KEBENCIAN DARREN

KEBENCIAN DARREN
Dua Pilihan


__ADS_3

Di kampus terlihat ramai dan heboh. Bagaimana tidak ramai dan heboh. Semua mahasiswa dan mahasiswi telah menyaksikan siaran langsung acara ulang tahun ke 8 tahun perusahaan Accenture melalui sebuah televisi yang sudah disiapkan oleh Jerry dan Axel serta beberapa anggotanya.


Semua mahasiswa dan mahasiswi itu terkejut ketika melihat dan menonton siaran langsung acara ulang tahun perusahaan Accenture.


Di acara ulang tahun perusahaan Accenture itu, pembawa acara memanggil dua orang untuk naik ke atas panggung. Dua orang itu adalah Qenan Syver William dan Willy Anse Dominic.


Setiba Qenan dan Willy diatas panggung, semua tamu undangan begitu mengenal keduanya. Bahkan mereka memanggil keduanya sebagai Direktur di perusahaan Accenture.


Mahasiswa dan mahasiswi yang sedang menyaksikan dan menonton acara itu terkejut ketika Qenan dan Willy memperkenalkan diri sebagai Direktur di perusahaan Accenture. Dan Darren sebagai pemilik perusahaan Accenture sekaligus CEO disana.


Mendengar ucapan dan pengakuan dari Qenan dan Willy membuat semua mahasiswa dan mahasiswi terkejut dan syok. Yang paling terkejut adalah mahasiswa dan mahasiswi yang tidak menyukai Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya. Dan ditambah dengan enam mahasiswa yang setiap hari menghina, memfitnah dan bersikap seenaknya terhadap Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Mereka semua bungkam. Tidak ada satu pun bersuara setelah mengetahui identitas dan latar belakang asli dari Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Di lapangan itu bukan hanya ada mahasiswa dan mahasiswi saja. Wakil Rektor, Dekan dan para Dosen juga ada disana.


Mereka semua masih terus menyaksikan acara itu.


Beberapa detik kemudian, mereka kembali terkejut dimana di acara itu mengatakan bahwa ketujuh sahabat-sahabatnya Darren juga sama seperti Darren yang juga memiliki perusahaan sendiri. Dan dengan kata lain bahwa ketujuh sahabat-sahabatnya Darren juga seorang CEO.


Bukan itu saja, mereka juga terkejut ketika mendengar bahwa Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya adalah seorang CEO yang memiliki perusahaan besar dan terkenal di dunia dan di Jerman. Ada delapan perusahaan besar yang berada diurutan pertama. Kedelapan perusahaan itu adalah milik Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Sedangkan yang berada diurutan kedua, ketiga sampai dengan urutan kesembilan dipegang oleh perusahaan milik para ayah-ayah dan para kakak-kakak mereka dan orang-orang terdekatnya. Ditambah lagi, bahwa keluarga dari Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya berasal dari keluarga terpandang dan terkaya nomor satu sampai nomor delapan.


Untuk mahasiswa dan mahasiswi yang tidak menyukai Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya, termasuk enam mahasiswa yang sudah dengan lancangnya menghina, memfitnah. Bahkan membawa-bawa keluarganya saat ini tengah ketakutan.


Mereka semua ketakutan akan perkataan dan ancaman dari Darren. Mereka tidak tahu kejutan apa dan hukuman apa yang akan diberikan oleh Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya untuk mereka.


Setelah selesai menonton acara ulang tahun perusahaan Accenture di televisi. Detik kemudian terdengar ucapan demi ucapan dari mahasiswa dan mahasiswi yang memang sangat menyukai sikap dan perilaku Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Mahasiswa dan mahasiswi itu memberikan komentar-komentar kepada teman-teman kampusnya yang selama ini telah bersikap buruk terhadap Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Sekarang kalian sudah tahukan identitas asli dari Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya?"


"Kalian sudah tahukan mereka dapat duit dari mana?"


"Kalian sudah tahukan sekarang kalau Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya lebih kaya dibandingkan kalian dan keluarga kalian?"


"Kalian sudah tahukan kalau Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya tidak memakan uang sumbangan dari kalian?"


"Dan kalian sudah tahukan jika semua kendaraan mewah milik mereka dapatnya dari mana? Semua itu mereka beli pake uang mereka sendiri! Bukan minta dari orang tuanya. Apalagi ngambil uang sumbangan dari kalian yang nggak seberapa!"


"Seharusnya kalian sadar dan juga malu. Kalian saja masih meminta-minta kepada kedua orang tua kalian, tapi sikap kalian udah sombong dan belagu. Kalian bertingkah seperti orang kaya yang memiliki segalanya di dunia ini sehingga kalian memandang rendah orang lain."


"Saking belagunya sampai tidak sadar bahwa telah mencari lawan yang salah."


Itulah beberapa ucapan demi ucapan dari mahasiswa dan mahasiswi yang tidak menyukai sifat dari teman-teman kampusnya yang selama ini bersikap buruk terhadap Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


Sebagian mahasiswa dan mahasiswi yang menatap tak suka kepada teman-teman kampusnya itu adalah anggota organisasi Darren. Mereka benar-benar kecewa akan sikap dari teman-teman kampusnya itu.

__ADS_1


"Sudah... Sudah! Lebih baik kalian semua kembali ke kelas. Sebentar lagi jadwal materi kuliah akan segera dilaksanakan!" seru Rektor menghentikan aksi komentar dari mahasiswa dan mahasiswinya.


"Maaf, saya menyela. Untuk mahasiswa dan mahasiswi yang memiliki masalah dengan tuan kami. Diharapkan tetap disini," ucap Vicky tangan kanan Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Tapi...." perkataan Rektor itu terpotong.


"Sekali lagi saya minta maaf, tuan! Saya dan rekan saya ini hanya menjalankan perintah dari Bos Jerry dan Bos Axel," jawab Vicky dengan sopan sambil menundukkan sedikit tubuhnya.


Mendengar ucapan dari pemuda itu membuat wakil Rektor, Dekan dan para Dosen tersebut saling memberikan tatapan. Di dalam hati mereka sebenarnya menaruh kasihan terhadap mahasiswa dan mahasiswi yang telah bersikap buruk terhadap Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya yang merupakan mahasiswa berprestasi, bertanggung jawab dan berstatus sebagai ketua dan anggota organisasi di kampus.


Bukan itu saja, Darren secara pribadi telah diberi wewenang penuh oleh pemilik kampus untuk bertanggung jawab dalam mengurus kampus. Dengan begitu apapun yang terjadi di kampus, Darren berhak mengambil tindakan.


Mengetahui kenyataan itu membuat Wakil Rektor itu hanya diam dan tidak menjawab perkataan dari dua tangan kanan dari dua mahasiswanya yaitu Axel dan Jerry.


Ketika mereka tengah mendiskusikan untuk masalah mahasiswa dan mahasiswi bermasalah dengan Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan suara salah satu sahabat Darren yaitu Jerry.


"Bagaimana? Kalian sudah menonton acaranya?!" tanya Jerry yang melangkah menuju lapangan dengan stelan jasnya yang masih melekat di tubuhnya.


Di sampingnya, baik kiri dan kanan. Ketujuh sahabat-sahabatnya, termasuk Darren berjalan dengan tatapan menatap ke depan. Lebih tepatnya kearah lapangan.


Tidak hanya mereka, Brenda dan ketujuh sahabat-sahabatnya juga bersama mereka.


^^^


Darren, Brenda dan para sahabatnya sudah berada di lapangan. Tatapan mata Darren menatap tajam kearah mahasiswa dan mahasiswi yang selama ini tidak menyukainya, terutama keenam mahasiswa itu. Keenam mahasiswa itu menunduk tidak berani menatap wajah Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Kenapa diam? Biasanya kalian koar-koar setiap hari membicarakan keburukanku dan ketujuh sahabat-sahabatku. Mana suara kalian yang lantang itu, hum?!"


"Apa nyali kalian sekarang sudah ciut ketika mengetahui siapa kami sebenarnya?" tanya Rehan dengan tatapan remehnya.


"Apa harus punya bukti dulu, baru kalian diam? Jika tidak punya bukti, kalian akan terus menggonggong," sahut Dylan.


Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya menatap dengan tajam teman-teman kampusnya itu.


"Seperti yang sudah aku katakan sebelumnya. Jika aku membeberkan siapa aku dan ketujuh sahabat-sahabatku di hadapan kalian semua. Jika aku dan ketujuh sahabat-sahabatku bisa membuktikan bahwa kendaraan mewah kami itu dibeli bukan menggunakan uang sumbangan dari kalian, maka aku dan ketujuh sahabat-sahabatku akan buat perhitungan dengan kalian. Kalian masih ingat bukan?!"


"Dan beberapa menit yang lalu kalian sudah melihat sendiri bukti tentangku dan ketujuh sahabat-sahabatku melalui televisi. Jadi sekarang bersiaplah menerima balasan dariku." Darren berbicara dengan menatap satu persatu wajah teman-teman kampusnya.


"Maaf, Darren!" tiba-tiba wakil rektor tersebut menyela.


Darren langsung melihat kearah wakil rektor itu. Begitu juga dengan ketujuh sahabatnya, Brenda, ketujuh sahabat Brenda dan semua mahasiswa dan mahasiswi.


"Kenapa? Apa anda tidak setuju dengan keputusan saya, hum? Apa anda berniat membela mahasiswa dan mahasiswi sampah seperti mereka?!"


"Bu-bukan begitu...."


"Bukan begitu apa? Anda jelas-jelas membela mereka. Saya dan ketujuh sahabat-sahabat saya adalah korban disini. Mereka menghina kami, mereka memfitnah dan menuduh kami. Disaat kejadian itu, anda kemana? Kalian semua ada dimana!" bentak Darren.


"Saya masih bisa terima jika mereka hanya menghina saya dan ketujuh sahabat-sahabat saya. Dan kemungkinan masalah ini tidak akan berlarut-larut sampai sekarang. Tapi mereka sudah membawa-bawa keluarga saya dan keluarga dari ketujuh sahabat saya. Bahkan mereka dengan keji menghina kedua orang tua saya! Apa saya harus diam saja jika ada orang yang menghina kedua orang tua saya, hah?!" bentak Darren dengan menatap penuh amarah wajah wakil rektor tersebut.

__ADS_1


Melihat tatapan amarah Darren dan mendengar ucapan dan teriakan dari Darren membuat wakil rektor itu terdiam. Begitu juga dengan Dekan dan para Dosen.


"Apa yang akan anda lakukan jika keluarga atau kedua orang tua anda dihina di hadapan anda? Apa anda akan diam saja. Atau sebaliknya?" tanya Darren


"Jika anda tidak bisa memberikan keadilan untuk saya dan ketujuh sahabat-sahabat saya. Anda jangan ikut campur dengan apa yang akan saya lakukan kepada mahasiswa dan mahasiswi menjijikkan itu!" bentak Darren dengan menunjuk kearah teman-teman kampusnya dan keenam mahasiswa itu.


Darren menatap tajam kearah mahasiswa dan mahasiswi yang tidak menyukainya dan ketujuh sahabat-sahabatnya.


"Aku sudah mendapatkan data-data dari anggota keluarga kalian. Dan aku juga sudah mendapatkan nama perusahaan milik ayah kalian," ucap Darren.


Mendengar ucapan dari Darren membuat mahasiswa dan mahasiswi yang tidak menyukai Darren dan ketujuh sahabat-sahabatnya terkejut. Mereka menatap takut Darren.


"A-aku minta maaf. Ja-jangan lakukan apapun dengan perusahaan ayahku," mohon salah satu mahasiswa dari keenam mahasiswa yang menghina Darren dan keluarganya.


Darren tersenyum menyeringai ketika mendengar ucapan dan permohonan dari salah satu mahasiswa yang begitu keji menghinanya dan keluarganya.


"Hanya ada dua pilihan. Pertama, aku akan mengeluarkan kalian semua dari kampus ini, lalu memblokir kalian dari semua kampus yang ada di Jerman dan juga di luar negeri. Kedua, aku akan menghancurkan perusahaan milik ayah-ayah kalian hingga perusahaan ayah kalian tidak bisa bangkit lagi."


Deg!


Mereka terkejut ketika mendengar pilihan yang diberikan oleh Darren. Bagi mereka kedua pilihan itu sangat buruk.


"Aku tunggu sampai besok pukul 10 pagi keputusan kalian. Lewat jam 10. Dan kalian tidak datang menemuiku, maka pilihan pertama yang akan menjadi pilihan terakhir kalian."


Mereka semua terkejut ketika mendengar perkataan dari Darren. Mereka ingin protes, tapi sudah terlebih dahulu dipotong oleh Darel.


"Terima saja hukuman ini. Bukankah kalian yang memulainya terlebih dahulu."


"Darren," panggil wakil rektor itu.


"Apa?" tanya Darren ketus.


"Masalah untuk mengeluarkan mereka dari kampus. Apa tidak sebaiknya dirundingkan dulu dengan rektor?"


"Anda tidak perlu khawatir masalah itu, wakil rektor. Saya sudah mengirimkan semua bukti-bukti tentang perlakuan buruk mereka selama ini kepadaku dan ketujuh sahabat-sahabatku langsung ke rektor. Dan aku juga sudah memberitahu beliau tentang niatku ini." Darren berbicara dengan senyuman menyeringainya.


Mereka semua terkejut ketika mendengar perkataan dari Darren. Mereka tidak menyangka jika Darren sudah memberitahu rektor tentang masalah yang dihadapinya.


"Saya tahu alasan anda bersikukuh mempertahankan mahasiswa dan mahasiswi tidak tahu malu itu di kampus ini. Karena orang tua mereka adalah donatur di kampus ini."


Wakil rektor itu terkejut. Dia tidak menyangka jika Darren mengetahui hal itu.


"Setelah orang tua Jesicca meninggal, tidak ada lagi yang menjadi donatur di kampus ini. Kemudian mereka meminta para ayah mereka untuk menjadi donatur di kampus ini. Sejak itulah mereka menjadi sombong dan berlagak menjadi penguasa disini."


Darren berbicara sembari berbisik di telinga wakil rektor itu.


"Bahkan anda mendapatkan uang pelicin dari orang tua mereka masing-masing. Tujuannya adalah agar anda menjaga anak-anaknya dengan baik selama berada di kampus. Aku benarkan, wakil rektor?"


Setelah mengatakan itu, Darren pergi meninggalkan lapangan dan diikuti oleh ketujuh sahabat-sahabatnya, Brenda dan ketujuh sahabat-sahabat Brenda.

__ADS_1


"Sambil melangkah menuju ruang latihan, Darren menatap teman-teman kampusnya itu. "Jangan lupa besok jam 10 pagi. Aku tunggu di Aula pertemuan. Jika kalian tidak datang memberikan keputusan, maka pilihan pertama yang menjadi keputusan kalian."


__ADS_2