
[MANSION DARREN]
Darka dan Gilang saat ini berada di dapur. Mereka berniat untuk membuatkan sarapan pagi spesial dan juga makanan kesukaan adik kesayangan mereka.
Darka dan Gilang membuat Sup Daging ayam, nasi goreng seafood dan nugget.
Setelah berperang di dapur selama 1 jam. Akhirnya Gilang dan Darka selesai dengan tugas mereka.
"Ya, sudah! Darka, kau bangunkan Darren. Biar aku yang melanjutkannya!" seru Gilang.
"Eemm.. baiklah!" Darka langsung pergi meninggalkan Gilang untuk menuju kamar adiknya.
Melihat Darka yang pergi menuju kamar adik bungsunya. Gilang kembali melanjutkan tugasnya. Gilang mengecek apa saja yang belum tersedia di atas meja.
Setelah dipastikan semua makanan dan minuman tersaji di atas meja. Gilang tersenyum puas. Kini sarapan pagi Smith bersaudara telah tertata rapi di atas meja.
"Selesai!" seru Gilang.
^^^
Darka membuka pintu kamar adiknya.
CKLEK!
Pintu kamar terbuka, Darka pun langsung melangkah masuk ke dalam kamar tersebut.
Darka tersenyum gemas saat melihat adiknya masih tertidur dengan selimut menutupi seluruh tubuhnya.
Darka mendekati ranjang adiknya, lalu kemudian tangannya menarik pelan selimut tersebut. Darka kembali tersenyum melihat wajah tampan dan imut adiknya ketika tidur. Seperti anak kecil berusia 5 tahun. Itu menurut pemikiran Darka.
Darka membelai rambutnya sehingga terlihat kening lebar dan putih adiknya. Kemudian Darka memberikan satu bahkan dua kecukupan di keningnya.
Darren yang terlelap dalam tidurnya merasakan sesuatu di keningnya langsung membuka kedua matanya berlahan.
Ketika matanya terbuka sempurna, dapat dilihat olehnya wajah tampan kakaknya yang menghiasi paginya.
Darka yang melihat adiknya sudah bangun tersenyum.
"Selamat pagi adiknya kakak Darka yang paling tampan, yang paling cantik, yang paling manis, yang paling imut dan yang paling keras kepala." Darka berbicara sembari menjahili adiknya.
Seketika ekspresi wajah Darren yang tadinya bahagia, kini berubah menjadi kusut saat mendengar ucapan demi ucapan dari kakak aliennya itu. Darren merengut kesal.
Darren menduduki dirinya dengan wajah yang ditekuk. Dirinya saat ini benar-benar kesal akan kakaknya itu.
"Ini masih pagi, tapi kak Darka sudah membuat moodku buruk."
"Memangnya letak salah kakak dimana? Kakak kan tidak melakukan apa-apa?" sahut Darka yang memang sengaja menjahili adiknya itu.
"Aish, kak Darka! Jangan pura-pura tidak mengetahui kesalahan kakak. Barusan kakak Darka bilang apa?"
"Memangnya kakak bilang apa? Perasaan kakak tadi cuma mencium keningnya kamu. Itu saja."
"Oh iya. Kakak ingat sekarang!" seru Darka.
Seketika terukir senyuman manis di bibir Darren. Darka yang melihat senyuman manis adiknya itu merasakan kehangatan di hatinya. Namun detik kemudian, Darka kembali menjahili adiknya.
"Tadi kakak bilang, Selamat pagi adiknya kakak."
"Kakak," rengek Darren dengan mempoutkan bibirnya.
__ADS_1
GREP!
Darka memeluk tubuh adiknya erat. "Oke.. Oke! Kakak hanya bercanda. Jangan ngambek dong. Kakak minta maaf karena sudah bilang kamu itu cantik dan keras kepala. Itukan yang buat kamu ngambek, hum?"
Darka menyebut Darren begitu tampan, manis dan cantik karena wajah adiknya itu bukan hanya tampan, melainkan juga cantik. Wajah adiknya itu seperti pemuda-pemuda korea.
"Hm." Darren mengangguk.
Darka melepaskan pelukannya, lalu menatap wajah tampan adiknya. "Ya, sudah! Sekarang kamu bersih-bersih. Setelah itu turun ke bawah. Kita sarapan pagi bersama. Kakak Gilang sudah menunggu di bawah."
"Baiklah."
Darren langsung beranjak dari tempat tidur, lalu melangkah menuju kamar mandi. Dan tidak lupa menarik handuk yang tergantung di jemuran handuk yang terletak di samping kamar mandinya.
Melihat adiknya sudah masuk ke dalam kamar mandi. Darka membersihkan tempat tidur adiknya. Setelah rapi, Darka pun pergi meninggalkan kamar adiknya.
^^^
Gilang dan Darka sudah di meja makan.
"Darka. Darren mana?"
"Sebentar lagi Darren turun, Gil! Tadi Darren sedang mandi."
"Hm, baiklah."
Dan beberapa menit kemudian..
"Selamat pagi kak Gilang, kak Darka!" sapa Darren.
Darka dan Gilang tersenyum.
Saat Darren ingin menduduki pantatnya di kursi. Matanya tak sengaja melihat makanan kesukaannya di atas meja. Seketika Darren tersenyum kegirangan.
"Waaahhh... Kakak! Ini makanan kesukaanku!" seru Darren dengan senyuman lebarnya dan mata yang berbinar-binar.
Darka dan Gilang merasakan kebahagiaan yang begitu besar saat melihat raut kebahagiaan yang terpampang di wajah tampan adiknya itu.
Setelah sekian lama berpisah dan bermusuhan dengan sang adik, inilah senyuman dan juga kebahagiaan pertama yang mereka lihat dari adik kesayangannya itu.
"Tetaplah tersenyum seperti ini, Ren!" batin Darka.
"Kak Gilang bahagia melihat kamu seperti ini. Pertahankan ya sayang," batin Gilang.
"Kak Darka, kak Gilang!" seru Darren.
Gilang dan Darka tersadar dari lamunannya. "Iya, Ren."
"Ini untukku?" Gilang dan Darka langsung mengangguk.
"Terima kasih, kak!"
Darren langsung mengambil piring, lalu nasi. Dan tak lupa sup kesukaannya. Setelah itu, Darren pun mulai memakannya.
Saat makanan itu masuk ke dalam mulutnya. Seketika Darren membulatkan kedua matanya.
"Eeemmm... Kak Darka, kak Gilang! Ini enak sekali!" seru Darren sembari mengunyah makanannya yang ada di dalam mulutnya.
Gilang dan Darka tersenyum bahagia saat Darren sangat menikmati dan menyukai sup buatan mereka.
__ADS_1
"Kamu suka?" tanya Gilang.
"Hm." Darren mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Itu sup untuk kamu. Kak Darka dan kak Gilang memang sengaja membuatkannya untuk kamu," kata Darka.
"Benarkah?"
"Hm." Darka dan Gilang menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kak Gilang dan kak Darka juga harus ikut memakannya bersamaku. Aku tidak mau memakannya sendiri."
"Baiklah," jawab Gilang.
"Ayo, kita habiskan semua makanan ini!" seru Darka.
"LET'S FINISH IT!" seru ketiganya.
***
[KEDIAMAN KELUARGA SMITH]
Davin, Andra, Dzaky dan Adnan duduk di sofa ruang tengah. Setelah selesai sarapan pagi, mereka berkumpul disana sebelum berangkat ke Perusahaan. Davin kini tengah melamun, lebih tepatnya memikirkan kejadian kemarin di SHOOWROOM adik bungsunya.
Flasback On
"Aku paling tidak suka ada yang mengkhianatiku. Selama ini aku sudah bersikap baik pada setiap karyawanku. Dan aku juga sudah mengatakan dari awal aku membuka SHOOWROOM ini. Kita adalah keluarga. Kita adalah saudara. Jika ada masalah, jangan ada yang ditutup-tutupi. Saling terbuka satu sama lain. Jika butuh bantuanku atau ketiga sahabatku, silahkan datangi salah satu dari kami dan berbagilah. Bukankah seperti itu yang aku sampaikan pada kalian." Darren berbicara dengan suara yang sedikit dikeraskan.
"Iya, Bos!" jawab semua karyawannya.
Lalu Darren kembali menatap keempat karyawannya. "Katakan padaku. Kenapa kalian melakukan hal itu padaku? Apa kesalahanku pada kalian? Apa gaji yang aku berikan kurang sehingga kalian harus menerima upah dari orang lain?"
Tidak ada yang menjawab pertanyaan dari Darren. Keempatnya hanya menunduk dan tidak berani menatap wajah Darren.
DUAGH!
"Aakkkhhhh." teriak Bobby.
Jerry memberikan tendangan kuat tepat di dada Bobby sehingga membuat Bobby tersungkur ke belakang dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
"Apa kalian tidak punya telinga, hah?!" bentak Axel.
"Jawab!" teriak Dylan.
Jody memberanikan diri untuk menatap Darren. Saat Jody ingin membuka mulutnya untuk berbicara, namun tiba-tiba.........
BUGH!
BRUUKK!
Darren langsung memukulkan tongkat tersebut dengan brutalnya tepat di kepala Jody sehingga membuat kepala Jody hancur dan menyemburkan cairan segar.
Seketika Jody tewas di tempat.
Karyawan-karyawannya yang melihat apa yang dilakukan oleh Darren terkejut dan juga ketakutan. Begitu juga dengan anggota keluarganya. Mereka tidak menyangka jika Darren bisa menjadi kejam terhadap orang lain. Mereka menutup mulut mereka saat melihat Darren yang tanpa rasa iba memukuli kepala karyawannya. Bahkan mereka memalingkan wajah kearah lain karena ketakutan dan juga ngeri.
Adrian dan keempat adiknya sudah menangis ketakutan saat melihat sisi lain dari Darren, kakak laki-laki kesayangannya.
"Itu adalah hukuman untuk orang-orang yang berani mengkhianatiku," sahut Darren dengan wajah datar dan dingin.
__ADS_1
Flasback Off