membentak anak kecil itu."


"Anda sudah berani memarahinya dan menyalahkan anak kecil itu, padahal anak anda yang bersalah terlebih dahulu."


Wanita itu hanya diam sambil menunduk. Dia tidak berani menatap wajah laki-laki di depannya.


"Ini, silahkan anda lihat video ini biar anda tahu kejadian yang sebenarnya!"


Billy, Tory dan Mark memperlihatkan video itu ke hadapan wanita yang ada di hadapannya itu.


Ketiga wanita itu melihat kearah layar ponsel milik laki-laki yang ada di hadapannya itu. Tatapan matanya menatap setiap adegan disana.


Beberapa detik kemudian..


Billy, Tory dan Mark menarik ponselnya kembali. Mematikan ponselnya dan kemudian memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.

__ADS_1


"Sekarang anda sudah tahukan apa kesalahan anda dan kesalahan anak anda."


"Anda juga sudah tahukan siapa yang salah dan siapa yang benar?"


Billy, Tory dan Mark berbicara dengan penuh penekanan dan tatapan matanya yang tajam.


"Anak kecil yang telah anda hina, anda marahi dan anda bentak adalah anak perempuan kesayangan dari Tuan Darren, Tuan Qenan, Tuan Willy, Tuan Axel, Tuan Jerry, Tuan Dylan, Tuan Darel dan Tuan Rehan."


Billy, Tory dan Mark menatap satu persatu wajah anggota keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor secara bergantian.


"Kalian tahukan siapa mereka di dunia Bisnis?"


"Dengan satu jentikan jari, maka perusahaan kalian akan hancur tanpa sisa. Bahkan kalian juga akan kehilangan rumah ini."


"Anak kalian yang terlebih dahulu mengusik anak perempuan dari tuanku. Anak anda dengan kejinya merobek lukisan yang telah dia buat. Bahkan anak kalian juga menghina dan merendahkannya hanya karena dia memiliki delapan ayah angkat."


"Apa ada yang salah jika seseorang memiliki banyak ayah?"


"Apa itu berdosa?"


"Apa itu merugikan kalian sekeluarga?"


Billy, Tory dan Mark berbicara dengan menatap penuh amarah kearah anggota keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor.


"Sebagai hukumannya, maka bersiap-siaplah kalian kehilangan perusahaan yang telah kalian bangun selama ini."


Mendengar ucapan dari Billy, Tory dan Mark membuat keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor terkejut dan takut.


"Tidak! Jangan sentuh perusahaanku!"


Para kepala keluarga dari keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor berucap sembari memohon di hadapan Billy, Tory dan Mark.


"Tidak ada kata negosiasi. Hukuman tetaplah hukuman."


"Jika anda tidak ingin kehilangan rumah ini juga, maka suruh istri anda untuk datang menemui kedelapan ayah angkat dari anak kecil yang sudah istri anda hina, marahi dan bentak. Berundinglah dengan mereka."


"Nasib kalian ada di tangan kedelapan ayah angkat dari anak kecil itu."


Setelah mengatakan itu. Billy, Tory dan Mark langsung pergi meninggalkan kediaman keluarga Visser, keluarga Hendriks dan keluarga Taylor.


Lima detik kepergian Billy, Tory dan Mark. Pria itu mendekati istrinya yang masih duduk di lantai. Kemudian pria itu menarik tangan istrinya untuk berdiri.


Detik kemudian..


Plaakk..


Plaakk..


Plaakk..

__ADS_1


Pria itu memberikan tamparan keras di pipi istrinya hingga membuat pipi istrinya itu merah dan juga terluka.


__ADS_2