KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Kemarahan Yufal


__ADS_3

Di kediaman Mendez terlihat suasana tampak panas dimana putra kedua dari Reymond Mendez yaitu Yufal Olsen Mendez terlihat begitu marah kepada dua keponakan laki-lakinya yang tak lain adalah Mikko dan Kenzo.


Plak! Plak!


"Aakkhhh."


Mikko dan Kenzo meringis merasakan perih di pipinya. Tamparan dari Yufal tak main-main kuatnya.


"Kalian berdua benar-benar kurang ajar!" bentak Yufal.


Yufal hendak menampar Mikko dan Kenzo untuk yang kedua kalinya namun langsung ditahan oleh Agra.


"Kakak Yufal, cukup! Jangan kakak tampar lagi kedua putraku. Kita bisa bicara baik-baik kakak Yufal," bujuk Agra.


Baren menarik tubuh adik laki-lakinya menjauh dari Mikko dan Kenzo.


"Yufal, tenangkan dirimu. Ada apa? Kenapa kau marah-marah kepada Mikko dan Kenzo?" tanya Baren lembut.


"Tanyakan saja kepada kedua anak tidak tahu diri itu apa yang sudah mereka lakukan di perusahaan," sahut Yufal menatap marah kearah Mikko dan Kenzo.


Mendengar jawaban dari sang Paman membuat Mikko dan Kenzo seketika terkejut. Kemudian Mikko dan Kenzo saling memberikan tatapan lalu kembali menatap wajah sang Paman.


"Mikko, Kenzo. Sekarang katakan pada Mommy. Apa yang kalian lakukan di kantor Paman Yufal? Apa kalian melakukan kesalahan?" tanya Livia lembut.


"Kami...." perkataan Mikko terpotong karena Kenzo langsung bersuara.


"Kami tidak melakukan kesalahan apapun, Mom!"


Mendengar jawaban dari Kenzo membuat Yufal semakin marah. Yufal memberontak dalam rangkulan Baren, kakak laki-lakinya dan hendak menghampiri kedua keponakannya itu. Namun Baren sudah terlebih dulu menahan tubuhnya.


"Yufal, tenanglah."


"Bagaimana aku bisa tenang, kakak Baren? Aku memikirkan Askara, pemuda yang sudah berjasa kepada keluarga kita. Pemuda yang sudah dua kali menyelamatkan anggota keluarga kita. Pertama, Askara menyelamatkan nyawa putriku Renata dan adik perempuan kita Lidia. Dan kedua, Askara mempertaruhkan nyawanya menyelamatkan Papa sehingga kondisi Papa tidak terlalu parah. Justru Askara yang mengalami luka-luka parah. Bahkan Askara mengalami hilang ingatan. Dan dia hanya tahu bahwa kita keluarganya. Sekarang...."


Seketika Yufal menangis. Ketika mengingat kejadian di perusahaannya dimana dia mendapatkan laporan dari salah karyawannya serta dengan bukti rekaman cctv.


"Sekarang apa kakak Yufal? Katakan padaku dan kami semua," sahut Lidia.

__ADS_1


"Askara menghilang setelah dari perusahaanku," jawab Yufal.


"Menghilang? Perusahaan?" tanya Soraya.


"Iya, Askara datang ke perusahaanku."


"Bukannya Askara di kampus," ucap Emily.


"Askara memang di kampus bersamaku dan Monica. Tapi tiba-tiba Daddy Yufal menghubungi Askara dan meminta Askara datang ke perusahaan!" seru Mehdy yang baru datang bersama Monica.


Mereka melihat kearah Monica dan Mehdy yang melangkah menuju ruang tengah.


"Kalian sudah pulang?" tanya Nuria.


"Sebenarnya belum," jawab Monica.


"Kami pulang karena Askara tidak kembali ke kampus sejak memutuskan untuk ke perusahaan Daddy Yufal. Padahal Askara mengatakan bahwa dia akan kembali ke kampus sebelum materi kuliah yang terakhir dimulai," jawab Mehdy


"Dua jam kami menunggu Askara. Bahkan Askara tidak mengikuti materi kuliah yang terakhir sesuai janjinya. Dan kami akhirnya memutuskan pulang dan berharap Askara ada di rumah. Mungkin Askara lupa untuk kembali ke kampus setelah dari perusahaan Daddy Yufal." Monica berbicara sembari menatap anggota keluarganya.


"Dad," panggil Renata.


"Tadi Daddy bilang kalau Askara menghilang sejak setelah dari perusahaan Daddy. Sebenarnya apa yang terjadi? Dan apa hubungannya dengan Mikko dan Kenzo?" tanya Renata.


"Ketika Askara datang, Mikko dan Kenzo menghalanginya. Mereka berdua tidak memperbolehkan Askara untuk menemui Daddy. Bahkan mereka berdua membongkar semuanya jika Askara bukanlah Askara. Mereka juga menuduh Askara penipu. Dan lebih parahnya lagi, mereka berdua memfitnah kita dengan mengatakan di depan Askara bahwa kita hanya terpaksa membawa Askara masuk ke dalam keluarga ini karena rasa kasihan."


Mendengar ucapan dan penjelasan dari Yufal membuat Baren, Nuria, Emily, Soraya, Renata, Livia, Rafif, Daisy, Lidia, Khary, Monica dan Mehdy terkejut. Mereka menatap Mikko dan Kenzo dengan tatapan tak percaya.


"Mikko, Kenzo!" Livia menatap keduanya untuk meminta penjelasan.


Mikko dan Kenzo langsung menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Itu tidak benar, Mom!" bantah Mikko.


"Mungkin Daddy mendengar berita palsu itu dari karyawannya Daddy," ucap Kenzo.


Kenzo menatap wajah Yufal dan memperlihatkan wajah yang tak bersalah sama sekali.

__ADS_1


"Daddy Yufal jangan percaya pada setiap perkataan yang dilaporkan oleh karyawannya Daddy. Begitu juga dengan tangan kanannya Daddy," ucap Kenzo.


Mendengar ucapan dari Kenzo membuat Yufal tersenyum. Di dalam hatinya Yufal berkata 'bisa-bisanya keponakannya itu berbicara seperti itu sembari memfitnah karyawannya dan tangan kanannya'.


"Begitukah?" tanya Yufal menatap wajah Kenzo dan Mikko.


"Tentu," jawab Kenzo. Sementara Mikko hanya menganggukkan kepalanya.


"Bagaimana dengan cctv yang terpasang di setiap sudut ruangan baik di dalam maupun diluar yang ada di perusahaan?" tanya Yufal dengan menatap dingin keduanya.


Seketika Mikko dan Kenzo terdiam ketika mendapatkan pertanyaan dari sang Paman.


"Apa perlu Paman perlihatkan rekamannya kepada kalian berdua dan juga orang-orang yang ada di ruangan ini, hum?"


Semuanya menatap kearah Mikko dan Kenzo, kecuali Agra. Pria itu berusaha mencari cara untuk melepaskan kedua putranya.


"Sudahlah, kakak Yufal! Jangan dipermasalahkan hal seperti ini. Siapa tahu Askara kembali pulang ke keluarganya. Kita kan nggak tahu."


"Bagaimana bisa Askara kembali pulang ke keluarganya , Paman Agra! Sementara Askara sendiri hilang ingatan," ucap Emily.


"Bagaimana Paman Agra bisa berbicara seperti itu? Bukankah kita sudah berjanji akan menjaga dan merawat Askara selama Askara hilang ingatan. Dan tidak akan membiarkan hal apapun terjadi padanya," ucap Renata.


Mendengar ucapan dari Renata membuat Agra sedikit kesal. Dan ketika Agra ingin mengatakan sesuatu. Yufal sudah terlebih dulu bersuara.


"Paman berikan kalian berdua waktu selama satu minggu untuk membawa kembali Askara ke rumah ini. Jika dalam satu minggu kalian berdua gagal, maka kalian berdua angkat kaki dari keluarga Mendez!"


Deg!


Mikko dan Kenzo seketika terkejut mendengar perkataan dari Yufal. Keduanya tidak menyangka jika Yufal akan berbicara seperti itu.


Bukan hanya Mikko dan Kenzo saja yang terkejut, Agra sang ayah juga terkejut ketika mendengar perkataan Yufal yang akan mengusir kedua putranya dari keluarga Mendez jika Askara tidak kembali ke rumah keluarga Mendez.


"Bagaimana bisa kakak Yufal bersikap seperti itu? Mikko dan Kenzo adalah keponakan kakak Yufal. Mereka sudah sejak kecil tinggal di rumah ini, walau tidak sering. Sementara Askara hanya orang asing yang baru masuk ke dalam keluarga ini. Tapi kakak Yufal begitu peduli padanya," ucap Agra.


Yufal menatap sinis kearah Agra. Dia tidak terima akan perkataan dari Agra m begitu juga dengan Baren.


"Ini bukan masalah orang dalam atau orang luar. Ini bukan masalah keponakan atau orang asing yang baru kita kenal. Tapi ini mengenai bagaimana cara menghargai dan membalas kebaikan orang lain. Kita jangan seperti kacang lupa kulitnya."

__ADS_1


"Ingat satu hal Agra! Orang asing yang kau sebut itu sudah berulang kali menolong keluargaku. Pertama, orang asing itu telah menyelamatkan putriku dan adik perempuanku. Kedua, orang asing itu sudah mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan ayahku. Jika tidak ada orang asing itu, maka aku akan kehilangan putriku, adik perempuanku dan ayahku untuk selamanya. Jadi intinya, aku melakukan semua ini terhadap orang asing itu hanya semata-mata untuk membalas kebaikannya. Dan ditambah lagi dia sedang sakit. Bagaimana bisa aku dan keluargaku membiarkan dia sendiri diluar sana."


Setelah mengatakan itu, Yufal pergi meninggalkan anggota keluarganya untuk menuju kamarnya di lantai dua.


__ADS_2