
Sesuai janji Darren terhadap Erica bahwa dia akan ajak Erica jalan-jalan bersama dengan Brenda. Saat ini Darren, Brenda dan Erica berada di sebuah mall terkenal di Jerman.
Erica tampak bahagia bisa pergi jalan-jalan bersama ayah angkatnya dan calon ibunya. Tangan kecilnya menggenggam tangan kekar Darren dan tangan Brenda. Ketiganya berjalan menyusuri luasnya area Mall tersebut layaknya sebuah keluarga kecil.
Melihat bagaimana bahagianya Erica ketika berjalan bersama ayah angkatnya dan calon ibunya. Dan melihat bagaimana cara Darren dan Brenda memperlakukan begitu lembut dan tulus Erica membuat beberapa pengunjung tersenyum melihat adegan kebersamaan Darren, Erica dan Brenda.
Dari beberapa pengunjung ada yang menatap kagum, menatap suka, menatap iri dan ada juga menatap tak suka kearah Darren, Erica dan Brenda.
Sementara untuk Darren dan Brenda tidak mempedulikan tatapan mata para pengunjung Mall tersebut.
Saat ini Darren, Brenda dan Erica berada di toko pakaian anak-anak. Keduanya tengah mencari-cari pakaian untuk Erica.
"Papa," panggil Erica.
Darren langsung melihat kearah putri angkatnya, lalu tersenyum. "Kenapa, hum?"
"Erica mau kesana ya? Erica mau lihat-lihat baju yang ada disana!" Erica menjawab pertanyaan dari Darren sembari menunjuk kearah dimana terlihat tiga deretan pakaian anak perempuan.
Darren yang mendengar jawaban dari putri angkatnya sembari tatapan matanya melihat kearah tunjuk tangan putri angkatnya itu. Darren melihat tiga deretan pakaian anak-anak disana.
Darren tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya tanda bahwa dirinya mengizinkan putri angkatnya itu menuju tempat yang diinginkan oleh putri angkatnya itu.
Mendapatkan jawaban dari ayah angkatnya, Erica tersenyum lebar. Kemudian kakinya melangkah mendekati deretan pakaian anak-anak yang dia incar sejak tadi.
Setelah melihat kepergian putri angkatnya, Darren kembali melihat kearah beberapa pakaian anak perempuan yang dimana disana ada Brenda yang sedang memilih-milih.
"Sudah dapat?" tanya Darren sembari merangkul pinggang kekasihnya lembut.
Brenda seketika melihat kearah samping yang mana kekasihnya tersenyum padanya.
"Ini aku sudah dapat 2 untuk Erica," jawab Brenda sembari menunjukkan dua pasang baju cantik untuk Erica di hadapan Darren.
Darren yang melihat dua pasang baju cantik yang dipegang oleh Brenda seketika tersenyum. Dirinya benar-benar bahagia karena Brenda sangat mengetahui bajunya yang cocok untuk putrinya.
__ADS_1
"Cantik," ucap Darren, lalu memberikan ciuman di pipi Brenda.
"Ih, Ren! Kamu kenapa cium aku."
"Kenapa? Apa ada yang salah jika aku cium pacar aku sendiri?"
"Bukan begitu. Ini di toko pakaian anak-anak. Malu kali kalau sampai dilihatin sama para pengunjung lainnya."
Mendengar jawaban dari Brenda membuat Darren tersenyum. Apalagi ketika melihat wajah Brenda yang berusaha untuk menahan malu.
Ketika Darren sedang menggoda Brenda sehingga membuat Brenda malu, tiba-tiba suara Erica yang berteriak memanggil Darren.
"Papa!"
Darren langsung melihat keasal suara. Begitu juga dengan Brenda serta para pengunjung toko pakaian tersebut.
"Erica, ada apa sayang?" tanya Darren.
"Itu disana Oma Frida sedang dapat masalah Papa! Orang-orang itu hendak menyakiti Oma Frida," jawab Erica sembari menunjuk kearah dimana perempuan yang dimaksud berada.
Setelah itu, Darren dan Brenda pergi ke tempat dimana Frida berada dengan Brenda membimbing tangan Erica.
^^^
"Lebih baik kalian pergi dari sini. Apa kalian tidak memiliki pekerjaan lain selain mencari masalah denganku?" ucap dan tanya Frida kepada empat wanita di hadapannya lengkap dengan dua bodyguard.
Enak saja kau menyuruh kami pergi dari sini. Memangnya kau siapa, hah?!" bentak wanita pertama dengan menatap tajam kearah wanita di depannya.
"Anda ini aneh sekali. Tadi saya pergi, kalian semua menahan saya. Sekarang disaat saya menyuruh kalian pergi. Kalian malah marah sama saya," sahut wanita itu.
Mendengar ucapan demi ucapan dari wanita di hadapannya itu membuat keempat wanita-wanita tersebut mengepal kuat tangannya dan menatap tajam kearah wanita yang ada di hadapannya.
Wanita ketiga dan keempat dua bodyguard nya, lalu memerintahkan bodyguard nya itu untuk menyakiti wanita yang berdiri di hadapannya itu.
__ADS_1
"Kalian! Lakukan!"
Mendapatkan perintah dari majikannya, kedua bodyguard dari dua wanita itu langsung menyakiti wanita yang berdiri di hadapannya.
Namun ketika kedua bodyguard itu hendak menyakiti korbannya, tiba-tiba seseorang langsung menendang pinggang kedua bodyguard tersebut.
Duagh..
Duagh..
Mendapatkan tendangan tiba-tiba dari seseorang membuat kedua bodyguard tersebut tersungkur dengan ehingga membuat kedua bodyguard tersebut berteriak kesakitan akibat tendangan dari seseorang.
Melihat apa yang terjadi di depan matanya membuat keempat wanita itu dan empat bodyguard kedua wanita itu terkejut dan syok.
"Nak Brenda, Nak Darren!" sapa Frida dengan menatap kearah Brenda dan Darren.
"Bibi tidak apa-apa?" tanya Brenda.
"Bibi tidak apa-apa."
"Apa mereka ada menyentuh bibi?" tanya Darren dengan menatap tajam kearah empat orang wanita dan empat bodyguardnya.
"Tidak, nak Darren!"
"Sebenarnya apa yang terjadi, Bibi Frida? Kenapa mereka ingin menyakiti bibi?" tanya Brenda.
"Bibi juga tidak tahu. Mereka tiba-tiba menabrak Bibi, lalu mengakibatkan barang-barang mereka jatuh ke lantai. Justru mereka marah-marahnya sama bibi."
Mendengar penjelasan dari Frida membuat Daren menatap tajam orang-orang yang ada di hadapannya.
"Aku sarankan kepada kalian. Berhenti sampai disini. Jika kalian masih terus untuk berurusan dengan bibi saya. Jangan salahkan saya jika saya membalas kalian dengan mengusik keluarga kalian."
"Apa yang saya katakan barusan adalah sungguh-sungguh. Saya sedang tidak bercanda apalagi sedang mengancam. Saya akan benar-benar melakukannya," ucap Darren lagi.
__ADS_1
Setelah mengatakan itu, Darren membawa pergi Brenda, Erica dan Frida meninggalkan keempat wanita itu dan para bodyguard nya.