KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Terungkapnya Putra Kembar Atalaric


__ADS_3

Brak!


Pintu dibuka dengan kasar oleh seseorang sehingga membuat engsel pintu itu rusak.


Semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut seketika terlonjak karena terkejut mendengar pintu yang dibuka kasar. Dengan kompaknya semuanya melihat kearah pintu. Dan dapat mereka lihat Darren dan ketujuh sahabatnya memasuki ruangan.


"Darren," ucap wakil Rektor.


Darren dan ketujuh sahabatnya memasuki ruang rapat dimana saat ini para dosen dan rektor sedang mengadakan rapat untuk mempersiapkan ujian sementara 3 yang tinggal beberapa bulan lagi.


"Siapa dari kalian yang sudah memberikan hukuman kepada Brenda dan sahabat-sahabatnya?" tanya Darren.


"Saya," jawab seorang dosen yang memegang mata kuliah bahasa inggris.


Darren dan ketujuh sahabatnya menatap dosen itu.


"Apa alasan bapak menghukum mereka?" tanya Qenan.


"Brenda dan ketujuh sahabatnya terbukti membawa kunci jawab ke dalam kelas. Bahkan kunci jawaban bukan hanya satu, tetapi ada lima kunci jawaban." Dosen itu menjelaskan alasannya memberikan hukuman kepada Brenda dan ketujuh sahabatnya.


"Apa bapak ada bertanya atau mendengar pembelaan dari mereka?" tanya Jerry.


Mendengar pertanyaan dari Jerry membuat dosen itu diam. Dirinya tidak bisa menjawab pertanyaan simple dari Jerry.


Tiba-tiba Willy melempar beberapa foto tepat di hadapan dosen itu.


"Anda lihatlah sendiri!"


Dosen itu dan juga dosen yang lain yang ada di ruang rapat tersebut mengambil foto yang dilempar oleh Willy.


Seketika mereka terkejut ketika melihat foto-foto itu, terutama dosen yang sudah menghukum Brenda dan ketujuh sahabatnya.


"Berikan kepada saya," ucap wakil Rektor itu.


Dan dosen itu pun memberikan foto-foto itu kepada wakil rektor itu.


Foto-foto yang dilempar oleh Willy adalah foto dimana Arianna dan keenam teman-temannya menjebak Brenda dan ketujuh sahabatnya dengan mengambil lima kunci jawaban lalu memasukkan lima kunci jawaban itu ke dalam tas Brenda dan ketujuh sahabatnya.


Melihat foto-foto itu membuat wakil rektor itu benar-benar terkejut atas apa yang dilakukan oleh Arianna dan keenam teman-temannya.


"Saya minta maaf atas kesalahan yang sudah saya..."

__ADS_1


"Telat," sahut Rehan memotong ucapan dosen itu.


"Enak saja bapak meminta maaf kepada kami setelah bapak memberikan hukuman kepada Brenda dan ketujuh sahabatnya," ucap Darel ketus.


"Seharusnya bapak cari tahu dulu kebenarannya sebelum memberikan hukuman," ucap Dylan.


Mendengar ucapan dari Rehan, Darel dan Dylan membuat Dosen itu hanya bisa menunduk.


"Hanya ada dua pilihan untuk kalian. Kalian yang memberikan hukuman kepada para sampah itu atau aku dan ketujuh sahabatku yang memberikan hukuman kepada mereka?" tanya Darren.


Mendengar pertanyaan dari Darren seketika mereka langsung memberikan pilihan.


"Kami yang akan memberikan hukuman kepada Arianna dan keenam teman-temannya," sahut wakil rektor dan diangguki oleh para dosen yang ada di dalam ruangan rapat itu.


"Kami harap kalian memberikan hukuman kepada mereka dengan adil. Jangan berat sebelah," ucap Qenan.


"Apa yang dirasakan dan diterimanya oleh Brenda dan ketujuh sahabatnya. Itu juga yang harus didapatkan oleh Arianna dan keenam teman-temannya," ucap Axel dengan penuh penekanan.


"Saat ini nama baik Brenda dan ketujuh sahabatnya terlihat buruk dimata semua mahasiswa dan mahasiswi. Aku tidak peduli bagaimana pun caranya keadaan harus kembali seperti semula," ucap Darren.


"Baiklah, Darren! Kau dan ketujuh sahabatmu tidak perlu khawatir. Semuanya akan kembali seperti semula. Saya akan membereskannya," sahut wakil rektor itu.


"Baiklah," ucap Darren.


****


Keluarga Radmilo merupakan keluarga terpandang dan paling disegani oleh semua orang setelah keluarga Smith dan tujuh keluarga lainnya. Kekayaan keluarga Radmilo berada diposisi ke 10 di dunia dan di Jerman.


Keluarga Radmilo terkenal dengan sifat kejam dan dinginnya. Siapa yang berani bermain dengan mereka berarti sama saja dengan menjemput malaikat maut. Sebelas dua belas dengan keluarga Darren dan keluarga dari ketujuh sahabat-sahabat Darren.


Jarum jam berdentang dengan teratur. Namun tidak dapat memecahkan keheningan di antara orang-orang yang duduk di sofa besar yang berada di ruang keluarga tersebut hingga seseorang yang tengah mereka tunggu menampakkan batang hidungnya.


"Ternyata kalian sudah berkumpul," ucap Chandra Radmilo pada anggota keluarganya.


Pemuda itu menempatkan dirinya duduk di sebelah ayahnya, Damian Radmilo.


Sang kepala keluarga Robert Radmilo menatap salah satu cucunya itu.


"Ada apa kau mengumpulkan kita semua, boy?"


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian semua," jawab Chandra.

__ADS_1


Chandra menjeda ucapannya. Dirinya menatap satu persatu anggota keluarganya hingga pandangannya jatuh pada sosok di hadapannya. Mata mereka menatap satu sama lain.


"Ini ada hubungannya dengan Zaro," sahut Chandra.


Raut wajah yang tadinya datar tanpa ekspresi seketika berubah terkejut saat Chandra menyebutkan nama itu.


"Apa maksud kamu, Chandra?" Arkana Radmilo, cucu tertua di keluarga Radmilo itu memandang tajam adiknya.


"Aku, tadi bertemu dengan anak yang mirip sekali dengan Mami Mita bahkan yang paling membuat Chandra terkejut adalah nama anak itu.


"Kalian tahu siapa?" Chandra kembali menatap anggota keluarganya.


"Cepatlah katakan. Jangan bertele-tele!" Atalaric Radmilo berdiri sembari menatap tajam keponakannya itu.


Robert yang merasakan suasana di ruang itu menjadi memanas pun tidak tinggal diam. "Kontrol emosimu, Atalaric. Biarkan Chandra menjelaskannya terlebih dahulu hingga selesai."


"Atalaric, duduk!" perintah Damian pada adik laki-lakinya itu.


Atalaric mengepalkan tangannya erat, lalu dirinya mendudukkan dirinya kembali.


"Chandra, lanjutkan!" seru Robert.


Chandra mengangguk mendengar ucapan sang kakek. "Baik, Grandpa."


"Nama pemuda itu adalah Elzaro Adelino. Nama yang sama dengan Zaro, hanya saja tidak ada marga Radmilo di belakangnya," ucap Chandra sambil melihat reaksi anggota keluarganya tersebut.


"Apa kau yakin?" tanya Danesh Radmilo yang bertanya pada adik sepupunya itu.


"Aku yakin, kakak Danesh. Anak buahku sedang mencari tahu siapa pemuda itu. Tapi feelingku mengatakan dia adalah Zaro. Putra kembar Papi Atalaric dan Mami Mita yang selama ini kita cari-cari."


"Jika seperti itu. Kita harus menyelidiki kebenarannya. Setelah semuanya terbukti, baru kita beritahu yang lainnya. Termasuk Mita. Untuk saat kita rahasiakan dulu," ucap Damian.


Mendengar perkataan dari Robert. Mereka yang ada di ruang tengah itu mengangguk setuju.


"Keberadaan putra kembarku sudah terungkap. Tinggal membuktikannya saja. Sekarang tinggal keberadaan Kathleen, putri kembarku. Semoga kita bisa membawa pulang mereka berdua," ucap Atalaric sedih.


Mendengar ucapan dari Atalaric membuat mereka semua menatap sedih dirinya. Mereka semua sangat paham akan perasaan Atalaric terhadap kedua anak kembarnya yang hilang.


"Kamu tenang, sayang! Papa sangat yakin jika kedua cucu kembar Papi itu akan kembali lagi ke rumah ini. Percayalah!"


"Iya, Papi! Aku berharap mereka kembali," ucap Atalaric.

__ADS_1


"Zaro, Kathleen. Kakak janji akan membawa kalian kembali pulang ke rumah ini," batin Danesh.


Bukan hanya Atalaric yang mengharapkan dua kesayangan mereka kembali. Seluruh anggota keluarga Radmilo juga sama halnya dengan Atalaric. Mereka ingin si kembar kembali pulang dan berkumpul lagi dengan mereka semua.


__ADS_2