
Qenan dan Willy sudah berada di perusahaan Accenture. Ketika Qenan dan Willy sampai di perusahaan Accenture, keduanya dikejutkan dengan keributan disana.
Ada dua pria yang membuat keributan di perusahaan Accenture. Kedua pria itu membawa sekitar tiga puluh anak buahnya.
Bukan hanya tiga puluh anak buah yang dibawa oleh kedua pria itu, melainkan sepuluh pemilik perusahaan juga turut hadir di perusahaan Accenture.
Kedua pria itu mengarang cerita dengan mengatakan bahwa perusahaan Accenture telah banyak melakukan korupsi dan kecurangan.
Kedua pria itu mengatakan bahwa perusahaan Accenture sudah banyak melakukan tindakan curang dan kejahatan di dunia bisnis.
Mendengar ucapan demi ucapan dari dua pria itu membuat sepuluh pemilik perusahaan yang juga bekerja sama dengan perempuan Accenture tak terima dan marah.
Dan untungnya Darren sudah menyiapkan semuanya. Darren sudah menempatkan beberapa orang untuk menjaga dan melindungi perusahaannya. Lebih tepatnya ada Dito dan Vicki yang bekerja di perusahaan Accenture.
Qenan dan Willy berusaha untuk menangani keributan yang dibuat oleh dua orang pria itu. Dan benar apa yang dikatakan oleh Darren jika ada yang ingin bermain-main dengan perusahaan Accenture. Orang itu adalah dua rekan kerja perusahaan Accenture.
Kedua pria itu menandatangani berkas kerjasama dengan perusahaan Accenture melalui Qenan dan Willy.
Qenan dan Willy sudah mendapatkan informasi mengenai kedua orang itu. Keduanya juga tahu alasan dua rekan kerjanya itu membuat keributan di perusahaan Accenture.
Qenan dan Willy menatap marah kearah kedua pria itu yang terus-menerus memojokkan pemilik perusahaan yang tak lain adalah sahabat mereka sendiri.
"Oh, jadi seperti ini sifat asli dari pemilik perusahaan AcE CORP dan ARzaaK Micro!" seru Qenan yang berjalan memasuki perusahaan Accenture bersama dengan Willy.
Mendengar ucapan seseorang, kedua pria itu dan semua orang yang ada di dalam langsung melihat keasak suara tersebut.
Ketika melihat kedatangan Qenan dan Willy membuat dua pria itu terkejut. Di dalam hati kedua pria itu mengatakan kenapa Qenan dan Willy berada di perusahaan Accenture. Bukankah keduanya sudah tidak lagi bekerja sebagai Direktur sekaligus penanggung jawab di perusahaan Accenture.
Sementara untuk para karyawan tersenyum bahagia akan kedatangan Qenan dan Willy.
Qenan dan Willy melihat wajah tegang dan terkejut kedua pria itu tersenyum menyeringai.
"Kenapa? Apa kalian terkejut?" tanya Qenan. Sementara Willy tersenyum.
Mendengar ucapan dan ejekan dari Qenan membuat kedua pria itu menatap Qenan serta Willy dengan tatapan marah.
__ADS_1
"Kenapa kalian ada disini, hah?!" bentak CEO dari perusahaan AcE CORP.
"Memangnya kenapa? Tidak boleh? Ini perusahaan sahabat kami. Kami masih punya hak untuk datang dan pergi dari perusahaan ini," ucap dan tanya Willy.
"Apa kalian berpikir jika kami sudah tidak bekerja di perusahaan Accenture, kami dilarang untuk mengunjungi perusahaan Accenture? Oh, kalian berdua salah besar. Baik kami berdua, baik Darren selaku pemimpin perusahaan Accenture maupun sahabat-sahabat kami yang lain memiliki hak untuk datang kapan saja ke perusahaan sahabat-sahabat kami. Kami juga punya hak untuk ikut campur dalam setiap permasalahan yang dialami perusahaan sahabat-sahabat kami."
Qenan berbicara dengan nada emosi dan tatapan matanya menatap marah kedua pria itu.
Mendengar ucapan dari Qenan membuat kedua pria itu makin tersulut emosi.
"Kalian berdua manusia yang serakah dan juga manusia yang kacang lupa kulitnya. Jika bukan berkat bantuan sahabat kami yaitu Darrendra Smith yang begitu baik dan bijak. Perusahaan kalian berdua sampai detik ini tidak akan pernah terkenal dan berkembang menjadi sukses!" bentak Willy.
"Perusahaan kalian menjadi sekarang ini berkat kalian menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Accenture. Perusahaan Accenture sudah banyak memberikan keuntungan besar untuk perusahaan kalian. Apa ini balasan kalian!" bentak Qenan.
Qenan dan Willy menatap penuh amarah kedua pria itu. Keduanya tidak terima jika sahabat kelincinya dikhianati.
"Jangan kalian berpikir setelah kami berdua tidak bekerja lagi di perusahaan Accenture. Sahabat kami Darren akan sendirian menangani perusahaannya? Kalian salah besar!" teriak Willy.
"Aku beritahu kalian berdua bagaimana moto kami selama ini. Aku Qenan Syver William, Willy Anse Dominic, Darelano Dustine, Azek Rehan Zordy, Aron Jerry Antonius, Dylan Afred Carlo, Yonantan Axel Immanuel dan Darrendra Smith saling membantu dan saling merangkul satu sama lain, susah senang selalu bersama-sama, suka duka kami hadapi bersama. Jika salah satu menangis, maka semuanya juga ikut menangis. Jika salah satu bahagia, semuanya ikut bahagia. Jika salah satu mendapatkan masalah, yang lainnya langsung turun tangan membantu menyelesaikan masalah tersebut karena masalahmu adalah masalahku."
"Kami bersahabat sejak dibangku sekolah dasar sampai sekarang. Sudah 16 tahun persahabatan kami. Apa kalian berpikir kami dengan mudahnya meninggalkan sahabat kami sendirian di perusahaan Accenture setelah bertahun-tahun kami menemaninya di perusahaan ini!" teriak Qenan.
"Kami memang tidak di perusahaan Accenture lagi. Bukan berarti kami melepaskan dan membiarkan sahabat kami bekerja sendirian mengurus perusahaannya. Kami selalu mengawasinya secara diam-diam. Buktinya sekarang, kami mengetahui bahwa sahabat kami dalam masalah!" teriak Willy.
Qenan dan Willy memang selalu mengawasi pergerakan di perusahaan Accenture tanpa sepengetahuan Darren. Keduanya memang sudah tahu jika ada dua rekan kerja perusahaan Accenture ingin melakukan sesuatu hal yang buruk terhadap perusahaan Accenture.
Sekali pun Darren tidak menghubungi Qenan dan memberitahunya. Qenan sudah mengetahui masalah tersebut. Begitu juga dengan Willy, Axel, Dylan, Jerry, Rehan dan Darel. Mereka tahu jika perusahaan Accenture dalam masalah.
Qenan dan Willy menatap tajam kedua pria itu. Tatapan keduanya seakan-akan ingin membunuh kedua pria tersebut.
"Aku tahu tujuan kalian berdua menyerang perusahaan ini. Kalian beranggapan bahwa sahabat kami Darrendra Smith adalah laki-laki lemah dan laki-laki bodoh yang tidak bisa apa-apa tanpa kedua sahabatnya. Aku beritahu kalian berdua siapa itu Darrendra Smith. Sahabat kami itu adalah pemuda yang kuat, pemuda yang cerdas, pemuda yang jenius yang bisa melakukan apa saja yang dia mau. Dengan kepintaran dan kecerdasan yang dimiliki oleh sahabat kami itu, dia bisa menciptakan banyak lapangan pekerjaan baru untuk orang-orang yang membutuhkan pekerjaan. Sahabat kami juga bisa mencetak uang banyak hanya dengan kepintaran dan kejeniusan yang dimilikinya!" teriak Qenan.
"Kalian benar-benar licik. Kalian sampai membawa sepuluh pemilik perusahaan ke perusahaan Accenture. Kalian mengarang cerita di depan mereka semua dan mengatakan hal buruk tentang perusahaan Accenture kepada mereka. Tujuannya adalah agar mereka membatalkan kerjasama mereka dengan perusahaan Accenture. Wah! Benar-benar salut dengan rencana kalian!" seru Willy.
"Dan untuk kalian!" teriak Qenan menunjuk ke sepuluh pemilik perusahaan yang ikut hadir di perusahaan Accenture.
__ADS_1
"Jika kalian tidak berniat untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan Accenture. Lebih baik kalian tidak usah menawarkan kerjasama dengan perusahaan Accenture. Bukankah dari awal kalian yang mendatangi perusahaan Accenture. Kalian juga yang menawarkan kerjasama itu," ucap Willy.
"Hanya karena satu orang. Kalian langsung berubah pikiran dan ragu untuk melanjutkan kerjasama kalian dengan perusahaan sahabat kami," ucap Qenan.
"Asal kalian tahu. Baik sahabat kami maupun kami tidak ada pemaksaan untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan kami. Bagi kami semua adalah jika percaya dengan perusahaan kami, maka silahkan ajukan berkas kerjasama dengan perusahaan kami. Jika tidak mempercayai perusahaan kami, maka menjauhlah dan jangan mengusik kami." Qenan berucap dengan tatapan matanya menatap ke sepuluh pemilik perusahaan yang awalnya ingin menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan Accenture.
"Aku, Willy Anse Dominic menyatakan bahwa kalian masuk ke dalam daftar hitam perusahaan Accenture dan juga perusahaan kami berdua. Begitu juga dengan perusahaan sahabat kami yang lainnya. Kami sudah tidak berminat untuk menjalin hubungan kerjasama dengan kalian. Kalian terlalu percaya dengan ucapan orang lain dari pada percaya dengan orang yang bekerja sama dengan kalian."
Mendengar perkataan Willy membuat ke sepuluh pemilik perusahaan itu terkejut. Mereka semua tak menyangka jika akan berakhir seperti ini.
Di dalam hati ke sepuluh pemilik perusahaan itu merutuki kebodohannya karena mau saja diajak oleh pemilik perusahaan AcE CORP dan pemilik perusahaan ARzaaK Micro untuk mendatangi perusahaan Accenture. Bahkan mereka percaya setiap perkataan dari dua pria itu tentang CEO perusahaan Accenture.
Ketika suasana sedang memanas, tiba-tiba Vicki datang dan membisikkan sesuatu ke telinga Willy sehingga membuat Willy terkejut.
"Bos! Bos Darren masuk ke rumah sakit. Kabar yang saya dapatkan bahwa jantung Bos Darren kembali kambuh. Bos Darren sempat tak sadarkan diri."
Willy seketika membelalakkan matanya ketika mendengar laporan dari Vicki. Tatapan matanya makin menajam menatap kedua pria menjijikkan itu.
Setelah membisikkan sesuatu ke telinga Willy. Vicki memundurkan langkahnya.
"Kalian berdua memang brengsek. Puas kalian, hah!" terima Willy.
Willy benar-benar marah akan kabar yang dia terima. Sahabat terbaiknya kembali masuk ke rumah sakit. Itu semua disebabkan oleh kedua pria itu.
"Sahabat kami sampai masuk ke rumah sakit karena memikirkan perusahaannya. Ingat! Kami menandai kalian. Tunggu saja apa yang akan menimpa kalian semua!" teriak Willy.
"Dito, Vicki!"
"Iya, Bos!"
"Seret mereka semua keluar dari perusahaan ini. Pastikan mereka tidak menginjakkan kakinya lagi ke perusahaan ini. Dan cari tahu siapa saja keluarga mereka beserta pekerjaannya. Setelah kalian mendapatkannya. Hancurkan mereka semua!"
"Baik, Bos!"
Mendengar ucapan dan ancaman dari Willy membuat kedua pria itu terkejut dan syok. Begitu juga dengan ke sepuluh pemilik perusahaan yang ikut bersama dengan kedua pria itu. Mereka tidak menyangka jika perbuatan mereka berimbas kepada anggota keluarganya.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Qenan dan Willy langsung pergi meninggalkan perusahaan Accenture untuk bergegas menuju rumah sakit.