KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Pertarungan Darren Dan Samuel


__ADS_3

DOR!


PRANG!


Mendengar dua suara tembakan yang berasal dari ruang tengah membuat ketujuh sahabatnya, para ayah, para kakak, kelima kakak mafianya dan para tangan kanan semua melihat ke asal suara tembakan itu. Dan sontak mereka semua terkejut.


"Darren!"


Mereka semua menatap khawatir Darren yang saat ini tengah terluka akibat luka tembak.


"Sial," umpat Darren dengan tangannya memegang pinggangnya.


Darren mendapatkan dua tembakan di lengan kanan dan di pinggangnya ketika sedang menatap anggota keluarganya, anggota keluarga dari sahabat-sahabatnya dan kelima kakak-kakak mafianya bertarung.


Sementara Samuel yang telah berhasil melukai Darren tersenyum menyeringai.


"Darren," panggil Axel dan Jerry.


Darren menatap satu persatu orang-orang yang kini tengah menatapnya khawatir.


"Aku tidak apa-apa. Kalian tidak perlu khawatir. Musuh masih banyak di sekeliling kalian. Fokuslah!" sahut Darren.


"Kau yakin, Ren?" tanya Willy.


"Aku baik-baik saja, Willy. Aku tidak akan mati begitu saja hanya karena mendapatkan dua tembakan," jawab Darren dengan menatap nyalang Samuel yang saat ini menatapnya penuh dendam.


Darren menatap tajam ke arah Samuel yang saat ini juga tengah menatapnya dirinya. Baik Darren maupun Samuel, keduanya sama-sama memberikan tatapan mematikan.


Sementara yang lainnya kembali bertarung. Mereka kini bertarung dalam emosi yang meledak-ledak.


"Kenapa, hum? Apa kau sudah kehabisan akal sehingga menyerangku disaat aku lengah?" tanya Darren dengan nada mengejeknya.


Mendengar perkataan dan nada mengejek dari Darren membuat Samuel mengepal kuat tangan kirinya.


"Jika kau pria sejati. Kau tidak akan menyerang lawanmu ketika lawanmu tengah lengah, Samuel Frederick!" ucap Darren.


Darren tersenyum di sudut bibirnya. "Sekali pecundang tetaplah pecundang."


Mendengar ejekan dari Darren membuat Samuel marah. Samuel seketika kembali mengarahkan pistolnya ke arah Darren, tepatnya ke arah kepala Darren.


"Brengsek! Tutup mulutmu Darren!" teriak Samuel.

__ADS_1


"Hahahaha." Darren tertawa keras kala mendengar perkataan dan melihat wajah marah Samuel. Darren benar-benar menikmatinya.


"Kenapa? Aku benar bukan? Jika kau pria sejati. Maka kau tidak akan menyerangku dari belakang."


Samuel menatap penuh amarah dan dendam ke arah Darren dengan senjata yang masih mengarah pada Darren.


"Tutup mulutmu Darren!" teriak Samuel.


"Kau sudah kalah, Samuel! Kau sudah tidak memiliki apa-apa saat ini. Kau sudah hancur Samuel Frederick. Kau sudah hancur!" seru Darren dengan senyuman manisnya.


Darren masih terus memancing amarah Samuel. Dirinya tahu jika dengan memancing amarah Samuel, maka Samuel akan langsung menyerang. Dan berakhir pertarungan dirinya melawan Samuel. Ini adalah pertarungan kedua antara Darren dan Samuel.


Darren dan Samuel dulu ketika masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas pernah bertarung. Keduanya bertarung demi menentukan siapa yang paling hebat dan paling jago dalam ilmu bela dirinya.


Dalam pertarungan tersebut, baik Darren maupun Samuel sama-sama memberikan persyaratan.


Persyaratan dari Samuel, jika dirinya menang. Maka Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya harus bekerja sama dengannya dan kelompoknya. Apapun yang diinginkan oleh Samuel, Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya harus patuh. Termasuk melakukan kejahatan.


Sedangkan Darren, jika dirinya menang. Darren meminta kepada Samuel dan kelompoknya untuk tidak mengusiknya, mengusik keluarganya, mengusik ketujuh sahabat-sahabatnya dan mengusik keluarga dari sahabat-sahabatnya.


Setelah menyepakati masing-masing persyaratan tersebut, terjadilah pertarungan besar antara Darren dan Samuel.


Dalam pertarungan itu, Darren lah yang menjadi pemenangnya. Sedangkan Samuel kalah telak dengan mendapatkan beberapa pukulan dan tendangan dari Darren.


Samuel menyuruh beberapa orang-orangnya yang tak lain teman-temannya sendiri untuk mencelakai tiga sahabat Darren. Ketiga sahabat Darren itu adalah Dylan, Qenan dan Rehan.


Samuel melakukan itu, karena dirinya tak terima kalah begitu saja terhadap Darren. Bahkan dirinya tak sudi patuh terhadap Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Tanpa diketahui oleh Samuel ternyata pengkhianatannya diketahui oleh dua tangan kanannya Darren. Dan keduanya pun langsung melaporkannya kepada Darren akan pengkhianatannya itu.


Mendapatkan laporan dari dua tangan kanannya. Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu pun langsung bertindak.


Dalam kejadian itu, Samuel kehilangan lima teman baiknya untuk selamanya. Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya berhasil menghabisi kelima teman-temannya Samuel yang hendak mencelakai Rehan, Dylan dan Qenan.


"Bagaimana kalau kita bertarung sekali lagi? Secara kita sudah lama sekali tidak bertarung. Terakhir kita bertarung ketika kita masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas. Dan akulah yang menjadi pemenangnya!" Darren berucap sambil menatap remeh Samuel.


"Jangan sombong kau Darrendra Smith! Saat itu kau hanya beruntung saja!" bentak Samuel.


"Oh iya? Kalau begitu mari kita bertarung lagi agar kita tahu siapa yang menang kali ini. Aku ingin melihat sejauh mana ilmu bela dirimu saat ini. Apakah sudah meningkat? Apa masih seperti dulu?" ejek Darren.


Samuel menatap nyalang Darren. Dirinya benar-benar marah akan ucapan demi ucapan dari Darren.

__ADS_1


Sementara Darren menatap Samuel dengan tatapan meremehkan.


"Kenapa Samuel Frederick? Apa kau takut melawanku dengan tangan kosong, hum? Apa sudah menjadi kebiasaanmu setiap melawan musuh harus menggunakan senjata? Sementara musuhmu tidak menggunakan senjata sama sekali."


"Brengsek kau, Darren!" teriak Samuel.


Samuel langsung berlari ke arah Darren dan menyerang Darren dengan memberikan pukulan demi pukulan ke arah Darren. Kemarahan Samuel sudah diubun-ubun.


Darren maupun Samuel saling memberikan pukulan-pukulan dan juga tendang-tendangan. Baik Darren maupun Samuel sama-sama kuat dan sama-sama dengan gesitnya menghindar dari setiap pukulan dan tendangan.


"Wah! Ternyata cara bertarungmu kali ini benar-benar hebat, Samuel! Ilmu bela dirimu sudah meningkat ternyata." Darren berucap disela dirinya memberikan pukulan dan juga tendangan pada Samuel.


"Kenapa? Apa kau takut sekarang, hah?!" tanya Samuel dengan membalas setiap pukulan dan tendangan dari Darren.


"Apa? Takut? Hahahahaha." Darren menjawab pertanyaan dari Samuel disertai tawa khasnya. "Hei, saudara Samuel Frederick. Aku katakan padamu. Tidak ada istilah kata takut dalam kamus kehidupan seorang Darrendra Smith. Seorang Darrendra Smith tidak pernah takut dengan hal apapun di dunia ini. Tidak ada satu pun yang ditakuti oleh seorang Darrendra Smith. Aku saja berani pada keluargaku, aku saja berani melawan ketujuh sahabat-sahabatku. Nah, kenapa aku harus takut pada curut sepertimu!"


Mendengar perkataan serta sindiran dari Darren membuat keluarganya dan ketujuh sahabat-sahabatnya mendengus kesal. Dalam situasi seperti ini, masih sempat-sempatnya Darren membuat kesal mereka semua.


Sementara Samuel menatap penuh amarah ketika mendengar perkataan terakhir Darren.


"Kau terlalu sombong dan terlalu percaya diri Darren," ucap Samuel dengan memberikan tendangan kuat ke arah Darren. Dan tendangannya itu berhasil mengenai pinggang Darren sehingga membuat tubuh Darren terhuyung ke samping.


"Sshhh." Darren meringis merasakan sakit di pinggangnya.


Melihat dirinya yang berhasil memberikan tendangan kuat ke arah Darren. Samuel tersenyum menyeringai menatap Darren.


"Bagaimana, Darren? Apa tendanganku kali ini.? Apa ada perbedaannya?" tanya Samuel mengejek.


Mendengar pertanyaan dari Samuel. Darren merubah posisinya dan berusaha menahan sakit di pinggangnya.


Darren menatap Samuel dengan tatapan meremehkan. "Jangan senang dulu Samuel. Tendanganmu barusan masih belum ada apa-apanya. Kau hanya beruntung saja tadi. Ditambah lagi, kau barusan menendangku tepat di luka tembakan yang kau berikan sehingga membuat aku kesakitan." Darren menjawab pertanyaan dari Samuel dengan tatapan mengejeknya.


"Brengsek, kau Darren! Kau sudah menghancurkan semua milikku. Kau memanipulasi keadaan sekitar dengan mengaku sebagai diriku dan pamanku. Setelah itu, dengan liciknya kau menyebar fitnah di media sosial tentang perusahaanku dan perusahaan milik pamanku sehingga kami kehilangan semua rekan kerja dan masuk ke daftar hitam. Bukan itu saja. Kau bahkan berani menghancurkan dan membakar perusahaan utama keluargaku. Perusahaan yang dibangun oleh ayahku!" teriak Samuel dengan menunjuk ke arah Darren.


Mendengar perkataan dan teriakan dari Samuel. Darren hanya bersikap santai dan biasa saja. Bahkan Darren saat ini menatap meremehkan ke arah Samuel.


"Apa yang terjadi padamu. Itu semua karena ulahmu sendiri. Seharusnya kau sadar akan hal itu, Samuel! Jika kau tidak bermain curang padaku, jika saat itu kau tidak mengkhianatiku dan berniat melukai ketiga sahabatku, jika kau tidak mengusikku, mengusik keluargaku, mengusik sahabat-sahabatku beserta keluarganya. Maka aku dan sahabat-sahabatku tidak akan mengusikmu."


Darren menatap nyalang terhadap Samuel. Begitu juga dengan Samuel. Keduanya saling memberikan tatapan membunuh.


"Kau yang terlebih dahulu mencari masalah denganku. Rasa iri dan rasa dengkimu yang sudah membuatmu seperti ini. Kau menyakiti sahabat-sahabatku, kau melukai kakakku dan adikku, kau membuatku terlihat buruk di depan anggota keluargaku, kau menyerang perusahaan milikku dengan mengirim 50 anggotamu, kau bekerja sama dengan Helena untuk menghancurkanku dengan menyabotase mobil-mobil yang sudah aku rancang melalui empat karyawanku dengan bayaran yang mahal. Bahkan kau dengan tega dan dengan kejinya membakar Showroom mobil milikku." Darren berbicara dengan penuh kebencian dan penuh penekanan.

__ADS_1


Sementara Samuel hanya menatap Darren dengan tatapan amarahnya. Samuel tersenyum di sudut bibirnya. Di dalam hatinya, Samuel memuji kehebatan dan juga kecerdasan Darren.


__ADS_2