KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Memiliki Kemiripan Cerita


__ADS_3

Elzaro dan kelima sahabatnya saat ini berada di kantin kampus. Setelah mengikuti dua materi kuliah, mereka memutuskan untuk mengisi perutnya. Sejak di dalam kelas, perut mereka sudah berdisko ria minta diisi.


"Kalian pasti tidak akan percaya jika aku ceritakan tentang kakek yang memiliki dua adik perempuan! Dan salah satunya adik perempuannya kakek memiliki nama marga yang sama dengan marga keluarga Garcia dan keluarga Smith!" seru Elzaro dengan tatapan matanya menatap kelima sahabatnya.


Mendengar perkataan dari Elzaro membuat Melky, Derry, Allan, Glen dan Diego terkejut. Mereka dengan kompak menatap wajah Elzaro.


"Benarkah?" tanya Allan.


"Hm." Elzaro menganggukkan kepalanya.


"Bukankah Marga Smith itu nama Marga keluarganya Darren?" tanya Glen.


"Iya. Bahkan Alin mengatakan bahwa Marga Garcia itu adalah Marga keluarganya Darren dari pihak ibunya. Sementara Marga Smith dari pihak ayahnya." Elzaro menjawab pertanyaan dari Glen.


"Bagaimana bisa salah satu adik perempuan kakek Robert memiliki Marga yang sama dengan keluarga Darren?" tanya Diego penasaran.


"Begini ceritanya," ucap Elzaro.


Flashback On


Semua anggota keluarga Radmilo sudah berkumpul di ruang tengah. Sesuai apa yang dikatakan oleh Gerald bahwa setelah sarapan pagi mereka akan membahas masalah tersebut di ruang tengah


"Kakek," panggil Kathleen.


Robert langsung melihat kearah cucu kembarnya disertai dengan senyuman manis untuk cucunya itu.


"Ada apa, sayang?"


"Ketika kita di meja makan tadi. Kakek sempat menyebut nama keluarga Smith. Dan bukan itu saja, kakek juga menyebut nama Belva Carlise Garcia." ucap dan tanya Kathleen penasaran.


Robert kembali tersenyum mendengar pertanyaan dari cucu kembarnya. Begitu juga dengan yang lainnya.


"Kenapa? Apa kamu penasaran masalah perkataan kakek beberapa menit yang lalu, hum?"


Bukannya menjawab pertanyaan dari sang cucu. Justru Robert malah memberikan pertanyaan kepada cucunya itu.


"Kalau dibilang penasaran. Bukan hanya aku saja yang penasaran disini. Aku yakin kalau kakak Lino, saudara dan saudari aku yang lainnya juga penasaran akan perkataan kakek itu. Tapi...."


Kathleen menghentikan sejenak ucapannya itu sehingga membuat semua anggota keluarganya menjadi penasaran.


"Tapi kenapa, sayang?" tanya Mita.


"Masalah nama keluarga yang kakek katakan ketika di meja makan tadi itu mirip dengan nama keluarganya Darka. Dan perempuan bernama Belva Carlise Garcia yang kakek bilang kalau dia adalah keponakan perempuan kakek namanya juga sama dengan nama ibu kandungnya Darka," sahut Kathleen.


Deg..


Mereka semua terkejut mendengar perkataan dari Kathleen tentang keluarga Smith dan tentang nama Belva Carlise Garcia.


"Sayang, apa itu benar?" tanya Robert.

__ADS_1


"Iya, kakek! Nama ayah kandung Darka adalah Erland Faith Smith. Dan nama ibunya Belva Carlise Garcia," jawab Kathleen.


"Alin," panggil Elzaro.


"Iya, kakak Lino."


"Jika nama ibu kandungnya Darka, Darren dan saudara-saudarnya yang lain adalah Belva Carlise Garcia. Terus perempuan yang mereka panggil Mama itu siapa?"


"Darka cerita padaku kalau ibu kandungnya meninggal ketika dia berusia tiga tahun dan Darren berusia satu tahun. Sebelum meninggal, ibunya meminta kepada adik perempuannya untuk menggantikan posisinya di dalam kehidupan suami dan ketujuh putranya," ucap Kathleen


"Jadi Bibi Agneta itu adalah ibu tiri sekaligus Bibi mereka," ucap Kathleen lagi.


Robert yang mendengar cerita dari Kathleen seketika teringat akan adik perempuannya yaitu Belinda Radmilo. Sejak kejadian dimana adik perempuannya pergi meninggalkan rumah akibat keegoisan ayahnya sampai detik ini Robert belum bertemu dengan adik perempuannya itu.


Jangan bertemu dengan adik perempuannya itu. Bertemu, melihat atau bahkan mengenal seperti apa wajah suami dari adik perempuannya dan ketiga anak-anaknya saja, Robert belum mengetahuinya.


Hati Robert semakin hancur dan sakit ketika mengingat adik perempuannya, saudara iparnya dan tiga keponakannya.


Seketika air matanya jatuh membasahi wajahnya. Robert begitu merindukan adik perempuannya itu.


"Kakek," ucap Arkana yang melihat kakeknya yang tiba-tiba menangis.


Mereka semua melihat kearah Robert. Dan seketika mereka terkejut ketika melihat ayah, kakek mereka menangis.


"Papa," ucap Damian lalu memeluk tubuh ayahnya itu.


"Damian, Papa merindukan Bibimu. Papa sangat merindukannya. Dan Papa juga merindukan suami dari Bibimu dan tiga anak-anaknya," ucap Robert sembari terisak di pelukan putra pertamanya.


Baik Damian, Gerald maupun Atalaric sangat tahu bagaimana besarnya rasa rindu ayahnya akan adik perempuannya. Dua puluh tahun lamanya ayahnya itu mencari keberadaan adik perempuannya, saudara iparnya dan ketiga keponakannya dengan membayar banyak orang untuk mencari mereka.


Namun usaha sang ayah dan juga orang-orang suruhannya itu belum menemukan hasil.


"Nenek, Dad, Mom, Paman, Bibi! Katakan pada kami. Apa yang terjadi dengan adik perempuannya kakek? Dimana dia sekarang?" tanya Elzaro.


Damian menatap kearah dua adik laki-lakinya yaitu Gerald dan Atalaric.  Kemudian Damian memberikan kode kepada adik pertamanya yaitu Gerald untuk menceritakan tentang Belinda kepada cucu-cucunya.


Gerald yang paham akan kode yang diberikan oleh Damian, kakak laki-lakinya itu langsung menceritakan tentang Belinda.


"Kakek Robert memiliki dua adik perempuan. Belinda Radmilo dan Della Radmilo. Nenek Belinda pergi dari rumah akibat ulah dari kakek buyut kalian. Kakek buyut kalian memaksa nenek Belinda untuk menikah dengan laki-laki pilihannya. Padahal saat itu Nenek Belinda sudah memiliki calon suami. Calon suami dari Nenek Belinda dari keluarga Garcia."


"Ketika kakek buyut kalian memberikan pilihan kepada Nenek Belinda untuk memilih keluarganya atau calon suaminya. Maka Nenek Belinda lebih memilih calon suaminya. Setelah mengatakan pilihannya itu kepada kakek buyut kalian, Nenek Belinda memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah."


"Ketika Nenek Belinda ingin melangsungkan kakinya untuk keluar rumah. Kakek buyut kalian mengatakan sesuatu yang membuat nenek buyut, kakek Robert, nenek Della menangis!" seru Atalaric.


Kathleen, Elzaro dan semua saudara serta saudarinya melihat kearah Atalaric.


"Apa Dad? Kakek buyut bilang apa kepada nenek Belinda?" tanya Nuel.


"Kakek buyut kalian mengatakan bahwa Nenek Belinda bukan lagi bagian dari keluarga Radmilo. Bahkan Kakek buyut kalian melarang Nenek Belinda memakai marga Radmilo lagi," jawab Atalaric.

__ADS_1


"Apa?"


Elzaro, Kathleen dan para saudara serta saudarinya terkejut ketika mendengar jawaban dari Atalaric.


"Tega sekali Kakek buyut bicara seperti itu kepada putri kandungnya sendiri," ucap Chandra.


"Terus apa hubungannya dengan keluarga Smith, Papa Damian?" tanya Elzaro.


"Selama dua puluh tahun kami mencari keberadaan Nenek Belinda dan keluarganya. Kami memerintahkan orang-orang suruhan kami untuk mencari dimana Nenek Belinda, suaminya dan ketiga anak-anaknya tinggal," ucap Gerald.


"Apa berhasil, Papa Gerald?" tanya Danesh.


"Kami hanya berhasil mendapatkan nama-nama dari keluarga kecil Nenek Belinda. Mulai dari nama suaminya dan ketiga anak-anaknya. Dan juga nama keluarga besar suami Nenek Belinda. Namun kami gagal menemukan tempat tinggal mereka," jawab Gerald dengan raut sedihnya.


"Nama suaminya Nenek Belinda adalah Darwin Garcia. Dan nama ketiga anak-anaknya adalah Belva Carlise Garcia, Agneta Laurinda Garcia dan Brian Evano Garcia!" jawab Damian.


Mendengar jawaban dari sang Paman membuat Kathleen terkejut. Di dalam hatinya, apakah ini hanya kebetulan sama atau memang benar Bibi Agneta adalah keluarga kakek Robert?


"Aku penasaran akan semua ini!" seru Kathleen.


Mereka semua melihat kearah Kathleen. Begitu juga dengan Robert.


"Kenapa, sayang?" tanya Atalaric.


"Dari semua cerita kalian itu hampir sama dengan apa yang diceritakan oleh Darka padaku. Walau tidak semuanya. Namun, apa yang diceritakan oleh Darka padaku memiliki kemiripan dengan cerita kakek, Daddy, Paman Damian dan Paman Gerald!" ucap Kathleen.


"Apa itu benar, Alin?" tanya Robert.


"Iya, kakek. Darka mengatakan padaku bahwa ibunya berasal dari keluarga Garcia. Darka juga bilang Garcia itu marga dari kakeknya. Sementara untuk marga neneknya, Darka tidak tahu."


Mendengar perkataan dari Kathleen membuat Robert penasaran akan keluarga dari dari pemuda yang bernama Darka itu.


"Aku curiga jangan-jangan keluarga dari kekasihnya Alin yaitu Darka dan sahabatnya Lino yaitu Darren adalah keluarga dari Kakek Robert. Dan tak lain adalah keluarga kita yang selama ini kita cari keberadaannya!" seru Chandra.


"Jika itu benar. Apa aku dan Darka...?"


Kathleen seketika menghentikan ucapannya. Dan tanpa diminta, air matanya mengalir membasahi wajahnya.


Mendengar perkataan dari Kathleen membuat mereka menjadi sedih. Apalagi ketika melihat Kathleen yang sudah menangis.


Mita langsung memeluk tubuh putri kembarnya itu. Hatinya juga ikut menangis ketika mendengar perkataan dari putrinya.


"Mommy, kalau memang benar kalau Darka dan saudara-saudarnya itu adalah cucu-cucunya Nenek Belinda. Berarti aku dan Darka...." Kathleen berucap sembari terisak.


"Mommy, aku sangat mencintai Darka. Aku tidak ingin berpisah dengan Darka."


"Kamu tidak perlu mengkhawatirkan hal itu Kathleen! Jika memang benar Darka dan saudara-saudarnya itu adalah cucu-cucunya dari Nenek Belinda dan cucu-cucunya kakek juga. Kamu sama Darka masih tetap bisa menjalin hubungan asmara. Kalian tidak memiliki hubungan darah apapun."


"Darka keturunan Garcia dan Smith. Sementara kamu keturunan Radmilo dan Xavier! Kalian adalah sepupu jauh yang sama-sama memiliki hubungan dengan keluarga Radmilo." ucap Robert.

__ADS_1


Mendengar penjelasan dari Robert membuat hati Kathleen kembali tentang.


Flashback Off


__ADS_2