
[Markas The Crips]
"Mau sampai kapan kalian menatapku seperti itu, hah?!" teriak Ziggy dengan tatapan matanya menatap kearah Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan bergantian.
Mendengar ucapan serta teriakan dari Ziggy membuat Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan seketika langsung menghela nafasnya. Kemudian menatap normal.
"Katakan padaku apa yang terjadi di sekolah Erica?" tanya Darren langsung.
"Kejadian apa? Memangnya kenapa dengan Erica? Bukan dia anakmu?" tanya Ziggy yang menatap datar Darren.
Darren seketika mendengus ketika mendengar pertanyaan dari Ziggy. Bahkan bibirnya bergerak-gerak mengumpati ketua Mafia yang menurutnya menyebalkan hari ini.
"Nggak usah berpura-pura tidak mengetahui tentang apa yang terjadi di sekolah Erica, Ziggy Chaim! Tolong katakan padaku Kenapa tiga wanita busuk itu membentak, memaki dan memarahi Erica?"
"Kalau kamu sudah tahu. Kenapa masih bertanya padaku?"
Lagi-lagi Ziggy memberikan pertanyaan kepada Darren, padahal yang dibutuhkan oleh Darren adalah sebuah jawaban.
Darren menatap kesal kearah Ziggy. Begitu juga dengan Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan. Mereka benar-benar kesal akan ulah Ziggy hari ini.
Hening..
Ziggy menatap kearah Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan. Begitu juga sebaliknya.
Dikarenakan tidak mendapatkan jawaban apapun dari Ziggy membuat Darren langsung berdiri dari duduknya. Dan diikuti oleh ketujuh sahabat-sahabatnya.
"Ayo, Kita pergi dari sini!" ajak Darren.
"Ayo!" seru Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan bersamaan.
"Kalian mau kemana?" tanya Ziggy yang melihat kedelapan adik-adiknya melangkah pergi.
"Kita mau bersenang-senang!"
"Kita mau melakukan sesuatu diluar sana sebagai balasan akan kekesalan kita terhadap kakak Ziggy."
"Kita akan cari tahu tiga wanita yang sudah menyakiti Erica."
"Setelah kita mendapatkan mereka. Kita akan menghabisi mereka semua."
__ADS_1
"Kita akan habisi mereka beserta keluarga mereka."
"Bahkan anak-anak mereka."
"Setelah mereka mati, kita akan hancur semua milik mereka tanpa sisa."
"Kita juga akan menyakiti orang-orang yang kita temui di jalanan!"
Mendengar jawaban demi jawaban dari Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan membuat Ziggy terkejut dan melongo tak percaya. Segitu kesalkah mereka terhadap dirinya sehingga melampiaskannya kepada orang lain.
Ziggy berdiri dari duduknya, lalu dirinya pun bersuara.
"Hei, tunggu dulu!" seru Ziggy.
"Bodo!" seru Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan bersamaan.
"Kakak cuma bercanda tadi!"
"Bodo!"
"Oke, kakak akan ceritakan apa yang terjadi di sekolah Erica kepada kalian!"
"Kita cari sendiri aja!"
"Kita bisa cari sendiri tanpa harus minta bantuan dengan seorang ketua Mafia."
Ziggy meloto dan melongo ketika mendengar jawaban dari adik-adiknya itu.
Cklek..
Blam..
Pintu ditutup secara kasar oleh Darel sehingga membuat Ziggy terlonjak kaget.
Tanpa sepengetahuan Ziggy di dalam ruangan pribadinya. Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan tertawa puas. Mereka tertawa dengan menutup mulutnya agar tidak didengar oleh Ziggy. Karena menurut mereka telinga Ziggy itu sudah seperti sinyal. Jarak sejauh apapun masih bisa mendengar. Lebay bukan!
Billy dan Mark yang kebetulan baru keluar dari ruangan komputer seketika berhenti ketika melihat Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan sedang tertawa di depan pintu ruang pribadi sang ketua.
"Pokoknya nanti kita kompak untuk tidak luluh setiap ucapan dari kak Ziggy," ucap Jerry.
__ADS_1
"Sudah pasti!" seru Qenan, Willy, Axel, Dylan, Darel dan Rehan bersamaan.
"Hm!" Darren berdehem sembari menganggukkan kepalanya.
"Kita harus buat kakak Ziggy kesal seperti kita. Kemudian buat kakak Ziggy menuruti keinginan kita semua," ucap Qenan.
"Pastinya!" seru mereka kompak.
Billy dan Mark seketika tersenyum dan geleng-geleng kepala ketika mendengar ucapan demi ucapan dari Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan. Keduanya berpikir jika Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu sedang kesal terhadap kakak mafianya itu.
Cklek..
Terdengar pintu ruang pribadi Ziggy dibuka sehingga membuat Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan langsung berlari sebelum sang pemilik ruangan melihatnya.
Lagi-lagi Billy dan Mark tersenyum melihat tingkah Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya itu.
"Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan!" panggil Ziggy setelah tiba diluar.
"Ketua!" sapa Billy dan Mark bersamaan.
"Apa kalian melihat kedelapan cecunguk-cecunguk itu? Pergi kemana mereka?" tanya Ziggy kepada Billy dan Mark.
"Mereka kesana, ketua!" jawab Mark sembari menunjuk pintu keluar.
"Kejar mereka!" perintah Ziggy.
"Sebenarnya ada apa, ketua?" tanya Billy.
"Mereka kesal padaku. Nah! Untuk melampiaskan kekesalan mereka padaku, mereka akan melakukan hal buruk diluar sana. Mereka akan menyakiti siapa saja orang yang mereka temui saat di jalanan. Mereka juga akan mencari tahu tentang tiga wanita yang menghina, memaki dan membentak Erica."
"Apa yang akan mereka lakukan jika mereka berhasil, ketua?" tanya Mark.
"Darren, Qenan, Willy, Axel, Jerry, Dylan, Darel dan Rehan akan membunuhnya. Bahkan anak-anak sekali pun. Bukan itu saja, mereka melakukan hal itu mengatas namakan namaku. Jadi namaku akan buruk akan ulah mereka."
Billy dan Mark seketika terkejut mendengar jawaban dari sang ketua.
"Buruan! Cari mereka! Bawa mereka semua ke ruanganku!"
"Baik, ketua!"
__ADS_1
Setelah itu, Mark dan Billy pun langsung menjalankan perintah ketuanya. Mereka dapat melihat bahwa ketuanya itu tampak tertekan akan ulah dari kedelapan adik-adiknya itu. Billy dan Mark hanya bisa tersenyum di dalam hatinya ketika melihat kepanikan sang ketua.